
Mami Ambar dan papi Gilang, terlihat memberikan selamat untuk Brian dan Sheila.
"Dek selamat yah, Kaka ikut bahagia liat kalian berdua menikah," ucap mami Ambar.
"Makasih kak," ucap Brian memeluk kakaknya dengan erat.
Mami Ambar lalu bergantian memeluk Sheila, adik iparnya yang terlihat begitu cantik hari ini.
"Selamat yah untuk kalian berdua," ucap Papi Gilang memeluk adik iparnya.
"Makasih kak," ucap Brian dan Sheila.
Terlihat Maura dan Jovian juga memberikan selamat untuk Brian dan Sheila, Brian terlihat masih sempat-sempatnya menoel pipi gembul beby Aqil.
Brian dan Sheila saling pandang melihat rombongan bocil kembali naik ke atas pelaminan lagi, yang paling depan adalah Galih.
"Mau ngapain lagi tuh bocah-bocah," ucap Brian.
"Ai ucel, oty (Hay uncle, aunty)" sapa Galih dengan senyum mautnya.
"Mau ngapain lagi?" Tanya Brian menatap si kembar dan kawan-kawan.
__ADS_1
"Au tapin amat la, tan adi ita lum asi amat, ia ga ais(mau ngucapin selamat lah, kan tadi kita belum kasih selamat, iya gak guys)" ucap Galih melihat kawan-kawannya.
"Ia enal tu(iya benar tuh)" ucap Galah dan yang lain.
"Yah sudah cepat deh," ucap uncle Brian sedangkan Sheila hanya tersenyum melihat geng si kembar.
"Abal don ucel, ulai Ali atu ya (sabar dong uncle, mulai dari aku yah)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari kawan-kawan.
"Amat ya ucel, oty agia lalu oa in ayu ama Nala uga, ial epat ikah(selamat yah uncle, aunty bahagia selalu doain aku sama Nara juga, biar cepat nikah)" ucap Galih membuat Brian melihat Sheila kaget.
"Yah ela ngasih selamat malah minta doain juga," ucap Brian.
"Eman ala yah ucel(emang salah yah uncle)" tanya Iqbal.
"Amat ya oty, epat asi ia adit ayi uga(selamat yah aunty, cepat kasih kita adik bayi juga)" ucap Galih memeluk Sheila.
"Minta adik bayi di kira kaya minta mainan apa," ucap Brian menggeleng kepala.
"Amat ya ucel(selamat yah uncle)" ucap Galah.
"Iya makasih yah," ucap uncle Brian.
__ADS_1
Aduh rombongan si kembar dan kawan-kawan panjang banget, membaut Brian dan Sheila pegal-pegal harus menunduk.
"Gila, bisa encok nih pinggang gara-gara sih kembar," ucap Brian.
Acara berlangsung sangat meriah, Sindi memilih untuk segeran pergi, sebelum kebusukannya terungkap di sana di depan banyak orang dan bisa menyeret dirinya.
Mama Sisi dan papa Loe memberikan selamat untuk putri dan juga menantu mereka, putri semata wayang mereka sekarang sudah menjadi seorang istri.
Semua keluarga malam ini menginap di hotel, dan si kembar, Iqbal dan Kifli punya kamar sendiri, begitu pun dengan Nara dan Puput.
"Sayang mau mandi dulu?" Tanya Brian melihat istrinya sudah berbaring.
"Gak kak, aku udah ngantuk banget, besok aja," ucap Sheila.
"Yah sudah, Kaka mandi dulu yah," ucap Brian menutup selimut sampai batas dada, Brian mencium kening Sheila sebelum ia masuk ke kamar mandi.
Brian merilekskan badannya dengan berendam di bat up, hari ini sungguh sangat melelahkan.
Selesai berendam, Brian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Brian mengambil baju tidur selesai itu ikut bergabung bersama istrinya.
Brian memeluk Sheila yang sudah tertidur pules, dan tak berselang lama Brian juga ikut terlelap.
__ADS_1
Next...