
Brian Sahur pertama di kediaman sang calon istri, saat ini Brian terlihat sedang membantu Sheila membuat menu sahur bersama dengan mama Sisi.
"Sayang, ini telur nya di kocok kan?" tanya Brian.
Sheila sedang menggoreng ayam kesukaan Brian, Sheila melihat ke arah Brian.
"Iya kak, nanti mau di bikin telur dadar kan Ma?" tanya Sheila.
"Iya sayang," ucap mama Sisi.
Brian mengocok telur yang ia pecahkan itu, lalu mendekati Sheila yang sedang menggoreng ayam.
"Sayang jangan dekat-dekat, nanti minyaknya terbang," ucap Brian.
"Emangnya minyak bisa terbang kak?" tanya Sheila.
"Bisa lah," ucap Brian.
Mama Sisi yang sedang memotong sayur hanya menggeleng kepala melihat tingkah sang calon mantu, Brian dari dulu memang gak pernah berubah.
"Ini udah mateng sayang?" tanya Brian, melihat Sheila mengangkat ayam goreng.
"Iya kak, ini kan ayam nya udah kemerahan gitu, berarti udah masak," ucap Sheila.
Sheila kembali memasukan ayam lagi ke dalam minyak goreng, dan membuat Brian bergidik ngeri melihat minyak yang bergelembung di dalam panci penggorengan.
Semua rempah sudah siap, hanya tinggal menunggu ayam dan sayur saja. Mama Sisi selesai memotong sayur, lalu membawa dan mencuci sayur nya.
"Kaka duduk aja, selesai ini aku udah mau masak ayam nya," ucap Sheila.
Brian pun menurut dan duduk di kursi meja makan, mama Sisi memasak sayur yang ia potong tadi. Menu sahur mereka tidak banyak macam, hanya ayam goreng, ikan goreng dan ikan kuah saja. Sedangkan sayur nya hanya cap cay saja.
Brian melihat Sheila dan mama Sisi yang sedang asik memasak, Brian tersenyum kala kedua matanya bertemu pandang dengan sang calon istri.
"Aduh, kalian ini," ucap mama Sisi.
"Mama juga gitu kan sama papa dulu," ucap Brian.
"Kok Brian tau?" tanya mama Sisi.
"Tau lah ma, kan dulu papa selalu datang ke rumah, terus mama lagi bersama mommy di rumah," ucap Brian mengingat jaman dulu.
"Kamu masi ingat aja yah," ucap mama Sisi sambil tertawa.
Setelah sayur yang di masak oleh mama Sisi masak, mama Sisi mengangkat sayur ke dalam piring dan meletakan di atas meja.
Mama Sisi juga menata beberapa menu yang lain.
"Sayang, mama bangunin papa dulu yah," ucap mama Sisi.
__ADS_1
"Iya ma, ini gak lama lagi ayam nya masak kok," ucap Sheila.
Mama Sisi pergi dari dapur untuk membangunkan sang suami, sedangkan Sheila masi menunggu ayam nya mateng.
"Sayang, cobain deh," ucap Sheila.
Brian pun berdiri dari duduknya, mengambil sendok dan mencicipi ayam goreng kecap buatan sang calon istri.
"Enak sayang," ucap Brian.
"Ini udah mau di angkat?" tanya Brian.
"Iya, udah mateng ini kak," ucap Sheila.
Brian mengambil piring dan memegang nya, Sheila pun mengangkat ayam satu persatu dan meletakan di atas piring. Selesai itu Brian meletakan di atas meja.
Semua menu sudah siap, waktunya makan sahur, hanya tinggal menunggu papa Leo dan mama Sisi.
Tak berselang lama mama Sisi dan papa Leo masuk ke dapur, dan melihat semua menu sudah siap.
"Ayo sayang, kita mulai makan sayur nya, udah jam 3 lewat 10 menit," ucap papa Leo.
Sheila dan Brian duduk di kursi yang berdekatan, begitu pun dengan mama Sisi dan papa Leo.
Papa Leo pun memimpin doa sahur, selesai itu Sheila dan mama Sisi pun mengambilkan menu makan sahur untuk Brian dan papa Leo.
Di Kediaman Si Kembar...
