Will You Merry Me

Will You Merry Me
Kejutan Untuk Brian


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, Brian baru saja turu dari mobil sambil membawa bunga untuk sang calon istri.


Sampai malam ini Sheila Masi saja marah pada Brian, karena masalah sepele tadi siang.


Brian melihat penampilannya di depan cermin, di rasa sudah oke Brian pun langsung berjalan masuk menuju rumah Sheila.


"Eh den Brian, ayo silahkan masuk den," ucap bibi dengan sopan.


"Papa sama mama ada gak bi?" Tanya Brian berjalan masuk.


"Ada den, lagi nonton sama non Sheila juga," ucap bibi.


Brian berjalan menuju ruang tengah, di mana semuanya sedang menonton TV.


"Assalamualaikum ma, pa, sayang," ucap Brian menyalami punggung tangan kedua orang Sheila.


"Waalayikumsalam nak, kamu baru datang yah?" Tanya mama Sisi.


"Iya ma," ucap Brian lalu duduk di dekat Sheila, tapi Sheila duduk agak jauh dari dekat Brian.


"Sayang ini aku bawakan bunga kesukaan kamu," ucap Brian memberikan bunga itu pada Sheila.


"Aku udah gak suka bunga nya," ucap Sheila dengan ketus.


"Masa sih, bunga ini kan kesukaan kamu yank," ucap Brian.


"Aku masih marah sama Kaka," ucap Sheika melihat Brian dengan tatapan tajam.


"Kalian lagi marahan yah?" Tanya papa Leo.


"Iya pa, aku lagi marah sama kak Brian," ucap Sheila.


"Sayang udah dong marahnya, masa cuma karena aku telat kok kamu udah sampe segitunya marahnya," ucap Brian masih terus membujuk Sheila.


"Gak, aku mau tidur dulu ngantuk," ucap Sheila bersiap akan beranjak.


"Gimana caranya yah bikin calon bini gue bait gak marah lagi," ucap Brian dalam hati.


"Udah biarin aja, nanti juga hilang sendiri marahnya, lagian kamu sih Sheila itu paling gak suka nunggu lama Yan," ucap mama Sisi.


"Iya ma, aku minta maaf," ucap Brian.


"Gimana fitting baju pengantin kalian tadi, lancar gak?" Tanya mama Sisi.


"Iya ma udah, tinggal nunggu sampai hari H aja," ucap Brian.


"Ma, bunganya nanti di kasih calon istri aku lagi yah, aku pamit dulu kalau gitu," ucap Brian melihat kedua calon mertuanya itu.


"Iya kamu hati-hati yah, nanti bunga nya mama kasih ke Sheila," ucap mama Sisi.


"Iya ma, makasih yah ma," ucap Brian lalu pamit pulang.


Brian kembali masuk lagi ke dalam mobil, dari balkon kamar Sheila melihat Brian yang baru saja masuk ke dalam mobil, dan melihat juga mobil yang keluar dari halaman rumah mereka.


Dalam perjalanan pulang Brian Masih memikirkan bagaimana caranya membujuk Sheila yang sekarang masih marah padanya.


Senyum lalu terbit di bibir Brian kala mendapat ide yang baru ia pikirkan itu.


"Kenapa gak dari tadi aja gue ke sana," ucap Brian seorang diri.


Mobil terus melaju dengan kencang, tujuan Brian saat ini adalah ke rumah sang Kaka.


Tak berselang lama mobil sport milik Brian memasuki gerbang rumah besar milik sang Kaka, entah apa ayang membawa Brian ke sana.


Brian turun dari dalam mobil, setelah mobilnya sudah terparkir di depan. Baru memasuki pintu utama saja suara lengkingan si kembar sudah terdengar di telinga Brian.


"Assalamualaikum kak," ucap Brian.


"Waalayikumsalam, dek kamu kok tembem datang ke sini," ucap mami Ambar Yanga sedang mengendong beby Gisel.


"Iya kak, kangen sama beby kembar," ucap Brian melihat ponakan bayi nya itu.


