Will You Merry Me

Will You Merry Me
Siapa Yang Berani Menculik Sheila?


__ADS_3

"Saat aku pergi ke toilet, aku melihat pria berseragam pelayan yang sedang berdiri di depan toilet wanita, aku menghentikan langkah ku dan bersembunyi di balik dinding pembatas, pria itu terus berdiri di sana. Aku langsung mengirim pesan pada kak Marvel, mengatakan kalau situasi si toilet sedang berbahaya sekarang, sampai kak Sheila keluar dari toilet, dan pria itu langsung membekap mulut kak Sheila.


Aku langsung memberanikan diri untuk mendekati pria itu dan mencoba melawan, aku memukulnya mengunakan tas kecil milikku, tapi pria itu begitu kuat sampai aku hampir di pukul oleh nya. Dan untung saja kak Marvel dan kak Brian segera datang," ucap Adel melihat semuanya.


"Siapa yang berani menculik kamu sayang," ucap mommy Nisa dengan raut wajah sedih.


"Daddy akan meminta orang kepercayaan daddy untuk mencari tau semuanya, daddy tidak akan membiarkan orang yang sudah berani mengusik keluarga Wijaya," ucap daddy Nicko.


"Saran daddy, boy kau cepat lamar dan nikahi gadis mu," ucap daddy Nicko.


"Iya dad," ucap Brian.


"Sayang, malam ini kamu nginap di sini saja yah," ucap mommy Nisa.


"Iya mom," ucap Sheila.


Setelah mengobrol cukup lama, Marvel dan Adel pun pamit pulang. Marvel harus segera mengantar sang kekasih pulang, karena ini sudah sangat larut malam.


"Tidur di kamar kaka yah, nanti kaka tidur di sofa," ucap Brian.


"Awas saja yah, kalau kamu ngapa-ngapain putri mommy," ucap mommy Nisa.


"Yah gak lah mom, Brian gak mungkin nyentuh calon istri Brian, kan belum halal," ucap Brian.


Mommy Nisa melirik sang suami dengan tajam, membuat daddy Nicko bergidik ngeri melihat tatapan sang istri.


"Ada apa sayang, kok liatin mas gitu?" tanya daddy Nicko.


"Gak," ucap mommy Nisa.


"Yah sudah, ayo kita ke kamar, biar nanti mommy yang nelpon mama Sisi yah," ucap Brian.


"Iya nanti mommy nelpon mama kalian," ucap mommy Nisa.


Brian mengajak sang kekasih ke lantai dua, di mana kamarnya berada. Karena tidak mungkin Sheila tidur sendiri, setelah kejadian tadi di hotel.


Daddy Nicko dan mommy Nisa melihat kepergian sang putra dan juga calon istrinya itu.


"Dad, siapa yah yang berani berbuat gitu sama Sheila," ucap mommy Nisa.

__ADS_1


"Mas juga heran sayang, sebelumnya gak ada yang seperti ini," ucap daddy Nicko.


"Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan wanita-wanita yang mengejar putra kita, kan kalau sakit hati di tolak, bisa saja mereka bertindak gegabah gini," ucap mommy Nisa.


"Mas juga mikirnya ke sana sayang, tapi nanti akan minta orang kepercayaan nya mas, buat selidiki kejadian di hotel itu. Pasti di sana ada CCTV yang akan menjadi barang bukti," ucap daddy Nicko.


"Iya mas," ucap mommy Nisa.


Karena sudah larut malam, daddy Nicko juga mengajak sang istri beristirahat. Karen sekarang jam sudah menunjukan pukul 10 malam.


Di sisi lain, seorang wanita sedang mengerang kesal, karena rencananya tak berhasil untuk menyingkirkan Sheila, padahal ia sudah sangat senang tadi.


"Sial, kali ini kamu bole lolos Sheila, tapi nanti kamu akan aku singkirkan mengunakan tanganku sendiri," ucap wanita itu, yang tak lain adalah Sindi.


