
Teman Sindi di buat geleng kepala mendengar perkataan Sindi, seperti tidak percaya dengan apa yang akan Sindi lakukan demi untuk bisa mendapatkan Brian.
"Sin, sadar dong apa yang loh lakuin ini salah, loh gak mikir belakang nya nanti," ucap sahabat Sindi.
"Gue udah mikirin mateng-mateng, jadi loh gak usah kuatirin gue lagi," ucap Sindi sambil tersenyum.
"Loh gak takut nanti akan berhadapan dengan Nicko Wijaya, secara kan yang loh sakiti itu adalah calon menantunya," ucap sahabat Sindi.
"Gak mungkin lagi, Nicko Wijaya gak akan ikut campur sejauh itu, secara kan calon istrinya Brian itu hanya orang biasa saja," ucap Sindi.
"Parah loh, gue gak ikutan yah," ucap sahabat Sindi.
"Loh tenang aja, gue gak akan libatin loh kok," ucap Sindi.
Sahabat Sindi menggeleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu, udah di kasih tau sebelum terjadi apa-apa, ini malah keras kepala.
"Habis ini loh mau ke mana?" tanya Sindi.
"Pulang, gue capek habis shooting, pengen tidur," ucap sahabat Sindi.
"Loh gak mau ikut gue ke kantor?" tanya Sindi.
"Gak, lain ki saja Sin," ucap sahabat Sindi.
"Yah udah, kalau gitu gue cabut dulu yah, masi ada kerjaan di kantor," ucap Sindi.
"Iya, gue juga," ucap sahabat Sindi.
Keduanya pun berpisah di perkiraan restoran.
🍀🍀🍀🍀
Di lain tempat, orang suruhan Nicko saat ini sedang mengecek keamanan hotel yang menjadi tempat acara semalam berlangsung.
Pria berbaju santai itu melihat sesama isi rekaman CCTV yang ada di dalam ballroom hotel.
"Ini pria yang kami kejar semalam pak, semula pria ini menyamar sebagai pelayan," ucap petugas keamanan.
__ADS_1
"Berarti semua ini sudah di rencanakan, dan bisa jadi pria itu hanya orang suruhan saja," ucap pria berbaju santai itu.
"Bisa nadi pak," ucap petugas keamanan.
"Saya minta copi rekaman yang ini yah pak, buat di jadikan barang bukti nanti oleh bos saya," ucap pria itu.
"Tentu boleh pak," ucap petugas keamanan.
Setelah menyalin rekaman CCTV, pria berbaju biasa itu pun pergi dari hotel itu, sekarang ia sudah mendapat rekaman yang akan ia berjalan pada bos Nicko nanti.
Dalam rekaman itu Sindi tak begitu di curigai, karena pelayan itu hanya mondar-mandir ke sana kemari saja, sampai ia mengikuti Sheila pergi ke toilet.
Pria berbaju santai itu masuk ke dalam mobil, lalu menelpon sang bos.
"*Apa kau sudah mendapatkan buktinya Faris?" tanya daddy Nicko dari seberang telpon.
"Iya bos, salinan rekaman cctv sudah ada pada saya saat ini," ucap pria itu adalah Faris, pria suruhan sekaligus orang kepercayaan daddy Nicko.
"Bagus, kau ke rumah ku sekarang," ucap daddy Nicko.
Lalu sambungan telpon mati, tak butuh waktu lama buat Faris untuk mencari bukti-bukti kecil seperti itu.
Faris mengendarai mobilnya menuju kediaman sang bos, dengan mengunakan kacamata hitam miliknya.
🍀🍀🍀🍀
Suasana rumah sang uncle saat ini sudah sedikit Redah dari keributan, pasalnya Bisma, Marsya, Puput dan Calista sudah di jemput oleh orang tua masing-masing. Dan kini yang tersisa hanya si kembar dan kawan-kawan seperjuangan nya.
"Ais iat de ni, et tim atu da au bis(guys liat deh ini, es krim aku udah mau habis)" ucap Galih.
"Amu atan nya anyat anet ci Alih(kamu makannya banyak banget sih Galih)" ucap Iqbal.
"Bis et tim okat ya enat ci(habis es krim coklatnya enak sih)" ucap Galih sambil menyigir.
"Tu ulut amu da eleotan okat(tuh mulut kamu udah belepotan coklat)" ucap Galah.
"Ialin aja Alah(biarin saja Galah)" ucap Galih.
__ADS_1
"Sayang, ini es krim nya masi ada loh," ucap aunty Sheila.
"Atu au agi oty, yan asa obeli ya(aku mau lagi aunty, yang rasa stroberi yah)" ucap Galih.
"Aa, amu au agi Alih(aagg, kamu mau lagi Galih)" tanya Nala.
"Ia Nala, bis et tim ya enat ci (iya Nara, habis es krim nya enak sih)" ucap Galih.
Uncle Brian sudah kembali ke kantor sehabis makan siang, sedangkan si kembar masi menetap di kediaman sang kakek, karena nanti di jemput jam 2 oleh pak sopir.
"Anan anyat-anyat Alih, anti amu atit elut agi(jangan lama-lama Galih, nanti kamu sakit perut lagi)" ucap Kifli.
"Ia ipli(iya Kifli)" ucap Galih.
Para bocah kecil itu asik memakan es krim bersama dengan aunty Sheila, sedangkan eyang Nisa dan eyang Sisi sedang mengobrol di ruang samping.
🍀🍀🍀🍀
Tio begitu kaget mendengar cerita dari sahabatnya, kalau semalam hampir terjadi kecelakaan kecil di hotel xx.
"Siapa yang berani menculik Sheila?" tanya Tio.
"Gue juga gak tau, tapi daddy udah nyuruh orang buat selidikin semua kejadian semalam di hotel xx," ucap Brian.
"Loh harus lebih hati-hati bro, ada orang yang sengaja mau mencelakai Sheila," ucap Tio.
"Ia Yo, dalam waktu dekat ini gue mau ngelamar Sheila," ucap Brian menatap sang sahabat.
"Itu lebih bagus Yan, nanti loh jangan sungkan buat minta tolong ke gue yah," ucap Tio.
"Iya, makasih Yo," ucap Brian.
"Iya sama-sama," ucap bro.
Brian dan Tio lalu lanjut mengobrol perihal pekerjaan, sejauh ini semua pekerjaan dan pembangunan proyek berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala sama sekali.
Next...
__ADS_1