Will You Merry Me

Will You Merry Me
Bagi Bagi Mainan


__ADS_3

Raffa sedang mengendong beby Gisel, dan mengajaknya berbicara. Sedangkan Brian terlihat sibuk dengan ponselnya, karena Brian sedang bertukar pesan dengan calon istrinya Sheila.


Suara kedua bocah kembar sudah terdengar dari lantai atas, apa lagi Galih sih yang paling heboh.


"Yo Alah epat(ayo Galah cepat)" ucap Galih mengajak sang kembaran.


"Abal don Alih(sabar dong Galih)" ucap Galah.


"Alo amu ama, atu igalin ni(kalau kamu lama, aku tinggalin nih)" ancam Galih.


"Igalin aja(tinggalin saja)" ucap Galah melihat.


Galih jalan duluan menuruni anak tangga, Galah nanti menyusul di belakang sang kembaran.


"Om Laffa," panggil Galih sambil tersenyum manis.


"Hey, kalian baru bangun yah, udah jam berapa ini," ucap Raffa melihat kedua bocah kembar itu.


"Ia om, Ita lu anun, Ita emalam idul elat(iya om, kita baru bangun, kita semalam tidur telat)" ucap Galih duduk di dekat Raffa begitu pun dengan Galah.


Brian yang sedang serius dengan ponselnya melihat ke arah si kembar dengan sinis, sedangkan si kembar tak menghiraukan tatapan sang uncle.


"Enal tan ugaan atu, alo om Laffa atan(benar kan dugaan aku, kalau om Raffa datang)" ucap Galih sambil tersenyum.


"Alah, alasan aja," ucap uncle Brian.


"Ucel iam aja de alo ga au(uncle diam saja deh kalau gak tau)" ucap Galih sinis.


Brian kembali bermain dengan ponselnya, membaurkan si kembar mengajak sohibnya mengobrol.


"Memangnya kalian punya perasan apa?" Tanya Raffa.


"Uma atu om, Alah ga(cuma aku om, Galah gak)" ucap Galih.


"Iya kamu, emang ngerasain apa?" Tanya Raffa.

__ADS_1


"Atu elasa om Laffa tu agi i uma ucel Blian (aku ngerasa om Raffa tuh lagi di rumah uncle Brian)" ucap Galih sambil tersenyum.


"Kok bisa sih?" Tanya Raffa.


"Isa la, tan om dan anji ama Ita alo om au Awa oye-oye ama Ita(bisa lah, kan om udah janji sama kita kalau om mau bawah oleh-oleh buat kita)" ucap Galih.


"Gak ada oleh-oleh buat kalian," ucap Brian melihat kedua ponakan kembarnya itu.


"Alo ucel ga iam, Ita ilangin oty Ela ga uca ikah Ama uncle (kalau uncle gak diam, kita bilangin aunty Sheila gak usah nikah sama uncle)" ancam si kembar, membuat Brian mati kutu.


Uncle Brian melihat kembar dengan tajam, sedangkan Galih hanya meledek uncle Brian. Membuat Raffa tertawa lepas melihat perdebatan si kembar dan uncle mereka.


"Om Laffa da Ali Adi ya ondon adit Isel(om Raffa udah dari tadi yah gendongan adik Gisel)" tanya Galah.


"Iya, adik Gisel cantik banget yah," ucap Raffa sambil mencium beby Gisel.


"Alo ditu, da uku endon ya, anti agi ya(kalau gitu udah dulu gendong nya, nanti lagi yah)" ucap Galih.


"Kok gitu sih, kan om baru datang," ucap Raffa.


"Ia, Ita uka opel ya tu ulu om, alo om endon adit Isel elus apa ita uka opel ya(iya, kita buka koper nya tuh dulu om, kalau om gendong adik Gisel terus kapan kita buka kopernya)" ucap Galih melihat ke arah dua koper besar.


"Ia Ita uga epo(iya kita juga kepo)" ucap Iqbal, Kifli dan Nara.


"Tu tan, abat-abat Ita uga epo(tuh kan, sahabat-sahabat kita juga kepo)" ucap Galih melihat om Raffa.


"Iya yah, om lupa aduh," ucap Raffa.


Si kembar dan kawan-kawan tersenyum dan tidak sabar menunggu om Raffa membukakan dua koper besar itu, karena mereka akan mendapat mainan baru lagi dari luar negri.


"Ponakan loh ini, benar-benar deh," ucap Raffa berbisik lada Brian saat memberikan beby Gisel di gendongan Brian.


"Kembar gitu loh," ucap Brian sambil terkekeh geli.


"Yo epat om, ita da ga abal ni, ia ga ais (ayo cepat om, kita udah gak sabar nih, iya gak guys)" ucap ucap Galih melihat kawan-kawannya.

__ADS_1


"Ia enal om (iya benar om)" ucap Iqbal juga.


"Iya-iya, ini udah mau di buka," ucap Raffa.


Kelima bocah kecil itu mengerumuni om Raffa yang sedang membuka koper berisi mainan, kelima bocah kecil itu sudah sangat tidak sabaran melihat mainan baru mereka.


"Wa, obat talmen Ais, ni Asti Adus anet(wah, robot Ultraman guys, ini pasti bagus banget)" ucap Galih dengan antusias.


"Ini buat kembar, ini buat Iqbal dan Kifli, ini Barbie cantik buat Nara yang cantik," ucap om Raffa.


"Ist om, anan eyum-eyum Ama Nala, Nala tu alon Isti atu om(ish om, jangan senyum-senyum Sam Nara, Nara itu calon istri aku om)" ucap Galih menatap tajam om Raffa.


"Ha, Masi kecil udah punya calon istri aja kamu ini," ucap om Raffa sambil tersenyum dan menggeleng kepala nya.


"I ilanin uga om ni(di bilangin juga om ini)" ucap Galih.


"Lus yan tu ici ya pa om(terus yang itu isi nya apa om)" tanya Galah menunjuk koper yang satu.


"Itu mainan buat adik kembar kalian, kan kalian udah dapat ini," ucap Raffa.


"Uka don om, ita au iat(buka dong om, kita mau liat)" ucap Galih.


"Kepo," ucap uncle Brian.


"Ialin aja(biarin saja)" ucap Galih melihat sang uncle.


"To inan Adit embal anyat anet ci om, Ama Ita Uma atu-atu(kok mainan adik kembar banyak banget sih om, sama kita cuma satu-satu)" ucap Galah.


"Ia," ucap Galih juga.


"Bersyukur aja lagi, Masi mending di bawain oleh-oleh," ucap uncle Brian.


"Tenang, masih ada kok buat kalian ini," ucap om Raffa.


"Wa asi da aja(wah masih ada guys)" ucap Iqbal.

__ADS_1


Kelima bocah kecil itu pun tersenyum senang, karena om Raffa lagi-lagi membagikan mainan buat mereka berlima.


Next...


__ADS_2