Will You Merry Me

Will You Merry Me
Kamu Nanya


__ADS_3

Suasana di puncak pada malam hari, semuanya saat ini sudah berkumpul di meja makan yang gak terlalu besar itu.


Si kembar dan kawan-kawan melihat semua menu yang ada di atas meja, udah udara dingin, banyak menu yang anget dan berkuah lagi.


"Eyan ni pa to anyat ulat-ulat ci(eyang ini apa kok banyak bulat-bulat sih)" tanya Galah penasaran.


"Amu anya(kamu nanya)" ucap Galih yang duduk di dekat sang kembaran.


Membuat semua yang duduk di meja makan, melihat ke arah Galih.


"Atu ius Alih, anya(aku serius Galih, nanya)" ucap Galah.


"Amu anya(kamu nanya)" ucap Galih lagi.


"Ist, Alih elin anet ci adi olan, atu alas(ish, Galih nyebelin banget sih jadi orang, aku malas)" ucap Galah kesal melihat sang adik.


"Amu aya ga au asa aul aja de(kamu kaya gak tau bahasa gaul saja deh)" ucap Galih melihat Galih.


"Tau dari mana bahasa itu?" tanya uncle Brian.


"Ucel anya(uncle nanya)" lagi-lagi Galih menjawab kata-kata yang sama buat sang uncle.


"Uncle nanya serius yah, gak lagi bercanda," ucap uncle Brian.


"Hihihii, ali tat Dep ucel, adi agi tan atu anya dini ama tat Dep, tat agi atan pa tu, lus tat Dep awab dini, amu anya(hihihihi, dari kak Dev uncle, tadi pagi kan aku nanya gini sama kak Dev, kak lagi makan apa itu, terus kak Dev jawab gini, kamu nanya)" ucap Galih.


"Amu anya(kamu nanya)" ucap Iqbal lagi.


"Gak usah di ikutin bahasanya," ucap uncle Brian.


"Eman enapa ucel, tu tan asa aul etalan(emang kenapa uncle, itu kan bahasa gaul sekarang)" ucap Galih.


"Tau dari mana itu bahasa gaul, bukannya baru tau dari kak Dev?" tanya uncle Brian.


"Ya ali tat Dep uga don ucel(yah dari kak Dev juga dong uncle)" ucap Galih.


"Sudah-sudah, ayo sekarang kita makan malam saja, nanti kuah nya udah keburu dingin lagi," ucap eyang Nisa.


"Mas, mau makan apa, biar aku ambilin?" tanya eyang Nisa melihat sang suami.


"Kamu nanya," ucap kakek Nicko.


"Ihh, mas," ucap eyang Nisa.


"Iya-iya maaf sayang, itu sup bening sama telur puyu nya juga," ucap daddy Nicko sambil tersenyum geli.

__ADS_1


Sedangkan si kembar dan kawan-kawan juga terkikik geli mendengar kakek Nicko mengikuti bahasa gaul Galih.


Makan malam pun di mulai, seperti biasa celotehan si kembar dan kawan-kawan selalu menemani mereka.


"Eyan, atu au agi don elul etil-etil ya(eyang, aku mau lagi dong telur kecil-kecil nya)" ucap Galih.


"Siniin sayang piring nya, ada yang mau juga?" tanya eyang Nisa.


"Ga eyan, ama atu asi da ni(gak eyang, sama aku masi banyak nih)" ucap Galah.


"Amu anya hihihiii(kamu nanya hihihi)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Amu el anya-anya heheheee(kamu bertanya-tanya hehehe)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"To amu unya asa aul uga ci(kok kamu punya bahasa gaul juga sih)" tanya Galih pada sang kaka.


"Ia don, atu uga egal ali tat Dep(iya dong, aku juga dengar dari kak Dev)" ucap Galah sambil mengunyah makanan nya.


Para orang tua hanya menggeleng kepala mendengar celoteh si kembar, sedangkan Iqbal, Kifli dan Nara makan dalam diam, hanya mendengar celotehan sih kembar saja.


