Will You Merry Me

Will You Merry Me
Brian Perhatian


__ADS_3

Daddy Nicko, papa Leo melihat rekaman cctv yang di bawakan oleh Faris, Faris duduk di salah satu sofa yang ada di depan daddy Nicko dan papa Leo.


"Jadi ini adalah orang suruhan, dan ada seseorang yang berada di balik semua ini," ucap daddy Nicko.


"Benar bos," ucap Faris.


"Ini semua pasti ada kaitannya dengan Brian," ucap daddy Nicko.


"Maksud kamu Nick?" tanya papa Leo tak mengerti.


"Bisa jadi dalang di balik semua ini adalah seseorang yang suka pada Brian, dan dia berusaha untuk menyingkirkan Sheila," ucap daddy Nicko.


Papa Leo mengepalkan tangannya dengan kuat, ia tak terima putrinya jadi sasaran orang jahat seperti ini.


"Tenang saja, semua pasti akan baik-baik saja," ucap daddy Nicko, menepuk pundak sang sahabat.


"Kau selalu saja menyuruhku untuk tenang, kau tak tau kalau aku kuatir dengan keselamatan putriku," ucap papa Leo.


"Kau pikir hanya kau saja, kita juga bro. Karena itu aku meminta Brian untuk segera melamar Sheila," ucap daddy Nicko.


Daddy Nicko lalu melihat ke arah Faris yang duduk di depan mereka.


"Faris, kau terus selidiki pria itu, dan laporkan ke kita lagi nanti," ucap daddy Nicko.


"Baik bos," ucap Faris.


Selesai melaporkan semua pada sang bos, Faris pamit lagi. Karena masi ada urusan lain yang harus segera ia selesaikan. Dan kini tinggal daddy Nicko dan papa Leo yang berada di ruangan kerja daddy Nicko.


🍀🍀🍀🍀


Malam harinya, Sheila masi berada di kediaman Brian. Karena Brian belum bisa mengijinkan sang kekasih untuk kembali ke rumahnya.


"Sayang, makan malam yuk, aku suapin," ucap Brian.


"Aku bisa sendiri kok kak, lagian aku kan udah gak papa," ucap Sheila tersenyum manis.


"Yah udah, ayo kaka bantu," ucap Brian.


"Mau di gendong gak?" tanya Brian saat ini sudah berada di depan Sheila.


"Gak papa kak, aku bisa jalan sendiri kok, kenapa harus di gendong," ucap Sheila.


"Yah gak papa, kaka pengen gendong kamu aja," ucap Brian sambil terkekeh geli.


Tampa banyak bertanya, Brian langsung mengendong Sheila. Membuat Sheila kaget, karena tiba-tiba diri nya melayang.


"Kak, ini apa-apaan sih, turunin gak aku bisa jalan sendiri," ucap Sheila.


"Udah kamu diam saja, habisnya kamu lama sih," ucap Brian mengedipkan sebelah matanya melihat Sheila.


"Ih, kamu tuh genit banget," ucap Sheila.

__ADS_1


"Biarin aja sayang, genit sama kamu gak papa kan," ucap Brian sambil tersenyum.


"Sejak kapan kamu jadi genit gini?" tanya Sheila.


"Sejak sama kamu, kamu lupa yah dari kecil aku selalu genit sama adeh ela," ucap Brian terkekeh geli.


"Iih, kamu ini," ucap Sheila.


Ting....


Brian membawa Sheila keluar dari dalam lift, berjalan menuju ruang makan.


"Aduh kenapa ini, sayang kamu gak papa kan?" tanya mommy Nisa dengan kuatir, karena melihat Sheila sedang di gendong oleh sang putra.


"Sheila gak papa kok mom, cuma kaka aja tuh yang gendong Sheila," ucap Sheila melihat Brian.


"Mommy kira kamu kenapa lagi, oh iya ini mommy masak ikan kuah kuning loh," ucap mommy Nisa.


"Wah, keliatannya enak banget yah mom, kaka mau itu gak?" tanya Sheila.


"Mau sayang, wanginya juga harum banget," ucap Brian.


"Aku ambilkan yah," ucap Sheila.


"Boleh deh," ucap Brian.


Sheila mengambilkan ikan kuah kuning dan juga nasi panas untuk Brian, mommy Nisa dan daddy Nicko tersenyum melihat itu.