Karena Brian sahur pertama di kediaman sang calon istri, jadi daddy Nicko dan mommy Nisa pun sahur pertama di kediaman sang putri dan cucu-cucunya.
Semua menu sahur sudah siap tertata di meja makan, hanya tinggal menunggu penghuni rumah bangun aja.
Mami Ambar terlihat sudah bangun bersama mommy Nisa, Mami Ambar melihat Nara yang baru saja keluar dari kamar. Ternyata gadis kecil itu sudah bangun.
"Nara," panggil mami Ambar.
"Ami," ucap Nara mendekati mami Ambar.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya mami Ambar.
"Ia ami, Nala alu anun(iya mami. Nara baru bangun)" ucap Nara.
"Kamu bangunin si kembar deh di kamar, bilangin kalau udah mau sahur yah," ucap mami Ambar.
"Ia Ami(iya mami)" ucap Nara.
Nara pun pergi naik ke lantai dua, untuk membangunkan si kembar. Tiba di depan pintu kamar si kembar, Nara pun membuka pintunya dengan pelan.
Kamar si kembar tidak terlalu terang, hanya lampu tidur saja yang tersisa menyala. Nara melihat Galah dan Galih tidur sambil berpelukan seperti teletabis.
__ADS_1
"Embal idul aya eleabis(kembar tidur kaya teletabis)" ucap Nara.
Nara lalu mencari saklar lampu, dan menghidupkan lampu besar. Membuat seisi kamar si kembar menjadi terang.
Membuat tidur di kembar terusik, karena cahaya lampu besar dan terang.
"Du ilau anet ci, iapa ci yan ala in ampu ya(aduh silau banget sih, siapa sih yang nyalain lampu nya)" ucap Galih dengan mata terpejam.
"Embal anun, ita da au atan aul(kembar bangun, kita udah mau makan sahur)" ucap Nara.
"Du Nala, ita antut au(aduh Nara, kita ngantuk tau)" ucap Galih.
"Alian ga au atan aul ya(kalian gak mau makan sahur yah)" ucap Nara.
Galah terlihat membuka kedua matanya, dan melihat Nara yang sedang berdiri di dekat ranjang mereka, Galah lalu melihat sang kembaran yang sedang tertidur.
"Alih anun, amu ga au atan aul ya(Galih bangun, kamu gak mau makan sahur yah)" tanya Galah.
"Atu asi antut Alah(aku masi ngantuk Galah)" ucap Galih.
"Ya uda, yo Nala ita ulun aja, igalin Alih dili aja(yah udah, ayo Nara kita turun saja, tinggalin Galih sendiri saja)" ucap Galah.
Mendengar dirinya akan di tinggalkan sendiri, Galih pun memaksakan membuka kedua matanya, melihat ke arah sang kembaran yang sudah bangun dari baringnya.
"Ia atu anun ni(iya aku bangun nih)" ucap Galih dengan kesal.
"Itu don, ana uci uka lus ita ulun(gitu dong, sana cuci muka terus kita turun)" ucap Nara.
Si kembar pun masuk ke dalam kamar mandi, lalu mencuci wajah mereka. Agar rasa ngantuk hilang, selesai mencuci muka, si kembar keluar dari dalam kamar mandi lalu mereka turun ke lantai bawa.
"Hey, tungguin kaka," ucap kak Dev.
Si kembar dan juga Nara melihat ke arah kak Dev, Galih lalu melihat Galah dan melihat ke arah kak Dev lagi.
"Tat Dep uga au atan aul(kak Dev juga mau makan sahur)" tanya Galih.
"Iya lah, kalian juga?" tanya kak Dev.
"Ia la tat, ita uga au uasa (iya lah kak, kita juga mau puasa)" ucap Galih.
"Emang bisa tahan sampai sore, wajah-wajah makan gini mana bisa tahan," ucap kak Dev.
"Tat Dep emein ita ya(kak Dev remehin kita yah)" tanya Galah ngegas.
"Santi men, ayo kita turun," ucap kak Dev sambil tertawa.
Si kembar, Nara dan juga kak Dev turun ke lantai bawa, papi Gilang juga sudah menunggu mereka di bawa tangga. Mereka pun pergi ke ruang makan, di mana semuanya sudah menunggu di sana.
Next...
__ADS_1