You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 25


__ADS_3

VILA MAHESWARI


Baitu duduk di singga sananya dengan memegang beberapa lembar foto yang telah diambil oleh anak buahnya. Dia memasukkan foto-foto itu ke dalam album yang bertulis Kaylo dan Angel. Sudah banyak momen-momen romantis yang diabadikan oleh Baitu. Baitu berpikir. Andai saja sang kakak masih hidup, pasti akan bahagia.


Baitu menggerutu lirih. Si Beltran itu kalau di lihat sangatlah bahagia. Betapa beruntungnya Beltran mendapatkan keponakannya yang cantik itu.


"Dasar Beltran menyebalkan. Kalau saja keponakanku tidak menyukaimu, sudahku buang kau ke laut. Jadi santapan ikan hiu. Awas saja kalau kau buat Angel menangis. Aku pastikan kau takkan melihatnya," gumam Baitu.


Tidak lama kemudian Baitu tersenyum melihat beberapa foto keduannya sedang tertawa.


"Ah... jadi ingin jatuh cinta lagi. Kapan aku bisa melupakan Diana?" ujar Baitu.


Melupakan Diana adalah hal sulit baginya. Mungkin dia akan jatuh cinta lagi kalau sosok Diana di ganti dengan sosok Angel. Baitu sempat membayangkan jika saja Angel itu bukan keponakannya, pasti dia sudah jatuh cinta pada Angel.


"Huss... pikiran jelek, menjauhlah." Baitu mengibaskan tangannya.


Tok


Tok


"Masuk!"


"Selamat sore, tuan," sapa Sandra.


"Ada kabar apa?"


Tanpa pikir panjang, Sandra memberikan ponselnya dan memberikan kepada Baitu. Baitu yang melihat itu pun paham dan mulai memutar vidio nya.


Baitu mengamati kejadian, demi kejadian yang ada di tempat itu. Dari awal sampai akhir. Dia menyunggingkan bibirnya. Rupannya, ada tikus got yang ingin bermain-main dengannya. Suasana yang semula hening santai kini menjadi hening mencekam.


"Awasi mereka. Jangan sampai mereka menyakiti Angel. Jika mereka bertindak, cegah dengan cara apa pun."


"Baik Tuan. Permisi."


Sandra bergegas ingin keluar. Namun, tiba-tiba pintu di buka kasar oleh seseorang. Kedua orang yang ada di ruangan itu berjingkat kaget.


Brak


"Om...."


"Astaga... kau mengagetkanku, Angel." Baitu mengelus dadanya.


"Eh... ada Sandra. Maaf." Angel tersenyum seperti tak bersalah.


"Saya permisi, Nona," pamit Sandra.


"Tunggu! kau jangan pergi dulu."


"Ada apa, Nona?".


Baitu hanya mengamati interaksi antara Angel dan Sandra.


"Mungkin urusan perempuan," gumam Baitu.


"Kemarilah!" perintah Angel.


Karena penasaran Sandra bergegas menuju Angel. Dia ingin tahu. Apa yang di inginkan Angel


"Dengarkan aku! Di ruang tamu ada Kaylo. Dia ingin bertemu denganmu. Kaylo ingin meminta maaf padamu," ujar Angel.


Baitu dan Sandra yang mendengar itu kaget. Baitu yang sedang meminum kopinya menyemburkan kopinya keluar. Sedangkan Sandra hanya melongo tidak jelas.


"Ya ampun... ekspresi apaan itu?"


Tidak ada jawaban.


"Sandra, om Baitu...."

__ADS_1


Tidak ada jawaban


"Kalian benar-benar gila. Apa ada yang salah? huh...."


Tidak ada jawaban


"Fiks. Kalian memang aneh. Pokoknya aku tunggu di ruang tamu. Ingat, jangan lama. Kalau lama aku marah."


Brak


Pintu di tutup kasar oleh Angel.


Kedua orang yang ada di ruangan itu pun seketika sadar dari keterpakuannya. Baitu mulai membersihkan dirinya karena cipratan air kopi. Dan Sandra menutup mulutnya dengan tangan, tanda dia mulai sandar.


"Tuan, apa saya tidak salah dengar?"


"Sepertinya, tidak San." Baitu mengelap sudut bibirnya.


"Tapi, saya masih tidak percaya."


"Ha Ha Ha. Mungkin Angel sudah membalikkan otak jenius Beltran jadi budak cinta."


Sandra hanya tersenyum tipis. Sandra jarang melihat Baitu tertawa. Semenjak kehadiran Angel di sisinya, Baitu jadi pribadi yang hangat.


"Ayo! Kita lihat apa yang ingin Beltran lakukan. Aku sudah tak sabar."


Mereka keluar dari ruangan itu. Sandra mengikuti Baitu dari belakang.


Sampai di ruang tamu, Baitu melihat kedua sejoli itu tertawa bahagia. Bucin memang aneh. Dunia seperti milik berdua. Padahal di sana banyak para pengawal.


"Dasar Beltran tak tahu malu," gumam Baitu lirih. Namun di dengar oleh Kaylo.


Kaylo yang mendengar itu hanya tersenyum. Pandangannya mengarah pada Baitu. Orang di depannya memang super duper menjengkelkan. Angel mengikuti arah pandangan Kaylo.


