
Semuanya masi melengos ke arah Galih dan Nara, apa lagi gaya Galih seperti meniru gaya sang uncle.
"Dasar bocah," ucap uncle Brian.
Uncle Marvel terlihat menepuk jidat nya, melihat kelakuan ponakan nya itu.
"Liat sayang, kau kalah sama Galih, dia sudah melamar gadisnya," ucap mommy Nisa sambil tersenyum.
"Aunty," ucap Marvel.
"Lus Nala lus awap pa don(terus Nara harus jawab apa dong)" ucap Nara.
"Ungu, ita egal awaban oty ela(tunggu, kita dengar jawaban aunty Sheila)" ucap Galih, membuat Nara menganggu dengan polos.
"Oty, to ga i awab ci amalan ucel(aunty, kok gak di jawab sih lamaran uncle)" ucap Galih melihat ke arah uncle Brian dan aunty Sheila.
"Iya sayang, kamu belum jawab," ucap Uncle Brian.
"Iya maaf kak, habis sih kaget liat Galih," ucap Sheila sambil tersenyum.
"Abaikan saja mereka sayang," ucap uncle Brian.
Sheila lalu menatap pria yang sudah mencintainya sejak kecil itu, lalu melihat ke arah papa Leo dan mama Sisi yang juga tersenyum bahagia dan menganggu melihat sang putri.
"Yes, I Will," ucap Sheila tersenyum bahagia.
Brian langsung menyematkan cincin di jari manis sang kekasih, malam ini Brian resmi melamar Sheila. Tinggal mengatur tanggal pernikahan saja, Brian memeluk Sheila dengan erat, setelah cincin sudah berhasil di sematkan di jari manis sang kekasih.
"Ucel, oty ela awab pa alusan(uncle, aunty bilang apa barusan)" tanya Galih.
"Kepo deh, udah emang kamu ngapain mau lamar Nara, masi kecil juga," ucap uncle Brian.
"Man ga oleh, ilan aja alo ucel ilit (emang gak boleh, bilang saja kalau uncle iri)" ucap Galih.
"Tinala il u elimi(Kinara Will you merry me)" ucap Galih lagi.
"Ia Alih atu au(iya Galih aku mau)" ucap Nara.
"Ni unga uat amu, aap ya atu lum isa eli incin, agi ga unya uan(nih bunga buat kamu, maaf yah aku belum bisa beli cincin, lagi gak punya uang)" ucap Galih memberikan bunga saja pada Nara.
"Nala tan ga uka unga Alih(Nara kan gak suka bunga Galih)" ucap Nara.
"Atu asi yam dolen aja di ana, au ga (aku kasih ayam goreng saja gimana, mau gak)" ucap Galih.
"Ia Nala au(iya Nara mau)" ucap Nara.
"Etal ya, atu bil ayam dolen ulu tu(bentar yah, aku ambil ayam goreng dulu tuh)" ucap Galih menunjuk kearah meja.
__ADS_1
Membuat semua para orang tua menggeleng pala melihat tingkah si kecil Galih, ada-ada saja ulah bocah kecil itu.
Sedangkan Galah, Iqbal dan Kifli sudah duduk di kursi meja makan yang sudah di siapa, lamaran kali ini terasa begitu berbeda, tapi juga lucu dan unik. Apa lagi ada si kembar dan kawan-kawan yang selalu membuat hal-hal aneh.
Marvel dan Adel memberikan selamat buat Sheila dan Brian, begitu pun para orang tua. Hanya si kembar dan kawan-kawan yang belum memberikan mereka ucapan selamat, karena para bocah itu sudah sibuk di meja makan.
🍀🍀🍀🍀
Mami Ambar benar-benar di buat geleng kepala, oleh kelakuan putra kembarnya yang bernama Galih.
"Mas-mas, anak mu ini masi kecil udah berani ngelamar anak gadis orang," ucap mami Ambar.
"Aku dulu gak gitu kok sayang, ngikutin siapa yah," ucap papi Gilang.
"Siapa lagi kalau bukan kelakuan uncle nya," ucap mami Ambar.
"Iya sayang, cuma Brian yang punya kelakuan gitu kan watu kecil, kamu kan pernah cerita sama aku," ucap papi Gilang.
"Yah kau benar mas," ucap mami Ambar.
