You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 31


__ADS_3

Angel yang merasa diri nya di panggil pun menoleh. Ada rasa rindu di antara kedua nya. Namun sengaja Angel tepis. Memang benar Angel tahu bahwa Kaylo tak bersalah. Merasa cukup tenang di sana. Angel pun mulai mencari kebenarannya. Dia sih sebenarnya menyesal. Tapi apa daya sudah terlanjur lanjut studi di Paris. Makannya kalau marah jangan gegabah ambil keputusan, menyesal kan jadinya.


Setelah menemukan keberadaan Angel, Kaylo menghampiri Angel dengan berlari. Dia sudah sangat rindu dengan Angelnya. Dia memeluk Angel dengan napas yang memburu. Yang peluk hanya diam kaku tak membalas pelukannya.


Sambil mengatur napasnya, Kaylo menghirup kuat-kuat aroma tubuh Angel. Setelah berpisah 3 tahun aromanya pun tak berubah. Tetap seperti dulu. Kaylo tak ingin melepaskan pelukan Angel. Namun tiba-tiba Vara datang memanggil Kaylo.


"Kaylo." teriak Vara


Angel pun menoleh, dia menaikkan alisnya dan memberi kode kepada Brama. Dengan terpaksa Brama melepaskan pelukan Kaylo kepada Angel.


"Apa yang kau lakukan bren*se*?" bentak Kaylo.


Angel cuma bersedekap tangan dan membuka kaca mata hitamnya untuk di taruh di rambut. Dengan gerakan elegan Angel menyilangkan kakinya.


Kaylo yang melihat semua gerakan Angel menelan salivanya kasar. Betapa tidak, ternyata pakaian yang Angel kenakan sangatlah seksi. Seperti bukan dirinya. Kaki jenjang yang terekspos dan juga kaos yang ketat. Walaupun bagian dadanya masih tertutup itu tak menyembunyikan lekuk tubuh milik Angel. Bahkan semua orang yang disana menatap Angel lapar.


Melihat itu Kaylo geram. Ingin rasanya dia mengunci rapat-rapat Angel di dalam ruangan. Namun itu hanyalah angan-angan. Dia mencoba mereda emosinya.


"Siapa kau? jangan halangi diriku."


"Sepertinya sopan santun anda kurang tuan, mengingat anda telah memeluknya seenaknya." Brama merangkul bahu Angel.


Angel pun hanya tersenyum menatap Brama. Drama nya akan segera di mulai.


Vara melihat Angel telah kembali semakin geram. Padahal dia sudah berhasil mengusirnya. Setelah 3 tahun, kenapa harus kembali.


"Kaylo." panggil Vara


Kaylo hanya diam, dia kemudian duduk.


"Sepertinya, ada yang di jemput calon istrinya Bi." Angel melirik Vara.


"Eh... nona Angel, lama tidak bertemu." sapa Vara sambil duduk.


Kaylo hanya diam. Dia sebenarnya lelah mengusir Vara berkali-kali, nanti kalau sudah keterlaluan dia akan menyuruh seseorang untuk menghukumnya.


"Bi...apa sebaiknya kita pergi, lihat dua sejoli ini ingin menikmati waktu bersama. Sepertinya mereka tak ingin di ganggu." Angel menatap Brama.


Kaylo yang mendengar itu, hatinya sangat sakit. Seperti ada ribuan jarum yang menusuknya.


"Dengan senang hati princes." Brama berdiri dan mengulurkan tangannya.


Sebelum mendapatkan balasan uluran tangan, Kaylo lebih dulu menyeret Angel keluar kafe. Vara yang melihat itu berusaha mengejar. Namun di hadang oleh Brama.


"Mau kemana kau?"


"Bukan urusanmu." jawab Vara ketus.


"Cih... jalan* sepertimu mau naik kasta, jangan harap."


"Kau menghinaku."


"Bukankah itu kenyataan, kembalikan kartu silver milik Berto, aku yakin kau telah mencurinya sewaktu dia lengah."


