
Brian dan Sheila tiba di restoran hotel, semua anggota keluarga sudah menunggu kedatangan kedua pengantin baru itu.
"Kau liat wajah putramu, sepertinya dia sedang kesal," bisik Leo pada Nicko.
"Mungkin gara-gara si kembar tadi," ucap Daddy Nicko tersenyum geli.
"Kau ini, menganggu pengantin baru aja," ucap Leo.
"Ay oty, ucel(hay aunty, ucnle)" sapa Galih yang duduk di dekat Nara.
Brian tidak menjawab, Brian menarik kursi yang akan di duduki oleh sang istri.
"Aya ya ucel asi arah de Ama Ita(kayaknya uncle masih marah deh sama kita)" ucap Galah berbisik pada sang adik.
"Ialin aja, Ita apan aja Yo(biarin saja, kita sarapan saja yuk)" ucap Galih cuek.
"Kenapa wajah mu kesal gitu boy?" Tanya Daddy Nicko.
"Ini semua gara-gara cucu-cucu kembar mu dad, menganggu semuanya," ucap Brian.
"Hehehe,, ini udah pagi lagi kalau mau malam pertama nanti malem," ucap Daddy Nicko berbisik pelan.
Brian melihat sang Daddy dengan kesal, lalu kembali memakan sarapannya. Daddy Nicko tersenyum melihat sang sahabat papa Leo.
"Akek, Ita itut ya te Uma akek ama eyan(kek, kita ikut yah ke rumah kakek sama eyang)" ucap Galih.
"Mau ngapain? Kalian pulang saja ke rumah," ucap Brian.
"Enapa Ita ga oleh itut, tan Ita au te Uma akek(kenapa kita gak boleh ikut, kan kita mau ke rumah kakek)" ucap Galah.
"Ia enal tu (iya benar itu)" ucap Galih melihat uncle Brian.
__ADS_1
"Oleh tan akek(boleh kan kek)" tanya Galih melihat kakek Nicko.
"Boleh dong, lagian kalian tuh udah lama gak ke rumah kakek sama eyang," ucap Daddy Nicko.
"Es, ais ita te Uma akek ya(yes, guys kita ke rumah kakek yah)" ucap Galih melihat kawan-kawannya.
"Iya," ucap Galah dan yang lain.
Sehabis sarapan, semua anggota keluarga pulang ke rumah masing-masing, hanya si kembar dan kawan-kawan nya ikut bersama kakek Nicko dan eyang Nisa.
Brian mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, Brian melihat Ke arah sang istri yang saat ini duduk di kursi yang ada di samping nya.
"Sayang," panggil Brian.
"Iya kak, ada apa?" Tanya Sheila berpaling melihat ke arah sang suami.
"Aku udah nentuin kita mau bulan madu ke mana," ucap Brian.
"Ada deh, kejutan buat kamu nanti," ucap Brian sambil tersenyum.
Tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh Brian memasuki pintu gerbang rumah besar keluarga Wijaya, Brian turun duluan dan langsung membuka kan pintu untuk sang istri.
"Makasih," ucap Sheila.
Brian mengandeng tangan istrinya dengan mesra masuk ke dalam rumah besar itu, si kembar dan kawan-kawan nya sudah menunggu di sana.
"Ucel, oty Ita da ungu Ama Lo(uncle, aunty kita udah nunggu lama loh)" ucap Galih.
"Kenapa?" Tanya Brian duduk di dekat sih kembar.
"Ga apa to(gak apa-apa kok)" ucap Galih sambil menggeleng kepala.
__ADS_1
"Sayang kalian baru sampai?" tanya mommy Nisa.
"Iya mom, baru aja," ucap Sheila.
Mommy Nisa dan Daddy Nicko tersenyum melihat putra dan menantunya itu, Daddy Nicko lalu memberikan dua tiket pesawat untuk pedangan pengantin baru itu.
"Apa ini dad?" tanya Brian melihat sang Daddy.
"Wa itet awat ais(wah tiket pesawat guys)" ucap Galih.
"itu punya uncle sama aunty sayang," ucap eyang Nisa.
"Man ucel Ama aty au te ana eyan(emang uncle sama aunty mau ke mana eyang)" tanya Galah.
"mau pergi bulan madu," ucap Brian.
"wah, Ita oleh itut ga(wah, kita boleh ikut gak)" tanya Galih.
"Gak, anak kecil gak boleh ikut," ucap uncle Brian.
"ish, ucel elit anet ci(ish, uncle pelit banget sih)" ucap Galah.
"ia, asa Ita ga ole itut(iya, masa kita gak boleh ikut)" ucap Galih.
"Ayo sayang kita ke kamar," ucap Brian mengajak sang istri.
"Dad, mom, kita ke kamar dulu yah," ucap Sheila.
"Iya sayang," ucap mommy Nisa.
Karena uncle Brian dan aunty Sheila sudah pergi ke kamar, si kembar dan kawan-kawan nya pun pergi bermain.
__ADS_1
Next....