Terdengar bunyi ponsel dengan dering yang tak asing, dan deringan ponsel itu berasal dari arah kelima bocah kecil yang duduk di kursi berdekatan itu.


Galah tiba-tiba mengambil hp dari saku piyama tidurnya, dan melihat si penelpon.


"Alah, amu awa pe api ya(Galah, kamu bawa hp papi yah)" tanya Galih, karena ia mengenali hp milik sang papi.


"Heheeee, ia bis atu tan uga enen poto ais(hehehe, iya habis aku kan pengen foto guys)" ucap Galah.


"Itu siapa yang nelpon boy?" tanya daddy Nicko.


"Ami ke(mami kek)" ucap Galah.


"Di angkat sayang, mungkin mami pengen ngobrol sama kalian," ucap eyang Nisa.


Galah pun menggeser tombol hijau ke atas, dan muncullah wajah mami Ambar dan papi Gilang di layar hp, papi Gilang terlihat menghela nafas berat di seberang sana.


"Ay api, ami(hay papi, mami)" sapa Galah.


"Hay sayang, aduh lagi makan yah, yang lain mana?" tanya mami Ambar.


"Ni agi atan uga(ini lagi makan juga)" ucap Galah mengarahkan ponsel ke arah uncle Brian, aunty Sheila dan para eyang dan kakek.


"Ami, Alah awa pe api(mami, Galah bawa hp papi)" ucap Galih tiba-tiba mendekati sang kembaran.


"Iya sayang gak papa," ucap mami Ambar.

__ADS_1


"La lus, api di ana don alo ga unya pe(lah terus, papi gimana dong kalau gak punya hp)" ucap Galih.


"Kamu nanya," ucap uncle Brian.


Kan ada hp mami sayang," ucap mami Ambar.


"Ist, ucel ni(ish, uncle ini)" ucap Galih.


Uncle Brian hanya tersenyum melihat calon istri yang duduk di dekatnya.


"Yah sudah, kalian lanjut makan lagi yah, mami tutup dulu telponnya," ucap mami Ambar.


"Ia mi, daaa mi(iya my, dada my)" ucap si kembar bersama, lalu panggilan vc pun mati.


Galah meletakan ponsel sang papi di atas meja yang ada di dekatnya, lalu melanjutkan makan malam dengan pelan.


"Alah ni awa pe api(Galah ini bawa hp papi)" ucap Galih.


"Atu tan enen poto uga(aku kan pengen foto juga)" ucap Galah.


"Tan da pe atu(kan ada hp aku)" ucap Galih.


"Kamu nanya," ucap uncle Brian.


"Atu ga anya ucel, atu uma ilan(aku gak nanya uncle, aku cuma bilang)" ucap Galih.


"Sayang, mau nambah sayur lagi?" tanya Sheila melihat sayur yang ada di piring Brian sudah dikit.


"Boleh calon istriku, dikit saja," ucap uncle Brian.


Keromantisan keduanya di saksikan oleh para bocil dan para orang tua mereka, Galih tiba-tiba berkata.


"Ucel ni ebay anet, bil dili aja(uncle ini lebay banget, ambil sendiri saja)" ucap Galih.


"Kan uncle punya calon istri di dekat, jadi gak papa dong kalau uncle minta tolong," ucap uncle Brian sambil mengedipkan sebelah matanya.


Membuat Galih menjadi kesal saja, sang uncle selalu saja mencuri keadaan kalau mereka sedang berdebat.


"Abal ya Alih(sabar yah Galih)" ucap Nara.


"Ia Nala, atu elalu abal to(iya Nara, aku selalu sabar kok)" ucap Galih sambil tersenyum.


Uncle Brian dak aunty Sheila tersenyum melihat Galih dan juga Nara, uncle Brian sudah menduga nih pasti Nara bakalan di suka in oleh Galih sampai besar nanti.


Next...

__ADS_1


__ADS_2