You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 57 S2


__ADS_3

Kaylo berada di ruang kerja dengan tatapan yang tidak bisa di baca. Pikirannya kalut. Hati memanas. Jiwa serasa tercabik ribuan pisau yang tidak terlihat. Meski Jenifer berusaha untuk menenangkannya, dia masih saja menyimpan rasa tidak suka pada Juna.


Max menatap Kaylo yang sedang diam tak bergeming. Dia ingin bertanya. Tapi melihat tatapan yang menyeramkan itu, dia memilih menyimpannya dalam hati.


"Juna datang," ucap Kaylo dingin.


Max menghela nafas berat. Pantas saja Kaylo bersikap demikian. Ternyata sumbernya adalah Juna.


"Kembali saja ke apartemen. Melihatmu seperti itu membuatku merinding, Kay."


"Mom memintaku untuk tinggal di mansion karena Angel."


Kaylo berdiri menatap jendela luar.


*Apakah aku terlalu egois?


Aku hanya ingin mendapatkan kasih sayangnya*.


Max menatap Kaylo yang sedang berada di dekat Jendela. Dia menghampiri untuk menenangkan batin Kaylo yang bergejolak.


"Jujur adalah pilihan terbaik, Kay. Maafkanlah Mom Jenifer." Max menepuk bahu Kaylo agar tersadar dari lamunannya.


"Aku sudah memaafkannya. Tapi sulit menerima Juna sebagai anggota keluarga Beltran, Max. Kasih sayang Mom yang berlebih kepada Juna, berdampak padaku. Aku merasa di sisihkan."


"Kau sudah berumur tiga puluh tahun lebih. Bersikaplah dewasa, Kay. Masih ada Angel yang menyayangimu. Juna tidak punya siapapun. Bukan maksudku membelanya. Pikirkanlah sedingin mungkin. Aku tahu, kau menyayangi Juna."


Apakah mungkin masih ada rasa sayangku untuk Juna? Aku tidak pernah dekat dengannya.


Kaylo menghela nafas kasar. Batinnya goyah. perasaan kacau. Dia merasa hidup lurus tanpa ada haluan sebelum mengenal Angel. Selama hampir dua puluh tahun, Kaylo tidak pernah menunjukkan rasa bahagia, benci, cinta, senyum, bahkan menangis. Yang dia miliki adalah bentuk muka dingin dan tidak tersentuh.


"Ingatlah satu hal. Kau akan menjadi ayah. Bersikaplah bijak, Kaylo."


Meski Max kadang menjengkelkan, tapi dia teman terbaik dalam hidup Kaylo. Pengalaman yang dia miliki, mampu membuatnya unggul.


"Kau benar, Max. Aku harus bersikap bijak." Kaylo tersenyum ke arah Max.


"Bagaimana kalau kita pergi ke kelab? Aku sudah lama tidak melihat pemandangan surga dunia."


"Pikiranmu selalu saja mengarah ke sana. Membuatku muak, Max."


Ha Ha Ha


Max tertawa sambil memegang perutnya. Dia hanya ingin menikmati indahnya dunia.


"Hei, tak salah jika aku ke sana. Karena aku masih lajang. Kalau kau pergi, aku yakin Angel akan mengulitimu hidup-hidup. Aku jadi ngeri melihat Angel marah. Dia menyeramkan."


Angel dari tadi berada di luar ruangan Kaylo. Dia sedikit mendengar pembicaraan mereka.


Syukurlah, Max mampu membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Kevin menghampiri Angel yang tengah mengintip.


"Apa yang Nyonya lakukan disini?"


"Astaga..., kau mengagetkanku, Kev." Angel mengelus dada untuk menetralkan detak jantungnya.


"Maafkan saya. Mari masuk!" Kevin membuka pintu dan masuk keruangan itu.


"Permisi, Bos. Saya mau mengambil berkas yang sudah anda tanda tangani."


Kaylo menepuk jidatnya. Karena pikiran kalut, dia lupa menandatangani berkas itu.


"Berikan aku waktu satu jam untuk menandatanganinya, Kev." Kaylo berbalik arah dan menuju ke kursi kerjanya.


Angel berada di belakang tubuh Kevin sehingga kehadirannya tidak terlihat. Dia keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Kaylo yang tengah sibuk berkutat dengan berkasnya.


Max melotot melihat Angel yang sudah berada dalam ruangan ini. Dia berlari menuju kursi dan duduk manis di sana.


