
Semua mata tertuju pada sosok bak bidadari yang sedang melintas di atas karpet merah. Dengan di gandeng kedua gadis kecil, Sheila terlihat begitu cantik.
Brian sampai menatap calon istrinya tak berkedip sama sekali, bahkan Brian tidak mendengar celotehan si kembar yang ada di dekatnya saat ini.
"Du oty Ela antit anet ya ais (aduh aunty Sheila cantik banget yah guys)" ucap Iqbal.
"Ia antit anet, Nala uga(iya cantik banget, Nara juga)" ucap Galih dengan antusias.
"Nala(Nara)" panggil Galih sambil melambaikan tangan, tapi Nara tetap fokus ke depan.
"Ish Nala to tuet ci ama atu(ish Nara kok cuek sih sama aku)" ucap Galih.
Kedua gadis kecil itu menuntun Sheila ke tempat akad nikah, Brian terlihat sudah menunggu di sana.
Nara dan Puput lalu kembali lagi, dan bergabung dengan si kembar dan kawan-kawan nya.
MC mulai membuka acaranya. Brian melihat calon istrinya yang terlihat begitu cantik.
"Ucel anan iat-iat oty elus don(uncle jangan lait-liat aunty terus dong)" ucap Galih.
"Eman napa Alih, tan oty Ela antit anet(memang kenapa Galih, kan aunty Sheila cantik banget)" ucap Nara.
"Nala to Adi atu angil-angil amu tuet ci(Nara kok tadi aku panggil-panggil kamu cuek sih)" ucap Galih dengan gaya kedua tangan di letakan di kedua saku celananya.
"Tan atu ama Puput agi untun oty Ela(kan aku sama Puput lagi nuntun aunty Sheila)" ucap Nara.
"Ais iam anan icit, tu ucle ama oty Ela da au ikah(guys diam jangan berisik, tuh liat uncle sama aunty Sheila udah mau nikah)" ucap Galah.
Papa Leo dan Daddy Nicko sudah duduk di tempat yang sudah di siapkan. Pak penghulu juga sudah duduk di kursi depan kedua mempelai pengantin itu.
"Sayang kok aku gugup gini yah," ucap Brian berbisik pelan.
"Kalian lagi bisik-bisik apa sih?" Tanya Daddy Nicko.
"Daddy kepo deh," ucap Brian.
__ADS_1
Acara akad nikah pun di mulai, Brian terlihat mulai menjabat tangan papa Leo. Papa Leo yang akan menikahkan putrinya dengan Brian.
"Sudah siap?" Tanya Leo.
"Sudah pa," ucap Brian.
Akad nikah pun di mulai, semua sahabat Brian menyaksikan kebahagiaan Brian dan Sheila. Tak berselang lama suara sah terdengar di telinga para tamu undangan.
SAH...
SAH...
Brian mengucapkan ijab qobul dengan begitu lancar, si kembar dan kawan-kawannya juga tidak mau ketinggalan untuk mengatakan kata SAH.
"Alhamdulillah," ucap semua tamu undangan yang hadir.
Mama Sisi dan mommy Nisa saling peluk dengan bahagia. Akhirnya anak mereka sekarang sudah resmi menjadi pasangan suami dan istri.
"Si, akhirnya kita jadi besan," ucap mommy Nisa.
Brian menyematkan cincin pernikahan mereka di jari manis istrinya, begitu pun dengan Sheila. Senyum tak henti-hentinya terpancar diri bibi kedua pedangan suami dan istri itu.
"Sekarang Brian dan Sheila sudah resmi menjadi pasangan suami dan istri, selama untuk kalian," ucap MC.
Cindy menatap Brian dan Sheila dengan tajam, ia tidak bisa melihat pasangan suami dan istri itu bahagia.
"Liat saja nanti," ucap Cindy dalam hati.
Seorang wanita cantik memasuki ballroom hotel sendirian, dengan senyum bahagia wanita itu melihat ke arah pengantin baru yang ada di depan sana.
Raffa yang menerima telpon dari sang tunangan pun pergi mencari tempat yang lumayan sepi, karena ia tidak bisa mendengar apa-apa.
"Hallo," ucap Raffa dan terus berjalan.
Dukk..
__ADS_1
Raffa tak sengaja menabrak seseorang, Raffa melihat orang itu akan terjatuh kalau saja ia tidak cepat menangkapnya.
Deng...
Keduanya saling pandang, Raffa menatap wajah cantik itu cukup lama. Wajah cantik yang sudah lama tidak ia lihat.
"Kamu gak papa?" Tanya Raffa pelan.
"Iya, gak papa kok, maaf yah," ucap wanita itu yang tak lain adalah Melatih.
"Iya," ucap Raffa dan saat ini posisi keduanya masih saling peluk, dan saling pandang.
Raffa melupakan telpon yang masih belum berakhir.
"Tie-tie om Laffa elut-elut Ama tewe(cie-cie om Raffa peluk-peluk sama cewek)" ucap si kembar dan kawan-kawan nya sambil terkikik geli.
Dengan cepat Raffa dan Melatih melepaskan pelukan mereka yang tak sengaja itu, dan melihat ke arah si kembar dan kawan-kawan yang sudah pergi menjauh.
Kalau di tanya dari mana para bocil itu, tentu saja habis berpatroli melihat-liha si pembuat onar di acara sedang berlangsung.
"Yo ita te ana(ayo kita ke sana)" ucap Galah.
"Ia i tana da yan entulidatan(iya di sana ada yang mencurigakan)" ucap Galih juga.
Sedangkan kedua pengantin baru sudah berada di pelaminan, Sheila yang bak ratu membuat semua tamu undangan terkagum-kagum dengan kecantikan yang di milikinya.
"Sayang," panggil Brian.
"Iya kak," ucap Sheila.
"Hari ini kau cantik banget," ucap Brian tersenyum manis.
"Kaka juga, aku bahagia," ucap Sheila dengan senyum manisnya.
Brian mengengam kedua tangan sang istri dan mencium dengan lembut, Sheila tersenyum melihat itu.
__ADS_1
Next...