Will You Merry Me

Will You Merry Me
Berburu Takjil


__ADS_3

Kak Dev terlihat sedang menuruni tangga, saat ini jam sudah menunjukan pukul dua siang.


Rumah terasa sepi, suara si kembar dan kawan-kawan tidak terdengar di mana-mana. Kak Dev terus berjalan ke ruang tengah.


Haaawww...


Galih melihat ke arah sang kembaran yang baru saja menguap, membuat Galah sang kembaran balik melihat sang adik juga.


"Enapa Alih(kenapa Galih)" tanya Galah melihat Galih.


"Alah alo uap tu utup ulut, au tau(Galah kalau nguap tutup mulut, bau tau)" ucap Galih.


"Ga to, olan atu adi bis aul itat igi asa au(gak kok, orang aku tadi habis sahur sikat gigi masa bau)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Lus ni au pa don(terus ini bau apa dong)" ucap Galih.


"Ais alian ium uga ga(guys kalian cium juga gak)" tanya Galih melihat kawan-kawan.


"Ga, ita ga iaum pa pa to, ia tan ais(gak, kita gak cium apa-apa kok, iya kan guys)" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari Kifli dan Nara.


Saat ini keempat bocah kecil itu sedang berbaring di sofa di ruang tengah, keempat bocah kecil itu saat ini sedang puasa.


"Lus ni au pa don(terus ini bau apa dong)" ucap Galih melihat kawan-kawan nya.


Semuanya hanya menggeleng, Galah terlihat mengangkat kakinya ke atas sandaran sofa, membuat Galih melihat sang kembaran.


"Alah anan entut ya, ita agi uasa(Galah jangan kentut yah, kita lagi puasa)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Siapa yang kentut?" tanya kak Dev duduk di salah satu sofa.


"Kalian kenapa, kok kaya orang gak semangat gitu sih?" tanya kak Dev melihat si kembar dan kawan-kawan.


"Ita ni agi oya tat, ita tan agi uasa (kita ini lagi loyo kak, kita kan lagi puasa)" ucap Galih melihat kak Dev.


"Uh, masa sih, kalian kan biasa puasa setengah hari," ucap kak Dev menatap si kembar dan yang lain.


"Ita ni uasa ampe ole tat, ata ya ita oyo dini(kita ini puasa sampe sore kak, makanya kita loyo gini)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari kawan-kawan.


"Tat Dep to ga eliatan oyo ci aya ita, tat Dep ga uasa ya(kak Dev kok gak keliatan loyo sih kaya kita, kak Dev gak puasa yah)" ucap Galih melihat kak Dev.


"Enak aja, kak Dev ini puasa yah," ucap kak Dev tak terima di bilang tidak puasa oleh Galih.


Kak Dev melihat si kembar dan kawan-kawan, kak Dev punya ide akan mengajak si kembar dan kawan-kawan keluar.


"Kalian mau ikut kaka gak?" tanya kak Dev.


"Au te ana tat (mau ke mana kak)" tanya Galah.


"Mau beli takjil buat buka puasa nanti," ucap kak Dev melihat si kembar.


"Ajil tu pa tat(takjil itu apa kak)" tanya Galih kepo.


"Takjil itu kaya kue, buah seger dan yang lain-lain menu buka puasa yang di jual di pinggiran jalan," ucap kak Dev.


"Lus ita eli i ana don tat(terus kita beli di mana dong kak)" tanya Galih.


"Ada di perempatan jalan banyak, kalian mau ikut gak?" tanya kak Dev.


"Ita itut tat Dep yu ais(kita ikut kak Dev yuk guys)" ucap Galih.


"Ia yo(iya ayo)" ucap Galah dan yang lain.


"Tat ita ga andi ulu ni(kak kita gak mandi dulu nih)" tanya Galih melihat kak Dev yang sedang berdiri.


"Udah gak usah, gitu aja udah keren kok," ucap kak Dev.


"Yo ais(ayo guys)" ucap Galih.


Si kembar dan kawan-kawan nya pun mengikuti kak Dev keluar dari dalam rumah, mereka akan berburu takjil di perempatan jalan.


"Ayo naik, pelan-pelan naik nya," ucap kak Dev memperingati si kembar dan kawan-kawan.