Sindi begitu kesal, setelah mendapat telpon dari orang suruhannya, yang tak berhasil menyingkirkan Sheila, padahal tadi hampir saja rencana mereka akan berjalan dengan lancar.


Sindi saat ini sedang duduk di balkon kamar yang ada di apartemen, setelah pulang dari pesta rekan bisnis mereka, Sindi begitu kesal mendapat kabar. Kalau orang suruhannya gagal menculik Sheila, karena ada penghalang saat ia mau membawa Sheila pergi.


🍀🍀🍀🍀


Keesokan paginya di kediaman si kembar, ruang makan begitu ribut bak pasar ikan. Karena celotehan si kembar.


"Iapa yan da elani aatin oty ita(siapa yang udah berani jahatin aunty kita)" ucap Galih dengan marah.


"Ia, ita ga atan asi ampu eleta(iya kita gak akan kasih ampun mereka)" ucap Galah juga.


"Ais anti ita elgi te uma ucel ya, oty ela i umah eyan(guys nanti kita ke rumah uncle yah, aunty Sheila di rumah eyang)" ucap Galih.


"Anti ita ulan kola ya(nanti kita pulang sekolah yah)" ucap Galah.


"Ia don, ita tan lus elgi kola(iya dong, kita kan harus pergi sekolah)" ucap Galih.


Sedangkan Nara menikmati sarapannya yang ada di atas piring. Membiarkan si kembar berceloteh berdua.


"Atu ga abal de au temu oty ela(aku gak sabar deh mau ketemu aunty Sheila)" ucap Galih.


"Ia atu uga, acian oty ela(iya aku juga, kasian aunty Sheila)" ucap Galah.


"Ayo cepat habiskan sarapannya, nanti telat lagi ke sekolah," ucap papi Gilang.

__ADS_1


"Ia pi(iya py)" ucap si kembar.


Selesai sarapan, si kembar dan juga Nara berangkat ke sekolah, nanti pulang sekolah meraka akan pergi ke rumah uncle Brian, untuk melihat aunty Sheila mereka.


🍀🍀🍀🍀


Mendengar keadaan sang putri dari sang sahabat, mama Sisi langsung pergi ke rumah mommy Nisa pagi-pagi buta. Bahkan mama Sisi tak bisa menunggu sang suami yang ingin mencuci muka saja.


Dan di sinilah mereka sekarang, di kediaman rumah Brian.


"Sayang, ayo bangun mama udah masakin sup kesukaan kamu loh ini," ucap mama Sisi, membangunkan sang putri.


"Mama, kok udah di sini aja, ini kan masi pagi," ucap Sheila melihat jam dinding yang masi menunjukan pukul 6 pagi.


"Iya, mama sama papa sengaja datang pagi banget, karena juta kuatir sama keadaan kamu," ucap mama Sisi.


Sheila melihat ke arah sofa yang sudah kosong, karena ia tau semalam Brian tidur di sofa menemaninya.


Mama Sisi tersenyum melihat sang putri.


"Brian sudah pergi mandi di kamar sebelah, katanya gak mau ganggu tidur kamu," ucap mama Sisi.


"Ayo makan dulu, mama udah masakin ini loh buat kamu," ucap mama Sisi.


"Aku ke kamar mandi dulu yah ma, mau cuci muka," ucap Sheila.


"Iya," ucap mama Sisi mengangguk.


Mama Sisi melihat foto sang putri yang terpajang besar di dinding kamar Brian, mama Sisi tersenyum sendiri di bautnya.


Clekk...


Brian masuk sudah lengkap dengan setelan jas kantor, tapi Brian tak melihat Sheila di atas ranjang, hanya ada mama Sisi di sana.


"Ma, Sheila mana?" tanya Brian.


"Lagi ke kamar mandi nak, mau cuci muka katanya," ucap mama Sisi.


Tak lama kemudian Sheila keluar dari dalam kamar mandi, dan melihat Brian sudah siap dengan jas kantor miliknya.

__ADS_1


Next...


__ADS_2