
Pagi hari di Vila Maheswari sudah bising sekali. Kedua pengantin baru itu merasa terganggu. Akhirnya Angel bangun dari tidurnya. Dia menuju kamar mandi. Angel penasaran keributan apa yang terjadi di luar. Angel melihat Kaylo sekilas. Dia hanya tersenyum. Sungguh seperti bayi jika Kaylo tidur.
Sementara itu di ruang tamu. Orang tua Kaylo sangat kesal. Terutama Jenifer.
"Kau membawa menantuku tanpa seizinku. Padahal aku belum sempat bertemu dengan nya."
"Aku hanya membatasi Angel, supaya dia tidak kelelahan. Lagi pula aku hanya menjaganya ." bela Baitu.
"Manjaga apanya, sebelum dan sesudah pernikahan aku tak bisa menemuinya. Kau menyuruh pengawalmu itu melarangku untuk menemuinya. Aku hanya melihatnya dari jauh." Jenifer berkacak pinggang.
"Sudah sayang... Jangan marah-marah." bujuk Frans sambil memegang tangan istrinya.
"Tidak hanya di pesta pernikahan tapi di pesta ulang tahun juga. Dan kau kenapa tiba-tiba mengajak ku Ke Jerman?"
Pada saat pesta ulang tahun Angel berlangsung. Secara tiba-tiba Frans mengajak Jenifer pergi ke Jerman karena urusan perusahaan. Mereka sampai tak tahu bahwa putra mereka akan menikah dalam waktu dekat. Semua serba mendadak. Jika saja Kevin tak memberitahu mereka. Pasti mereka tak akan bisa melihat momen sakral Angel dan Kaylo.
"Dan sekarang kau sudah membawanya ke Bali." Jenifer melotot kearah Baitu.
Tiba-tiba Angel datang dan menyela pembicaraan mereka.
"Maafkan perilaku paman ku mom." sela Angel.
Jenifer pun menoleh. Astaga... menantunya benar-benar cantik. Walaupun bangun tidur sekalipun.
"Sayang... kau sudah bangun. Maaf membuatmu bangun." Jenifer memeluk Angel.
Angel pun tersenyum. Sudah lama dia tidak mendapatkan perlakuan seperti ini.
"Paman... Kau membuat mom dan dady berdiri. Silahkan duduk mom, dad."
Frans dan Jenifer pun duduk di sofa. Baitu hanya mendengus kasar. Kalau sudah ada Angel dia tak leluasa untuk mengerjai keluarga Beltran. Tiba-tiba Kaylo datang.
"Sayang...Kau disini rupa nya. Aku mencarimu kemana-mana. Hai mom, hai dad." sapa Kaylo.
Jenifer sangat jengkel pada putranya. Sang putra tak pernah menghubunginya. Bahkan dia secara sengaja tak memberitahu acara pernikahan nya.
"Dasar anak nakal, kau sungguh tega pada mom mu." Jenifer menjewer telinga Kaylo.
Perlu di ingat Kaylo hanya memperbolehkan ibunya yang menyentuh dirinya. Ibunya adalah wanita pertama setelah Angel yang di perbolehkan menyentuhnya. Beda dengan wanita lain. Kaylo akan merasa jijik bila bersentuhan. Bahkan baju sekalipun akan langsung dia buang.
__ADS_1
"Sakit mom..!hentikan!" Kaylo memegang telinganya.
Angel hanya tertawa melihat Kaylo di jewer oleh ibunya. Baitu tersenyum penuh kemenangan.
"Sudah hentikan sayang. Kasihan putra kita." Frans membujuk Jenifer.
"Dia sudah keterlaluan sayang."
"Ha...ha... Kalian sungguh membuat ku bahagia." Angel meneteskan air mata.
"Angel sayang... Jangan bersedih. Oke... Disini ada mom, dad, suami dan tentunya paman mu yang menyebalkan." Jenifer melirik Baitu.
"Kau mengolok ku."
"Itu kenyataan."
"Kumohon hentikan! Jangan bertengkar." bujuk Angel.
Semua orang menoleh. Baitu menatap sendu Angel. Dia paham betul perasaan Angel. Tanpa kehadiran orang tuanya saat pernikahan terlaksana. Pasti membuatnya bersedih.
"Aku akan pergi bekerja. Kalian bersantailah." Baitu meninggalkan ruang untuk mereka.
Setelah Baitu pergi, Jenifer mendekati Angel.
Tiba-tiba Brama datang.
"Tuan dan Nyonya Beltran di persilahkan menuju ruang makan. Begitu juga dengan princes dan suaminya."
