You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 45 S2


__ADS_3

Angel dan Max memberi ruang bagi dua sejoli yang dilanda rindu itu. Permasalahan mereka sudah selesai. Semua hanya kesalahpahaman semata.


Kris menghampiri Angel dan Max yang sedang berada di luar kafe. Dia duduk di dekat Angel.


"Terimakasih, berkat nona saya bisa bertemu dengan Karina." ucap Kris.


"Kau seharusnya tidak dekat-dekat. Sedikit menjauhlah! Kay pasti akan menelan mu hidup-hidup." sambung Max.


Angel melototi Max. Sepertinya mulut Max perlu di jahit. Sedangkan Max hanya membuang muka. Dia tak mau melihat wajah Angel yang sedang melotot.


"Aku sangat senang. Akhirnya kau bisa meluruskan permasalahan mu dengan Karina. Panggil saja aku Angel. Kita sekarang teman. Lagi pula bukan kah kalian menjalin hubungan." ucap Angel.


Kris tersenyum malu mendengar hal itu. Dia belum siap untuk menyatakan isi hatinya. Mungkin butuh persiapan. Dan sepertinya tak lama lagi dia akan melamar Karina tentunya.


"Ya ampun...Kau menggemaskan sekali Kris. Aku akan memanggil Karina kalau begitu."


"Jangan..! Sebenarnya aku akan melamarnya." Kris menunduk menahan malu.


"Apa? Dengar Max! Kapan kau akan menikah? Oh ... Astaga..! Aku tak percaya ini Kris." Angel menutup mulutnya.


Max hanya mendengus kesal. Dia sebenarnya juga ingin menikah dan mendapatkan istri seperti Kaylo. Tapi nyatanya semua wanita yang di dekatnya hanya ingin bermain ranjang dengan nya.


Kris menatap Angel. Dia sangat berterimakasih padanya. Jujur saja Kris menyukai kepribadian Angel. Angel seperti malaikat tanpa sayap. Pantas saja seorang Kaylo Beltran takluk padanya. Tak hanya parasnya yang cantik. Tapi hati dan kepribadiannya juga lembut.


"Jangan memandang kagum padanya. Kau belum mengenalnya. Dia garang dan ganas. Seperti singa betina." ucap Max.


"Max...Mulut mu bisa di kunci tidak! Jangan mengolok ku!." Angel menginjak kaki Max.


"Au... Sakit sekali! Lihatlah Kris. Ini buktinya." ucap Max sambil meringis kesakitan.


Kris tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Max yang lucu menurutnya. Sedangkan Angel dan Max melongo melihat Kris tertawa.


"Kalian sungguh lucu. Aku tak menyangka bisa tertawa bebas tanpa ada rasa beban. Angel, sekali lagi terimakasih. Kau sudah mau jadi teman ku juga."


Tiba-tiba Kevin datang dengan tergesa-gesa. Dia menghampiri Angel. Napas Kevin memburu. Dia sampai minum air milik Max.


"Kev..! Itu punyaku." teriak Max.


"Maaf Tuan Max." Kevin mengatur napasnya.

__ADS_1


Angel heran, kenapa Kevin kemari, bukan nya dia sibuk mengurusi pekerjaannya dengan sang suami. Ada masalah penting apa, sehingga Kevin langsung datang kepadanya.


"Nyonya, langsung saja, bos dia...Itu bos.. Anu..! Kevin menatap Angel dan Max.


" Bicara yang jelas Kev." sambung Max.


"Bos sakit nyonya."


Angel langsung berdiri. Bagaimana bisa suaminya sakit? Tadi waktu dia tinggal saja masih sehat. Seharusnya Kevin menghubungi nya tadi. Tak usah menjemputnya segala.


"Ini pasti akal-akalan Kay saja. Dasar posesif akut." batin Max.


Angel langsung lari menuju mobil. Dia harus ke kantor untuk melihat kondisi suaminya.


Kris melongo melihat Angel berlari secepat kilat. Wanita seperti Angel sangat unik. Dia tak pernah jaga imeg sekalipun. Sedangkan Kevin bernapas lega. Max menatap tajam Kevin.


"Dia kan yang menyuruhmu melakukan itu." Sambil melipat tangannya.


"Saya tak punya pilihan lain tuan. Memang bos yang menyuruh." jawab Kevin.


"Ayo kita kembali. Aku tidak mau melewati drama yang menarik." Max berdiri. "Dan kau Kris. Sepertinya kau harus ikut. Ha Ha... Pasti akan seru kalau kau ikut. Kita lihat apa yang akan di lakukan oleh Kaylo si pencemburu itu." Max mengangkat lengan Kris.


