You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 29


__ADS_3

Angel berlari menuju mobilnya sambil menangis tersedu-sedu. Dia sangat syok Kaylo pernah melakukan perjanjian pernikahan dengan gadis yang memeluknya tadi. Tanpa bertanya sang sopir pun menjalankan mobilnya. Kaylo berteriak-teriak memanggil Angel. Dia berusaha mengejar Angel namun di halangi oleh pengawal Maheswari.


"Boy..."


"Dad... Angel salah paham."


"Aku tahu."


"Aku harus ke Vila untuk menjelaskannya." ucap Kaylo sambil berdiri lemah.


"Kalian pergilah, biar aku yang mengurusi putraku."


Para pengawal Baitu mengangguk dan pergi. Namun tiba-tiba Vara datang.


"Kay... kau tak apa."


Tak ada jawaban.


"Kay..." Vara meraih tangan Kaylo namun di tepis.


"Vara, teman masa kecil putraku, yang pindah ke Inggris." tebak Frans.


"Ah... benar sir, sungguh senang bisa di kenali." j.awab Vara sambil tersenyum dan melirik Kaylo.


"Aku tak menyangka setelah sekian lama kau datang menemui putraku."


Kaylo yang tak mau membuang waktu langsung pergi mengejar Angel dengan mobilnya.


Brom....brom....


"Kay..." teriak Vara sambil berlari.


"Sial." batin Vara.


"Sepertinya kau berniat jadi benalu antara putraku dan kekasihnya Vara."


"Anda terlalu berlebihan, saya hanya ingin menjadi temannya saja." elak Vara.


"Dengar, aku sarankan kau jangan mengganggu singa yang sedang tidur, mungkin kali ini dia diam, tapi siapa tahu dia memangsamu."


"Terimakasih anda sudah peduli sir." Sambil tersenyum pergi.


"Gadis licik." gumam Frans sambil menaiki mobilnya.


---------


Vila Maheswari


Angel menangis di kamarnya. Sandra pun mendekatinya. Sandra bingung bagaimana cara menghibur Angel agar tidak menangis. Tiba-tiba saja Angel berhenti. Dia berdiri kasar. Dia masuk ke kamar mandi dan membasuh mukannya. Dia keluar dengan mata yang sembab.


Baitu pun masuk kamarnya Angel. Baitu mengepalkan tangannya melihat kondisi Angel. Beltran memang tak bisa menjaga Angel. Dia harus di hukum dan untuk gadis licik itu dia akan menghukumnya perlahan sampai merasakan rasa sakit seperti mati.


Baitu memang tak pernah membunuh orang, tapi dia akan membuat orang itu sakit psikis sehingga orang itu akan mati secara perlahan tanpa membunuhnya.


(Menyiksa jiwa gays bukan siksa fisik, kejam banget)


"Om sudah datang." Angel memasukkan baju ke koper."


"Apa yang kau lakukan sayang?"

__ADS_1


"Om akan memenuhi semua permintaanku kan."


"Tentu saja."


"Kirim aku ke Paris, aku akan lanjut study disana."


Baitu kaget, Sandra pun tak kalah keget.


"Apa kau yakin?"


"Yakin."


"Kau benar-benar meninggalkan Beltran."


"Jangan sebut nama dia lagi." Angel melempar ponselnya ke kaca.


Prang...


"Berikan aku ponsel baru."


"Iya sayang, sudah jangan marah." Baitu mengelus rambut Angel.


Angel hanya diam mematung, wajahnya sangat dingin. Dirinya yang sekarang seperti orang lain.


"Sandra, siap kan jet pribadi." titah Baitu


"Baik tuan."


"Ayo sayang kita ke lapangan belakang, sambil menunggu jet siap. Aku akan mempersiapkan segala surat nya dan mengirimkannya padamu."


Tak ada jawaban


Sampai di lapangan, jet telah siap.


"Masuklah, jaga dirimu baik-baik. Om pasti akan merindukanmu, maafkan om ya."


Angel meneteskan air mata, bukan salah omnya kenapa dia yang harus minta maaf. Ini semua salah Kaylo. oh... bukan lelaki pembohong, pendusta, buaya darat. Banyak cacian yang ingin di lontarkan dari mulut Angel untuk Kaylo. Namun lidahnya kelu.


Jet pun berangkat, Baitu melambaikan tangannya kepada Angel. Namun tiba-tiba dari kejahuan datanglah Kaylo dengan berlari. Dia menerobos penjagaan ketat Baitu. Kaylo berteriak-teriak memanggil Angel yang sudah pergi. Para pengawal memegang tangan Kaylo dengan erat agar Kaylo tak bisa lepas


Baitu yang melihat Kaylo pun menghampirinya.


