
Semuanya sudah siap dengan barang bawaan masing-masing, si kembar dan kawan-kawan juga sudah mendukung tas punggung mereka.
"Ke enapa ci ita epat ulan, tan ita asi enen i uncat(kek kenapa sih kita cepat pulang, kan kita masi pengen di puncak)" ucap Galih.
"Gak bisa boy, kita harus segera kembali ke kota. Kan kalian juga harus masuk sekolah besok," ucap kakek Nicko.
"Uncle Brian sama uncle Marvel juga harus masuk kantor besok," ucap kakek Nicko.
"Udah ayo masuk, mau pulang gak, kalau gak kita tinggal nih," ucap uncle Brian.
"Ia ucel, abal don(iya uncle, sabar dong)" ucap Galih menaiki mobil Bess bersama kawan-kawan.
"Nanti kalau uncle bulan madu, kalian ikut lagi aja," ucap uncle Marvel.
"Apa, gak yang ada gue gak bisa bulan madu dengan tenang lagi," ucap uncle Brian dengan cepat.
Uncle Marvel hanya tertawa saja, melihat wajah kesal sang sohib. Marvel memang paling bisa bikin Brian kesal setengah mati.
"Ulan adu, ulan adu tu pa ucel(bulan madu, bulan madu itu apa uncle)" tanya Galih kepo.
"Udah mulai deh tuh kepo nya," ucap uncle Brian.
"Heheeee, atu tan ma anya aja ucel(hehehe, aku kan cuma nanya saja uncle)" ucap Galih sambil meyigir kuda.
"Udah duduk diam, Bess nya udah mau jalan tuh," ucap uncle Brian.
"Atu enen udut i etat oty ela(aku pengen duduk di dekat aunty Sheila)" ucap Galih.
"Duduk aja di dekat Nara, tuh kasian Nara duduk sendiri nanti," ucap uncle Brian.
"Ist, ucel ni(ish, uncle ini)" ucap Galih.
Bess membawa rombongan pulang dari puncak melaju di jalan yang sepi, Galih sesekali bernyanyi untuk mengisi kesunyian.
Sedangkan kawan-kawan yang lain, sedang asik menikmati pemandangan di luar sana.
"Du elut atu atit ni(aduh perut aku sakit nih)" ucap Galih.
"Anan ilan amu au put(jangan bilang kamu mau pup)" ucap Galah sang kembaran.
"Ia, da ga aan ni(iya, udah gak tahan nih)" ucap Galih.
__ADS_1
"Eyan, Alih enen put ni, elut Alih atit(eyang, Galih pengen pup nih, perut Galih sakit)" ucap Galah.
"Pak, berhenti di pompa bensin dekat sini yah," ucap eyang Nisa.
"Baik bu," ucap sopir Bess itu.
"Sabar yah sayang," ucap eyang Nisa.
"Tahan aja sampai rumah," ucap uncle Brian.
"Ga isa ucel, atu da enen put etalan ni(gak bisa uncle, aku udah pengen pup sekarang ini)" ucap Galih berdiri sambil menghilangkan kedua kaki mungil nya.
Bess berhati tepat di depan pom bensin, eyang Nisa langsung mengajak sang cucu turun dari mobil.
"Ayo sayang cepat," ucap eyang Nisa.
"Du Alih ni, itin ibut aja(aduh Galih ini, bikin sibuk saja)" ucap Galah.
"Anan ditu Alah, alo Alah enen put uga di ana(jangan gitu Galah, kalau Galah pengen pup juga gimana)" ucap Nara.
"Ia Nala, aap ya(iya Nara, maaf yah)" ucap Galah sambil tersenyum.
"Elut Alih asi atit ga(perut Galih masi sakit gak)" tanya Nara.
"Da ga Nala, tan Alih da put adi(udah gak Nara, kan Galih udah pup tadi)" ucap Galih sambil tersenyum.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya rombongan tiba di kediaman si kembar pukul 7 malam.
Mami Ambar dan papi Gilang sudah menunggu mereka di depan pintu utama, untuk menyambut kedatangan mereka.
"Ami, api(mami, papi)" panggil si kembar.
"Hay sayang, gimana liburan di puncak, seru gak?" tanya mami Ambar.
"Eluh anet mi, Alih amal Nala mi(seru banget my, Galih lamar Nara my)" ucap Galah.
"Alah, syut iam anan ilan-ilan ama ami ama api(Galah, syut diam jangan bilang-bilang sama mami sama papi)" ucap Galih.
"Man enapa (emang kenapa)" tanya Galah.
"Ga pa, iam aja ya(gak papa, diam saja yah)" ucap Galih.
__ADS_1
"Tapi mami sama papi udah tau sayang," ucap mami Ambar sambil tersenyum.
"Au ali iapa mi(tau dari siapa my)" tanya Galih.
"Dari uncle Marvel sayang," ucap mami Ambar.
"Ist, ucel Alvel utan adu(ish, uncle Marvel tukang ngadu)" ucap Galih.
"Uncle gak ngadu yah," ucap uncle Marvel.
"Lus ata ami au ali ucel(terus kata mami tau dari uncle)" ucap Galih lagi.
"Mami liat stori uncle sayang, kalau kamu lagi lamar Nara," ucap mami Ambar sambil tersenyum.
"Du au adi alun ni(aduh aku jadi malu nih)" ucap Galih.
Semuanya tertawa melihat tingkah si kecil Galih, semua lalu masuk ke dalam rumah. Mami Ambar juga suda menyiapkan makan malam, untuk menyambut kepulangan mereka.
"Uncle mau liat adik kembar dulu ah," ucap uncle Brian.
"Uncle Marvel juga," ucap uncle Marvel.
"Anan tium-tium ya, was aja(jangan cium-cium yah, awas saja)" ucap Galah dan Galih.
"Gak janji uncle," ucap uncle Marvel.
Si kembar melihat kedua uncle nya dengan wajah penuh peperangan, sedangkan uncle Marvel dan uncle Brian hanya tertawa saja.
🍀🍀🍀🍀
Sindi sudah mendapat kabar dari orang suruhannya, kalau saat ini Brian dan keluarga Wijaya yang lain baru saja kembali dai puncak.
"Sial, jadi mereka mengadakan acara lamaran di puncak, aku kecolongan ternyata," ucap Sindi dengan kesal.
"Tapi tenang saja, aku masi punya banyak rencana untuk menyingkirkan kamu Sheila," ucap Sindi sambil tersenyum licik.
Sindi lalu menelpon orang suruhannya, dan mengajak ingin bertemu. Sindi ingin memberitahukan rencana selanjutnya.
Sindi bersiap-siap, mereka akan bertemu di kafe biasa, Sindi keluar dari apartemen miliknya, lalu masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai bawa.
Next...
__ADS_1