"Dari mana kau tau?"


"Tentu saja, karena aku pemegang club di Las Vegas."


Vara yang mendengar itu pun sontak kaget, pria di depannya adalah pemegang club Las Vegas, itu artinya dia mengenal betul siapa dirinya.


"Dengar Vara, lebih baik kau jangan lagi bertindak dan bertingkah." ancam Brama.


Tidak, dirinya tak boleh menyerah begitu saja, perjuangan selama 3 tahun harus membuahkan hasil. Meskipun dengan cara licik sekalipun.


Brama meninggalkan Vara sendirian yang termenung di Kafe. Dia memikirkan cara agar dapat bersama dengan Kaylo. Satu-satunya cara adalah mendekati orang tua Kaylo. Selama bersama Kaylo, dia tak pernah mendekati orang tua Kaylo.


---------


Angel dan Kaylo sudah berada di taman dekat kafe Milik Karina. Angel hanya diam dan acuh. Sedangkan Kaylo menatap Angel dengan penuh rindu. Karena sudah tak tahan Kaylo mengecup bibir Angel.


Cup


Angel tak merespon. Merasa tak ada respon dari Angel. Kaylo memberanikan diri untuk mengecupnya lagi. Namun Angel menghindar.


"Angel." geram Kaylo.


"Apa?" tantang Angel.


"Baby, aku merindukanmu."


"Sayangnya, aku tidak."

__ADS_1


"Kau bohong."


"Dengar tuan Beltran yang terhormat, kita tak bisa kembali seperti dulu lagi."


"Apa yang kau ucapkan? Kita tidak pernah putus, kau tetap milikku."


"Kapan kau menjadi kekasihku? bukankah kau tak pernah menembakku untuk jadi pacarmu."


Benar saja, Kaylo tak pernah menembak Angel, dia hanya menyatakan perasaannya. Tapi bukankah itu sama saja. Lagi pula kenapa harus pacaran. Kalau sudah saling mencintai. Bukankah langsung menikah adalah pilihan terbaik.


"Dengar Angel, kau kekasihku dan itu tak pernah berubah. Aku mencintaimu. Aku akan buktikan kesungguhanku dengan melamarmu."


"Cih... omong kosong, kau sendiri sudah punya calon istri tuan Beltran."


"Dia bukan siapa-siapa ku."


"Aku tak mau merebut kebahagianmu dengannya, kuharap kau paham." Angel meninggalkan Kaylo. Namun tangannya di raih oleh Kaylo.


Kaylo memeluk Angel erat.


"Lepas."


"Tak akan, kau akan pergi."


"Lepaskan aku." Angel meronta


"Stttt... jangan tinggalkan aku Angel."


"Kau sudah gila."


"Ya... aku memang sudah gila karenamu."


"Bi.... tolong aku." teriak Angel


Brama datang dengan sigap dan memisahkan mereka.


"Apa yang kau lakukan?"


"Maaf, sebaiknya anda pergi." sambil menggandeng tangan Angel.


Kaylo hanya menatap nanar kepergian mereka. Dia kehilangan Angel lagi. Tapi dia tak akan menyerah. Dia harus tetap berjuang mendapatkan cinta Angel.


---------


"Sudah sampai, ayo turun, tuan pasti menunggu." ajak Brama.


"Iya...." Angel menghapus air matanya.


Angel harus segera menghapus air matanya. Dia tak mau ketahuan dengan om nya tersayang.


"Wah... indah sekali. Benar-benar persis permintaanku."


Namun tiba-tiba ada seseorang yang berbicara dengannya.


"Terpesona."


"Tentu saja."


"Indah bukan."


"Iya." Angel menganggukkan kepala.


"Sampai kapan kau akan di situ?".


"Sampai puaslah."


"Kau tak pernah berubah sayang."


"tentu sa...." Angel mendongak keatas


"Angel sayang."


"Om Baitu ku sayang." Angel lari memeluk Baitu.


"Astaga aku sangat merindukan mu Angel."


