
Pagi telah tiba, dua sejoli masih bergulat dengan selimutnya. Dion dan Ivanka masih terlihat sedang menikmati tidur mereka. Tiba-tiba ponsel keduanya berbunyi. Dengan kantuk yang berat mereka mengangkat ponsel masing-masing.
"Halo?" sapa mereka bersama.
"Apa?" rasa kagetnya juga sama.
Setelah mendengar kabar itu keduanya langsung membuka media sosial. Sungguh mereka sangat terkejut. Ada adegan berhubungan bada* dan wajah mereka terekspos. Banyak orang menghujat mereka. Berbagai celaan hinaan. Bahkan Ivanka di black list dari modeling. Sedangkan Dion bangkrut seketika. Dion sangat frustasi.
"Aku harus pergi keluar negeri," gumam Dion.
"Bawa aku. Aku sungguh tak punya muka lagi, Dion."
"Kita berurusan dengan orang yang salah, Vanka."
"Itu karena ide konyolmu!" bentak Ivanka sambil menangis.
"Hei... bukannya kau juga menyetujuinya."
"Iya, tapi karena ini karirku jadi hancur, hiks hiks." Ivanka menangis.
"Berhenti menangis, kita harus meminta pengampunan Tuan Maheswari."
"Aku tidak mau."
"Apa kau akan menderita seumur hidup? Tuan Maheswari sangatlah kejam. Dia akan menghancurkan musuhnya sampai tak berdaya."
"Baiklah, aku ikut saja."
"Persiapkan dirimu." Dion memakai baju.
Ivanka sudah bersiap diri, begitu juga dengan Dion. Dengan penuh tekad, mereka keluar dari pintu kamar. Tiba-tiba Sandra sudah menghadang.
"Kalian, jangan harap bisa menemui tuan."
"Atas dasar apa kau menghalangiku?"
"Dua orang tikus got yang akan menjilati kaki sang raja, tak akan di hiraukan."
"Kasar sekali kata-katamu. Pergilah! Aku tak ingin berdebat denganmu. Minggir!"
"Cih... menjijikan, tak tahu malu," ejek Sandra.
"Tuan berbaik hati melepaskan kalian. p
Pergilah ke perancis. Kerjalah di salah satu perusahaan tuan di sana. Tapi, kalian harus menandatangani perjanjian seumur hidup," ujar Sandra.
"Jadi budak. Aku tak sudi!" bantah Ivanka.
"Pilih penjara bawah tanah atau bebas menghirup udara segar," ancam Sandra.
Sialnya, mereka tak punya pilihan. Sungguh mereka sangat menyesal. Andai saja waktu bisa di putar ulang. Mereka memilih tak berurusan dengan Maheswari.
Sandra tersenyum sambil melemparkan kontrak beserta pasport dan identitas mereka.
"Waktu kalian tak banyak. Cepat tanda tangani!" Sandra menyerahkan bolpoin.
Akhirnya mereka menandatangani kantrak tersebut. Yang pastinya dengan terpaksa.
"Pergilah ke atas. Disana ada jet pribadi yang akan membawa kalian ke Perancis karena kalian mau kontrak seumur hidup. Sebagai hadiahnya, berita kalian akan di hapus dan menghilang bagai di telan bumi."
Keduanya pun lega. Kini mereka menuju lantai atap untuk memulai hidup baru di Perancis.
Sandra yang merasa tugasnya sudah selesai langsung menulis pesan ke tuannya.
"Misi selesai, Tuan".
Itulah isi dari pesan Sandra untuk Baitu.
-------
Angel sungguh sangat bosan. Tiga hari tanpa Kaylo benar-benar membuatnya kesepian. Dia ingat Karina. Andai Karina ada di sini pasti sangat menyenangkan. Angel ingat bahwa hari ini adalah hari pernikahan Leo, yang artinya dia akan bertemu Kaylo. Langsung saja dia bergegas siap-siap.