Beby Galuh dan beby Gisel belum tidur, dan saat ini masi bermain giring-giring yang di berikan oleh sang mami.
Mami Ambar mengetahui semua kelakuan putranya dari stori adik sepupunya, yah itu Marvel. Marvel sengaja merekam tingkah Galih yang sedang serius melamar Nara.
🍀🍀🍀🍀
Si kembar dan kawan-kawan terlihat begitu asik menikmati ayam goreng yang ada di atas piring mereka.
"Sayang, kamu gak nambah?" tanya mommy Nisa pada Adel.
"Adel dah kenyang tan, lagi diet juga," ucap Adel sambil tersenyum manis.
"Perempuan yah, kalau masi gadis rajin banget rawat berat badan," ucap mommy Nisa.
"Kamu gemuk aku tetap suka kok sayang," ucap uncle Marvel.
"Anan egal tat Adel, ucel Alvel uma ombal aja(jangan dengar kak Adel, uncle Marvel cuma gombal saja)" ucap Galih melihat uncle Marvel.
"Iya sayang," ucap kak Adel.
Galih melihat sang uncle sambil tersenyum menang, karena kak Adel mengiyakan apa yang ia katakan barusan. Membuat uncle Marvel menjadi kesal jadinya.
"Oty ela uga anan egalin obalan ucel Blian, tu uma oong (aunty Sheila juga jangan dengerin gombalan uncle Brian, itu cuma boong)" ucap Galah melihat aunty Sheila.
"Oke bos," ucap aunty Sheila.
Membuat Galah tersenyum senang melihat sang kembaran, mereka berhasil mengompori aunty Sheila, agar tidak percaya dengan gombalan sang uncle.
__ADS_1
"Kalian berdua itu, bikin rusak suasana aja," ucap uncle Brian.
"Ita ditu lo, embal-embal natal(kita gitu lih, kembar-kembar nakal)" ucap Galih.
"Nara, jangan dengerin gombalan Galih juga, itu lebay," ucap uncle Brian gak mau kalah.
"Ote ucel(oke uncle)" ucap Nara.
"Nala, to ditu ci(Nara, kok gitu sih)" ucap Galih melihat Nara.
"Bis Nala lus ilan pa don Alih(habis Nara harus bilang apa dong Galih)" ucap Nara.
"Anan ilan ote agi ya(jangan bilang oke lagi yah)" ucap Galih.
"Ia Alih(iya Galih)" ucap Nara.
"Eyan, atu au ayam dolen agi don(eyang, aku mau ayam goreng lagi dong)" ucap Galah.
"Eyang ambilkan dulu yah sayang," ucap eyang Nisa.
"Aku juga dong mom," ucap uncle Brian.
Galah melihat sang uncle, membuat uncle Brian juga melihat ke arah Galah.
"Kenapa liat-liat?" tanya uncle Brian.
"Ucel ni itut-itutan aja(uncle ini ikut-ikutan saja)" ucap Galah.
"Suka-suka uncle dong, kan ini mommy nya uncle," ucap uncle Brian meledek Galah.
"Ni uga eyan ita, omi ya ami ita, ia tan eyan(ini juga eyang kita, mommy nya mami kita, iya kan eyang)" ucap Galah melihat sang eyang.
"Iya sayang," ucap eyang Nisa.
Kak Adel dan aunty Sheila hanya tersenyum melihat si kembar berdebat dengan uncle mereka, pasti ujung-ujungnya uncle Brian dan uncle Marvel gak bakalan menang lawan si kembar.
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, semuanya pun bersiap-siap kembali ke vila lagi. Karena besok hari terakhir mereka di puncak, dan harus kembali ke kota besok sore.
Semuanya kembali menaiki Bess lagi, si kembar dan kawan-kawan duduk di kursi biasa. Galih dan Galah dan yang lain terlihat sudah mulai menguap, pertanda kalau mereka sudah mengantuk.
"Boy jangan tidur yah, bentar lagi kita sampai kok," ucap kakek Nicko.
"Ia ke(iya kek)" ucap Galah.
20 menit kemudian, Bess berhenti di depan vila, semuanya lalu turun dari dalam Bess dan masuk ke dalam vila, si kembar dan kawan-kawan terlihat berjalan pelan, karena mereka sudah mengantuk.
Next...
__ADS_1