Will You Merry Me

Will You Merry Me
Harus Mandiri


__ADS_3

Di selah meeting berlangsung, Sindi tak henti-hentinya melihat ke arah Brian yang sedang fokus memimpin meeting.


Marvel dan Tio yang duduk tak jauh dari Brian, hanya bisa saling pandang. Marvel begitu kesal dengan wanita yang bernama Sindi itu.


"Baik, meeting siang ini selesai," ucap Brian menutup meeting.


"Pak Brian hebat, sama seperti pak Nicko," ucap salah satu rekan bisnis Brian.


"Terimakasih pak," ucap Brian sambil berjabat tangan dengan semua rekan bisnis.


"Hay Bri, hay Vel." Sapa Sindi sok akrap.


"Tio, tolong kamu pesankan makan siang untuk kita bertiga yah," ucap Brian.


Sindi melihat ke arah pria yang di panggil Tio oleh Brian, melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Loh Tio, udah gak gembel lagi yah," ucap Sindi dengan sinis.


"Alhamdulillah udah gak," ucap Tio sambil tersenyum.


"Ternyata loh masi menggantung sama Brian juga yah?" tanya Sindi dengan sinis sambil melihat ke arah Brian.


"Memangnya kenapa, apa urusan kamu, lebih baik keluar dari ruangan ini karena meeting sudah selesai," ucap Brian dengan tegas.


Brian begitu kesal dan marah dengan Sindi, wanita itu tidak pernah berubah ternyata. Dari kecil sampai sekarang kelakuan sombongnya dan merendahkan orang masi saja ada.


"Bri, aku mau ngajak kamu dan Marvel makan siang bareng, karena ini juga kan udah masuk jam makan siang," ucap Sindi.


"Makasih, tapi saya sudah meminta Tio untuk memesan makan siang untuk kami," ucap Brian masi dengan suara datarnya.


"Ayo bu Sindi, kita pergi sekarang." Ajak Mira sekertaris Sindi.


Sindi dan Mira lalu keluar dari ruangan meeting, meninggalkan Brian, Marvel dan Tio.


"Yo, udah gak usah di dengar apa kata Sindi," ucap Brian menepuk punggung sang sahabat.


"Iya, gak papa kok, loh berdua tenang saja," ucap Tio sambil tersenyum.


Brian, Marvel dan Tio lalu keluar dari ruangan meeting, berjalan ke arah ruangan Brian yang bertuliskan CEO di atas daun pintu.


Di sisi lain Sindi dan Mira keluar dari dalam lift, Sindi mengumpat kesal karena Brian selalu saja menolak ajakan nya.


Mira yang berjalan di belakang Sindi hanya diam saja, takut salah berbicara.


🍀🍀🍀🍀


Mommy Nisa dan Sheila, saat ini sedang berada di pusat perbelanjaan di salah satu mall. Kedua wanita cantik itu begitu asik masuk keluar tokoh.

__ADS_1


"Sayang, kita masuk ke tokoh itu yuk." Ajak mommy Nisa.


Dengan di gandeng oleh mommy Nisa, Sheila hanya mengikut saja kemanapun calon mertua nya itu mengajak.


"Sayang, ini bagus deh buat kamu," ucap mommy Nisa.


"Ini harganya mahal mom, sayang uangnya," ucap Sheila.


"Udah gak papa, kamu lupa yah kalau calon suami kamu itu anaknya sultan," ucap mommy Nisa sambil berbisik.


Sheila hanya tersenyum saja, lalu mengambil baju yang di pilih kan oleh mommy Nisa, sedangkan mommy Nisa juga mengambil beberapa baju tidur untuknya.


"Mommy beli ini?" tanya Sheila melihat baju tidur yang sangat tipis.


"Iya sayang, baju tidur mommy selalu sobek oleh daddy," ucap mommy Nisa sambil tersenyum geli.


Sheila hanya tersenyum melihat mommy Nisa, Sheila mengerti maksud mommy Nisa soal baju tidur yang selalu sobek oleh sang daddy.


