
Setelah jam pulang kantor tiba, Brian bergegas keluar dari ruangannya. Brian menghampiri Kevin yang masi berada di meja kerja nya.
"Vin!" panggil Brian.
"Iya bos, ada yang bisa saya bantu?" tanya Kevin.
"Nanti tolong kamu taru di atas meja saya aja yah, berkas yang saya minta tadi, saya harus pergi," ucap Brian.
"Baik bos," ucap Kevin.
Brian lalu pergi masuk ke dalam lift, karena sang mommy dan sang kekasih pasti sudah menunggu di mall saat ini.
Ting...
Pintu lift terbuka, Brian keluar dari dalam lift dan melangkah ke arah lobby, di mana mobilnya berada.
"Harus cepat sampai nih, nanti mommy bisa ngamuk kalau gue telat," ucap Brian.
Brian mengendarai mobilnya keluar dari kantor Wijaya Group. jalan sudah lumayan padat dengan kendaraan, karena sudah waktunya jam pulang kerja. Tapi untung saja Brian tidak terjebak macet.
35 menit kemudian, Brian tiba di salah satu mall besar di pusat kota jakarta. Brian turun dari mobil dengan kacamata hitam miliknya.
Brian mengedarkan pandangannya, untuk mencari keberadaan sang mommy dan sang kekasih.
"Mom!" panggil Brian.
"Hay sayang, sini dong. Tolong bawakan belanjaan mommy sama Sheila yah," ucap mommy Nisa sambil tersenyum manis.
"Mana belanjaan mommy?" tanya Brian.
"Tuh, cuma dikit kok," ucap mommy Nisa, menunjuk ke arah tumpukan belanjaan.
"What, ini semua mom?" tanya Brian tak percaya.
"Iya sayang," ucap mommy Nisa.
"Pantes aja uang gue banyak keluar, ternyata mommy ngeborong," ucap Brian dengan pelan, takut kedengaran sang mommy.
"Kak, gak papa?" tanya Sheila.
"Gak papa kok sayang, ayo kita ke mobil," ucap Brian sambil membawa belanjaan banyak.
Brian memasukan semua belanjaan ke dalam bagasi mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk sang mommy dan sang kekasih.
"Sayang, nanti masakin aku ikan sarden yah," ucap Brian saat sudah berada dalam mobil.
"Iya kak," ucap Sheila tersenyum manis.
__ADS_1
Mommy Nisa duduk di kursi belakang, sedangkan Sheila duduk di kursi depan bersama dengan Brian, yang akan mengemudi mobil.
"Mom, borong apa sih kok banyak banget?" tanya Brian kepo.
"Banyak lah sayang, baju tidur, baju untuk ponakan kembar mu juga," ucap mommy Nisa.
"Kalau sayang, beli apa?" tanya Brian.
"Baju juga kak," ucap Sheila.
Brian melirik sang mommy yang sedang serius bertukar chet dengan sang suami. Sambil tersenyum sendiri, mommy Nisa membalas chet dari sang suami.
"Daddy yah mom?" tanya Brian.
"Iya sayang, daddy kamu ini biar udah tua masi saja romantis sama mommy," ucap mommy Nisa.
"Aku juga gitu kok sama calon istri aku, iya kan sayang," ucap Brian melirik Sheila sambil mengedipkan mata.
"Romantis tapi gak cepat di lamar," ucap mommy Nisa.
"Sabar lah mom, lagi persiapan nih," ucap Brian.
"Jangan di tunda terus sayang, mommy mau kalian cepat nikah," ucap mommy Nisa dengan serius.
"Iya mom, insya Allah secepatnya," ucap Brian.
Tak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai oleh Brian memasuki gerbang rumah merah mereka. Kedatangan mereka langsung di sambut oleh daddy Nicko yang sedang bermain ponsel di terus depan pintu utama.
"Waalaikumsalam sayang, baru pulang?" tanya daddy Nicko.
"Iya mas, putra mu lama jemput," ucap mommy Nisa.
