Will You Merry Me

Will You Merry Me
Mengusir Si Kembar dan Kawan-kawan


__ADS_3

"Dasar bocah-bocah," ucap Raffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Raffa melihat Melatih.


"Aku gak apa-apa kok, makasih yah," ucap Melatih yang juga salah tingkah.


"Iya santai saja," ucap Raffa.


"Kalau gitu aku ke sana dulu yah," ucap Melatih.


"Oh, iya silahkan," ucap Raffa.


Melatih pergi dari hadapan Raffa menunduk malu, Raffa melihat kepergian Melatih dan Raffa baru sadar kalau ia melupakan sesuatu.


"Astaga, telpon dari Shopia," ucap Raffa langsung melihat ponselnya.


"Yah udah mati lagi, nanti gue telpon balik lagi aja," ucap Raffa lalu memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya.


Raffa ikut bergabung dengan kawan-kawan, di salah satu meja.


"Yo ais(ayo guys)" ajak Galih.


Dengan menenteng gaun, Nara dan Puput mengikuti si kembar dan kedua sahabatnya itu.


"Alih, Ita au te ana(Galih, kita mau ke mana)" tanya Galah.


"Iya au poto ama ucel ama oty, Yo(kita mau foto sama uncle sama aunty, ayo)" ucap Galih.


Saat menaiki pelaminan, Nara dan Puput kesusahan karena memakai gaun pancang.


"Du Ita ga isa ait ni ais, antuin Ita Don(aduh kita gak bisa naik nih guys, bantuin kita dong)" ucap Nara.

__ADS_1


"Yo tini Nala, atu antu(ayo sini Nara, aku bantu)" ucap Galih.


"Lus yan antuin atu iapa Don(terus yang bantuin aku siapa dong)" ucap Puput.


"Amu inta antuan Alah aja ompon, Alah antuin ompon don (kamu minta bantuan Galah saja ompong, Galah bantuin ompong dong)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Ish, alas anet ayu(ish, malas banget aku)" ucap Galah pergi naik duluan.


"Aat anet ci Alah, amu inta tuan Ibal aja ya ompon(jahat banget sih Galah, kamu minta bantuan Iqbal saja yah)" ucap Galih.


"Ia de ga apa(iya deh gak papa)" ucap Puput menatap Galah.


"Da ga uca iatin Alah(udah gak usah liatin Galah)" ucap Galih.


Keenan bocah kecil itu berjalan di atas pelaminan yang begitu besar, kedua pengantin yang sedang berbahagia itu, melihat kedatangan si kembar dan kawan-kawan.


"Ai(Hay)" sapa Galih.


"Kalian ngapain di sini?" Tanya Brian.


"Au poto la ucel, lus au pa agi ia ga ais(mau foto lah uncle, terus mau apa lagi iya gak guys)" ucap Galih melihat kawan-kawannya.


Marvel yang duduk di dekat Delia pun melihat ke arah pelaminan, di mana Brian dan Sheila berfoto bersama si kembar dan para sahabatnya.


"Bro liat deh tuh si kembar," ucap Marvel menunjuk ke arah pelaminan.


"Wih, keduluan sih kembar nih kita-kita, liat mereka udah foto bareng pengantin," ucap Raffa sambil tersenyum.


"Iya, liat deh tuh si Brian sampai kewalahan ladenin si kembar dan yang lain," ucap Rasya.


"Udah cukup, nanti lanjutin lagi fotonya," ucap Brian.

__ADS_1


"Man enapa ucel, oty Ela aja ga apa to, to adi ucel yan owot ci(emang kenapa uncle, aunty Sheila saja gak papa kok, kok jadi aunty yang sewot sih)" ucap Galih melirik uncle Brian.


Brian memberi kode pada sang Daddy, untuk mengajak cucu-cucu turun dari pelaminan, karena si kembar gak bakalan berhenti kalau kaya gini.


Daddy Nicko pun mendapat tugas untuk mengajak si kembar dan kawan-kawan turun dari pelaminan, si kembar menatap sang uncle dengan kesal, Galih tau kalau uncle Brian meminta bantuan kakek mereka untuk mengusir mereka dari panggung.


"Ucel usil Ita(uncle ngusir kita)" ucap Galih.


"Ia, was aja ucel(iya, awas saja uncle)" ucap Galah.


"Da abal, Yo ita te ana(udah sabar, ayo kita ke sana)" ucap Iqbal.


Para bocil itu pun kembali berpatroli lagi, mengelilingi tempat-tempat yang menurut mereka mencurigakan.


Sindi yang sedang melihat situasi pun memberikan kode pada seorang pelayan, dan hal itu di lihat oleh Galih.


Galih melihat seorang pelayan memasukan sesuatu ke dalam minuman di salah satu meja, dengan cepat Galih mendekati pelayan itu dan memberikan pelajaran.


"Pa yan amu ukan ha(apa yang kamu lakukan hah)" tanya Galih berkacak pinggang melihat pelayan itu dengan tajam.


"Hey anak kecil, gak usah ikut campur kamu minggir," ucap pelayan itu mendorong Galih.


"Ais antap olan aat yu(guys tangkap orang jahat itu)" ucap Galih.


Iqbal dan Kifli memegang kaki pelayan itu, sedangkan Nara dan Puput memegang jas pria itu dan Galah memegang tangan pria itu.


"Emuanya anan bil inum Tini ya, ni elahaya(semuanya jangan mabuk minum sini yah, ini berbahaya)" peringat Galih pada semua para tamu.


Kakek Nicko dan kakek Reza mendekat ke arah si kembar dan yang lain, merek heran dengan apa yang terjadi.


Next...

__ADS_1


__ADS_2