__ADS_1


"Ia tat, tat enan aja(iya kak, kak tenang saja)" ucap Galih.


Kak Dev masuk dan duduk di kuris kemudi, kak Dev melihat si kembar yang duduk di kuris depan, sedangkan Iqbal, Kifli dan Nara duduk di kursi belakang.


Mobil pun keluar dari halaman rumah si kembar, para bocah kecil itu masi terlihat loyo karena sedang puasa.


****


Kevin masuk ke dalam ruangan sang bos, sambil membawa berkas yang akan di tandatangani oleh Brian.


"Bos," panggil Kevin dan langsung duduk di kursi yang ada di hadapan sang bos.


Brian melihat ke arah Kevin, lalu kembali fokus dengan lap top yang ad adi depannya.


"Kev, besok kau yang bertemu Sindi lagi yah, saya gak suka rapat dengan wanita itu," ucap Brian masi fokus dengan lap top miliknya.


"Iya bos," ucap Kevin, lalu memberikan bekas yang akan di tandatangani.


Kevin lalu kembali keluar setelah berkas yang ia bawa tadi sudah di tandatangani oleh sang bos.


Brian kembali fokus dengan pekerjaannya, karena jam sekarang masi menunjukan pukul tiga sore.


Ting...


Denting pesan masuk di ponsel milik Brian, Brian melihat isi pesan dari Sheila. Senyum terbit di bibir Brian melihat pesan dari calon istrinya itu.


Sheila mengatakan kalau ia sudah berada di kediaman rumah Wijaya, hari ini Sheila akan membantu mommy Nisa membaut menu buka puasa.


Brian kembali meletakan ponselnya setelah membalas pesan dari Sheila, Brian kembali fokus melihat ke arah lap top nya lagi.


Clekk...


Tio masuk mendekati sang bos yang sedang bekerja, Brian melihat ke arah sahabatnya itu.


"Bos saya pulang duluan yah, istri saya perutnya sudah mulai sakit," ucap Tio menatap sang bos dengan wajah kuatir.


Brian melihat ke arah Tio, Brian bisa melihat wajah kuatir sang sahabat saat ini.


"Habis saya gak enak bos," ucap Tio.


"Udah sana loh balik, kasian istri loh dan gue kasih libur loh selama sebulan buat nemanin istri loh di rumah," ucap Brian melihat Tio.


"Benar bos, apa gak papa?" tanya Tio dengan raut wajah senang.


"Iya, sana loh pulang," ucap Brian lagi mengusir sang sahabat.


Tio beranjak dari duduknya sambil tersenyum, lalu keluar dari dalam ruangan sang sahabat.


Brian hanya menggeleng kepala melihat sang sahabat yang menghilang dari balik pintu, Brian kembali melanjutkan pekerjaannya.


****


Kak Dev mencari tempat parkir, sedangkan si kembar dan kawan-kawan melihat dari balik kaca mobil, di mana banyak menu-menu takjil yang sedang di jual, para bocah kecil itu tak sabar ingin cepat turun dari mobil.


"Tat, to obil ya ga eleti ci, ita enen ulu ni(kak, kok mobilnya gak berhenti sih, kita pengen turun nih)" ucap Galih melihat kak Dev.


"Iya sabar, ini kaka lagi cari tempat parkir, gak liat nih rame banget," ucap kak Dev.


"Wa ais iat de tu es ampul ya enat anet ya(wah guys liat deh tuh es campur nya enak banget yah)" ucap Galih menunjuk ke arah tong berisi es buah kelapa muda.


"Tu utan es ampul Alih, tu es ua elapa uda(itu bukan es campur Galih, itu es kelapa muda)" ucap Iqbal.


"Asa ci, api atu enen eli tu(masa sih, tapi aku pengen beli itu)" ucap Galih menunjuk ke arah es kelapa muda.


"Emang situ bawa duit?" tanya kak Dev melihat ke arah Galih.


"Ga, tat Dep yan ayal(gak, kak Dev yang bayar)" ucap Galih.


"Ayo turun, nanti jangan jauh-jauh dari kak Dev yah," ucap kak Dev mengingatkan para bocil itu.


"Ote tat(oke kak)" ucap si kembar dan kawan-kawan.

