Will You Merry Me

Will You Merry Me
Kejutan Untuk Brian 2


__ADS_3

Uncle Brian menyuapkan kue yang baru saja ia potong itu pada sang kekasih, membuat si kembar dan kawan-kawan bertepuk tangan senang melihat hal itu.


Galih yang menjadi tukang vidio in pun berdiri di depan sang uncle dan aunty Sheila.


"Etal ulu ucel, atu, ua, iga(bentar duku uncle, satu, dua, tiga)" ucap Galih memberikan aba-aba pada sang uncle.


Mama Sisi dan papa Leo tersenyum melihat si kembar dan kawan-kawan itu, Brian juga memotong kue dan membaginya pada si kembar dan kawan-kawan.


"Kalian makan sendiri saja yah, kan udah pada gede," ucap Brian.


"Ia ucel, Ita enen atan dili to(iya uncle, kita pengen makan sendiri kok)" ucap Galah mengambil piring yang berisikan kue ulang tahun uncle Brian.


"Jangan lupa berdoa dulu guys," ucap uncle Brian.


"Ia ucel, Ita au to(iya uncle, kita tau kok)" ucap Galih.


"Ucel etap eliin ita es tim tan(uncle tetap beliin kita es krim kan)" ucap Iqbal melihat uncle Brian.


"Iya, nanti kita mampir ke kedai es krim, kalian tenang saja oke," ucap uncle Brian dengan senang.


"Ote de, Yo ais ita atan ue ya(oke deh, ayo guys kita makan kue nya)" ucap Galih dan langsung menyuapkan kuenya ke dalam mulut.


"Um, enat anet ni ue ya(em, enak banget nih kue nya)" ucap Galah melihat kawan-kawan.


Galih melihat ke arah Nara yang belepotan dengan coklat, Galih mengambil tisu lalu mengelap sudut bibir Nara dengan begitu lembut, membuat uncle Brian dan juga aunty Sheila baper sendiri.


"Sayang, Galih romantis banget tuh liat," ucap Sheila menunjuk ke arah Galih.


"Aku juga bisa sayang, tapi kan bibir kamu gak belepotan," ucap Brian melihat sang kekasih.


"Emangnya harus nunggu bibir belepotan dulu apa," ucap Sheila.


"Iya-iya maaf, nanti aku gitu deh sama kamu yah," ucap Brian mendekatkan wajahnya ke arah sang kekasih.


"Ucel au pain oty Ela(uncle mau ngapain aunty Sheila)" tanya Galih melihat sang uncle dengan tatapan tajamnya.


"Gak, kamu kepo deh," ucap uncle Brian mencari alasan.


"Asan aja(alasan saja)" ucap Galih.


"Hehehe, kamu nih bisa aja," ucap uncle Brian mengacak rambut ponakannya itu.


Kejutan ulang tahun sederhana di kediaman Sheila membuat Brian begitu senang, ia benar-benar tidak tau kalau sedang di prank oleh sang kekasih dan para bocil.


****


Marvel sedang mengendarai mobilnya, saat ini pria itu akan datang ke kediaman sang kekasih Adel.


Sambil melihat kaca spion, Marvel melihat mobil yang sedari tadi mengikutinya itu.


"Itu mobil siapa sih, kok ngikutin gue terus," ucap Marvel seorang diri.

__ADS_1


Marvel terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat mobil itu juga mengejar mobil Marvel dengan cepat.


"Oh mau bermain-main sama gue rupanya," ucap Marvel menambah kecepatan laju mobilnya, membuat mobil-mobil yang mengikutinya itu kewalahan mengejar mobil Marvel yang berada di depan.


"Gue di lawan, mantan pembalap nih," ucap Marvel melihat mobil di belakang tertinggal jauh.


Marvel terus mengendarai mobilnya, sampai tiba di depan ramah sang kekasih.


"Den Marvel, mau ketemu non Adel yah?" Tanya pak sopir.


"Iya pak, saya ke dalam dulu pak," ucap Marvel dengan sopan.


"Eh Den Marvel, mau ketemu den Adel yah?" Tanya bibi.


"Iya Bi," ucap Marvel.


Bibi mengajak Marvel masuk ke dalam, lalu bibi menyuruh Marvel untuk duduk di ruang tamu. Bibi juga membuatkan minum untuk tamu dari majikannya itu.


Bibi naik ke lantai dua dan memanggil Adel yang sedang bersiap-siap.