"Yo Alah edal ayu Yo(ayo Galah kejar aku ayo)" ucap Galih dari arah tangga.


"Ucel, ucel pain Tini(uncle, uncle ngapain di sini)" tanya si kecil Galih melihat snag uncle.


"Uncle ada perlu sama kalian," ucap uncle Brian.


"Da elu pa ucel(ada perlu apa uncle?" Tanya Galah kepo.


"Is Alah epo de(ish Galah kepo deh)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Man amu ga elna epo ya (emang kamu gak pernah kepo yah)" ucap Galah melihat sang kembaran.


Kini hanya si kembar dan juga Nara yang sedang bermain, karena Kifli dan Iqbal sudah di jemput sehabis magrib.


"Sini deh ikut uncle, uncle ada rahasia," ucap uncle Brian mengajak si kembar ke raungan bermain.

__ADS_1


"To ga omon tini aja ci ucel, enapa lus i ana(kok gak ngomong sini aja sih uncle, kenapa harus di sana)" ucap Galih dengan kesal.


"Udah gak papa ayo," ucap uncle Brian.


"Ucel au omon pa(uncle mau ngomong apa)" tanya Galih melihat sang uncle.


"Uncle mau minta bantuan sama kalian, kalian mau gak bantuin uncle," ucap uncle Brian.


"Uncle mau minta bantuan kalian, buat bujuk aunty Sheila sekarang lagi marah sama uncle," ucap uncle Brian melihat si kembar.


"Pa oty Ela Agi arah ma ucel, ucel pain oty Ela ni(apa aunty Sheila lagi marah sama uncle, uncle ngapain aunty Sheila nih," ucap si kecil Galah.


"Ia asti ucel pa pain oty Ela Tan(iya pasti uncle ngapa-ngapain aunty Sheila kan)" tanya Galih dengan curiga.


"Gak, aunty salah paham sama uncle, kalian mau gak bantuin uncle besok buat baikan sama aunty kalian, mau yah," bujuk Brian, membuat kedua bocah kembar itu saling pandang.


"Ote, pinda alat ya(oke tapi ad asyarat nya)" ucap Galih melihat sang uncle.


"Apa syaratnya, jangan susah-susah yah, yang gampang-gampang aja," ucap uncle Brian.


"Iya ni apan to, ia ga Alah(iya ini gampang kok, iya gak Galah)" tanya Galih pada sang kembaran.


"Apa dong syarat nya?" Tanya Brian.


"Adat Ita atan es tim i tedai di ana(ajak kita makan es krim di kedai gimana)" tanya Galih melihat uncle Brian.


"Boleh juga, gak susah-susah banget syarat nya," ucap uncle Brian.


"Oke deh, nanti kita ke kedai es krim, nanti kalian bisa makan sepuasnya juga, asalkan kalian mau bantu uncle buat baikan sama aunty Sheila.


"Ote, ucel enan aja alo mau ita ampan de, ia ga Alah(oke, uncle tenang saja kalau sama kita gampang deh, iya gak Galah)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Oke deh," ucap uncle Brian.


"Alah, Alih atu idul uan ya, atu da antut(Galah, Galih aku tidur duluan yah, aku udah ngantuk)" ucap Nara.


"Ia Nala, impiin atu ya(iya Nara, mimpiin aku yah)" ucap Galih sambil tersenyum geli.


"Ia Alih(iya Galih)" ucap Nara.


Uncle Brian hanya tersenyum dan menggeleng kepala melihat kelakuan ponakannya itu, kecil-kecil Galih udah tau menggoda gadis kecil saja.


Si kembar melihat wajah sang uncle yang hanya tersenyum saja, membuat kedua bocah kembar itu saling pandang.


"Ucel pain tawa dili(uncle ngapain ketawa sendiri)" tanya Galih.


"A, gak kok uncle cuma ingat masa kecil aja, uncle dulu juga sering godain aunty Sheila," ucap uncle Brian.


"Iya, aunty kalian dulu cantik banget," ucap uncle Brian.


