Will You Merry Me

Will You Merry Me
Persiapan Acara Lamaran


__ADS_3

Seminggu sudah setelah insiden yang menimpah Sheila di hotel xx. Saat ini Sheila sudah kembali ke kediamannya dan kedua orang tuanya.


Sudah lima hari ini Sheila tidak bertemu Brian sang kekasih, keduanya hanya berkomunikasi lewat telpon saja.


Saat ini Sheila sedang bersantai di rumah TV, sambil menonton siaran TV favorit nya, yah itu film Korea. Sudah menjadi kesukaan Sheila menonton Drakor sejak SMP.


Mama Sisi mendekati sang putri yang sedang bersantai dan menonton film, mama Sisi duduk di sofa yang ada di dekat Sheila.


"Sayang, kamu belum mandi yah? udah mau jam 10 loh," ucap mama Sisi.


"Aku mandi jam 11 ma, nunggu film nya habis dulu," ucap Sheila melihat sang mama.


"Kamu ini, udah mau jadi istri juga masi saja malas-malasan," ucap mama Sisi.


"Sheila gak malas ma, nunggu dikit lagi yah," ucap Sheila.


"Yah sudah, mama lanjut masak dulu yah, papa kamu katanya mau pulang makan siang di rumah," ucap mama Sisi.


"Iya ma," ucap Sheila.


Kalau lagi di rumah, Sheila memang begitu manja pada kedua orang taunya. Apa lagi pada papa Leo.


Sheila kembali melanjutkan nonton Drakor nya, setelah sang mama kembali ke dapur lagi.


🍀🍀🍀🍀


Wijaya Group....


Daddy Nicko dan papa Leo masuk ke dalam ruangan Brian. Tampa mengetuk pintu, kedua pria paru baya itu langsung masuk begitu saja.


Brian yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja, mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah pintu yang terbuka.


Sang daddy dan papa Leo duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Brian, sedangkan Brian menyelesaikan pekerjaan yang tinggal sedikit itu.


"Boy, sudah sampai mana persiapan lamaran kamu, apa mau daddy bantu?" tanya daddy Nicko.


"No dad, semuanya sudah hampir selesai kok, besok aku udah mau mengajak Sheila," ucap Brian berdiri dari kursi kerja nya, lalu duduk di sofa bersama daddy Nicko dan papa Leo.


"Bagus lah kalau gitu, daddy kira semuanya belum selesai," ucap daddy Nicko.


"Udah, daddy sama papa tenang saja," ucap Brian.


"Emang lokasinya di mana?" tanya daddy Nicko dengan kepo.


"Daddy nih kepo aja deh, kaya si kembar," ucap Brian.


"Cuma nanya aja kok, emang gak boleh?" tanya daddy Nicko.

__ADS_1


"Boleh kok dad, nanti besok daddy, mommy, papa dan mama juga harus datang, karena ini kejutan lamaran untuk Sheila," ucap Brian.


"Kau harus romantis seperti daddy," ucap daddy Nicko.


"Iya dad, aku tau kok," ucap Brian.


"Kau liat Yo, putra ku ini sangat mirip denganku," ucap daddy Nicko dengan bangga.


"Gak sama, lebih keren Brian lah," ucap papa Leo.


"Kok gitu apa bedanya? Brian kan putra ku juga," ucap daddy Nicko.


"Bedah lah, udah gak usah di bahas lagi," ucap papa Leo.


"Yah sudah kalau gitu, daddy sama papa Leo pergi dulu," ucap daddy Nicko beranjak berdiri.


"Kok cepat banget sih, emang tujuan daddy sama papa cuma nanyain itu dong?" tanya Brian heran.


"Iya, kamu lanjut kerja saja," ucap daddy Nicko lagi.


"Kalian ini, ganggu aku lagi kerja aja, kirain ada hal penting apa," ucap Brian dengan kesal.


"Udah gak usah kesal gitu, udah mau nikah juga," ucap daddy Nicko.


Papa Leo hanya tersenyum, melihat wajah kesal calon menantunya itu. Papa Leo dan daddy Nicko keluar dari ruangan kerja Brian, Brian pun melanjutkan pekerjaannya lagi.