Sebenarnya, Kris ingin menolak ajakan Max. Dia tak mau jadi kambing hitam antara Angel dan Kaylo. Melihat wajah Kaylo yang seperti ingin menelan nya hidup-hidup membuat nya ngeri. Batin Kris berteriak. Terlebih lagi dia belum pamit dengan Karina. Sepertinya dia harus punya alasan kuat untuk menolak ajakan Max.


"Aku tahu kau hanya cari alasan. Kevin....! Sikat dia."


Kevin tahu maksud Max. Kevin langsung memeluk erat lengan kiri Kris. Sedangkan Max memeluk erat lengan kanan Kris. Kris tak bisa menolak. Dia di bawa paksa oleh kedua orang kepercayaan Kaylo.


Angel berlarian menuju ruangan Kaylo. Semua karyawan keheranan melihatnya. Mereka tak berani bertanya kepada nyonya Beltran.


Brak


Angel membuka pintu secara kasar. Dia mencari Kaylo di semua ruangan yang ada di sana. Namun tidak ada. Satu ruangan yang belum dia periksa. Yaitu kamar pribadi Kaylo. Langsung saja Angel membuka pintu kamar itu.


Angel menghampiri suaminya yang sedang tertidur. Dia melihat ada termometer dan melihat termometer itu.


"39 derajat, panas sekali." gumam Angel


Kaylo tersenyum dalam hatinya. Dia senang Angel langsung kembali ke kantor ketika mendengar dirinya sakit.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menunggunya agar dia bangun. Apa aku beli bubur dulu? Lebih baik aku beli bubur dulu." Angelbpergi meninggalkan Kaylo yang sedang tidur.


Kaylo melirik ke arah pintu. Angel sudah pergi dari kamarnya. Kaylo sangat senang karena rencananya berhasil. Dia kemudian duduk dan melempar selimutnya. Tiba-tiba pintu di buka dengan kasar.


Brak


Kaylo berjingkat kaget. Ternyata Max yang membuka pintu itu. Kaylo bisa bernapas lega. Namun matanya menatap tajam kepada seseorang yaitu Kris. Kris bergidik ngeri melihat tatapan tajam Kaylo.


"Tebakan ku selalu benar, kau pura-pura sakit agar Angel kembali ke kantor."


"Cih... Kau memang mengerti diriku Max." Kaylonberdiri. "Dan kenapa kau membawa dia?" Kaylo menunjuk ke arah Kris.


"Dia akan menjadi penonton drama mu Kay." Apa kau tak takut Angel marah bila kau membohonginya?" ucap Max.


"Siapa yang berbohong." sela Angel.


Semua orang yang ada di sana melihat ke arah sumber suara. Angel tidak jadi membeli bubur. Karena tas nya ketinggalan. Kaylo pun melotot kaget melihat Angel yang mendadak muncul. Max tersenyum mengejek kepada Kaylo.


"Jawab! Siapa yang berbohong?" Angel melipat tangan nya.


Kaylo masih diam. Dia berbalik arah dan menuju ranjang.


"Kau mau kemana?" tanya Angel. "Semua keluarlah! Aku butuh bicara dengan si pencemburu itu."


Kris dan Max langsung keluar ruangan itu. Angel sangat menyeramkan. Dia seperti singa betina yang sedang mengamuk.


"Baby...! Aku bisa jelaskan ini semua." Sambil mendekat ke arah Angel.


Angel menoleh ke samping. Dia tak mau melihat Kaylo. Bisa-bisanya Kaylo berbohong mengenai kesehatan nya. Apa dia tak tahu betapa khawatirnya Angel pada nya?


"Jangan marah baby!" Kaylo memeluk Istrinya.


Angel menghela napas kasar. Sepertinya Kayo harus di beri pelajaran.


"Au... Sakit baby! Kenapa kau menginjak kakiku?" tanya Kaylo.


"Itu hukuman mu yang pertama. Yang kedua, jangan harap kau tidur bersama ku malam ini."


Jeder

__ADS_1


"Tidak....!" batin Kaylo berteriak.


Hukuman itu adalah hukuman yang paling berat. Dia tak mau melaksanakan hukuman itu. Dia tak bisa kalau tidak tidur dengan Angel. Ini tak boleh terjadi. Sebisa mungkin Kaylo harus membujuk Angel.


__ADS_2