Will You Merry Me

Will You Merry Me
Mau Melihat Aunty Sheila


__ADS_3

Si kembar dan kawan-kawan nya saat ini baru saja keluar dari dalam kelas mereka, jam pulang sekolah baru saja tiba.


"Ais(guys)" panggil Bisma.


"Ey, alin da au ulan ya, to ulu-ulu anet ci(kalian udah mau pulang yah, kok buru-buru banget sih)" tanya Bisma.


"Ia ita au te uma akek ama eyan, ita au iat oty ela(iya kita mau ke rumah kakek sama eyang, kita mau liat aunty Sheila)" ucap Galih.


"Man oty ela enapa Alih(emang aunty Sheila kenapa Galih)" tanya Puput penasaran.


"Oty ela pil i tulit ama olan aat, oty ela ampe isan(aunty Sheila hampir di culik sama orang jahat, aunty Sheila sampai pingsan)" ucap Galih lagi.


"Acian oty ela, lus etalan oty ela ga pa pa tan(kasian aunty Sheila, terus sekarang aunty Sheila gak papa kan)" tanya Puput lagi.


"Ni ita alu aja au ia onditi oty ela(ini kita baru saja mau liat kondisi aunty Sheila)" ucap Galih.


"Alo ditu ita itut ya, ita uga au iat oty ela(kalau gitu kita ikut yah, kita juga mau liat aunty Sheila)" ucap Puput.


"Ia, ita uga ya Alih(iya, kita juga yah Galih)" ucap Marsya juga.


"Ote de, ita ungu pa opil ya, anti ita ait obil aleng (oke deh, kita tunggu pak sopir yah, nanti kita naik mobil bareng)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari kawan-kawan yang lain.


Mobil yang menjemput si kembar pun memasuki gerbang sekolah, dan berhenti tepat di halaman sekolah mereka.


Si kembar langsung mengajak teman-temannya untuk segera menghampiri pak sopir.


"Pa opil, ita au te uma akek ama eyan ya, ni abat ita uga au itut (pak sopir, kita mau ke rumah kakek sama eyang yah, ini sahabat kita juga mau ikut)" ucap Galah.


"Iya den, bapak lapor sama guru dulu yah, kalau temannya mau ikut kita, kasian nanti nyariin orang tua temanya den," ucap pak sopir.


"Ote de, ita ungu i alam obil ya pa(oke deh, kita tunggu di dalam mobik yah pak)" ucap Galih.


"Iya den," ucap pak sopir.


Si kembar mengajak teman-temannya untuk masuk ke dalam mobil, Nara, Puput, Marsya dan Calista duduk si kursi depan, karen mereka cewek. Untung saja badan mungil jadi tempat duduk muat untuk keempat gadis kecil itu.


Sedangkan si kembar, Iqbal, Kifli dan Bisma duduk di kursi belakang, dengan berdesak-desakan. Karena Galih sedikit gendut dari Galah.


"Alih, antat amu esal anet ci, amu endut ya(Galih, pantat kamu besar banget sih, kamu gendut yah)" ucap Iqbal.


"Abalanan aja ni Ibal alo omon, atu adi alu au tan da yan ain(sembarangan saja ini Iqbal kalau ngomong, aku jadi malu tau kan ada yabg lain)" ucap Galih.

__ADS_1


"Ia de, atu inta aap ya, anan arah ya(iya deh, aku minta maaf yah, jangan marah yah)" ucap Iqbal.


"Ia ibal, atu ga Arah to(iya Iqbal, aku gak marah kok)" ucap Galih.


Setelah memberitahu guru, pak sopir kembali lagi dan masuk ke dalam mobil. mobil yang tadinya luas, kini sudah sempit karena sudah di tempati oleh si kembar dan kawan-kawan.


"Sudah siap?" tanya pak sopir.


"Iap pa(siap pak)" ucap para bocah kecil itu.


"Oke, kita berangkat," ucap pak sopir.