🍀🍀🍀🍀


Semua persiapan sudah beres, dari tempat dekor dan lain-lain. Terkesan sederhana, tapi suasananya begitu romantis dan indah.


"Pak Tio, semua sudah beres pak," ucap karyawan vila.


"Baik, terimakasih yah mas," ucap Tio.


"Iya pak Tio sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu," ucap karyawan vila.


"Iya mas silahkan," ucap Tio.


Brian memang sengaja meminta Tio untuk mengurus semuanya, karena hanya Tio yang bisa andalkan kalau soal masalah lamaran.


"Semuanya sudah beres, tinggal mengabari bos," ucap Tio lalu menelpon sang bos.


"*Hallo Yo, ada apa?" tanya Brian dari seberang telpon.


"Saya mau melapor, kalau semua persiapan tempat lamaran bos sudah siap," ucap Tio.


"Oke makasih yah Yo, kamu boleh pulang dari puncak," ucap Brian.

__ADS_1


"Iya bos," ucap Tio lalu sambungan telpon pun mati*.


Tio bersiap-siap akan kembali ke jakarta, karena semua pekerjaannya sudah selesai, untung saja sang istri di temani oleh mama mertua dan juga sang ibu. Jadi Tio bisa meninggalkan Laura dengan tenang.


Padahal baru sehari tidak bertemu istri, tapi Tio sudah merasakan rindu yang begitu besar pada sang istri.


🍀🍀🍀🍀


Acara lamaran Brian terdengar sampai ke telinga si kembar, si kembar pun langsung pergi menemui sang mami dan sang papi di dalam kamar.


"Tot tot, mi ita asut ya(tok tok, my kita masuk yah)" ucap ucap Galih dari balik pintu.


"Iya sayang," ucap mami Ambar dari dalam kamar.


Clekk...


Galih membuka pintu dan langsung masuk ke dalam, terlihat sang mami sedang menggantikan popok untuk beby kembar.


"Mi, api ana to ga da ci(my, papi mana kok gak ada sih)" tanya Galih, karena tidak mendapati sang papi di dalam kamar.


"Papi lagi di.kamar mandi sayang," ucap mami Ambar.


Galah terlihat mencium sang adik bergantian, Galah sudah naik ke atas tempat tidur. Sedangkan Galih masi berdiri di dekat sang mami.


Clekk...


Papi Gilang keluar dari dalam kamar mandi, melihat kedua putra kembarnya berada di sana juga.


"Mi, pi ita itut ya te uncat ama akek ama eyan(my, pi kita ikut yah ke puncak sama kakek sama eyang)" ucap Galih.


"Siapa yang mau ke puncak sayang, kalian salah dengar kali," ucap mami Ambar.


"Ga mi, ita ga ala egal to, akek ama eyan au te uncat, da atala amalan ucel i tana ama oty ela(gak my, kita gak salah dengar kok, kakek sama eyang mau ke puncak, ada acara lamaran uncle di sana sama aunty Sheila)" ucap Galih lagi.


Papi Gilang dan mami Ambar saling pandang, kalau sudah seperti ini, si kembar tak bisa lagi di akalin dengan alasan apapun.


"Nanti mami tanya eyang sama kakek dulu yah," ucap mami Ambar.


"Ia mi, asti akek au idinin ita itut, ita tan ibul esot(iya my, pasti kakek mau ijinin kita ikut, kita kan libur besok)" ucap Galih dengan senang.


"Anti ita adat Ipli ama Ibal uga, ama Nala uga ial elu(nanti kita ajak Kifli sama Iqbal. sama Nara juga biar seru" ucap Galih.


"Ia, anti ita isa iat eandanan inda i tana(iya, nanti kita bisa liat pemandangan yang indah di sana)" ucap Galah juga.


Si kembar begitu senang, sang papi dan sang mami hanya saling pandang dan menggeleng kepala saja, entah dari siapa si kembar mendengar acara lamaran sang uncle, mami Ambar lalu melanjutkan untuk memakaikan popok untuk beby Gisel.


Next...

__ADS_1


__ADS_2