"Mas, mau aku ambilkan lauk apa?" tanya mommy Nisa.


"Iya Mas," ucap mommy Nisa.


Mommy Nisa melayani makanan sang suami, sedangkan Sheila melayani mengambil makanan untuk Brian.


"Makasih sayang," ucap Brian.


"Iya kak, sama-sama," ucap Sheila.


Semuanya pun makan malam bersama, mama Sisi dan papa Leo sudah kembali ke kediaman mereka dari dua jam lalu. Dan kini hanyalah mereka berempat saja yang sedang menikmati makan malam.


"Aku gak akan biarin siapapun yang akan mencoba mencelakai kamu, aku akan menjaga mu semampu aku sayang," ucap Brian sambil menguyah makanan nya melihat Sheila.


"Kak, kok liatin aku gitu?" tanya Sheila.


"Gak papa kok sayang, ikan kuah kuning nya enak," ucap Brian.


"Siapa Sulu dong yang masak," ucap Mommy Nisa sambil tersenyum.


"Iya, masakan mommy aku emang paling enak deh, iya kan dad," ucap Brian melihat sang daddy.


"Jelas dong, masakan mommy kamu ini gak ada duanya deh," ucap daddy Nicko menatap sang istri penuh cinta.

__ADS_1


Semuanya tertawa melihat ke arah mommy Nisa yang sedang tersenyum manis.


🍀🍀🍀🍀


Marvel tiba di kediaman sang kaka, sambil membawa tas berisikan mainan untuk ponakan tersayang nya, Marvel memasuki ruang tengah.


"Assalamualaikum kak," ucap Marvel.


"Waalaikumsalam, dek kamu sendirian?" tanya Maura menghampiri sang adik.


"Iya, Aqil mana kak?" tanya Marvel.


"Ada tuh lagi main sama papa nya," ucap Maura.


"Aku mau liat Aqil dulu ah, sekalian mau kasi mainan baru baut dia," ucap Marvel.


"Kamu ini, selalu saja belikan dia mainan, dia itu kan belum tau soal mainan," ucap Maura.


"Gak papa kak, kan nanti bisa di simpan buat dia besar nanti," ucap Marvel.


"Aqil, liat nih uncle bawa apa," ucap Marvel mendekati ponakan nya itu.


"Aaakkk,," celoteh beby Aqil khas bayinya, mendengar suara sang uncle.


"Senang banget yah kamu punya mainan baru?" tanya uncle Marvel.


Beby Aqil hanya tersenyum senang, pertanda kalau ia begitu senang melihat sang uncle yang datang dan langsung mengajaknya mengobrol.


"Vel, kamu temani Aqil main yah," ucap Jovian.


"Loh, kaka mau ke mana?" tanya Marvel heran.


"Mau ke kamar dulu, mau nyusul kaka kamu," ucap Jovian sambil tersenyum geli.


"Mau ngapain nyusul kaka, nanti juga balik lagi kan," ucap Marvel.


"Udah kamu diam aja, kamu jagain Aqil dulu yah," ucap Jovian lagi.


"Anak masi kecil, ingat," ucap Marvel.


"Emang kamu gak pengen punya ponakan lagi?" tanya Jovian.


"Anak masi kecil juga, udah mau bikin anak lagi," ucap Marvel.


Jovian hanya tersenyum melihat wajah kesal adik iparnya itu, lalu Jovian beranjak dan pergi menyusul sang istri ke kamar.


"Woy, jangan lama-mala mesranya, nanti lanjutin lagi kalau Aqil dah tidur," teriak Marvel.


Jovian hanya tersenyum saja mendengar teriakan adik iparnya itu, Jovian selalu beruntung, kalau kedatangan Marvel, karena nanti beby Aqil akan ketiduran di kamar bersama adik iparnya itu. Karena beby Aqil begitu betah kalau sudah bersama sang uncle.


"Papa sama mama kamu tuh, selalu saja ngerjain uncle kalau udah datang ke sini," ucap uncle Marvel kesal, mengendong dan membawa beby Aqil ke kamarnya.

__ADS_1


Marvel memang punya kamar khusus di rumah sang kaka, karena ia sering kali menginap di kediaman sang kaka juga, kalau kedua orang tua mereka pergi ke luar kota atau luar negri.


Next...


__ADS_2