
Kaylo langsung pergi ke kamar pribadi untuk menghubungi ibunya. Dia ingin menanyakan perihal perubahan Angel saat ini. Kaylo mengeluarkan ponselnya.
"Halo mom."
"Halo sayang. Dari mana saja kau. Kenapa baru menghubungiku?"
"Aku sibuk mom. Kapan mom kembali ke Indonesia?"
"Pekerjaan dad belum selesai sayang."
"Berhentilah memanggilku sayang. Aku malu dengan Angel mom."
"Bagiku kau masih kecil sayang. Oh iya! Bagaimana keadaan Angel?"
Kaylo menghela napasnya kasar.
"Angel akhir-akhir ini aneh mom. Dia kadang tertawa, bertingkah manja dan tiba-tiba saja menangis. Aku sampai bingung di buatnya."
"Apa?"
"Jangan berteriak mom!"
"Maafkan aku. Apa dia tiba-tiba meminta makanan yang aneh? Dan juga porsi makannya bertambah?"
"Bagaimana mom bisa tahu."
"Tentu saja. Karena aku pernah mengalaminya. Kemungkinan Angel hamil sayang. Perikasalah ke dokter kandungan. Nanti kabari mom. Mom tak sabar untuk mendengar kabar baiknya."
"Terimakasih mom."
tut
Kaylo tersenyum lebar. Dia harus mengajak Angel periksa ke dokter kandungan untuk membuktikan perkataan ibunya.
Sementara itu Angel menunggu Max yang sedang membelikan ayam di KFC. Setelah melihat iklan di televisi. Dia sangat ingin makan ayam tersebut. Max sebenarnya tak mau di suruh oleh Angel. Namun dirinya diancam oleh Angel kalau tidak membelikan ayam tersebut.
Max membawa dua bungkus kardus ayam KFC dengan langkah gontai. Dia masuk ke ruangan Kaylo.
Cklik
Max membuka pintu, Angel pun menoleh ke arah Max.
"Kenapa kau lama sekali? Cacing di perutku sudah berteriak ingin makan ayam itu."
"Tempatnya ramai sekali. Jadi harus mengantri." Max memberikan ayam itu kepada Angel.
Angel langsung membuka bungusan itu. Dia makan dengan lahap. Sedangkan Max hanya menggelengkan kepala.
"Bersihkan sampah yang berserakan itu. Aku tak mau Kaylo nanti marah padaku." perintah Angel sambil memegang paha dan memakannya.
Max berdiri dan membersihkan sampah yang berserakan. Dia ingin menolak. Tapi tak bisa. Karena takut dengan Angel. Angel kalau marah seperti singa betina yang menyeramkan. Max bergidik ngeri saat Angel tersenyum devil.
"Keturunan Maheswari memang menyeramkan." gumam Max lirih tanpa di dengar Angel.
Cklik
Kaylo membuka pintu kamar pribadinya. Dia melongo melihat Max sedang membersihkan sampah yang berserakan. Dan dia lebih terkejut lagi saat Angel sedang makan ayam dengan lahab tanpa menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Kay....Kau lama sekali. Bantu aku!" rengek Max.
Kaylo mendekati Angel sambil tersenyum. Dia duduk di sammping Angel.
"Apakah sangat enak?"
Angel mengangguk.
"Aku akan meminta Kevin untuk membersihkan ini semua. Biarkan Max melanjutkan tugasnya."
Angel menghentikan aktivitas makannya. Dia menatap Kaylo dengan tersenyum.
"Boleh... Tapi Max harus pakai daster dulu. Aku ingin dia memakai daster." ucap Angel tanpa dosa.
Max lemas mendengar permintaan Angel yang kelewat aneh. Dia di minta memakai daster. Batin Max berteriak tanda ingin menolak.
"Tentu saja Max pasti mau. Benarkan Max." ucap Kaylo melirik Max.
Max menelan ludahnya kasar. Dia ingin menolak. Tapi Kaylo menatapnya tajam.
"Sial...Aku tak mau memakai daster. Kedua orang ini benar-benar moster."
Kaylo mengeluarkan ponselnya. Dia menghubungi Kevin.
"Halo Kev. Kemarilah! bawakan aku daster."
tut
Angel tersenyum senang mendengar permintaannya terpenuhi. Dia kemudian melanjutkan makannya. Max menatap Kaylo penuh memelas. Agar Kaylo mengurungkan niatnya. Tapi Kaylo malah diam acuh saja.
"Pakai ini. Nanti kau akan dapat bonus."
"Aku tak mau memakainya. Ayolah Kay...Mukaku bisa hancur kalau memakai pakaian itu."
"Dengar...! Aku akan bilang pada Uncle Dylan kalau kau selalu membantah perkataanku."
Max tak punya pilihan lain. Dia menuruti keingan Kaylo. Dia memakai daster itu di depan mereka bertiga.
Angel tertawa terbahak-bahak. Max sangat lucu ketika memakai daster. Sedangkan Kaylo dan Kevin hanya bisa menahan tawanya.
"Max... Kau boleh melepas daster itu."