Tokk...


Tokk...


"Non Adel, den Brian sudah menunggu di bawa," ucap bibi.


"Iya Bi, bilangin tunggu bentar yah," ucap Adel sambil tersenyum.


Bibi mengatakan pada Marvel kalau sebentar lagi Adel akan segera turun.


Marvel akan mengajak sang kekasih pergi jalan-jalan, karena selama beberapa minggu ini Marvel sibuk dengan pekerjaannya.


****


"Mas, hari ini kan ulang tahunya adik, apa kita gak ngasi dia kejutan?" Tanya mommy Nisa melihat sang suami.


"Sudah sayang, aku sudah meminta Leo untuk menyiapkan semuanya," ucap Daddy Nicko.


"Jadi diam-diam mas udah buat kejutan buat putra kita?" Tanya mommy Nisa.


"Yes sayang," ucap Daddy Nicko sambil tersenyum menggoda.


"Ish, udah tua juga," ucap mommy Nisa.


"Tua-tua gini masih tampan dan kuat loh sayang," ucap Daddy Nicko sambil terkekeh geli melihat wajah kesal istrinya itu.


"Malu mas sama umur," ucap mommy Nisa.


"Umur mas aja yang tua sayang, tapi aku masih terlihat tampan," ucap Nicko tak henti-hentinya menggoda sang istri.


"Terserah mas saja," ucap mommy Nisa.

__ADS_1


"Jangan ngambek sayang, kau akan semakin terlihat cantik," ucap Daddy Nicko.


"Berhenti dad, kau dari tadi terus saja menggoda ku," ucap mommy Nisa.


Nicko tersenyum melihat istrinya itu.


****


Hari sudah semakin sore, Brian pun mengajak si kembar dan kawan-kawan pulang ke rumah, karena nanti sehabis magrib Iqbal dan Kifli akan di jemput oleh orang tua mereka.


"Ya ga asit da au ulan aja(yah gak asik udah mau pulang saja)" ucap Galih mengerucut kesal.


"Kan udah mau malam boy, nanti Iqbal dan Kifli juga bakalan di jemput kan," ucap Brian.


"Ia Alih, Ita ulan aja ya(iya Galih, kita pulang saja yah)" ucap Nara dengan lembut.


"Ote de(oke deh)" ucap Galih.


Kalau Nara yang mengatakan, pasti Galih akan mendengar apa yang di katakan oleh gadis kecil itu.


"Ayo pamit sama aunty Sheila sama kakek Lie dan eyang Sisi," ucap Brian.


"Oty Ita ulan ulu ya, anti ita ain agi(aunty kita pulang dulu yah, nanti kita main lagi)" ucap Galah.


"Iya sayang," ucap aunty Sheila.


"Ita ulan ya oty(kita pulang yah aunty)" ucap si kembar dan kawan-kawan.


"Eyan Isi, akek Yeo Ita amit ulan ya (eyang Sisi, kakek Leo kita pamit pulang dulu yah)" ucap si kembar dan kawan-kawan bersama.


"Iya sayang, hati-hati yah," ucap eyang Sisi sambil tersenyum.


"Ia eyan(iya eyang)" ucap si kembar dan kawan-kawan.


Setelah pamit pada pemilik rumah, Brian pun membawa para bocil itu keluar dari dalam rumah sang kekasih, rumah jadi sepi setelah si kembar dan kawan-kawan pulang.


"Ayo hati-hati masuk mobil, jangan rebutan yah," ucap Brian memperingati kelima bocah kecil itu.


"Ia ucel(iya uncle)" ucap kelima bocil itu.


Nara duduk di kursi depan bersama uncle Brian, sedangkan si kembar dan kedua sohib nya duduk di kursi belakang.


"Sudah siap semua, kita pulang samaran yah," ucap Brian.


Si kembar hanya sibuk mengobrol bersama kedua sohibnya, membuat uncle Brian di kacangin sendiri oleh lara bocil itu.


"Ucel omon Ama Nala aja(uncle ngomong sama Nara saja)" ucap gadis kecil itu melihat uncle Brian.


Brian hanya tersenyum mengusap kepala gadis kecil itu, Brian tidak pernah membedakan antara si kembar dan sahabat-sahabatnya itu, buat Brian semua sama, Brian menyayangi semuanya walaupun ponakannya hanya si kembar.


Next...

__ADS_1


__ADS_2