Will You Merry Me

Will You Merry Me
Gagal, gara-gara si kembar


__ADS_3

Suasana kamar pengantin terlihat begitu remang, pertanda kalau pasangan pengantin baru itu masih tertidur lelap.


Padahal di luar sana, matahari sudah bersinar terang. Di restoran hotel, semua keluarga Wijaya dan yang lain sudah berkumpul untuk sarapan.


Masih tersisa dua kursi yang masih kosong.


Brian membuka kedua matanya dengan pelan, dan melihat wajah cantik istrinya yang masih tertidur lelap.


Senyum terbit di bibir Brian, Brian lalu mencium kening istrinya dengan pelan, dan kembali memeluk istrinya dengan erat.


"Udah bangun?" Tanya Brian melihat wajah cantik istrinya.


"Iya, udah jam berapa?" Tanya Sheila.


"Udah mau jam tujuh," ucap Brian.


"Kok Kaka gak bangunin aku sih, kasian loh yang lain pasti udah nungguin kita," ucap Sheila.


"Udah biarin aja mereka," ucap Brian memeluk Sheila dengan erat lagi.


"Tapi kan kasian kak," ucap Sheila.


Brian melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya dengan intens, membuat Sheila salah tingkah.


"Kenapa liatin aku gitu?" Tanya Sheila.


"Kenapa, apa gak boleh," ucap Brian.


"Yah gak papa sih," ucap Sheila tersenyum.


Dengan pelan Brian mendekatkan wajahnya, bersiap akan mencium bibir Istrinya.


Tinggal beberapa senti, dan bibir mereka akan menyatu tapi tiba-tiba.


Pakkk...


Pakkk...


Suara gedoran pintu terdengar begitu kuat, membuat Brian berhenti dan kembali akan melanjutkan aksinya lagi.


Pakkk...

__ADS_1


"Ucel, oty uka intu ya(uncle, aunty buka pintunya)" teriak Galih dari balik pintu.


Pakkk...


Brian berbalik dan melihat ke arah pintu yang masih tertutup dengan kesal, selalu saja si kembar menjadi pengganggu.


"Buka dulu pintunya," ucap Sheila.


"Tapi sayang kita belum," ucapan Brian terhenti mendengar gedoran pintu.


Pakkk...


"Uka intu ya ucel, oty(buka pintunya uncle, aunty)" teriak Galah.


"Buka dulu pintunya," ucap Sheila.


Dengan kesal Brian turun dari atas ranjang, berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Clekk...


Kedua bocah kembar sedang berdiri di depan pintu, Brian menatap kedua ponakannya dengan kesal.


"Mau ngapain kalian?" Tanya Brian melihat si kembar masuk ke dalam kamar itu.


"Alah amal antin ya adus uga ya, anti amal atu ama Nala uga lus dini(Galah kamar penggantinya bagus juga yah, nanti kamar aku sama Nara juga harus gini)" ucap Galih melihat seisi kamar itu.


Brian menatap sang istri yang sedang tertawa, Sheila tertawa karena perkataan Galih barusan.


Galih lalu melihat ke arah uncle nya, Galih lalu melihat aunty Sheila.


"Oty, ucel enapa, to aja ya esal situ ci(aunty, uncle kenapa, kok wajahnya kesal gitu sih)" tanya Galah.


"Uncle kesal karena kalian udah gangguin tidurnya kita," ucap Brian.


"Asa ci(masa sih)" ucap Gali.


"Aduh, cepat deh kalian mau ngapain ke sini?" Tanya Brian menatap sih kembar.


"Ita i tulu akek ama eyan, uat agil ucel Ama oty au alapan(kita di suruh kakek sama eyang, buat manggil uncle sama aunty mau sarapan)" ucap Galih.


"Ia, enal ucel(iya, benar uncle)" ucap Galah.

__ADS_1


"Iya uncle sama aunty mandi dulu, bilangin sama yang lain yah," ucap Briana.


"Ia, alo ditu ita elgi ya(iya, kalau gitu kita pergi yah)" ucap Galih.


"Iya," ucap Brian membuka pintu.


"Inat lo ucel, anan ama-ama atian yan ain da ungu(ingat loh uncle, jangan lama-lama kasian yang lain udah nunggu)" ucap Galah berbalik melihat uncle Brian.


"Iya-iya, sana kalian sarapan dulu aja yah," ucap Brian menutup pintu dengan cepat.


Galah dan Galih saling pandang, lalu pergi dari sana.


"Ga opan anet ci ucel ama Ita(gak sopan banget sih uncle sama kita)" gerutuh Galih.


Brian kembali mendekati istrinya di ranjang, senyum manis di bibir Brian, membuat Sheila was-was.


"Kita mandi," ucap Sheila.


"Kok mandi sih, kita lanjutin yang tadi tertunda dulu sayang," ucap Brian naik ke atas ranjang.


"Gak, kita mandi aja yah," ucap Sheila.


"Yah kok gitu sih," ucap Brian lesu.


"Kasian yang lain udah nunggu," ucap Sheila.


"Kita mandi bareng yah," ucap Brian tersenyum.


"Gak, kita mandi sendiri-sendiri," ucap Sheila turun dari atas ranjang.


"Kok gitu sih, kan udah sah yah gak papa dong mandi bareng," ucap Brian.


"Gak, aku mandi dulu yah, cup," ucap Sheila mencium pipi suaminya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


"Ini semua gara-gara si kembar, coba aja tadi mereka gak datang dan gedor pintu, pasti gak bakalan gagal," ucap Brian dalam hati melihat pintu kamar mandi yang baru saja tertutup itu.


Brian lalu duduk di atas ranjang, untuk menunggu istrinya selesai mandi, agar ia bisa gantian membersihkan diri.


Next...


Maaf baru up lagi yah guys 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2