__ADS_1
"Aku pikir kau sudah siap." Baitu menutup pintu.
"Astaga, Om mengagetkanku."
"Ayo berangkat."
"Aku belum dandan."
"Kita ke salon sekarang." Baitu menggeret tangan Angel
Pesta pernikahan Leo dan Liana sangat Indah. Dekorasi yang bernuansa putih membuat cinta suci mereka terlihat. Tempat pernikahan Leo dan Liana adalah OUT DOOR. Banyak para tamu undangan yang telah datang. Termasuk Kaylo tentunya. Dan juga ada Karina. Kaylo memandangi jam di tangannya.
"Sial, lama sekali mereka." Kaylo memandangi ponsel miliknya.
Pasalnya ponsel milik Angel dari tadi pagi tak bisa di hubungi. Ini sudah menjelang sore, Kemana Angelnya pergi. Kaylo gelisah sekali. Melihat Kaylo butuh teman, Karina datang menghampirinya.
"Tuan sedang menunggu Angel."
"Kau disini rupanya." Kaylo menoleh ke Angel.
"Anda masih mengingat saya rupanya."
"Tentu saja, karena kau temannya baby ku."
"Baby... maksud Tuan Angel, Oh... astaga... jangan bilang kalian sekarang jadi sepasang kekasih!" Karina menutup mulutnya tak percaya.
"Seperti yang kau lihat." Kaylo tersenyum.
Tak lama kemudian, Angel datang dengan Baitu. Mereka jadi sorotan para tamu undangan.
"Itu Angel! Ya ampun... dia berubah, seperti seorang malaikat."
Tanpa sadar Kaylo mengangguk dan menatap lekat gadis yang tak di lihatnya selama tiga hari. Selama itu pula dia menderita insomnia dan meminum pil tidur. Sungguh siksaan baginya.
Angel memang terlihat sangat cantik sekali. kecantikannya mengalahkan semua kaum hawa yang ada di pesta itu. Semua pria mematapnya lapar. Para wanita tak berani menghujat walaupun sejatinya mereka sangat iri. Mereka sadar, berurusan dengan Maheswari sama seperti menggali lubang pemakaman sendiri.
Kaylo tanpa sadar menghampiri Angel. Melihat Kaylo dari jauh, Angel pun tersenyum. Lesung pipinya yang bertengger manis di pipinya membuat Kaylo dan pria disana meleleh.
Ingin rasannya dia membawa Angel pergi dari acara ini dan mengurungnya di rumah miliknya.
"Baby... aku merindukanmu." Kaylo merentangkan tangannya namun di halangi oleh Baitu.
"Ingat, aku masih di sini, Beltran."
"Om, kau sungguh keterlaluan. Kami hanya melepas rindu."
"Pergilah!" usir Baitu kepada mereka berdua.
Mendapat lampu hijau, Kaylo segera menggandeng tangan Angel. Dia merangkul pinggang Angel posesif, menandai dengan bangga bahwa Angel adalah miliknya. Mereka berdua menghampiri Karina.
Angel yang melihat Karina langsung lari dan memeluk Karina. Kaylo yang melihat itu hanya menggelengkan kepala. Dirinya yang dilanda rindu, tapi kenapa di nomer duakan. Bukankah Angel juga rindu kepadannya. Setelah acara ini pasti dia akan beromantis ria dengan Angel.
(Jangan harap bang Kay, masih ada rintangan lagi
"Aku sangat-sangat merindukanmu."
"Aku juga, dan kau semakin cantik, dan aku tak menyangka kau keturunan Maheswari."
"Kau terlalu berlebihan."
"Dengar, yang lebih mengejutkan ku, kau menjadi kekasih Tuan Kaylo."
"Tapi aku belum di tembak." Angel melirik Kaylo
"Apa? Bagaimana mungkin? kau bercanda!" teriak Karina, setelah itu dia menutup mulutnya rapat-rapat.
"Astaga... bodoh kau Karina. Kenapa mulutmu tak bisa di kendalikan?" gumam Karina lirih dan memukul jidatnya.
