
Malam sudah tiba. Kedua pasangan suami istri itu sedang mempersiapkan diri untuk pertemuan mereka dengan tuan Tyler. Angel menggunakan pakaian sederhana dan juga make up tipis yang selalu menghiasi wajah alaminya.
Angel terlihat sangat cantik. Walaupun hanya menggunakan pakaian yang sederhana. Namun kecantikan alami tetap terpancarkan. Kaylo melihat Angel yang sedang duduk di depan cermin. Angel memang sangat cantik. Kaylo tak rela jika ada pria lain yang menatap Angel. Walaupun mereka sudah menikah. Tapi hati Kaylo tetap was-was jika suatu nanti ada pria yang akan merebut Angel.
"Seharusnya aku membungkusmu di dalam jasku baby." ucap Kaylo."
"Aku bukan barang sayang! Kenapa harus di bungkus?"
"Aku tak ingin pria lain menatap dirimu lapar." sambung Kaylo.
"Buang pikiran cemburuan mu itu. Karena terlalu berlebihan." Angel berdiri.
Kaylo mendengus kesal. Apa Angel tak menyadari pesona yang dimilikinya. Dengan dandanan ala kadarnya pasti mampu membuat para pria menatap lapar Angel. Batin Kaylo berteriak. Dia sangat enggan mempertemukan Angel dengan Tuan Tyler. Tapi Kaylo pernah berjanji untuk mempertemukan mereka.
------
Rony sudah sampai di tempat pertemuannya dengan Tuan Beltran. Dia datang bersama putranya Kris. Rony sebenarnya ingin meminta bantuan Tuan Beltran untuk memperkerjakan Kris di perusahaan nya.
"Papa yakin, Beltran mau datang." tanya Kris.
"Kris.. Jaga ucapan mu, jangan panggil dia Beltran. Panggil dengan sebutan tuan." Ucap Rony.
"Aku tidak mau pa, lagi pula umur kita tak jauh beda. Kenapa papa ingin aku bekerja dengan nya? Papa kan tahu, aku tak menyukainya." ucap Kris.
"Kau harus belajar banyak darinya. Papa ingin kau berubah Kris, hindari dunia malam. Jangan bersenang-senang. Lupakan masa lalu mu itu."
Kris hanya diam. Dia tak mau berdebat dengan papanya. Tak lama kemudian Kaylo datang. Kaylo kaget, kenapa pria yang dia temui di Paris di ajak oleh Tyler? Sungguh menyebalkan.
"Sial...! Seharusnya aku tak mengajak Angel kemari." batin Kaylo berteriak.
Angel yang melihat Kaylo berhenti pun penasaran. Dia ingin bertanya. Tapi dia urungkan. Karena banyak orang yang melihat mereka. Angel merasa aneh, kenapa banyak pengunjung yang menatap dirinya dan Kaylo?
Kaylo memeluk pinggang Angel posesif. Dia ingin menunjukkan ke semua orang. Kalau wanita di sampingnya adalah miliknya. Mereka berdua pun menghampiri Rony Tyler.
"Maaf anda terlalu menunggu lama Tuan Tyler." ucap Kaylo sambil menggeret kursinya untuk istrinya dan kemudian duduk.
Angel hanya mengikuti Kaylo. Dia duduk dan menatap kedua orang yang ada di depan nya. Angel merasa pernah melihat salah satu diantara mereka. Tapi dimana? Angel lupa.
"Saya belum lama Tuan Beltran." ucap Rony. " Ini pasti nona Angel, ternyata anda jauh lebih cantik dari pada di foto itu."
Angel menatap orang yang berbicara dengan suaminya. Dia tak mengerti arah pembicaraan mereka.
"Silahkan menikmati hidangan nya tuan Beltran. Mari! "ajak Rony."
Kris menatap Angel. Dia sangat menganggumi Angel. Angel sangatlah cantik. Dengan balutan dres sederhananya mampu membuat Kris tak berpaling. Kaylo merasa ada mata yang memandang intens istrinya. Dia tahu, siapa yang memandang istrinya.
__ADS_1
"Tolong! Pinta putra anda untuk menjaga kesopanannya." ucap Kaylo.
Rony mengernyitkan dahinya. Dia langsung menatap Kris yang sedang menatap Angel.
"Maafkan putra saya tuan Beltran." ucap Rony. "Kris..Jaga sikapmu."
Kris mendengus kesal. Dia hanya menganggumi saja. Lagi pula minat untuk memiliki Angel sudah sirna. Karena dia tak mau berurusan dengan Beltran.
Acara makan malam mereka sudah selesai. Kini tinggal acara inti.
"Tuan Beltran. Sebelumnya saya minta maaf, mengganggu waktu pribadi anda. Saya ingin minta tolong agar putra saya di pekerjakan di perusahan anda." ucap Rony.
Kaylo menatap kedua orang di depannya. Masukkan pria itu di dalam perusahaannya. Tentu dia akan melakukannya. Kaylo akan balas dendam habis-habisan karena pria di depan nya berani menatap Angel terang-terangan di hadapannya.
"Tentu, saya akan memasukkan putra anda di perusahaanku." Kaylo tersenyum devil.
"Terimakasih, tolong bimbing dia." ucap Rony.
