
Baitu dan Frans memutuskan untuk meninggalkan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
"Hei, kau mau kemana? dorong kursirku dasar kakek tua!" teriak baitu.
"Kau sungguh tak sopan padaku. Aku tidak mau."
"Oh... jadi kau ingin putra kesanyangan mu yang sudah perjaka tua itu tak jadi menjalin kasih dengan keponakanku. Aku bisa melakukan apa pun untuk memisahkan mereka, Frans," ancam Baitu.
"Kau benar-benar...."
"Memangnya kenapa? Aku yang berkuasa di sini. Lagi pula, kau berada di wilayahku. Dengar Kakek Tua. Umurmu yang menginjak lima puluh tahun itu seharusnya sering olah raga. Biar tidak sakit urat."
Sialan kau Baitu, batin Frans.
Dengan berat hati, Frans mendorong kursi roda milik Baitu. Dia sebenarnya enggan untuk melakukannya.
"Kalau bukan karena putraku. Aku tak mau disuruh-suruh olehmu."
Baitu hanya mengedikkan bahunya acuh. kapan lagi coba mengerjai kakek tua ini. Dia jadi ingat tentang Diana yang berbohong pada kakek tua itu. Bahkan Baitu ikut andil dalam drama Diana
Flashback
Dulu, ketika Diana merayakan ulang tahun Frans yang ke yang ke tiga puluh tahun. Dia mengerjai Frans habis-habisan. Waktu itu, Baitu berumur sekitar dua puluh tahun. Dan Diana berumur dua puluh lima tahun. Diana dan Baitu beda umur lima tahun. Tapi perbedaan itu tidak menjadi penghalang cinta mereka.
Diana berpura-pura kecelakaan agar Frans panik. Sontak Frans yang mendengar hal itu langsung menuju rumah sakit. Sampai di sana, dia tidak melihat Diana. Bahkan Frans mencarinya di seluruh rumah sakit. Frans yang frustasi mencari Diana hanya kembali kerumah dengan pasrah. Di kegelapan, Frans melihat Diana duduk diam di kursi roda.
"Astaga Diana...kau kenapa?" tanya Frans penuh khawatir.
Diana pun menoleh, dan ternyata bukan Diana melainkan Baitu yang sedang menyamar menjadi Diana.
"Kau... ini bukan lelucon. Dimana Diana?"
Ha Ha Ha
Suara tawa Baitu menggema di ruangan.
Tidak lama kemudian, lampu menyala. Semua orang berada di rumah Frans. Frans kaget melihat Diana yang sedang membawa lilin dan kue.
Flashback End
Baitu senyum-senyum sendiri sampai tidak menyadari kalau dia sudah berada di lobi resort. Namun, tiba-tiba ada seseorang yaang yang menyapanya. Seseorang itu adalah Dion Angkara yang di temani dengan seorang gadis. Ivanka Larina.
Dion Angkara adalah pemimpin Angkara Grup. Di usianya yang terbilang muda, Dion mampu menjalankan perusahan keluarganya dengan baik. Angkara grup sendiri perusahan yang bergerak di bidang properti. Tapi masih berada jauh di bawah perusahaan milik Maheswari. Dion saat ini berusia dua puluh tiga tahun. Dia berperawakan tinggi dan putih. Seperti artis indonesia.
Ivanka Larina adalah seorang model terkenal di Indonesia. Dia berumur dua puluh satu tahun. Karir modelingnya sangat berkembang pesat. Banyak desainer yang bekerja sama dengannya. Karirnya yang melejit membuat Ivanka menjadi pribadi yang sangat sombong.
Ivanka sangat mencintai Dion sejak sekolah SMA. Apa pun dia berikan kepada Dion termasuk tubuhnya. Ivanka tidak peduli jika harus merangkak di atas ranjang milik Dion.
Dion tidak menolak Ivanka. Karena Ivanka adalah seorang model terkenal. Walaupun dia tidak menyukai Ivanka. Tapi dia menyukai servis ranjangnya. Dion berpikir dari pada dirinya menyewa j*l*ng, lebih baik dia melakukannya bersama Ivanka. Lagi pula dia tidak rugi.
"Hai, Tuan Maheswari. Lama tidak berjumpa," sapa Dion.
"Kau rupanya."
__ADS_1
"Iya, Bagaimana kabar anda?"
"Seperti yang kau lihat."
"Kenapa anda bisa sampai seperti ini?"
"Perlukah aku beri tahu dirimu."
"Maaf bila menyinggung."
"Kau berhubungan dengan wanita ini." Baitu melirik Ivanka.
Ivanka yang dilirik Baitu menjadi salah tingkah. Betapa tidak, Baitu sangatlah tampan. Lebih tampan dari Dion. Pandangan matannya tidak berkedip. Sepertinya, dia jatuh cinta pada pria di depannya. Tapi, bagaimana dengan Dion? Atau jangan-jangan Ivanka cuma terobsesi dengan Dion.
Masa bodoh, yang penting aku menikmati ciptaan tuhan yang paling seksi, batin Ivanka
"Oh tidak, Tuan. Dia hanya teman."
