Will You Merry Me

Will You Merry Me
Ke kantor Marvel


__ADS_3

"Alo aya dini atu enen anet Ais, Isa amba inan Ita(kalau kaya gini aku senang banget guys, bisa nambah mainan kita)" ucap Galih dengan senyum sumringah.


"Ia atu uga, om alo au alit te alis agi awa oye-oye Agi ya uat Ita(iya aku juga, om kalau mau balik ke Paris lagu bawa oleh-oleh lagi yah buat kita)" ucap Galah.


"Iya, nanti yah om masih mau netap di Indonesia soalnya," ucap Raffa.


"Yah," ucap Galih.


"Udah di kasih aja masih kurang apa," ucap Brian melihat si kembar.


"Utan ulan ucel, Ita slalu elsutul to ia ga ais(bukan kurang uncle, kita selalu bersyukur kok iya gak guys)" ucap Galih melihat kawan-kawannya yang sedang asik bermain.


"Ia, tu enal ucel(iya, itu benar uncle)" ucap Kifli.


"Yo ita ain tana, maaci ya om Laffa da asi ita inan alu(ayo kita main sana, makasih yah om Raffa udah kasih kita mainan baru)" ucap Galih.


"Iya sama-sama, jangan lupa rajin belajar yah," ucap Raffa.


"Asti om, Ita ga upa to elalu elajal(pasti om, kita gak lupa kok selalu belajar)" ucap Galah.


Raffa tersenyum melihat tingkah si kembar dan kawan-kawan itu, lalu pandangan Raffa melihat ke arah Brian.


"Lucu banget mereka, lebih lucu dari loh dulu," ucap Raffa terkekeh geli.


"Udah deh, loh diam aja," ucap Brian kesal.

__ADS_1


"Ke mana lagi nih kita?" Tanya Raffa.


"Bikin kekacauan di kantor Marvel aja, jam segini dia pasti lagi kerja," ucap Brian.


"Bagus juga ide loh, ayo," ajak Raffa.


Raffa dan Brian pamit pada mami Ambar, mereka harus ke kantor Marvel untuk membuat kekacauan di sana.


Raffa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sekarang kedua pria itu menuju kantor Marvel.


Mobil tiba di lobby kantor, banyak karyawan wanita yang melihat Brian dan Raffa kelaur dari dalam mobil. Dan melangkah masuk ke dalam kantor.


"Gila ganteng banget, saya udah ada yang punya," ucap karyawan-karyawan wanita di lantai dasar.


"Iya, apa lagi pak Brian, yah ampun keren banget," ucap karyawan wanita yang mainnya.


"Udah biasa mereka gitu, kaya gak pernah liat cowok ganteng aja," ucap Brian sambil tersenyum manis.


"Cih, kaya loh yang paling ganteng aja," ucap Raffa melihat Brian.


"Loh gak dengar barusan mereka bilang apa, apa lagi pak Brian yah ampun ganteng banget," ucap Brian meniru suara wanita.


"Hahahaha, kaya banci pinggir jalan loh ngomong gitu," ucap Raffa meninju lengan sang sohib.


"Sialan loh," ucap Brian kesal.

__ADS_1


Kedua pria itu masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai paling atas, mereka datang untuk menganggu Marvel yang sedang bekerja di ruangannya.


Ting....


Brian dan Raffa kelaur dari dalam lift, melihat asisten Marvel sedang serius bekerja.


Clekk...


Brian memberi kode pada Raffa, di mana Marvel sedang sibuk bekerja.


"Serius banget loh, sampai gak sadar kalau ada tamu," ucap Raffa berjalan masuk bersama Brian dan langsung duduk di sofa.


Marvel melihat ke arah suara, dan kaget melihat sahabatnya sudah kembali.


"Raff, kapan loh balik," ucap Marvel beranjak dari kursi kebesarannya, dan mendekati sofa.


"Kemarin, loh sibuk kerja terus Brian aja lagi santai sekarang," ucap Raffa melihat Brian.


"Di lagi cuti karena mau nikah bro, kalau gak mau nikah juga lagi berkutat dengan pekerjaan di kantor," ucap Marvel menatap Brian.


"Udah lanjut kerja aja loh,"ucap Brian.


"Nanti deh, gue masih pengen ngomong sama loh berdua," ucap Marvel.


Brian dan Raffa saling pandang dan tersenyum, rencana mereka berhasil datang ke kantor Marvel hanya untuk menganggu nya yang sedang bekerja.

__ADS_1


Next...


__ADS_2