"Ada apa? apa ada yang salah?" Angel bingung melihat tingkah Karina.
Namun, tiba-tiba MC datang menyambut, seketika para tamu undangan berhenti. Proses pernikahan Leo dan Liana berjalan dengan lancar.
__ADS_1
"Kau akan jadi ibu dari anak-anakku, Baby," bisik Kaylo.
Sontak Angel kaget, wajahnya memerah. Apa Kaylo melamarnya? Dia sungguh tak romantis.
Kini, acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah mulai berpamitan. Kaylo sudah memikirkan rencana untuk berduan dengan Angel tanpa diganggu oleh Baitu.
"Ayo kita juga pamit kepada mempelai, calon istriku." Kaylo menggandeng tangan Angel
"Apa?" teriak Angel.
"Bukanya kau akan menjadi...."
Tiba-tiba ada yang memeluk Kaylo dari belakang.
"Kaylo, aku merindukanmu." Sambil memeluk erat Kaylo.
Dia adalah Stevara Lunika, teman masa kecil Kaylo. Dulu waktu berumur 8 tahun Vara pindah rumah, sehingga mereka berpisah.
Kaylo dan Angel kaget, Angel pun melepaskan pegangan Kaylo dan menatap tajam Kaylo. Kaylo hanya mengedikkan bahunya acuh dan meronta untuk melepaskan pelukan gadis yang ada di belakangnya.
Setelah lepas, Kaylo pun menoleh, sungguh dia tak kenal dengan gadis di depannya. Dia tak tahan dengan bau gadis itu. Tanpa sadar dia melepaskan jasnya. Angel yang melihat itu tersenyum.
"Kenapa kau membuang jasmu, Kay?"
"Aku tak mengenalmu."
"Karena itu, kau buang jasmu."
"Iya. Bukan karena itu saja, karena aku jijik kau menyentuhku."
Hati Stevara yang mendengar itu sangat sakit. Kaylonya sudah berubah. Dia tak mengingat dirinya.
"Aku Vara, Stevara. Kau melupakanku."
Kaylo pun kaget, dia Vara. Ah... mana mungkin?
"Dengar. Apa karena dia kau jadi berubah? Sebelum aku pergi, kau berjanji akan menikahiku. Sekarang aku menagih janjimu.
Jederr...
Petir menyambar di sore hari tanpa adanya mendung dan hujan.
Kaylo kaget kerena tak pernah berjanji seperti itu. Apa-apaan Stevara? Datang-datang merusak suasana.
Angel pun tak kalah kagetnya. Dia sangat marah dan kecewa pada Kaylo. Baru saja dia berkata manis. Baru saja dia mengumbar janji. Dasar lelaki tak bisa di percaya.
Benar-benar sakit. Karena tak tahan, Angel langsung pergi meninggalkan Kaylo.
"Urusi calon istrimu, jangan mencariku lagi." pamit Angel sambil mengusap matanya dan lari.
Kaylo yang mendengar perkataan Angel sontak kaget. Kaylo langsung menoleh dan mengejar Angel. Dia meninggalkan Stevara sendirian.
Frans dan Baitu yang melihat itu dari kejahuan hanya diam.
"Kau membuat drama lagi," tanya Frans.
"Aku tak melakukannya. Aku kira, kau yang membuat drama."
"Aku tak sepertimu, Baitu."
"Sial!" gumam mereka bersama.
"Aku pergi dulu," pamit Frans.
Baitu langsung bertindak. Dia memfoto gadis yang tersenyum penuh kemenangan itu. Dia juga menghubungi Sandra untuk menenangkan Angel.
"Halo."
"Cari tahu gadis yang aku kirim fotonya..Nanti malam, serahkan berkasnya padaku."
Tut
__ADS_1
"Dasar jalan* sialan! Berani sekali kau merusak kebahagian keponakanku," gumam Baitu sambil menyeringai