
"Kak, aku ke toilet dulu yah," ucap Sheila.
"Ayo aku temanin yah," ucap Brian.
"Gak usah kak, kaka kan lagi ngobrol sama rekan bisnis kaka," ucap Sheila.
"Yah sudah kamu hati-hati yah, cepat balik," ucap Brian menatap sang kekasih.
"Iya kak," ucap Sheila pergi keluar ballroom hotel.
Sheila berjalan ke arah di mana toilet wanita berada, seorang pelayan yang melihat Sheila pergi dari kerumunan tamu, pria berseragam pelayan itu langsung pergi mengikuti Sheila dari belakang.
Di dalam tempat acara berlangsung, seorang wanita tersenyum penuh kemenangan, karena ia tau, kalau orang suruhannya itu pasti akan menyingkirkan Sheila.
Wanita itu adalah Sindi, yang sudah mengatur rencana bersama orang suruhannya,nyang menyamar sebagai pelayan di acara itu berlangsung.
Pria berseragam pelayan itu menutup wajahnya mengenakan masker, lalu dengan cepat mengikuti Sheila, mumpung tidak ada orang yang melihatnya.
Di dalam ballroom hotel, Marvel dan Adelia mendekati Brian yang sedang berbincang dengan rekan bisnis mereka.
"Kak Brian, kak Sheila mana?" tanya Adel.
"Lagi ke toilet Del," ucap Brian.
"Sendirian kak?" tanya Adel lagi.
"Iya," ucap Brian.
"Kak, aku ke toilet juga yah," ucap Adel, kebetulan Adel juga mau merapikan riasan wajahnya.
"Iya sayang, hati-hati yah," ucap Marvel.
"Iya kak," ucap Adel.
Adel pun pergi ke toilet wanita juga, dari kemajuan adel melihat orang yang mencurigakan sedang berdiri di depan toilet wanita. Adel mengurungkan niatnya pergi ke toilet, dan bersembunyi di balik tembok pembatas.
"Orang itu mau apa yah, kok di depan toilet wanita sih, kak Sheila pasti ada di dalam toilet itu," ucap Adel dalam hati.
Adel terus mengamati orang mencurigakan itu, sampai Adel melihat Sheila keluar dari dalam toilet wanita, dan pria itu langsung menyerang Sheila dengan membekap mulut Sheila.
Emmm,, eemmm...
Sheila pun tak sadarkan diri, dengan keberaniannya, Adel mendekati pria itu dan memukul mengunakan tas yang ia bawa. Sehingga pria itu tak jadi mengendong Sheila karena terhalang oleh Adel.
"Tolong..." teriak Adel meminta tolong.
__ADS_1
"Siapa kamu ha, kenapa kamu ingin menculik dia," ucap Adel dengan marah.
"Jangan ikut campur kamu, atau saya akan menyingkirkan kamu juga," ucap pria yang wajahnya di tutupi oleh masker itu.
"Tolong..." teriak Adel lagi.
Pria bermasker itu, bersiap akan memberikan pukulan keras pada Adel, tapi sebuah tangan kekar langsung memukulnya dari belakang.
Membuat pria itu jatuh tersungkur ke lantai, dan dengan cepat juga pria itu berdiri dan melarikan diri dari lorong samping.
Petugas keamanan hotel mengejar pria itu yang hendak melarikan diri, sedangkan Brian melihat Sheila yang sudah tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri. Dengan cepat Brian mendekati Sheila.
"Sayang, sayang bangun," ucap Brian memeluk sang kekasih yang tak sadarkan diri dengan raut wajah kuatir.
"Sayang, siap yang berani melakukan ini pada gadisku," ucap Brian dengan marah.
Marvel juga tak kalah cemasnya mendekati sang kekasih, Adel melihat Marvel yang begitu cemas padanya.
"Sayang, kamu gak papa kan, ada yang luka gak, orang itu mukulin kamu?" tanya Marvel dengan cemas.
"Aku gak papa kak, kak Sheila yang udah mau di culik sama orang itu tadi," ucap Adel.
"Sayang bangun," ucap Brian lagi mengusap pelan pipi sang kekasih.
Untung saja tadi Adel segera mengirim pesan pada Marvel, setelah melihat gelagat orang mencurigakan itu di depan toilet wanita.
