
Angel menyeret kedua pria tampan itu sampai di tempat parkir. Dia masih marah. Ketika di parkiran, Angel melepaskan tangan nya dari telinga kedua pria itu. Kaylo dan Leo meringis memegangi telinganya.
Plak
Plak
"Au... " Mereka kompak mengaduh.
Angel memukul kepala mereka dari belakang. Kaylo yang mendapatkan perilaku seperti itu sangat kaget. Bagaimana kelinci yang polos berubah jadi harimau garang dalam waktu singkat? Kaylo menatap tajam Angel. Sedangkan yang di tatap malah melototi nya.
"Kau sungguh tak berubah. Sakit sekali!" ucap Leo sambil memegang kepalanya
"Apa kau lupa dengan kontrakmu? Aku sungguh tak menyangka, kau berani melukai tubuh ku yang suci," sambung Kaylo.
"Diam! Lihat tanganku memerah karena kalian. Mau ku hajar ha...!"
Kaylo melotot. Kenapa kelincinya berani sekali?
"Tanganku memerah. Sakit tahu!" Angel berkata sambil berkacak pinggang.
"Sini ku elus, maafkan aku. Aku tidak sengaja," bela Leo.
"Aku tak mau. Mati saja sana!" Angel melenggang pergi.
Angel mendengus kesal dan menendang - nendang kakinya. Dia menoleh sekilas kepada kedua pria tampan tersebut. Dia tersenyum mengejek dan mejulurkan lidahnya.
Melihat tingkah Angel, Kaylo tersenyum tipis. Ternyata, kelinci polosnya bisa marah juga. Kaylo mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kevin
"Halo."
Kevin, batalkan kerja sama kita dengan Perusahaan White."
Tut
"Tuan Kaylo, jangan mencampurkan urusan bisnis dengan urusan pribadi."
"Aku peringatkan. Jauhilah Angel. Satu lagi, kerja sama kita batal." Kaylo masuk mobil dan pergi.
Leo hanya menerima pasrah. Bisnis yang menguntungkan perusahaannya tidak bisa berjalan.
Kaylo mengedarkan mata nya untuk mencari sosok yang telah membuatnya tak karuan. Namun, sosok itu belum ketemu.
Sementara itu, Angel menyesali perbuatannya. Sekarang dia bisa berpikir jernih. Ini benar - benar gila. Seharusnya, kejadian tadi tidak terjadi. Kalau saja dia bisa menahan emosinya, dia tidak akan susah seperti ini. Angel takut kutu kupret itu pasti akan menyiksanya. Bagaimana tidak? Dia sudah menodai tubuh yang katanya suci dan berharga itu.
Angel duduk merenung di taman. Dia memikirkan cara agar kutu kupret tak menghukumnya. Tapi, tetap nihil. Dia tidak dapat cara apa pun.
Kaylo yang melihat Angel duduk di taman menghampirinya. Dia memberikan kotak makan siang kepada Angel. Angel hanya bengong. Dia kira, ini mimpi.
Pasti ini hanya mimpi, batin Angel tanpa berkedip.
__ADS_1
"Aku yakin pasti kau lelah karena habis marah-marah."
Angel masih mengira itu mimpi. Dia akhirnya memegang tangan Kaylo dan mencubitnya dengan keras
"Dasar bodoh! Sakit sekali," teriak Kaylo
Angel pun kaget dan berjingkat. Ini serius bukan mimpi.
"Jangan bilang kalau ini bukan mimpi. Kenapa kau berteriak?"
"Kau kira ini mimpi. Cubit pipimu sendiri. Kau perlu bantuan ku untuk mencubitnya."
Kaylo meletakkan dua kotak makanan di bangku taman. Dia segera mencubit dua pipi cubby mili Angel.
"Sakit sekali, lepaskan! Sakit tahu." Angel cemberut.
Tunggu, berarti ini bukan mimpi. ini nyata. Angel sudah sadar sepenuhnya kalau semua kejadian tadi nyata.
"Sudah sadar."
"Maaf tuan." Angel menunduk.
"Makan! Jangan menunduk. Aku tak suka."
Kaylo memberikan kotak makan kepada Angel. Mereka makan dengan lahab. Jelas saja makan lahap karena habis menguras emosi.
Sangat nikmat. Angel sangat kenyang. Sekarang, Dia harus apa? Apakah nanti Kaylo akan membuat orang di dekatnya menderita? Dia menggigit bibirnya tanda cemas. Karena hari sudah sore, Kaylo beranjak dari duduknya.
Angel mendongak menatap Kaylo dengan tersenyum. Hati Kaylo luluh. Senyuman Angel membuatnya tidak berkutik sama sekali. Angel senyum sumringah dikira dia akan pulang kerumahnya.