"Antitan ana ama Nala (cantikan mana sama Nara)" tanya Galih.


"Sama, mereka sama-sama imut waktu aunty kalian kecil," ucap Brian.


"Asa ci, to atu enatalan ya ama aja oty Ela(masa sih, kok aku penasaran yah sama wajah aunty Sheila)" ucap Galih.


"Nanti kalian boleh lihat wajah kecil aunty Sheila besok, sekarang kalian harus tidur dulu udah telat ini," ucap uncle Brian melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Ucel da ga au omon Ama ita ya, ata ya ita i ulu idul(uncle udah gak mau ngomong sama kita yah, makanya kita di suruh tidur)" ucap Galih melihat sang uncle.


"Gak, kalian kan besok harus sekolah, eh salah besok hari libur yah," ucap uncle Brian.


"Ali ibul aja ucel upa(hari libur saja uncle lupa)" ucap Galah.


"Hehehe maaf uncle gak inget," ucap uncle Brian.


Brian lalu mengantar si kembar ke dalam kamar mereka, kalau lagi ada maunya uncle Brian emang gitu sama si kembar.


Dan si kembar akan siap membantu sang uncle, tapi mereka akan melihat seperti apa dulu kesalahan uncle Brian nanti sampai membuat aunty kesayangan mereka itu marah.


****


Keesokan harinya, Brian datang lagi ingin menjemput si kembar dan kawan-kawan, tiba di rumah sang Kaka Brian sudah melihat si kembar dan kawan-kawan sudah siapa.


"Udah siap nih?" Tanya Brian.


"Uda ucel ita dan iap Ali Adi(udah uncle, kita udah siap dari tadi)" ucap Galih.


"Kalau gitu ayo kita berangkat," ucap uncle Brian.


Uncle Brian pun mengajak si kembar dan kawan-kawan pergi menuju rumah sang calon istri Sheila.


Mobil melaju kencang di jalan yang sedikit sepi itu, si kembar dan kawan-kawan berceloteh sepanjang jalan sampai di rumah aunty Sheila.


Si kembar dan kawan-kawan turun duluan dan langsung berlari amsuk ke dalam rumah aunty Sheila.


"Hey, ada kembar datang sama siapa sayang?" Tanya mama Sisi.

__ADS_1


"Iya atan ama ucel Blian eyan Isi(kita datang sama uncle Brian eyang Sisi)" ucap Galah.


"Ayo sini duduk dulu," ajak mama Sisi sambil tersenyum geli melihat kehebohan si kembar dan kawan-kawan nya itu.


"Eyan oty Ela ana, to ga eliatan ci(eyang aunty Sheila mana, kok gak keliatan sih)" tanya Galih.


"Ada di kamar sayang, bentar lagi turun kok, nah itu aunty," ucap mama Sisi.


"Oty Ela,(aunty Sheila)" ucap si kembar dan kawan-kawan memeluk aunty Sheila bersama.


"Ita anen anet ana Ela(kita kangen banget sama aunty Sheila)" ucap Galih.


"Aunty juga kangen kalian sayang," ucap aunty Sheila, lalu melihat ke arah Brian dan menatapnya cuek.


"Oty ata ucel oty arah ya, man ucel itin ala apa(aunty kata uncle aunty marah yah, emang aunty bikin salah apa)" tanya Galih melihat aunty Sheila.


"Sini deh aunty ceritain," ucap Brian.


"Uncle kalian udah bikin aunty nunggu lama kemarin, katanya uncle telat bangun," ucap aunty Sheila.


"Adi utan ala aham don(jadi bukan salah paham dong)" ucap Galih.


"Gak siapa yang bilang, Yanga da aunty nunggu lama kemarin," ucap Sheila.


Membaut si kembar melihat uncle Brian dengan tajam, membuat uncle Brian menelan ludahnya dengan susah paya.


Niat ingin minta tolong si kembar, eh malah nambah masalahnya.


"Gak gitu maksud uncle boy," ucap uncle Brian tersenyum paksa.