"Kau sudah membuatnya menangis Beltran."


"Aku harus menjelaskannya kepadanya, biarkan aku pergi."


"Lepaskan dia."


Para pengawal pun melepaskan Kaylo.


"Halo."


"Black list semua akses keluarga Beltran agar tak bisa berhubungan dengan luar negri."


Tut...tut..


Kaylo langsung saja lemas seketika. Kakinya tak bisa menopang berat badannya. Dia kehilangan Angel kali ini. Benar-benar kehilangan.


Frans melihat putranya seperti itu tak mampu berkata apa-apa, dia mendekati putranya.

__ADS_1


"Apa kau tega memisahkan mereka Bai."


"Ini bukan keinginanku Frans, aku hanya memenuhi keinginannya."


"Tak mungkin Angel melakukan ini." bantah Frans.


"Biarkan putraku mengejar Angel."


"Dengar Frans, bawalah putramu itu pergi dari hadapanku, aku sungguh muak melihatnya."


"Kau tidak ingin menyatukan cinta mereka."


"Masalah pribadi Angel bukan wewenangku Frans, aku akan melakukan apa pun yang dia minta. Asal dia bahagia." Baitu meninggalkan Frans dan Kaylo.


Frans hanya menatap punggung Baitu yang menghilang. Dia mencoba membopong tubuh putranya yang linglung seperti tak punya semangat hidup. Dia membawa Kaylo ke mobil. Malam ini Frans akan membawa Kaylo pulang ke Jakarta.


-------


Sampai di rumah megah milik Beltran, Kaylo di gendong oleh seseorang. Melihat putranya seperti itu Jenifer kaget begitu juga dengan Kevin.


"Ada apa dengannya sayang."


"Nanti aku ceritakan."


"Bawa dia ke kamar, dan kau Kev, temani bosmu."


"Kau selama di sana tak menghubungiku." Jenifer mencubit lengan Frans.


"Ini bukan waktunya bercanda. Angel pergi meninggalkan putra kita."


"Apa?" teriak Jenifer.


Frans pun menceritakan semua kejadian demi kejadian yang mereka alami. Tak ada yang di sembunyikan Frans kepada Jenifer. Jenifer yang mendengar itu pun geram sekali. Dia ingin mencabik-cabik gadis yang bernama Vara.


Seingat Jenifer, Vara adalah gadis kecil yang selalu menempel pada Kaylo. Sebenarnya Kaylo sempat mengadu pada Jenifer. Dan Jenifer memberikan peringatan tegas kepada keluarga gadis itu. Akhirnya keluarga gadis itu pindah. Entah pindah kamana. Jenifer tidak tahu. Tapi sebelum pindah Jenifer sempat mendengar kalau gadis itu memaksa Kaylo untuk menikah dengannya bila sudah dewasa Kaylo. Sontak saja Kaylo tidak mau.


Karena Kaylo sangat marah dia mendorong gadis itu dan meninggalkannya. Tapi anehnya gadis itu malah tersenyum.


---------


Sudah beberapa hari, Kaylo tetap berada di tempat tidurnya. Dia tak makan, tak bicara sedikit pun dan tak tidur. Tubuhnya semakin kurus. Ingin rasanya menangis jenifer melihat putranya seperti ini. Dia merasa menjadi ibu yang gagal. Tak terasa Jenifer menetaskan air mata. Melihat Jenifer menangis hati Kaylo tergerak. Dia menggerakkan tangannya untuk mengusapkan air mata ibunya.


"Jangan menangis, aku baik-baik saja." Kaylo mengusap air mata Jenifer.


"Putraku." Jenifer memeluk Kaylo dan meneteskan air mata.


"Boy... akhirnya kau sadar." ucap Frans sambil menghampiri Kaylo.


Kaylo hanya mengangguk, dia menatap kedua orang tuanya yang semakin tua. Tanpa sadar dia meneteskan air mata. Orang tuanya sangat menyanyanginya. Tak seharusnya dia menyia-nyia kan hidupnya. Kaylo bertekat untuk menata hidupnya kembali.


"Mom aku lapar." rengek Kaylo


Jenifer yang mendengar hal itu sangatlah senang, putranya kembali. Tanpa pikir panjang dia keluar pintu untuk mengambil makanan.


Frans mendekati Kaylo dan duduk di samping ranjang.


"Kau harus bangkit, dan tunjukkan bahwa cintamu itu sangat besar boy. Tunjukkan pada Angel dan Maheswari kalau kau bukan pria lemah."


Kaylo hanya mengangguk lemah. Benar apa yang dikatakan ayahnya. Dia harus bangkit. Menunggu Angelnya pulang. Dan membuktikan bahwa dia benar-benar tulus mencintai Angel.

__ADS_1


__ADS_2