Angel yang melihat Baitu dan Sandra sangat senang.


"Ternyata kalian sudah sadar," ejek Kaylo.


Baitu menatap tajam Angel. Angel yang merasa di tatap hanya cengar cengir tidak jelas. Pantas saja mereka tertawa terbahak-bahak. Jadi karena ini.


Kaylo merasa Baitu menatap tajam Angel dengan pandangan menusuk tajam. Dia tidak terima. Dia kemudian meminta Angel pindah tempat duduk. Baitu yang melihat itu hanya tersenyum kecil.


"Jadi, kau kesini cuma ingin mengejekku."


"Aku tidak mengejekmu." Kaylo berdiri


"Oh ya... dan kau Angel, sepertinya kau harus di hukum." Baitu melipat


tangan


"Jangan kau libatkan Angel," bentak Kaylo


"Dasar Beltran kurang sopan, berani membentakku."


"Cih... kau yang mulai."


Angel dan Sandra yang mendengar itu mulai jengah. Setiap waktu bertemu mereka tidak pernah akur.


"Bukankah kau yang mulai. Dasar Beltran kurang ajar."


Kaylo sangat marah. Urat lehernya keluar. Mukanya merah padam. Angel yang melihat itu sungguh tidak tahan. Tiba-tiba saja, Angel berdiri diantara keduannya.


Plak


Plak


"Kau," bentak keduanya.

__ADS_1


"Apa?" tantang Angel.


"Angel, apa yang kau lakukan?" tanya Baitu lembut.


"Sakit, Baby." Kaylo mengelus kepalanya.


"Apa kau lupa tujuanmu kesini? Duduk! Angel menggeret tangan Kaylo.


"Dan kau, Om Duduk!" Angel menunjuk Baitu.


Mereka hanya pasrah mengikuti perintah Angel.


"Sandra, maafkan mereka. Anggap saja ini iklan, duduklah."


Sandra duduk berhadapan dengan Kaylo dan Angel.


Angel menyenggol bahu Kaylo berkali-kali sambil tersenyum menatap Sandra.


"Lakukan sekarang," bisik Angel.


Sungguh Kaylo tidak berniat untuk minta maaf pada Sandra. Sekali seumur hidup, dia hanya minta maaf pada orang yang di cintainya, yaitu Angel. Kalau bukan permintaan orang yang di cintainya, Kaylo tidak sudi melakukan hal ini. Untung saja cinta dan sayang. Kalau tidak, entah gimana nasib Angel.


"Ehem... maafkan aku," gumam Kaylo.


"Kurang jelas," bisik Angel.


Kaylo hanya melotot dan menghela napasnya kasar. Akhirnya dia berbicara agak keras.


"Maafkan aku."


"Nah... gitu dong..." Angel mengacungkan jempol ke arah Kaylo.


Sandra yang mendengar itu bingung. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Seorang Beltran minta maaf kepada orang lain adalah hal yang tidak pernah dia dengar.


"Sandra!" bentak Angel.


"Eh ya... saya sudah memaafkan Tuan," jawab Sandra.


Baitu yang melihat itu hanya diam. Dia tidak pernah menyangka Beltran tunduk dengan keponakannya. Sungguh hal yang tidak di duga.


Namun tiba-tiba, ada seorang pengawal datang membisikkan sesuatu kepada Baitu. Semua orang yang ada di ruangan itu merasa keheranan.


Setelah mendengar pesan itu, Baitu tersenyum sendiri. Angel hanya melihatnya bingung. Kaylo dan Sandra hanya diam. Mungkin kolega bisnis.


"Sandra, adakan acara penyambutan keluarga baru Maheswari di resort. Undang semua kolega bisnisku. Termasuk mereka berdua," titah Baitu kepada Sandra.


Sandra yang mendengar hal itu langsung melaksanakan tugasnya. Dia pergi bersama beberapa pengawal. Sedangkan Kaylo hanya diam mencerna kata-kata keluarga baru Maheswari.


Siapa keluarga baru Maheswari? Apa orang kaku ini akan menikah, batin Kaylo


"Angel, bersiaplah. Aku akan mengundang perias terbaik untuk mendandanimu."


"Dan kau Beltran. Kembalilah ke resort."


Kaylo yang mendengar itu sangat kesal. Dia tidak mau berpisah dengan Angel. Melihat Kaylo yang murung, Angel menggeret tangan Kaylo menuju pintu keluar. Sampai di luar pintu.


Cup


Angel mencium pipi Kaylo dan berbisik.


"Kembalilah. Nanti kita berjumpa lagi, Sayang."


Mendapat perlakuan manis tersebut, Kaylo jadi salah tingkah. Wajahnya memerah. Tidak hanya wajah Kaylo tapi wajah keduannya.


Setelah mencium Kaylo, Angel masuk ke dalam vila dan menutup pintunya perlahan.


"Astaga! Aku menciumnya. Jantungku, oh tidak... kakiku lemas,"gumam Angel

__ADS_1


Sementara itu, Kaylo hanya senyum-senyum tidak jas. Dia sangat senang. Sambil mengendarai mobilnya, dia bernyanyi dengan riang.


"Angel, kau membuatku gila," gumam Kaylo.


__ADS_2