Will You Merry Me

Will You Merry Me
Tau Dari Papi & Mami


__ADS_3

Suara tawa si kembar dan kawan-kawan memenuhi ruang tv, karena film kartun Pororo yang mereka tonton begitu lucu dan seru.


Uncle Brian kembali bergabung dengan para bocil, di susul juga oleh kakek Nicko dan kakek Leo.


"Seru banget kayaknya," ucap kakek Leo.


"Ia ke, ita agi onton ololo(iya kek, kita lagi nonton Pororo)" ucap Galah.


"Boy, kalian tau dari mana kalau kita mau ke puncak?" tanya kakek Nicko.


Si kembar melihat ke arah sang kakek, lalu menceritakan bagaimana mereka bisa tau kalau eyang dan kakek akan ke puncak.


"Adi dini ke, atu ama Alah tan au te amal api ama ami, au iat adit embal lus ita ga egada egal api ama ami oblol dini, as edi apa omy au te untat, amalan ya adit au i adatan i untat, lus api awab dini, adus don ayan api iam-iam anan ampai ti embal egal, anti isa-isa eleta itut agi(jadi gini kek, aku sama Galah kan mau ke kamar papi sama mami, mau liat adik kembar terus kita gak sengaja dengan papi sama mami ngobrol gini, mas daddy sama mommy mau ke puncak, lamaran nya adik mau di adakan di puncak, terus papi jawab gini, bagus dong sayang tapi diam-diam jangan sampai si kembar dengar, nanti bisa-bisa mereka ikut lagi)" ucap Galih panjang lebar, yang mendapat anggukan juga dari sang kembaran.


"Berarti kalian nguping dong?" tany uncle Brian.


"Utan upin ucel, api ga egada egal ita, ia tan Alah(bukan nguping uncle, tapi gak sengaja dengar kita, iya kan Galah)" ucap Galih.


"Ia enal tu, anan ebaanan udu ya ucel(iya benar itu, jangan sembarangan nuduh yah uncle)" Galah membelah sang kembaran.


"Sama aja, gak ada bedanya," ucap uncle Brian.


"Ya da alo ga eltaya ama ita, ita ga elduli ia ga ais(yah sudah kalau gak percaya sama kita, kita gak perduli)" ucap Galih.


"Hey-hey semua, ayo sarapan dulu," ucap mommy Nisa yang memasuki ruang tv.


"Oty ela ana eyan, ita agil oty ela ulu ya(aunty Sheila mana eyang, kita panggil aunty Sheila dulu yah)" ucap Nara.


"Iya sayang, cepat yah," ucap eyang Nisa.


Nara dan Galih pergi naik ke lantai atas, untuk memanggil aunty Sheila yang belum juga turun.


"Alih, amu ungu tini ya, atu au asut ulu au agil oty ela(Galih, kamu tunggu di sini yah, aku mau masuk dulu mau panggil aunty Sheila)" ucap Nara.


"Ia Nala, epat ya Nala(iya Nara, cepat yah Nara)" ucap Galih.


"Oty, i agil eyan ita da au alapan(aunty, di panggil eyang kita udah mau sarapan)" ucap Nara.


"Iya sayang, bentar yah aunty pakai ini dulu," ucap aunty Sheila.


Selesai itu, aunty Sheila mengajak Nara keluar. Ketiganya lalu turun ke lantai bawa dan pergi ke rumah makan, di sana semua sudah menunggu. Sarapan pagi di puncak pun di mulai.


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Marvel saat ini sedang bersiap-siap akan menyusul ke puncak bersama sang kekasih, mommy Nara sedari tadi tak henti-hentinya mengomeli putra bungsunya itu.


"Sayang, kamu dengar apa kata mommy kan?" tanya mommy Nara.


"Yes mom, Marvel dengar kok, mommy tenang saja oke," ucap Marvel memeluk sang mommy dengan sayang.


"Dad, mommy sering marah-marah, apa sama daddy juga gitu?" tanya Marvel.


"Tidak boy, hanya padamu saja, karena kau tak mau mendengarkan mommy mu," ucap daddy Erik.


"Jam berapa ke puncak, Brian udah mau ngelamar Sheila, kamu nunda-nunda terus," ucap mommy Nara.


