Will You Merry Me

Will You Merry Me
Restoran Favorit


__ADS_3

Sepulang sekolah, si kembar dan kawan-kawan langsung pergi ke rumah sang eyang.


"Kita sudah sampai di rumah tuan besar den," ucap pak sopir.


"Yo ais ita ulun(ayo guys kita turun)" ajak Galih.


Si kembar dan kawan-kawan keluar dari dalam mobil, lalu para bocil masuk ke dalam rumah bak istana itu.


"Assalamualaikum eyan Isa(Assalamualaikum eyang Nisa)" ucap si kembar dan kawan-kawan.


"Sayang, itu seperti suara anak-anak," ucap kakek Nicko yang sedang bersantai bersama dengan sang istri.


"Gak mungkin dad, jam segini mereka kan baru pulang sekolah," ucap eyang Nisa.


Karena tidak mendapat sahutan, si kembar dan kawan-kawan berjalan masuk ke arah ruang tengah.


"Eyan, akek to ga egal ci ita asi alam ali adi(eyang, kakek kok gak dengar sih kita kasih salam dari tadi)" ucap Galih.


Eyang Nisa dan kakek Nicko melihat ke asal suara, tak jauh dari mereka si kembar dan kawan-kawan berdiri di sana dan masi mengenakan seragam sekolah.


"Sayang, kalian di sini berarti benar dong apa kata daddy tadi," ucap eyang Nisa.


"Mommy sih gak percaya sama daddy," ucap kakek Nicko.


"Sini sayang, baru pulang sekolah yah?" tanya eyang Nisa.


"Ia eyan, ita alu ulan kola(iya eyang, kita baru pulang sekolah)" ucap Galah.


"Mami tau gak kalian ke rumah eyang sama kakek?" tanya eyang Nisa.


"Ga eyan, ami ga au ita ulan kola asun te tini(gak eyang, mami gak tau kita pulang sekolah langsung ke sini)" ucap Galih.


"Ada apa boy?" tanya kakek Nicko.


"Ita da ellu ama eyan ama akek(kita ada perlu sama eyang sama kakek)" ucap Galih.


Eyang Nisa dan kakek Nicko saling pandang, lalu melihat kedua cucu kembarnya yang sedang melihat ke arah mereka dengan serius.


"Ada perlu apa heemm?" tanya eyang Nisa.


"Ita egal elita, alo eyan au doin oty ela ama towo ain(kita dengar berita, kalau eyang mau jodohin aunty Sheila sama cowok lain)" ucap Galih menatap sang eyang.

__ADS_1


Eyang Nisa melihat ke arah sang suami, sedangkan daddy Nicko hanya tersenyum kecil melihat sang istri. Daddy Nicko sudah menduga kalau putranya pasti meminta bantuan kedua cucu kembarnya itu.


"Kalian dengar berita gitu dari siapa sih, pasti uncle yah gang ngadu?" tanya eyang Nisa.


Galah dan Galih saling pandang, lalu kembali melihat ke arah sang eyang lagi.


"Ia eyan, ucel yan ilan ama ita(iya eyang, uncle yang bilang sama kita)" ucap Galah.


"Man enal eyan au doin oty ela ama towo ain(emang benar eyang mau jodohin aunty Sheila sama cowok lain)" tanya Galah lagi.


"Ia, oty ela tan oty etayanan ita eyan(iya, aunty Sheila kan aunty kesayangan kita eyang)" ucap Galih.


"Gak sayang, eyang gak serius, eyang cuma mau nakutin uncle kalian agar cepat ngelamar aunty Sheila," ucap eyang Nisa.


Si kembar saling pandang, sedangkan Iqbal, Kifli dan Nara juga kakek Nicko cuma duduk diam saja, mendengar si kembar dan sang eyang mengobrol dengan serius.


"Eyan ius uma au eldain ucel aja(eyang serius cuma mau ngerjain uncle saja)" tanya Galih.


"Yah serius lah sayang, eyang juga gak mau menantu yang lain, eyang cuma maunya aunty Sheila yang jadi mantu eyang)" ucap eyang Nisa.