Max merasa lega. Dia langsung melepas daster itu dan duduk di sofa. Kevin menatap Max. Dia masih menahan tawannya namun dihadiahi tatapan tajam oleh Max.
"Kev ....Bersihkan ini semua. Aku mau ke kamar mandi." ucap Angel sambil pergi ke kamar mandi.
Max menghela napas kasar. Baginya Angel sangat aneh. Sedangkan Kevin dengan cepat membersihakan sampah-sampah itu. Setelah bersih, Kevin pergi. Dia harus melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
"Aku heran. Kenapa Angel jadi sadis begini?"
"Jangan mengolok istriku." Kaylo berkata sambil berkemas.
"Kau mau kemana? Ini masih siang. Kau mau bolos."
"Aku bos. Jadi terserah padaku."
Sementara itu Angel datang dengan perasaan sedih. Dia menangis dan langsung memeluk Kaylo. Kaylo kaget melihat Angel yang menangis tiba-tiba.
__ADS_1
"Sttt....Sayang...Kenapa menangis? Jangan menangis. Hem."
"Hiks...Tubuhku melar sayang. Aku tadi lihat di cermin. Lemak di perutku menumpuk. Sepertinya aku harus olahraga."
Jika Angel olahraga, keadaan bayi di dalam perutnya pasti akan berbahaya.
"Sayang....Kau tak usah olahraga. Bagaimana kalau kau periksa ke dokter kandungan?"
Angel melongo. Perutnya penuh lemak. Kenapa periksanya ke dokter kandungan?
"Sepertinya kau hamil."
Angel dan Max kaget mendengar perkataan Kaylo. Seperti pikiran Max sama dengan Kaylo. Di lihat dari cara Angel makan dan juga sifatnya yang berubah, bisa dipastikan Angel hamil.
"Ayo kita ke dokter kandungan."
Angel mengangguk. Dia mengusap kasar air matanya. Dan menggandeng tangan Kaylo. Mereka berdua pun pergi menuju dokter kandungan.
Sampai di rumah sakit H. Angel dan Kaylo langsung bergegas menuju dokter kandungan. Di sana sangat antri. Angel pun langsung duduk di kursi. Sedangkan Kaylo berdiri disamping Angel.
Semua orang yang ada di sana menatap Kaylo penuh rasa kagum. Ada yang tersenyum. Ada juga yang berusaha menyapanya. Namun Kaylo hanya acuh saja.
Tibalah saatnya bagi Angel masuk kedalam ruangan. Disana sudah ada Dokter Risma. Dokter Risma sangat cantik. Dengan balutan hijab nya yang sederhana. Mampu membuat semua terpana. Tapi tidak dengan Kaylo. Dokter Risma sejenak tertegun atas ketampanan Kaylo. Namun buru-buru dia tepis.
"Selamat sore dok." sapa Angel.
"Selamat sore juga. Ada yang bisa saya bantu Nyonya?"
Kaylo langsung duduk berdampingan dengan istrinya. Kaylo tahu dokter di depannya adalah orang yang sudah menikah. Dan dia tahu kalau dokter ini adalah orang islam. Kaylo sedikit tahu bahwa orang islam akan menjaga pandangannya terhadap lawan jenis yang bukan suaminya.
Kaylo menceritakan segala kejadian yang menimpa Angel. Mulai dari malan naas gado-gado sampai nasib Max yang kurang beruntung. Dokter Risma tersenyum mendengar cerita Kaylo. Dia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjut.
"Baiklah...Untuk mengetahui apakah Nyonya Angel hamil atau tidak. Langsung saja kita lakukan USG saja. Agar Tuan Kaylo dan Nyonya Angel tidak penasaran."
Angel mengangguk. Dia mengikuti anjuran Dokter Risma. Dokter Risma berdiri dan menuju ruangan khusus. Angel dan Kaylo mengikutinya dari belakang.
"Nyonya Angel. Tolong berbaring."
Angel berbaring. Setelah Angel berbaring, Dokter Risma menyelimuti setengah badan Angel. Kemudian membuka dres yang Angel kenakan.
Dokter Risma mengusapkan gel di perut Angel. Kemudian menaruh alat USG untuk melihat adanya janin di perut Angel.
Dokter Risma tersenyum. Dia menatap Angel dan juga Kaylo.
"Selamat Nyonya Angel, anda hamil sudah 6 minggu."
Angel dan Kaylo kaget bercampur senang. Dia tak menyangka bisa cepat hamil. Pantas saja, dia makan banyak. Dan dia juga baru sadar kalau setelah menikah dia tak mendapati datang bulan lagi.
"Tuan dan nyonya bisa lihat. Di sini ada dua janin. Sepertinya nyonya mengandung bayi kembar. Sekali lagi selamat."
"Benarkah...! Dokter tidak bohong?" tanya Angel.
"Anda bisa melihatnya lagi nyona."
Kaylo langsung menghampiri Angel. Dia langsung mengecup dahi Angel.
"Terimakasih sayang." Kaylo berbisik kepada Angel.
__ADS_1