Ivanka yang mendengar itu sangat kesal Ternyata, dirinya hanya sekedar teman bagi Dion. Padahal Ivanka rela melakukan apa saja untuk dirinya.
"Benarkah?"
Tiba-tiba saja Frans pergi.
"Mau kemana kau, Kakek Tua? Antar aku ke ruanganku," teriak Baitu.
"Aku lelah mau tidur. Pergi sana sendiri," Frans capek berdiri seperti pengawal disamping Baitu yang tidak dianggap. Frans memilih untuk pergi dan istirahat.
"Saya akan mengantar Anda, Tuan."
"Kau makan saja duluan. Nanti aku akan menyusul," perintah Dion sambil mengusir Ivanka.
Ivanka hanya mendengus kesal. Mau tak mau, dia harus menuruti Dion. Pupus sudah harapannya untuk mendekati Tuan Maheswari.
-------
Sementara itu, Angel dan Kaylo sedang jalan-jalan melihat berbagai penjual di pinggir jalan. Mereka sangat senang. Hati mereka berbunga-bunga. Ibarat dunia milik berdualah kalau sedang kasmaran.
Semenjak pengakuan cinta Kaylo, Angel mulai merubah sikapnya dengan Kaylo. Dulu dia sangat minim ekspresi bila di dekat Kaylo. Sekarang, dia tidak akan malu-malu lagi. Topengnya dia buka.
"Lihat kau lucu bila pakai topeng monyet itu. Ha Ha Ha."
"Kau mengejekku, hem...." Kaylo mencubit gemas pipi Angel.
Dulu, Kaylo hanya memandang lesung pipi milik Angel bila Angel tersenyum atau tertawa. Kini angan-angannya terkabul. Dia dapat menyentuhnya dengan bebas.
Kaylo sangat senang sekali Angel mau menerima dirinya. Tidak sia-sia dia berjuang menghadapi Baitu. Tiba-tiba, ponsel Kaylo berdering.
"Halo, ada apa Kev?"
"Kau handel saja dulu. Aku masih seminggu di Bali."
"Baiklah, terimakasih, Kev."
__ADS_1
Baru kali ini Angel mendengar ucapan terimakasih dari mulut Kaylo yang pedas. Mungkin Kaylo sudah berubah.
"Kita kembali"
"Baiklah."
Sampai di lobi resort, Kaylo menyuruh Angel untuk pergi ke rumah makan resort itu. Karena lapar, Angel mengiyakan perintah Kaylo.
"Aku akan mengambil sesuatu dulu, pergilah makan. Nanti aku susul," titah Kaylo.
"Baiklah."
"Wah... kelinciku menurut sekali."
"Aku bukan kelinci." Angel mengerucutkan bibirnya.
" Kelinci penakluk hatiku," goda Kaylo
Angel yang mendengar itu langsung memerah. Oh my god. Kemana Kaylo yang dingin? Kok jadi lembut seperti ini
Karena tidak tahan melihat tingkah Angel, Kaylo mencium kening Angel. Sang empu yang di cium hanya diam mematung. Kaylo membalikkan badan Angel dan berbisik.
"Lihat, wajahmu memerah. Aku tahu kau malu, pergilah!"
"Kaylo, kau benar-benar membuatku sangat malu." Angel lari meninggalkan Kaylo tanpa menoleh.
Lucunya... kelinci polosku, batin Kaylo sambil pergi meninggalkan lobi.
Kini Angel telah sampai di tempat makan Resort Maheswari. Dia berjalan menuju meja nomor sepuluh. Tiba-tiba saja, ada yang menghampirinya.
"Aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini."
Angel menoleh dan kaget.
"Kau, mengapa disini?"
"Tentu saja aku berlibur dengan kekasihku. Seharusnya aku yang tanya. Kenapa gadis miskin sepertimu sampai di tempat ini."
"Kau selalu menghinaku, Vanka."
"Itu pantas untukmu. Lagi pula kau hanya kuman yang harus dibasmi."
Tidak lama kemudian pelayan datang.
Ivanka berencana untuk memalukan Angel dengan memilih makanan yang paling mahal. Dia yakin kalau Angel tidak bisa membayarnya. Kalau dilihat, pakaian Angel sangatlah mahal. Angel menggunakan dres yang berharga fantasi. Dres ity limited edition. Ivanka mengira Angel menjadi sugar baby milik om-om genit. Vanka tersenyum mengejek.
"Sepertinya, kehidupanmu berubah. Di lihat dari penampilanmu pasti kau mempunyai seseorang yang dapat menyokong kehidupanmu," ejek Vanka.
"Kau tak berubah, Vanka. Selalu menuduhku yang bukan-bukan. Lagian, kenapa kau duduk di depanku? Banyak meja kosong di sini."
"Aku hanya ingin bernostalgia denganmu, Angel. Apa kau tidak merindukanku?" Ivanka menyunggingkan bibirnya.
"Ha Ha Ha. Aku tak sepolos dulu yang dengan mudah kau tindas, Vanka."
__ADS_1
Ivanka yang mendengar itu geram. Bukan hanya perubahan penampilan Angel yang berubah. Sikap dan sifatnya kini juga berubah.
Tiba-tiba, dari kejahuan ada yang memanggil Ivanka. Orang itu adalah?