"Aku juga, hiks hiks.."


"Jangan menangis, ayo masuk!" ajak Baitu.


Angel hanya mengangguk. Kedua orang itu akan melepas rindu bersama.

__ADS_1


---------


Mension Beltran


Vara menunggu nyonya rumah dengan harap-harap cemas. Sudah selama 3 jam dia menunggu Jenifer. Tapi Jenifer tak kunjung keluar.


Jenifer sengaja melakukan itu. Dia malah sibuk menonton drama kesukaannya. Karena merasa sudah lama, jenifer akhirnya keluar.


"Maaf membuatmu lama menunggu."


"oh... tak apa aunty." jawab Vara.


"Jadi, ada urusan apa kau datang kemari, katanya kau teman putraku." sambil duduk dan menyilangkan kakinya."


Sungguh Vara sangat iri melihat Jenifer. Di samping masih cantik. Dia juga nyonya Beltran. Sebentar lagi dirinya yang akan jadi nyonya Beltran dan mendepak wanita itu keluar dari keluarga Beltran.


"Begini aunty, saya Vara, saya sudah sangat lama menyukai Kaylo. Saya ingin menikah dengannya."


"Kau sudah bicara pada putraku."


"Sudah, tapi Kaylo tetap mengejar Angel, padahal Angel sudah bersama pria lain. Saya melihatnya sendiri aunty."


"Dasar, wanita ular, seenaknya saja menjelekkan menantuku, aku hampir setiao hari berhubungan dengannya. Aku tahu siapa yang kau maksud itu pasti adalah Brama." batin Jenifer.


"Oh... ya." Jenifer menaikan salah salah satu alisnya.


"Benar aunty."


"Oke, aku akan membantumu, besuk adalah ulang tahun Angel, datanglah ke Mension Maheswari. Acara akan di gelar disana."


"Kenapa saya harus kesana?"


"Aku akan mengumumkan sesuatu menyangkut dirimu di sana Vara."


"Apa aunty akan mengumumkan pernikahannya." jawab Vara antusias.


"Tentu saja."


Vara senang mendengar hal itu, setelah semua lancar dia akhirnya pamit pulang. Ternyata sangat mudah membujuk nyonya Beltran yang bodoh itu. Besuk penantiannya akan berakhir.


Setelah merasa Vara meninggalkan ruangan itu, Jenifer mengirim sms ke seseorang.


"Misi berhasil."


----------


Angel melihat notikasi pesan di ponselnya. Dia melihat isi pesan itu dan tersenyum senang. Besuk adalah hari terakhir untuk Vara bisa bernapas di dekat Kaylo. Setelah besuk tak akan ada Vara lagi.


"Sedang senang rupanya."


"Tentu saja om, umpan sudah mau di makan."


"Ternyata kau pintar juga memprediksi sesuatu Angel."


"Ha..ha... om memujiku."


"Dengar, om sangat menyanyangimu, setelah ini jangan bersedih lagi."


"Oke."


---------


Ruang Kerja Kaylo.


Kaylo menundukkan kepalanya di atas meja. Max hanya diam melihat Kaylo seperti itu. Terlintas di kepala Max untuk menjahili Kaylo.


"Aku dengar besuk di ulang tahun Angel akan ada pengumuman pernikahan."


Sontak Kaylo langsung mengangkat kepalanya dan menatap tajam Max.


"Berita bohong, kau mengada-ada Max."


"Terserah, kalau tak percaya." Max mengedikkan bahunya


"Kau memancingku Max."


"Hei slow bung, kau sudah menyiapkan hadiahnya."


"Sudah, besuk aku akan melamarnya."


"Kau akan bersaing dengan calon suaminya, ku dengar dia sangat tampan."

__ADS_1


"Diam Max, kupotong lidahmu, jika kau memujinya."


Kaylo mengira Brama adalah calon suami Angel. Kaylo bertekad, akan merebut Angel dari orang yang bernama Bi itu.


__ADS_2