__ADS_1


Kak Dev dan kawan-kawan menyusuri para penjual takjil, si kembar den kawan-kawan melihat banyak macam-macam kue yang sedang terjual.


"Tat eli ue tu ya(kak beli kue itu yah)" ucap Galah menunjuk kue yang berwarna hijau.


"Ini kue isi gula merah, kalian mau makan?" tanya kak Dev.


"Uma atu aja tat, alian ga au tan ais(cuma aku saja kak, kalian gak mau kan guys)" tanya Galah melihat kawan-kawan.


"Ia tat, ita au ue tu aja(iya kak, kita mau kue itu saja)" ucap Galih dan yang lain menunjuk kue yang berwarna merah muda.


"Iya tunggu sini kaka belikan dulu," ucap kak Dev.


"Ama es ampul ya tat(sama es campur yah kak)" ucap Galih.


"Iya," ucap kak Dev membeli kue yang di minta si kembar dan kawan-kawan nya.


"Ais iat de tu ue ya enat ya(guys liat deh tuh kue nya enak banget yah)" ucap Galih menunjuk kue warna coklat yang sedang terpajang di dalam kaca.


"Tu tan ue onis(itu kan kue brownies)" ucap Galah juga melihat ke arah yang di tunjuk sang kembaran.


"Ini kue nya pegang dulu," ucap kak Dev memberikan tas berisikan kue yang di minta si kembar.


"Tat eli ue onis uga ya tu(kak beli kue brownies juga yah tuh)" ucap Galih menunjuk ke arah kue brownies.


"Kalian mampu makan semua?" tanya kak Dev melihat si kembar.


"Ia la tat, ita tan agi uasa adi apel anet(iya lah kak, kita kan lagi puasa jadi laper banget)" ucap Galah melihat kak Dev.


"Yah sudah tunggu di sini yah, kaka beli juga," ucap kak Dev yang mendapat anggukan dari si kembar dan kawan-kawan.


Kak Dev pergi membeli kue brownies yang di minta si kembar, sudah ada beberapa macam kue yang di beli sama kak Dev, dan itu atas permintaan si kembar dan kawan-kawan nya.


Galih dan Nara terlihat sedang memegang tas yang berisikan kue yang sudah di beli oleh kak Dev.


"Ue ya anyat ya ais(kue nya banyak yah guys," ucap Galih.


"Ini, udah yah udah ada banyak kue nih," ucap kak Dev memberikan tas berisikan kue brownies pada Galah.


"Ayo kita pulang," ajak kak Dev.


"Ungu tat(tunggu kak)" ucap Galih menghentikan kak Dev dan yang lain.


"Apa lagi?" tanya kak Dev berbalik melihat Galih.


"Ita lum eli es ampul tu, asa ita ga eli es ampul ci(kita belum beli es campur tuh, masa kita gak beli es campur sih)" ucap Galih berceloteh.


"Ia tat, eli es ampul ya (iya kak, beli es campur yah)" ucap Galah juga dan yang lain.


"Iya-iya, tunggu di sini," ucap kak Dev sambil menggeleng kepala.


"Bu es campur nya harga 30 ribu yah," ucap Kak Dev.


"Baik dek, tunggu sebentar yah," ucap ibu penjual takjil.


Si kembar dan kawan-kawan terlihat sedang menunggu di pinggiran jalan, tiba-tiba ada yang memanggil mereka.


"Ompon, amu pain tini(ompong, kamu ngapain di sini)" tanya Galih mendekati Puput, ternyata yang memanggil tadi itu Puput.


"Atu agi eli ajil ama papa atu(aku lagi beli takjil sama papa aku)" ucap Puput sambil tersenyum memperlihatkan gigi ompong nya.


"Sayang ayo pulang," ucap papa Puput mengajak sang putri.


"Pa enalin ni abat-abat atu(pa kenalin ini sahabat-sahabat aku)" ucap Puput.


"Alo om(hallo om)" ucap si kembar dan kawan-kawan.


"Hay semua, aduh ada kembar yah," ucap papa Puput tersenyum melihat si kembar dan kawan-kawan.


Tak lama kemudian kak Dev kembali sambil membawa es campur, lalu mengajak si kembar dan kawan-kawan pulang, begitu pun dengan Puput dengan sang papa.


Next....

__ADS_1


__ADS_2