Suara keributan terdengar dari dalam rumah, membuat mommy Nisa, Brian dan Sheila heran.
"Mas, kok di dalem ribut sih?" tanya mommy Nisa.
"Iya sayang, ada si kembar dan kawan-kawannya," ucap daddy Nicko.
"Eyan Isa(eyang Nisa)" panggil si kembar dan yang lain berlari keluar.
"Hey cucu-cucu eyang, kok gak bilang sih kalau mau datang, tau gitu kan eyang sama kak Sheila gak pergi," ucap eyang Nisa.
"Ita te tini itut akek to eyan, adi akek ali uma ita iat adit embal(kita ke sini ikut kakek kok eyang, tadi kakek dari rumah kita liat adik kembar)" ucap Galah.
"Kalian nginap di sini?" tanya uncle Brian.
"Ga la ucel, ita esot tan lus kola(gak lah uncle, kita besok kan harus sekolah)" ucap Galih.
__ADS_1
"Terus siapa yang jemput?" tanya uncle Brian lagi.
"Ga da, ucel yan antel ita ulan(gak ada, uncle yang anter kita pulang)" ucap Galih.
"Eyan, ga eli pa itu(eyang, gak beli apa-apa gitu)" tanya Galah.
"Gak sayang, eyang gak tau kalau ada kalian di rumah," ucap eyang Nisa.
"Ya, daal ita agi ungu ya ais ali adi(yah, padahal kita nunggu yah guys dari tadi)" ucap Galih.
"Mau gak aunty masakin ikan sarden?" tanya aunty Sheila.
"Itan den, tu itan di ana oty (ikan sarden, itu ikan gimana aunty)" tanya Galah.
"Ikan kaleng," ucap aunty Sheila.
"Oleh de, ali ada ga da, ia ga ais(boleh deh, dari pada gak ada, iya gak guys)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari kawan-kawan nya.
"Yah sudah ayo kita masuk," ajak eyang Nisa.
Semuanya pun masuk ke dalam rumah, si kembar dan kawan-kawan nya mengikuti aunty Sheila pergi ke dapur.
Sedangkan uncle Brian naik ke lantai udah untuk membersihkan dirinya.
Si kembar dan kawan-kawan duduk di kursi meja makan, melihat aunty Sheila yang mengambil ikan sarden yang ada di dalem lemari.
Aunty Sheila meletakan di atas meja makan, lalu mengambil bahan-bahan yang lain, Galih mengambil satu kaleng ikan sarden dan melihatnya.
"Oo, ni itan alden ya oty, to i alam alen isa da itan ya(oh, ini ikan sarden yah aunty, kok di dalam kaleng bisa ada ikan yah)" ucap Galih dengan penasaran.
"Iya sayang, ini kan udah dalam kemasan," ucap aunty Sheila sambil tersenyum.
"Oo, ditu ya oty(oh, gitu yah aunty)" ucap si kembar dan yang lain.
Aunty Sheila membuka kaleng sarden, lalu menuangkan isinya ke dalam baskom yang sedikit besar, karena aunty Sheila membuatnya 6 kaleng sarden.
"Wa, enal da itan ya, api ecil-ecil ya oty(wah, benar ada ikan nya, tapi kecil-kecil yah aunty)" ucap Galah.
"Iya sayang, kan kalengnya juga kecil," ucap aunty Sheila sambil tersenyum.
"Au ya alum uga, asti enat ni(bau nya harum juga, pasti enak nih)" ucap Galih.
"Ia, atu uga ga abal au oba(iya, aku juga gak sabar mau coba)" ucap Iqbal.
"Iya, sabar yah, ini aunty masak dulu sama bumbu yang lain, biar enak," ucap aunty Sheila.
"Ia oty antit(iya aunty cantik)" ucap Galih.
__ADS_1
Aunty Sheila hanya tersenyum saja melihat si kembar dan kawan-kawan nya, selalu saja lucu dan bikin ketawa terus.
Next...