Mobil itu pun keluar dari gerbang sekolah si kembar dan kawan-kawan, celotehan sepanjang jalan terus terdengar. Sampai membaut pak sopir geleng-geleng kepala.


🍀🍀🍀🍀


Saat ini daddy Nicko dan papa Leo sedang berbicara serius dengan seseorang di salah satu ruangan, daddy Nicko terlihat begitu serius.


"Kamu cari tau semua kejadian di hotel xx semalam, calon menantu saya hampir saja si culik oleh seseorang," ucap daddy Nicko.


"Baik bos, saya akan mengerjakan perintah bos," ucap orang kepercayaan daddy Nicko.


"Iya, saya tunggu kamar nya secepatnya," ucap daddy Nicko.


"Kamu boleh pergi," ucap daddy Nicko.


"Baik pak, saya permisi dulu," ucap orang itu.


Setelah kepergian orang itu dari ruangan daddy Nicko, kini tinggallah daddy Nicko dan sang sahabat Leo.


"Kau tenang saja, sebentar lagi kita akan tau, siapa yang sudah berani menculik Sheila," ucap daddy Nicko.


"Iya Nick, terimakasih. Sheila adalah putri ku satu-satunya," ucap papa Leo dengan raut wajah sedih.


"Udah gak usah sedih, semuanya pasti akan baik-baik saja," ucap daddy Nicko.


"Saya gak bisa gak sedih," ucap papa Leo.


"Makanya bikin lagi, biar Sheila ada adiknya lagi," ucap daddy Nicko sambil terkekeh geli.


"Udah berusaha dari dulu, tapi belum berhasil lagi," ucap papa Leo.

__ADS_1


"Hehehe, yang sabar bro," ucap daddy Nicko.


Clekk...


Daddy Nicko dan papa Leo melihat ke arah pintu yang terbuka, Brian masuk dan langsung duduk di depan kedua pria paru baya itu, tapi masi terlihat begitu muda dan tampan.


"Ada apa boy?" tanya daddy Nicko.


"Daddy, jam makan siang kita jadi pulang ke rumah kan, mommy udah nanya?" ucap Brian.


"Jadi dong, daddy juga udah janji sama mommy kamu, kalau kita akan makan siang di rumah nanti," ucap daddy Nicko.


"Oke, nanti kita pulang bareng yah," ucap Brian.


"Oke," ucap daddy Nicko.


Brian lalu keluar lagi dari ruangan sang daddy, karena masi ada pekerjaan yang harus ia selesai, agar ia bisa pulang dan makan siang bersama gadis nya nanti di rumah.


🍀🍀🍀🍀


Iqbal dan Kifli sepanjang jalan terus mengeluh sempit, karena Galih dan Galah yang duduk di bagian tengah.


"Isa entot ni antat atu ampe uma(bisa encok nih pantat aku sampai rumah)" ucap Kifli.


"Abal Ipli, etal agi ita da au ampai to i uma eyan ama akek(sabar Kifli, bentar lagi kuta udah mau sampai kok di rumah eyang sama kakek)" ucap Galih.


"Ia Alih, atu ali adi da abal to(iya Galih, aku dari tadi udah sabar kok)" ucap Kifli.


Tak berselang lama, mobil yang membawa rombongan para bocil pun memasuki gerbang rumah mewah milik eyang dan kakek si kembar.


"Wa, ni uma akek ama eyan alian ya(wah, ini rumah kakek sama eyang kalian yah)" tanya Bisma.


"Ia ais, ni uma akek ita(iya guys, ini rumah kakek kita)" ucap Galih.


"Esal anet ya, aman ya esal agi(besar banget yah, halamannya besar lagi)" ucap Bisma.


"Ia, i elatan tini uga da uda ita lo(iya di belakang sini juga ada kuda kita loh)" ucap Galih.


"Anti ita au iat ya(nanti kita mau liat yah)" ucap Marsya, yang mendapat anggukan dari Galih.


Mobil yang membawa rombongan para bocil, berhenti tepat di depan pintu utama.

__ADS_1


Next...


__ADS_2