"Aku mau pulang. Baiklah ayo pulang." Angel berdiri masuk mobil Kaylo.
Dengan senang hati, Kaylo mengikutinya. Mereka melaju membelah kota.
Kaylo melirik Angel. Ternyata, Angel sedang tidur. Dengan perlahan, Kaylo mengangkat Angel. Karena sudah sampai di apartemennya. Kevin yang melihat bosnya kekusahan langsung saja membantunya.
Kevin membuka pintu kamar apartemen milik Kaylo.
Kriet
Pintu terbuka. Kaylo Kaget di sana ada dua orang wanita yang dia kenal. Sang ibu dan Melani. Rupanya, wanita itu pantang menyerah.
"Kau sudah pulang. Aku baru akan menghubungi mu, siapa dia?"
Kaylo mendengus kesal. Dia mengabaikan dua orang tersebut. Kaylo takut jika Angel bangun. Kaylo langsung menaiki tangga dan masuk kamar untuk menidurkan Angel.
Melani yang melihat itu terbakar api cemburu. sepertinya, dia harus bekerja keras lagi untuk mendapatkan hati Kaylo. Dia tidak tahu bahwa yang di gendong Kaylo adalah Angel. Tiba-tiba saja, Kaylo sudah duduk manis di samping ibunya. Melani yang melihat itu tersenyum. Dia sangat senang. Rencana kali ini pasti berhasil.
"Ada apa Mom kemari?"
__ADS_1
"Jangan dingin. Aku merindukanmu. Aku datang bersama Melani. Dia cantik bukan? Cobalah untuk berhubungan dengannya."
Melani bersorak dalam hati. Senyumnya makin mengembang. Kaylo hanya mengernyitkan dahi.
"Kau tidak mendengar peringatan ku, rupanya. walapun kau sepupu Max, aku tak akan segan."
Ibu Kaylo pun bingung. Ternyata, mereka sudah saling kenal, peringatan. Peringatan apa yang di maksud? Karena ketidak tahuanya dia hanya diam melihat situasi.
"Aku hanya berkunjung dengan mommy mu, Kay." Melani memasang wajah merayu.
Kaylo yang melihat itu sudah tidak tahan lagi. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kevin.
"Halo."
"Kev, Black list model yang bernama Melani Loreno. Aku tak mau melihatnya di Indonesia lagi. Kau punya waktu lima menit."
Tut
"Tunggu 5 menit. Buka ponselmu."
Melani resah menunggu lima menit. Dia tak sabar untuk membuka ponselnya. Tiba-tiba saja, meneger Melani menghubunginya.
"Halo. Mel, sebaiknya kau keluar dari Indonesia. Kau tak aman disana."
Sontak Melani kaget mendengar itu. Kaylo hanya acuh. Melani menangis
"Apa salahku padamu? Aku mencintaimu, Kay. Apa kau tak tahu itu? kau sangat kejam."
"Aku tidak kejam Mel. Kau masih bisa bekerja sebagai modeling di negara mu dan negara lainya. Tapi, tidak dengan Indonesia."
"Kau benar-benar... tolong aku aunty. Bukannya aunty setuju aku berhubungan dengan Kaylo."
"Jangan meminta perlindungan Mommy ku Mel! Aku sudah memperingatkanmu. Lihat dirimu, pakaianmu dan dandan mu. Sungguh membuatku jijik."
Melani melotot tajam. Dirinya yang cantik ini membuat Kaylo jijik. Kenapa? Aa yang salahnya? Dia menangis sejadi jadinya. Dia menyesal, karirnya yang di rintis di negara ini hancur seketika. Padahal, Melani sangat menyukai dunia modeling. Ayah Melani tak pernah menyetujui keinginan nya untuk menjadi model. Maka dari itu, dia lari ke negara ini.
Dengan berat hati, Melani meninggalkan apartemen Kaylo. Ibu Kaylo pun menghela nafasnya kasar.
"Ada apa mom? Kau tak suka."
"Kau sedikit keterlaluan, Kay. Aku pikir kau gay. Karena di umurmu yang ke tiga puluh, kau belum juga menikah. Dan mengenai Melani, mom sangat menyanyangkan. Dia cantik, berkelas, dan dari keluarga yang terhormat."
"Kau tidak tahu Melani itu seperti apa, mom?"
"Siapa wanita yang kau masukkan kamarmu? Kalian tidur seranjang?Astaga... kau ternyata tidak gay!"
"Aku bukan gay, mom. Lebih baik, mom tidur di kamar tamu. Aku lelah."
" Oke. Berusahalah yang keras. Sembur terus Son."
__ADS_1
"Mom... jangan berpikiran aneh!" Kaylo meninggalkan ibunya menuju kamar.