Brian segera mengangkat Sheila dan menggendongnya, lalu membawa keluar dari pintu samping, karena tidak mungkin lewat ballroom hotel. Masi banyak tamu yang berada di sana.
"Marvel membantu Brian untuk membukakan pintu mobil, lalu Brian membaringkan Sheila di kursi depan, agar nanti kepala Sheila bisa di letakan di paha Brian.
"Kalian langsung balik juga?" tanya Brian.
"Iya, kita langsung ke rumah loh aja, Sheila mau di bawa ke sana kan?" tanya Marvel.
"Iya," ucap Brian
"Pak, maaf kami kehilangan jejak pria berseragam pelayan itu," ucap petugas keamanan hotel.
"Gak papa, pak nanti biar saya minta anak buah daddy saya untuk mencari tau semuanya," ucap Brian.
"Baik pak," ucap petugas keamanan hotel.
Brian lalu masuk ke dalam mobil, meletakan kepala sang kekasih di pahanya, lalu Brian menghidupkan mobilnya dan keluar dari lobby hotel.
Begitu pun dengan Adel dan Marvel, mobil sport milik Marvel keluar dari lobby hotel juga, mengikuti mobil sang sohib dari belakang.
__ADS_1
"Siapa yang sudah mencoba menculik kamu sayang," ucap Brian lirih sambil melihat dan menguap wajah Sheila dengan lembut, mengunakan sebelah tangannya.
"Aku tidak akan mengampuni siapa aja yang sudah berani melakukan ini pada calon istri ku," ucap Brian dalam hati, dengan raut wajah marah.
Mobil yang di kendarai oleh Brian memasuki gerbang rumah mewah mereka, Sheila juga masi belum sadarkan diri. Rupanya bius yang di gunakan lumayan banyak.
Setalah memarkirkan mobilnya, Brian langsung turun dan membuka pintu mobil yang sebelah lagi, Brian menggendong Sheila keluar dari dalam mobil. Bersamaan dengan mobil Marvel yang juga baru saja terparkir.
Brian mengendong Sheila masuk ke dalam, di ikuti oleh Marvel dan juga Adel. Brian dan yang lain tidak mendapati daddy Nicko dan mommy Nisa di ruang tengah.
"Mom, dad," panggil Brian, lalu meletakan Sheila dengan pelan di atas sofa panjang.
Adel pun langsung mendekati Sheila dan menggosok minyak angin, siapa tau aja Sheila akan segera sadar diri pingsan nya.
"Mas, itu putra kita udah pulang," ucap mommy Nisa.
"Bukan sayang, kamu salah dengar kali, mereka kan baru saja pergi itu juga baru jam 8 malam," ucap daddy Nicko.
"Daddy, mommy." Panggil Brian lagi.
"Tuh beneran Brian mas," ucap mommy Nisa.
"Kok cepat banget sih pulangnya, ayo kita liat dulu," ucap mommy Nisa.
Pasangan suami dan istri itu pun dengan cepat keluar dari dalam kamar mereka, mereka belum melihat Sheila yang berbaring di sofa panjang.
"Sayang, kok udah pulang Sheila man..." ucapan mommy Nisa terhenti saat melihat Sheila sedang berbaring tak sadarkan diri.
"Boy, apa yang terjadi, kenapa Sheila bisa seperti ini ha?" tanya Daddy Nicko kuatir.
Sedangkan mommy Nisa sudah tak bertanya lagi, mommy Nisa langsung duduk di dekat Sheila dan berusaha membangunkan Sheila.
Mommy Nisa menguap minyak kayu puti ke hidung Sheila dengan pelan, lalu tak berselang lama Sheila dengan sedikit mulai membuka matanya.
"Mom," ucap Sheila.
"Sayang, kamu udah sadar? kamu ada di rumah sekarang," ucap mommy Nisa memeluk calon menantunya itu.
"Sayang, apa ada yang sakit, kita ke dokter yah?" tanya Brian.
"Gak usah kak, aku gak papa kok," ucap Sheila sambil tersenyum.
"Ini sebenarnya ada apa, kenapa Sheila bisa jadi seperti ini?" tanya Daddy Nicko melihat sang putra.
Adel pun mulai menceritakan semua yang terjadi, karena hanya Adel lah yang melihat kejadian yang sebenarnya terjadi di hotel itu.
__ADS_1
Next...