Jenifer hanya mendengus kesal. Padahal dia ingin berdua bersama menantunya. Angel yang melihat itu pun paham. Dia mendekati Jenifer yang kini berstatus sebagai ibu nya.
"Sudah lah mom, lain kali kita akan masak bersama. Sekarang kita sarapan dulu. Mom dan Dad pasti sudah lapar. Begitu juga Kaylo." rayu Angel.
Jenifer tersenyum menatap Angel. Sungguh dia sangat senang mempunyai menantu seperti Angel. Dia paham betul keinginan dirinya.
Kini mereka sedang menikmati sarapan pagi di ruang makan. Tak ada suara. Hening menyelimuti suasana sekitarnya. Frans memecah keheningan dengan bertanya mengenai rencana bulan madu mereka.
"Jadi boy... Kalian akan bulan madu kemana?" tanya Frans.
"Angel meminta ke Paris." Kaylo memegang tangan Angel dan tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Bukan kah rencana nya mau ke Eropa. Kau bahkan sudah memesan hotel jauh-jauh hari." sela Jenifer.
Kaylo melotot. Bagaimana Mom nya bisa tahu. Dasar Kevin mulut besar. Pasti dia yang membocorkan nya.
"Kau sudah pesan hotel. Kenapa tak bilang pada ku dulu. Buang-buang uang." ucap Angel sambil menatap tajam Kaylo
"Baby... Aku sebenarnya ingin memberi kejutan untuk mu. Tapi semua kubatalkan." Kaylo menatap tajam Jenifer.
Astaga Jenifer memulai masalah bagi putranya. Dia sungguh tak tahu kalau bulan madu mereka berubah haluan. Dasar memang mulut ini tak bisa di kontrol. Frans yang melihat itu pun akhirnya menengahi ke tiga nya.
"Sudahlah... kalau pun batal juga tidak apa-apa. Dad sudah menyiapkan pesawat pribadi untuk kalian. Dan jangan lupa. Bawa kabar bahagia untuk kami. Kami sudah tak sabar untuk menimang cucu." ucap Frans.
"Benar sekali.... Mom harap kalian harus berusaha disana." Jenifer menatap Angel dan Kaylo.
Angel sangat malu sekali. Muka nya merah seperti kepiting rebus. Ingin dia lari dari ruangan ini. Dia menunduk menahan malu yang tak berujung. Kaylo hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat imut di matanya. Tak henti-hentinya dia memandang sang istri yang tengah merunduk itu. Kalau saja istri nya tidak datang bulan pasti sudah di lahap habis tak tersisa.
"Sayang... Sepertinya kita harus pergi. Lihat pengantin baru itu, ingin ruang pribadi untuk memulai aktivitasnya." ucap Jenifer.
Frans hanya mengangguk. Dia paham betul apa yang di bicarakan sang istri. Frans dan Jenifer pun pergi meninggalkan pengantin baru tersebut.
Angel bernapas lega. Perkataan mereka benar-benar membuat nya malu sekali.
"Astaga...! Aku sangat malu sekali." Gumam Angel yang di dengar oleh Kaylo.
"Baby... kenapa harus malu, kita kan pengantin baru wajar bila Mom dan Dad bicara seperti itu." ucap Kaylo.
"Kau tau... Lihat wajah ku memanas. Pasti ini sudah sangat merah."
Kaylo menatap Istrinya. Memang benar wajahnya kini sangat merah seperti tomat. Kaylo pun tersenyum dia mendekati pipi Angel kemudian menciumnya dan menggigit gemas.
"Apa yang kau lakukan? Banyak maid dan pengawal di sini."
Para pengawal dan para maid hanya menunduk. Mereka pura-pura tak tahu.
"Anggap mereka tak ada baby, sungguh kau sangat menggemaskan." Bisik Kaylo sambil mengelus pipi Angel.
Oh... ya lord.... Kenapa Kaylo jadi super aneh gini? Semakin lama Angel kenal Kaylo. Semakin tahu juga dirinya mengenai sifat Kaylo yang super manja.
"Kau sangat manja, ini tak seperti dirimu."
__ADS_1
"Baby... Aku hanya bermanja dengan mu saja, tidak dengan yang lain. Bahkan dengan Mom sekalipun." Kaylo bersender di pundak Angel.
Angel hanya menghela napas lembut. Di luar Kaylo tampak dingin dan cuek. Tapi berbeda apabila bersama dirinya. Kaylo berubah menjadi hangat dan manja.