"Ga ita ga au antu ucel(gak kita gak mau bantu uncle)" ucap Galih membuat uncle Brian menjadi lesu.


Sheila tersenyum senang karena sudah berhasil membuat sang kekasih kalang kabut, meskipun Sheila tidak tega tapi ia harus lakukan ini.


"Tapi kan kalian udah janji mau bantu uncle, buat baikan sama aunty Sheila," ucap Brian.


"Itu emalain, alo etalan ga Adi(itu kemarin, kalau sekarang gak jadi)" ucap Galih cuek.


Si kembar dan kawan-kawan, bersorak senang melihat wajah lesu sang uncle, tapi kembali biasa saja melihat uncle Brian melihat ke arah mereka.


"Berarti gak jadi song makan es krim di kedai," ucap uncle Brian.


"Ia ga adi, Ita ga pa to alo ga atan es tim, ia ga ais(iya gak jadi, kita gak apa kok kalau gak jadi makan es krim, iya gak guys)" tanya Galih.


"Ia enal pa ata Alih(iya benar apa kata Galih," ucap Galah juga.


Benar-benar tidak ada yang berpihak pada Brian, semuanya berpihak pada Sheila. Brian duduk di sofa dengan diam, entah harus bagaimana lagi ia membujuk kekasihnya itu, agar tidak marah lagi padanya.


"Oty asian ucel au(aunty kasian uncle tau," ucap Galih sambil berbisik.


"Gak papa, yang penting rencana kita berhasil oke," ucap aunty Sheila.


"Ote(oke)" ucap Galih dan kawan-kawan.


Seharian di rumah sang kekasih, Brian seperti orang asing gak di sapa sama sekali oleh si kembar dan kawan-kawan juga oleh Sheila, hanya mama Sisi dan papa Leo yang sesekali mengajak Brian mengobrol. Tidak dengan sang kekasih.


Sheila melihat Brian yang sedang tertidur di sofa, wajah damai Brian terlihat begitu tenang dalam tidurnya.


Pada saat Brian tidur di pergunakan oleh Sheila dan si kembar juga kawan-kawan untuk membuat sesuatu.


"Pelan-pelan yah jangan berisik nanti uncle Brian bangun lagi," ucap aunty Sheila.


Si kembar dan kawan-kawan membantu aunty Sheila, membuat acara kejutan buat uncle Brian. Teryata mereka tidak benar-benar marah pada Brian hanya tak tik saja.


Hampir tiga jam lamanya, akhirnya kejutan yang di siapkan selesai juga, bersamaan dengan Brian yang bangun dari tidurnya.


Brian membuka kedua matanya dan melihat seisi ruangan yang terlihat begitu berbeda, dan Brian mengucek kedua matanya kalau ia sedang bermimpi dan ternyata tidak.


"Kejutan...." Ucap aunty Sheila dan yang lain.


Brian melihat ke asal suara, di mana sang kekasih dan para bocil sedang berdiri di depan kue tar besar.


"Amat ulan aun ucel(selamat ulang tahun uncle)" ucap Galih sambil tersenyum.


Brian masih diam belum percaya dengan semua ini, Brian kira bakalan lupa orang-orang terdekatnya buat ngasi kejutan untuk dirinya.


"Yo Tini ucel, Ita iup ilin ya(ayo sini uncle,kita tiup lilinnya)" ucap Galah mengajak sang uncle.


"Sayang ini semua?" Tanya Brian melihat Sheila.


"Iya, ini semua kejutan buat kamu dari kita," ucap Sheila tersenyum manis.


"Kamu udah gak marah sama aku?" Tanya Brian.


"Kapan aku marah sama kamu, itu cuma trik karena kita mau kasih kejutan buat kamu," ucap Sheila.


"Kalian ini yah, bikin aku lesu saja," ucap Brian tersenyum senang.

__ADS_1


Brian lalu berdiri di dekat kue dan meniup lilinnya, Brian melihat senua yang ada di situ dan mengucapkan banyak terima kasih.


Next...


__ADS_2