"Jangan berlari seperti anak kecil, Max. Kau megangguku."


"Dia lari karena takut padaku, Sayang."


Deg


Kaylo mendongak ke atas untuk memastikan suara itu. Dia langsung berdiri saat tahu Angel berada di depannya.


"Duduklah! Kerjakan berkas itu! Kevin menunggumu."


Kenapa aku tidak menyadari keberadaannya?


Aku rasa, penciumanku sudah tumpul.


"Kembalilah satu jam lagi, Kev. Kau boleh pergi."


Perintah Kaylo adalah hal mutlak yang harus Kevin kerjakan. Dia langsung keluar ruangan itu dan menuju ruangan sebelah.


"Dasar robot," gumam Max yang terdengar oleh Angel.


Angel langsung duduk di samping Max. Dia tersenyum manis kearahnya.


Pasti dia mau melakukan sesuatu padaku. Aku harus segera pergi dari sini.


"Buang pikiranmu untuk pergi, Max." ucap Angel.


Peka sekali! Seperti cenayang.


"Aku tidak akan pergi kemanapun. Apa yang kau inginkan?"


"Kau selalu tahu keinginanku, Max." Angel tersenyum devil.

__ADS_1


Max bergidik ngeri melihat senyum menyeramkan milik Angel. Jantungnya berdetak. Tangan bergetar. Keringat dingin keluar. Pikiran tak selaras dengan tubuh.


Angel menyentuh bahu Max dengan pelan. Dia berusaha menenangkannya.


"Jujurlah, kau takut padaku, kan....?"


Semenjak Angel hamil, ada yang berbeda dari dalam dirinya. Dia seperti memiliki tiga kepribadian. Kemungkinan itu adalah hormon kehamilan.


Tidak jarang Max jadi bahan pembullyan Angel. Dia sangat ketakutan saat Angel berubah seperti sekarang ini.


"Malam ini, bawa suamiku ke Taman Cinta. Laksanakan tugasmu dengan baik, Max," bisik Angel.


Max hanya mengangguk pasrah karena tidak mau membuat Angel marah.


Taman Cinta adalah taman yang di buat oleh Kaylo untuk mengenang perjalanan cinta mereka. Setiap momen yang mereka abadikan selalu di taruh di rumah pohon yang ada di taman itu.


Angel tersenyum puas karena keinginannya akan terlaksana. Dia ingin membuat Jenifer, Juna dan Kaylo bersatu layaknya keluarga.


Aku tidak ingin melihat mereka terpecah belah. Maafkan aku karena mengambil keputusan sepihak. Jangan marah padaku.


Angel berdiri dan menghampiri Kaylo untuk menemaninya. Dia menatapnya penuh rasa cinta.


"Dasar menyebalkan! Kalau dengan Kaylo saja memasang wajah selembut sutra. Tapi kalau denganku, memasang wajah segarang singa betina," gumam Max yang terdengar oleh Angel dan Kaylo.


"Tentu saja, karena dia adalah suamiku. Kalau kau adalah lalat hijau yang harus di basmi."


Kaylo tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Angel. Dia sampai mengeluarkan air mata.


"Aku bukan lalat hijau. Jangan samakan aku dengan pria di luar sana, Angel."


Angel berbalik arah dan berkata, "Jangan marah. Jika kau marah aku doakan kau tidak berjodoh dengan siapapun."


Max langsung berdiri dan berkacak pinggang menatap Angel.


"Tarik kata-katamu itu. Jangan menyumpahiku, Angel."


"Oho..., Max sepertinya sedang marah," goda Angel.


Sifatnya berubah lagi. Aku tak mengerti, kenapa Angel mudah sekali berganti sifat?


Kaylo langsung berdiri dan memeluk Angel dari belakang. Dia mencium lembut pipi Angel.


"Jangan pamer kemesraan di depanku! Aku tak suka," ucap Max sambil membuang muka.


Max sangat jengkel melihat kemesraan pasangan itu. Dia memilih keluar ruangan dan pergi begitu saja.


Max bersandar di tembok sambil mengepalkan tangan. Emosi tak stabil. Hati memanas. Jiwa yang berkobar. Pikiran negatif menguasai dirinya. Dia menyesal karena telah melakukan hal yang tak berguna.


Aku ingin mempunyai orang yang tulus mencintaiku.

__ADS_1


Apakah masih ada gadis yang mau menikah denganku? Jika Tuhan itu ada, tolong dengarkan semua keluh kesahku.


__ADS_2