Kris hanya bisa pasrah. Dia tak akan tahu apa yang akan terjadi dengan nasibnya saat bekerja di perusahaan keluarga Beltran.
"Tuan Beltran tentunya sudah mengenal putra saya. Kris bilang, beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan anda di Paris. Kenapa anda tak bilang kalau sudah menikah? Tentunya saya ingin menjadi saksi acara sakral kalian."
"Maafkan saya Tuan Tyler. Bukannya saya tak mau mengundang. Karena pernikahan kami mendadak." Kaylo memegang tangan Angel
Angel menoleh dan tersenyum menatap Kaylo
Kris memekik kaget. Suara Angel begitu lembut. Suara lembut seperti itu mampu menyihir hatinya. Pantas saja Beltran sangat posesif pada Angel. Karena Angel mampu membuat semua pria tersihir.
"Saya akan mendoakan kebahagian dan keharmonisan untuk keluarga kalian." ucap Rony.
Angel tersenyum manis menatap pria tua di depan nya. Semua orang yang melihat senyuman Angel terpesona. Termasuk Kris tentunya. Kaylo mengepalkan tangannya erat-erat. Kenapa Angel bagaikan madu yang mengundang para kumbang jantan?
"Baby....Jangan kau sebarkan senyum manismu itu. Aku sangat cemburu baby." batin Kaylo.
"Sepertinya pembicaraan kita sampai di sini Tuan Beltran dan Nyonya Beltran." Sambil berdiri dan bersalaman kemudian pergi
Kris pun mengikuti ayahnya. Namun ketika dia akan bersalaman dengan Angel. Tangannya di tepis lembut oleh Kaylo.
"Kau tak perlu bersalaman dengan istriku." bisik Kaylo. "Besuk langsung datang keperusahaan ku, jangan terlambat." sambung Kaylo.
"Aku paham. Selamat malam Nona Angel."
Kris langsung pergi begitu saja. Sedangkan Kaylo duduk kembali dengan kasar. Angel menghela napas kasar. Dia tahu kalau suaminya cemburu.
"Kau sangat kelihatan tak suka dengannya."
__ADS_1
"Baby... Aku tak suka cara dia menatap mu."
"Hais..Jangan terlalu berlebihan. Aku tak suka. Lagi pula aku tak respek dengan nya. Jadi jangan khawatir." Angel menggenggam tangan Kaylo
Kaylo tersenyum menatap Angel. Perkataan Angel membuat dirinya sangat lega. Tiba-tiba saja tamu tak di undang datang.
"Wah... Pengantin baru sudah pulang dari bulan madunya." Max duduk di depan Angel dan Kaylo
Kaylo tahu siapa yang sedang duduk di depan nya. Dia adalah si pengganggu Max yang sangat menyebalkan. Yang lebih tak di sukainya. Max membawa salah satu pacarnya. Dari puluhan pacarnya.
"Sayang.. Kenapa bengong. Duduklah." perintah Max pada Betris.
Betris Nilan adalah salah satu pacar Max dan juga penghibur Max bila Max jenuh.
Betris terpesona dengan pria di depan nya. Dia salah tingkah. Pria di depan nya sangat tampan.
"Jaga pandangan mu. Aku tak suka kau melihat ku." ucap Kaylo.
"Jangan seperti itu sayang, kau menakutinya."
"Dengar baby. Wanita seperti dia harus di enyahkan. Jelas-jelas dia dengan Max. Tapi malah memandangiku tak henti. Aku tak suka." terang Kaylo.
Max menatap Batris yang sedang menunduk. Sepertinya yang di katakann Kaylo benar. Betris terpesona dengan Kaylo.
"Kau sudah denganku, tapi menatap pria lain di depan ku. Batris aku sungguh kecewa. Pulanglah."
Batris menatap Max. Dia tak mau hubungannya dengan Max berakhir.
"Maafkan aku Max, jangan menyuruhku pergi."
"Pergilah. Ini keputusan ku."
Batris mulai meneteskan air mata. Dia berdiri kemudian pergi begitu saja. Max besorak penuh kemenangan. Dia kemudian tertawa. Semua orang heran melihatnya.
"Apa kau gila. Kenapa kau tertawa?" tanya Kaylo.
"Karena aku senang bisa putus dengannya. Lagi pula aku bosan. Tak sia-sia aku menghubungi Kevin untuk memberitahu dimana kau berada."
Dasar Max pengganggu yang sangat menyebalkan.
"Kau membuat suamiku sebagai alasan Max." ucap Angel sambil berdiri memukul kepala Max.
"Au...Sakit sekali. Kau kecil. Tapi tenaga mu besar. Kay..Tolong aku. Istrimu menganiaya diriku." Max memasang wajah melas.
"Buang ekspresi sedihmu itu. Aku senang Angelku, my baby... Membelaku." Kaylo menatap Angel dengan tersenyum.
__ADS_1
Max tersenyum melihat Kaylo. Kaylo sudah berubah banyak semenjak sahabatnya itu kenal dengan Angel. Max ikut senang perjaka tua seperti Kaylo ternyata ada juga yang mau. Kalau di pikir-pikir Angel seperti bunga yang mekar di dalam diri Kaylo.