
Hari terus berlalu, seorang pria tampan baru saja kelaur dari pintu kedatangan di salah satu bandara. Dengan kaca mata hitam yang menggantung di hidung mancungnya, membuat ketampanan semakin bertambah.
Sudah lama ia tidak menginjakan kakinya di Negara kelahiran itu, pria itu terus berjalan sampai tiba di depan mobil berwarna hitam.
"Den Raffa," sapa pak sopir dan langsung membuka pintu mobil.
Raffa duduk di kursi belakang, pak sopir memasukan tiga koper besar milik Raffa kedalam bagasi mobil, dua koper berisikan banyak mainan untuk si kembar dan kawan-kawan. Dan satu koper berisi potongan baju Raffa.
Mobil kemudian pergi meninggalkan parkiran bandara, bersamaan dengan hujan turun dengan deras. Raffa melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Sudah jam 5 sore, Raffa melihat ke luar jendela, di mana ornag-orang berjalan sambil membawa payung sebagai pelindung. Dan tak sengaja Raffa melihat seorang gadis yang sedang berdiri di depan tokoh kue sambil memegang plastik.
"Pak stop," ucap Raffa.
"Ada apa den?" Tanya pak sopir.
Raffa melihat ke arah depan tokoh kue itu, seorang gadis masih berdiri di sana.
"Pak di bagasi ada payung tidak?" Tanya Raffa.
"Ada den," ucap pak sopir.
"Bapak tunggu di mobil saja, saya keluar sebentar," ucap Raffa.
"Baik Den Raffa," ucap pak sopir mengangguk patuh.
Raffa mengambil payung yang ada di bagasi mobil, lalu Ia kelaur dari dalam mobil setelah membuka payungnya. Raffa berjalan ke arah tokoh kue yang ada di depan sana, pandangan Raffa tidak lepas dari gadis yang sedang memeluk tubuh yah sendiri.
"Duh, hujannya deras banget sih, nanti basah kalau lari ke mobil," ucap gadis itu sambil melihat ke atas sana di mana hujan turun dengan deras.
Gadis itu melihat jam yang semakin sore, kalau menunggu bukanya juga gak akan reda sekarang.
Gadis itu memutuskan untuk berlari menuju mobilnya yang tak jauh terparkir di sana, tiba di depan pintu mobil ia mengambil kunci mobil dengan susah paya dari dalam tasnya. Hujan semakin membasahi gadis itu.
__ADS_1
Tiba-tiba air hujan tidak membasahinya lagi, karena seseorang berdiri di depannya sambil memegang payung.
Gadis itu melihat seseorang yang sedang memegang payung itu, keduanya bersih tatap cukup lama. Gadis itu adalah Melatih, sepulang dari kantor Melatih mampir untuk membelikan kue pesanan sang mama, karena kebetulan ia sering lewat tokoh kue itu.
Melatih melihat wajah tampan yang ada di depannya itu, wajah yang sudah bertahun-tahun tidak ia liat.
"Apa kau tidak tua sekarang hujan deras," ucap Raffa membuat Melatih tersadar.
"Iya, aku sedang mencari kunci mobil," ucap Melatih.
"Udah ketemu?" Tanya Raffa.
"Udah kok, ini," ucap Melatih membuka mobilnya.
Raffa masih berdiri di depan Melatih, Raffa melihat gadis itu memasukan tas berisikan kue ke dalam kursi belakang.
"Terimakasih, saya haru pergi," ucap Melatih.
"Iya," ucap Raffa melihat gadis itu masuk ke dalam mobil.
Pak sopir melihat Raffa yang baru saja masuk.
"Jalan lagi pak," ucap Raffa.
"Baik Den," ucap pak sopir.
Mobil kembali berjalan, hujan Masi deras menguyur ibu kota Jakarta sampai menjelang malam.
****
Suara riuh si kembar dan kawan-kawan terdengar sampai di ruang depan.
"Yo ais oyan(ayo guys goyang)" ucap Galih ambil berjoget dengan lucu.
__ADS_1
Kelima bocah kecil itu sedang bergoyang, membuat suara musik terdengar begitu kencang ke ruang depan.
"Ibal utan ditu oyan ya, dini iat atu ya(Iqbal bukan gitu goyang nya, gini liat aku yah)" ucap Galih mulai bergoyang dengan lincah membuat sang kembaran geleng kepala.
"Atu ga au oyan ditu Alih(aku gak mau goyang gitu Galih)" ucap Iqbal duduk di sofa.
"Ya uda alon ga au oyan(yah udah kalau gak mau goyang)" ucap Galih sambil bergoyang mengikuti irama musik yang sedang mereka putar itu.
"Si kembar sama sahabatnya lagi ngapain sih nih, ribut banget," ucap mami Ambar.
"Lagi konser kak," ucap kak Dev.
"Biarkan saja mereka sayang, lagi senang-senang itu," ucap papi Hilang mengajak Beby Galuh dan Gisel bermain.
****
Mommy Nisa mendekati putranya yang sedang sibuk dengan lap top miliknya.
"Sayang kau sedang apa?" Tanya Mommy Nisa mendekati putranya itu.
"Aku lagi liat persiapan acara pernikahan ku dan Sheila mom," ucap Brian Masi fokus dengan laptop miliknya.
"Sudah beres semua?" Tanya mommy Nisa.
"Sudah mom, ini aku lagi ngecek lagi takut ada yang kurang," ucap Brian melihat sang mommy.
Daddy datang dan ikut bergabung bersama istri dan putranya. Daddy Nicko melihat sang istri, mommy Nisa yang mengerti arti tatapan sang suami pun hanya menunjuk ke arah sang putra saja.
"Sibuk banget nih yang mau jadi prngantin"," ucap daddy Nicko menyindir putranya.
"Iya lah dad," ucap Brian sambil tersenyum.
Daddy Nicko dan mommy Nisa tersenyum melihat putranya itu, tinggal menghitung hari lagi hari pernikahan Brian dan Sheila akan di gelar di salah satu hotel bintang lima milik keluarga Wijaya.
__ADS_1
Daddy Nicko sudah menyiapakan banyak pengawal dan pengamanan tetap selama acara pernikahan putranya berlangsung. Acara yang nanti akan di liput oleh semua stasiun televisi di Indonesia.
Next...