"Ayo sayang kita bayar," ucap mommy Nisa.


Keduanya pun pergi ke arah kasir, dan mommy Nisa menyerahkan kartu berwarna gold untuk melakukan pembayaran.


Kartu itu mommy Nisa ambil dari dompet sang putra tadi pagi, dan Brian tidak tau kalau kartu itu berada di tangan sang mommy sekarang.


Total belanjaan semuanya hampir 15 juta, dan mommy Nisa tersenyum penuh arti. Pasti putranya bakalan kaget nanti kalau ada notif masuk.


🍀🍀🍀🍀


Ting...


Ting...


Lagi-lagi bunyi notif yang sama terdengar oleh Brian, Marvel dan Tio. Karena penasaran, Brian mengambil ponselnya dari saku celananya, dan melihat isi sms yang dua kali masuk itu.


Uuhukk...


uuhhukkk..


Brian terbatuk-batuk membaca sms yang masuk itu, baru saja melakukan pembayaran senilai 50 juta.


"Ini minum dulu, loh kenapa sih?" tanya Tio.


Bukannya menjawab pertanyaan sang sahabat, Brian mala melepaskan makan saing nya dan berjalan ke arah meja kerja nya, mengambil dompet milik dan dan membukanya.


Benar saja, salah satu kartu gold miliknya hilang, ada yang mengambil. Terdengar chet masuk dan segera Brian membuka nya.


"Sayang, mommy ajak calon istri kamu jalan-jalan, jangan marah yah, mommy yang ambil kartu milik kamu," isi chet dari kontak yang tertulis mommy sayang.

__ADS_1


"*Jadi mommy yang udah ngambil kartu aku, tapi kok aku gak tau yah," ucap Brian dalam hati.


"Jangan di habisin semua uangnya mom, aku lagi nabung buat ngelamar calon istriku," isi balasan pesan Brian*.


"Nanti kerja keras lagi kalau uangnya habis yah," isi pesan mommy Nisa.


Brian menghela nafas pelan, kembali duduk di kursi dekat Marvel dan kembali melanjutkan makan siangnya yang tertunda itu.


"Loh kenapa?" tanya Marvel.


"Mommy gue belanja banyak dan make uang gue yang lagi nabung buat nikahin Sheila," ucap Brian di selah mengunyah makanan nya.


"Lagian loh sih, anak sultan tapi uang Nikah mau nabung," ucap Marvel.


"Gue pengen nikahin Sheila pake uang hasil kerja gue sendiri, gue gak mau pake uang daddy," ucap Brian.


"Serah loh deh, nanti loh harus rajin nabung lagi, kan sebagian udah ke pakai," ucap Marvel sambil terkekeh geli.


"Iya, harus seperti itu," ucap Brian.


Brian berbeda dengan yang lain, ia ingin melamar gadis nya dan nikahin ga dia nya dengan uang hasil kerja keras nya sendiri. Brian gak mau mengandalkan sang daddy.


"Jadi kapan loh mau ngelamar Sheila?" tanya Marvel.


"Awal bulan depan, gue udah siapin tempatnya juga," ucap Brian.


"Di mana?" tanya Marvel kepo.


"Gak usah kepo deh, kaya si kembar aja loh," ucap Brian.


"Harus dong, biar gue belajar buat ngelamar Adel nanti," ucap Marvel.


"Nabung dulu, baru nikahin anak gadis orang," ucap Brian.


"Gue gak usah nabung, duit daddy gue udah banyak," ucap Marvel santai.


"Ck, gak usah ngandelin duit orang tua, mandiri dong kaya gue," ucap Brian.


"Yah udah, gue pinjem sama loh aja nanti," ucap Marvel.


"Pinjem, enak aja loh," ucap Brian.


Tio hanya diam saja, melihat kedua sohibnya itu berdebat tiada henti sedari tadi, kue buat cuci mulut udah habis di lahap oleh Tio.


Di saat Brian dan Marvel mau mengambil, dus nya sudah kosong tampa sisa.


Next...

__ADS_1


__ADS_2