
Si kembar dan kawan-kawan turun dari mobil satu per satu, sahabat si kembar yang belum pernah datang ke rumah itu pun memandang takjub rumah bak istana itu.
"Yo ais ita asut(ayo guys, kita masuk)" ajak si kembar.
8 bocah kecil itu melangkah menuju pintu utama, tampa mengetuk pintu si kembar langsung saja membuka nya.
"Assalamualaikum, eyan Isa(Assalamualaikum, eyang Nisa)" ucap si kembar, sedangkan yang lain hanya mengekor saja dari belakang.
"To epi ya, eyan i ana ya(kok sepi yah, eyang di mana yah)" ucap Galih.
"Eyan Isa(eyang Nisa)" panggil si kembar dari ruang tengah.
Sedang di dapur, mama Sisi mendengar suara panggilan yang tak asing, tapi mommy Nisa tidak mendengarnya.
"Nis, kayak nya ada yang dateng deh, tuh manggil-manggil kamu," ucap mama Sisi.
"Ah, masa sih Si," ucap mommy Nisa.
"Coba ayo kita liat dulu gi, bi minta tolong ini di liat yah," ucap mama Sisi.
"Iya bu," ucap bibi.
Mama Sisi dan mommy Nisa pun keluar dari dapur, suara celotehan yang tak asing di telinga eyang Nisa dan mama Sisi.
"Eyan i ana ci, to ga da ya(eyang di mana sih, kok gak ada yah)" ucap Galih.
"Sayang, kalian kapan dateng?" tanya mommy Nisa, melihat si kembar dan mama nya.
"Eyan, eyan ali ana ci, ita asi alam eyan ga awab (eyang, eyang dari mana sih, kita kasih salam eyang gak jawab)" ucap Galah mendekati sang eyang.
"Maaf sayang, eyang sama eyang Sisi lagi masak di dapur sama bibi," ucap eyang Nisa.
Si kembar dan kawan-kawan pun menyalami punggung tangan eyang Nisa dan eyang Sisi, lalu mereka ikut duduk di ruang tengah.
"Eyan, ita te ini au iat oty ela, oty ela i ana eyan(eyang, kita ke sini mau liat aunty Sheila, aunty Sheila di mana eyang)" tanya Galih.
"Aunty lagi istirahat di kamar uncle, di atas," ucap mommy Nisa.
"To istaat i amal ucel ci eyan(kok istirahat di kamar uncle sih eyang)" tanya Galah.
__ADS_1
"Iya sayang, semalam kan aunty nginap di sini," ucap eyang Sisi.
"Alo ditu ita au iat eyan, ita au iat oty ela(kalau gitu kita mau liat eyang, kita mau liat aunty Sheila)" ucap Galih.
"Boleh sayang, kalian ke kamar uncle saja yah," ucap eyang Nisa.
"Ia eyan, yo ais ita te amal ucel aja(iya eyang, ayo guys kita ke kamar uncle saja)" ucap Galih.
Para bocil itu pun beranjak dan pergi ke arah lift, mereka akan mengunakan lift menuju kamar sang uncle.
"Alih, to ita itut tini ci, tan tu anga ya(Galih, kok kita ikut sini sih, kan itu tangga nya)" ucap Bisma.
"Ita au ait ip Bima, ial epat ampai, atu ape alo ait anga(kita mau naik lift Bisma, biar cepat sampai, aku capek kalau naik tangga)" ucap Galih.
"Wa ebat ya, i uma ucel amu da ip ya uga(wah hebat yah, di rumah uncle kamu ada lift nya juga)" ucap Bisma.
"Adu Bima anan alai de, iasa aja(aduh Bisma jangan alay deh, biasa saja)" ucap Calista.
"Man i umah amu uga da ip ya Alita(emang di rumah kamu juga ada Lift nya Calista)" tanya Bisma.
"Ga da, uma i antol api atu da(gak ada, cuma di kantor papi aku ada)" ucap Calista.
Lift yang membawa si kembar dan kawan-kawan pun tiba di lantai dua, lift berada tepat di samping kamar uncle Brian.
"Yo ais, ita asut(ayo guys, kita masuk)" ajak Galah.
Semaunya pun masuk ke dalam kamar uncle Brian, kamar yang begitu besar dan terdapat sofa yang ada di kamar itu. Sudah lama si kembar dan sohibnya tidak masuk kamar uncle Brian, semenjak membuat kekacauan waktu itu.
"Ais, aty ela agi idul tu, yo elan-elan ya(guys, aunty Sheila lagi tidur tuh, ayo pelan-pelan yah)" ucap Galah, yang mendapat anggukan dari yang lain.
"Acian ya oty ela(kasian yah aunty Sheila)" ucap Puput.
"Ompon elan-elan, anti oty ela anun agi(ompong pelan-pelan, nanti aunty Sheila bangun lagi)" ucap Galih.
"Ia Alih, atu da elan-elan to(iya Galih, aku udah pelan-pelan kok)" ucap Puput.
"Ais ambil ungu oty ela anun, ita ain i alton aja yo(guys sambil nunggu aunty Sheila bangun, kita main di balkon saja yuk)" ajak Galih.
"Ote, yo(oke, ayo)" ucap Iqbal dan Kifli juga.
__ADS_1
Para bocil itu pun pergi ke arah balkon kamar uncle Brian, dan bermain di sana sambil menunggu aunty Sheila bangun. Karena mereka tak tega membangunkan aunty Sheila yang sedang beristirahat.
Iqbal melihat mobil uncle Brian baru saja memasuki gerbang rumah, karena dari balkon kamar uncle Brian terlihat begitu jelas.
"Ais, tu obil ucel Blian(guys, itu mobil uncle Brian)" ucap Iqbal.
"Ia tu ucel(iya itu uncle)" ucap Galih.
Mobil uncle Brian berhenti di depan pintu utama, dari atas balkon si kembar dan yang lain sedang menunggu uncle Brian keluar dari mobil.
"Tu akek ama akek Yeo uga(ita kakek sama kakek Leo juga)" ucap Galah.
"Ia, akek ucel(iya, kakek, uncle)" panggil Galih dari atas balkon.
Uncle Brian, kakek Nicko dan kakek Leo melihat ke arah balkon, di mana si kembar dan teman-temannya sedang berdiri di atas sana sambil melambai kan tangan.
"Itu si kembar dan kawan-kawan nya," ucap uncle Brian.
"Ucel ita au iat oty ela(uncle kita mau liat aunty Sheila)" ucap Galih sambil menyigir kuda.
"Ngapain di situ, awas jatuh boy," ucap kakek Nicko.
"Ita au iat oty ela ke(kita mau liat aunty Sheila kek)" ucap Galah.
Uncle Brian pun masuk dan dengan cepat naik ke lantai dua mengunakan lift, karena ia juga ingin melihat kondisi sang kekasih saat ini.
Tak butuh waktu lama, Brian pun sampai di lantai dua mengunakan lift. Brian langsung masuk ke dalam kamar, dan melihat sang kekasih sedang tertidur pules.
"Masi tidur ternyata, berarti si kembar dan yang lain tidak membangunkan aunty mereka dong," ucap Brian dalam hati.
Brian lalu berjalan ke arah balkon, melihat para bocil yang masi mengunakan seragam sekolah mereka.
"Syut, jangan berisik nanti aunty bangun," ucap uncle Brian.
"Ita ga icit to ucel(kita gak berisik kok uncle)" ucap Galih.
Uncle Brian lalu duduk di salah satu kursi yang ad adi balkon.
Next...
__ADS_1