Will You Merry Me

Will You Merry Me
Brian & Raffa Ke Rumah Si Kembar


__ADS_3

Keesokan harinya Brian dan Raffa langsung pergi ke rumah sih kembar, jam saat ini masih menunjukan pukul 8 pagi. Tapi suasana di rumah besar keluarga Gilang dan Ambar masih terlihat begitu sepi.


Yah sih kembar masih meringkuk di balik selimut tebal mereka, sedangkan Iqbal dan Kifli belum datang. Hanya Nara yang terlihat sedang bermain dengan Beby kembar.


Kedua pria tampan itu baru saja masuk ke dalam rumah besar itu, Brian dan Raffa saling pandang karena tidak mendengar suara si kembar dan kawan-kawan.


Brian melihat Nara yang sedang bermain dengan Beby Gisel dan Beby Galuh di ruang tengah.


"Ucel Blian(uncle Brian)" ucap Nara sambil tersenyum.


"Hay cantik, kok kamu sendiri sih di sini, calon suami kamu mana sama yang lain?" Tanya Brian, membuat Raffa mengernyit kening heran.


"Ebal asi idul ucel(kembar masih tidur uncle)" ucap Nara.


"Dek, kapan kalian datang?" Tanya mami Ambar melihat sang adik.


"Baru aja kak," ucap Brian menyalami punggung tangan sang Kaka.


Begitu pun dengan Raffa, sudah lama Raffa tidak main ke rumah si kembar.


"Raff, apa kabar kamu dek?" Tanya Ambar.


"Baik kak," ucap Raffa sambil tersenyum.


"Udah punya calon istri gak?" Tanya Ambar menggoda Raffa.


"Udah punya tunangan dia kak di Paris," ucap Brian tersenyum.


"Kok gak di ajak sih?" Tanya Mami Ambar.


"Nanti nyusul kak," ucap Raffa.


"Kak, kak Gilang mana?" Tanya Brian.


"Ada di kamar, lagi mandi dia," ucap mami Ambar.


Pandangan mami Ambar tertuju pada dua koper besar yang tak jauhuah dari mereka.

__ADS_1


"Oleh-oleh buat si kembar dan yang lain kak, udah janji Raffa mau belikan mereka oleh-oleh soalnya," ucap Raffa.


"Yah ampun kamu ini Raff, jadi ngerepotin," ucap mami Ambar.


"Gak papa kak," ucap Raffa.


"Kalau gitu mami buatin kalian minum dulu yah," ucap mami Ambar.


"Iya kak," ucap Brian dan Raffa.


Raffa melihat gadis kecil yang sedang bermain dengan beby kembar, pandangan Raffa lalu melihat ke arah Brian.


"Calon istrinya Galih itu," ucap Brian sambil terkekeh geli.


"Ngaco loh kalau ngomong," ucap Raffa menatap Brian dengan kesal.


"Di bilangin gak percaya," ucap Brian.


"Gadis itu siapa?" Tanya Raffa.


"Nara, anaknya bibi Rika," ucap Brian.


"Iya, kasian cuma dia sama ibunya saja, jadi sama kak Ambar dan kak Gilang di ajak tinggal di sini, dan bibi Rika kerja sebagai art di sini," ucap Brian.


"Hay," sapa Raffa.


"Ai om(Hay om)" sapa Nara juga.


"Aduh kamu tuh cantik banget sih," ucap Raffa mengingat gadis kecilnya dulu.


"Jangan pegang-pegang, nanti di liat Galih bisa jadi perang dingin," ucap Brian.


Iqbal dan Kifli Barus aja datang, dan langsung menemui uncle Brian dan om Raffa.


"Ucel embal lum anun ya(uncle kembar belum bangun yah)" tanya Iqbal.


"Belum nih, padahal udah mau jam 9 pagi," ucap Brian.

__ADS_1


Iqbal tersenyum geli, ia jadi punya kesempatan untuk bermain dengan Beby Gisel kalau tidak ada si kembar.


Di lantai atas, tepatnya di kamar si kembar. Kedua bocah yang memiliki wajah yang sama sedang berperang di balik selimut tebal mereka.


Kedua kaki Galih saat ini berada di depan wajah sang Kaka, membuat Galah terusik dari tidurnya.


"Alih amu idul ya ga adus anet ci (Galih kamu tidurnya gak bagus banget sih)" ucap Galah dengan kesal.


"Alah isit anet ci agi-agi, angu olan idul aja(Galah berisik banget sih pagi-pagi, ganggu orang tidur saja)" ucap Galih bangun dari baringnya.


"Alah atu emalam impi om Laffa atan, lus awa oye-oye anyat uat Ita(Galah aku semalam mimpi om Raffa datang, terus bawa oleh-oleh banyak buat kita)" ucap Galih dengan antusias.


"Tu uma impi Alih ga uca i awa ata(itu cuma mimpi Galih gak usah di bawah nyata)" ucap Galah melirik sang kembaran.


"Ist i ilangin uga(ish di bilangin juga)" ucap Galih menatap sang Kaka dengan kesal.


Hahhaha,, suara tawa dari lantai bawa kedengaran sampai di kamar si kembar. Membuat kedua bocah kembar yang akan pergi mandi mengurungkan niat mereka dan saling tatap.


"Tu aya uala ucel Blian ama om Laffa Alah(itu kaya suara uncle Brian sama om Raffa Galah)" ucap Galih.


"Yo ita iat aja, enal atu ga(ayo kita liat saja, benar atau gak)" ucap Galah melihat sang kembaran.


Kedua bocah kembar itu pun keluar dari dalam kamar mereka, masih mengenakan baju tidur mereka yang bergambar Spiderman.


Dengan pelan si kembar melihat dari balik pagar besi di lantai atas, melihat ke lantai bawa di mana posisi ruang tengah terlihat begitu jelas.


Kedua mata si kembar melotot dan saling pandang, lalu kembali melihat ke lantai bawah lagi.


"Tu ia enal tan pa atu ilan, alo om Laffa tu ateng Ali alis(tuh benar kan apa aku bilang, kalau om Raffa tuh datang dari Paris)" ucap Galih menatap sang kembaran.


"Ia atu alu eltaya(iya aku baru percaya)" ucap Galah sambil tersenyum kecil.


"Ish amu ni(ish kamu ini)" ucap Galih menatap sang kembaran dengan kesal.


"Yo ita andi aja, lus Ita ulun de te antai Awa, asti tu inan uat Ita(ayo kita mandi saja, terus turun deh ke lantai bawa, pasti tuh mainan buat kita," ucap Galih menunjuk dua koper besar di ruang tengah.


"Ia Yo," ucap Galah.

__ADS_1


Kedua bocah kembar itu kembali masuk ke dalam kamar, dan bersiap masuk ke dalam kamar mandi. Keduanya sangat tidak sabaran ingin segerah turun ke lantai bawa.


Next...


__ADS_2