"Elati uma ucel Blian aja yan ebai(berarti cuma uncle Brian saja yang lebay)" ucap Galih.


Setelah selesai mengobrol, eyang Nisa dan kakek Nicko mengajak si kembar dan kawan-kawan untuk makan siang bersama. Kakek Nicko juga sudah menelpon sang putri untuk mengatakan kalau si kembar dan kawan-kawan sedang bersama mereka.


Brian sedang duduk di kursi kerja nya, saat ini Brian sedang memikirkan apa kah kedua ponakan kembarnya itu sudah berada di rumah apa belum.


"Kira-kira si kembar dan yang lain udah ada di rumah belum yah, semoga saja mereka gak bilang ke mommy, kalau aku minta bantuan mereka," ucap Brian dalam hati.


Clekk...


Brian melihat ke arah pintu yang terbuka, Tio masuk bersama dengan Marvel. Kedua pria itu langsung duduk di sofa yang ada di ruangan Brian.


"Masih sibuk saja, udah mau makan siang juga," ucap Marvel melihat sohibnya itu.


"Loh berdua udah selesai kerja?" tanya Brian.


"Udah dong, emang loh kerja terus sampai luma ngelamar anak gadis orang," ucap Marvel lagi sambil terkekeh geli.


"Sialan loh," ucap Brian melempar Marvel mengunakan tisu bekas.


"Hehehe,, bercanda bro, kita makan di restoran biasa yuk," ucap Marvel lagi.

__ADS_1


"Boleh saja kalau loh yang mau traktirin kita," ucap Brian.


"Wih, bos minta di traktirin," ucap Marvel.


"Yah iya lah, mau gak?" tanya Brian.


"Oke, boleh juga, gue yang raktirin loh berdua kali ini," ucap Marvel.


"Oke, kita cabut sekarang," ucap Brian.


Tio, Marvel dan Brian lalu beranjak keluar dari ruangan kerja Brian, Kevin juga sudah tidak terlihat lagi di meja kerja nya, karen pria itu sudah pergi makan siang.


Hari ini Tio sudah minta ijin pada sang istri, untuk makan siang di kantor bersama kedua sahabatnya itu, dan Laura mengijinkan itu. Karena hanya sekali-sekali saja mereka bisa berkumpul bersama seperti itu.


"Yo, loh yang nyetir yah," ucap Brian.


"Oke," ucap Tio.


Mereka pergi ke restoran favorit mereka mengunakan mobil sport milik Brian, sedangkan mobil Tio dan mobil Marvel berada di parkiran khusus kantor Wijaya Group.


"Coba aja ada Raffa, mungkin makin tambah seru nih," ucap Marvel.


"Kapan tuh anak balik?" tanya Tio.


"Gak tau juga, katanya belum," ucap Brian.


"Apa Raffa masi mencari gadis kecilnya itu?" Marvel.


"Iya, sampai sekarang dia masi mencari gadis kecilnya yang bernama melati," ucap Brian.


"Mungkin gak sih Melatih yang di puncak waktu itu," ucap Tio.


"Gue sih juga mikirnya gitu, tapi kata Raffa bukan," ucap Brian.


"Bisa jadi sekarang dia udah berubah wajahnya kan, waktu itu mereka masi sangat kecil," ucap Marvel.


"Kita doain saja, semoga Raffa bisa cepat ketemu sama Melatih," ucap Brian.


"Iya semoga saja, biar tuh anak netap di sini dan bisa nongkrong bareng kita terus," ucap Marvel.


Tak berselang lama mobil yang di kendari oleh Tio berhenti tepat di depan restoran favorit mereka, yang tak lain adalah restoran milik Brian sendiri. Restoran yang menjadi tempat nongkrong mereka selama ini.

__ADS_1


Tio, Brian dan Marvel turun dari dalam mobil, lalu masuk ke dalam restoran itu. Mereka langsung naik ke lantai dua, karena tempat khusus untuk mereka berada di lantai dua.


__ADS_2