"Siang mom, nanti langsung jemput Adel juga," ucap Marvel.


"Balik hari ini apa nginep?" tanya mommy Nara.


"Kayaknya nginap mom, nanti pulang besok sama yang lain, ada si kembar dan kawan-kawan nya juga di puncak mom, dad," ucap Marvel.


"Bocah-bocah di puncak juga, gak ketinggalan yah," ucap mommy Nara.


"Iya, si kembar mana bisa di tinggal," ucap Marvel.


"Marvel ke kamar dulu yah mom, dad mau siap-siap," ucap Marvel.


Marvel naik ke lantai dua, di mana kamarnya berada.


🍀🍀🍀🍀


Sindi bangun sambil memegang kepalanya yang terasa sakit, semalam Sindi pulang jam 3 hampir siang habis clahbing.


"Duh, kepala gue sakit banget lagi," ucap Sindi.


Sindi bangun dan pergi ke kamar mandi, ponsel milik Sindi terus berdering di atas ranjang.


"Siapa sih, pagi-pagi udah ganggu orang aja," ucap Sindi mengambil ponselnya yang terus berbunyi.


"Hallo, ada apa?" tanya Sindi.


"......"


"Kamu itu bisa kerja gak sih, cari informasi gitu aja gak bisa, saya kan udah bayar mahal kamu," ucap Sindi Marah.


"......"

__ADS_1


"Pokoknya saya gak mau tau yah, kamu haru cari di mana tempat mereka mengadakan acara lamaran titik," ucap Sindi lagi kemudian mematikan sambungan telponnya.


"Kerjain masalah gitu aja gak bisa, bisanya apa sih," ucap Sindi lalu pergi ke arah Jendela kaca, dan kembali menelpon seseorang.


"Hallo beb, bisa ke apartemen aku gak, aku lagi bosan nih sendirian," ucap Sindi pada orang yang ada di balik telpon.


"...."


"Oke beb, aku tunggu yah jangan lama," ucap Sindi lalu memutuskan sambungan telponnya.


Sindi lalu melemparkan ponselnya ke atas ranjang, lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk berendam di bat up yang sudah berisikan air hangat dan aroma terapi.


Sindi harus terlihat cantik dan harum, karena ada pacarnya yang akan datang ke apartemen tak lama lagi. Sindi punya pacar, tapi ia juga menyukai Brian dan ingin memiliki Brian.


🍀🍀🍀🍀


Mommy Nisa membawa jas-jas kecil intuk para cucu, dan satu gaun kecil berwarna pink untuk Nara, karen a nanti malam akan di adakan acara lamaran untuk aunty Sheila.


"Anak-anak, sini deh cobaiin ini." Panggil eyang Nisa.


"Ni as uat ita ya eyan(ini jas buat kita yah eyang)" tanya Galih.


"Iya, sayang ayo di coba dulu yah," ucap eyang Nisa.


"Wa da asi upu-upu uga ni(wah ada dasi kupu-kupu juga nih)" ucap Galah.


"Asti atu eliatan anten an elen de(pasti aku keliatan ganteng dan keren deh)" ucap Galih dengan pede nya.


"Ayo-ayo di coba dulu yah, bentar eyang mau kasi ini dulu sama Nara," ucap eyang Nisa.


"Ni aun uat Nala ya eyan(ini gaun buat Nara yah eyang)" tanya Galih.


"Iya sayang, kalian kan udah ada jas, masa Nara gak ada gaun sih)" ucap eyang Nisa sambil tersenyum.


Keempat bocah kecil itu mulai mencoba jas masing-masing, Galih terlihat kesusahan memakai celana jas miliknya.


"Tat olon antu don, atu ga isa ni(kak tolong bantu dong, aku gak bisa nih)" ucap Galih.


"Amu ni, ake tenene aja ga isa(kamu ini, pake celana saja gak bisa)" ucap Galah membantu sang adik untuk mengangkat celana.


"Ati-ati Alah, anti ulun atu te epit agi(hati-hati Galah, nanti burung aku kejepit lagi)" ucap Galih.


Membuat Iqbal, Kifli dan Galah tertawa mendengar perkataan Galih, membuat eyang Nisa yang baru saja masuk, heran melihat keempat bocah kecil itu.

__ADS_1


Next...


__ADS_2