
Kaylo memeriksa berkas yang berisi masa lalu Karina. Dia mengamati berkas itu satu persatu. Kehidupan Karina sangat miris. Sebagai ahli waris, dia tak dapat apa-apa. Hanya sebuah rumah kumuh. Rumah itu pun tak layak di huni.
"Kenapa Karina tak menggunggat keluarga itu?" tanya Kaylo pada Kevin.
"Saya kurang tahu bos. Mungkin, Nona Karina tak mau terlibat lebih jauh."
Cklik
Angel membuka pintu kamar dengan hati - hati, agar Kaylo tidak mendengarnya.
"Max, kau jangan hanya diam saja. Kita harus melakukan sesuatu."
"Bukankah kau akan ketemu dengan Tuan Tyler di Restoran Jepang? Apa lagi yang harus aku bantu."
Angel mendengar sedikit perkataan mereka. Angel menebak, kalau yang dibicarakan Kaylo adalah masalah Karina. Dia langsung merebut berkas itu.
"Biar aku yang menanganinya," ucap Angek sambil tersenyum devil.
"Sayang, kau kan lagi hamil. Lebih baik biar aku dan Max yang mengurusi semuanya," bujuk Kaylo.
Max langsung berdiri. Angel ternyata hamil. Pantas saja kemarin dia meminta hal yang aneh.
"Selamat, akhirnya aku akan dapat keponakan." Max menghampiri Angel dan memeluk Angel.
Kaylo menatap Max dengan tajam. Dia kemudian bangkit dan memisah keduanya.
"Dia istriku, Max. Kau tak usah memeluknya," ucap Kaylo memeluk pinggang Angel posesif.
"Dasar pelit."
Max langsung duduk kembali ke sofa. Dia sangat kesal dengan Kaylo. Sedangkan Kevin menahan tawa sedari tadi.
"Sayang, lebih baik kau istirahat saja."
"Jika aku istirahat di rumah, kupastikan semuanya berkurang.
Ancaman Angel membuat Kaylo menelan susah salivanya. Max tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah, kau menang."
Kaylo hanya pasrah saja. Dia tak mau jatahnya berkurang. Apa lagi, kalau harus tidur di luar. Dia tak sanggup melakukannya.
"Kita berangkat sekarang. Aku yakin mereka sudah menunggu."
Kaylo memegang tangan Angel. Dia tersenyum lembut ke arahnya. Kemudian mereka pun pergi menuju Restoran Jepang. Sedangkan Max memilih tidak ikut. Dia tak mau ikut pusing memikirkan masalah Kris.
Sementara itu, Kris duduk dengan ayahnya. Sesekali dia melirik jam yang ada di pergelamgan tangannya.
"Kenapa kau terlihat gelisah, Kris?"
Kris hanya menggelengkan kepala. Dia tak mau menjawab pertanyaan sang ayah.
Angel dan Kaylo sudah sampai di lokasi. Tempat lokasi tak jauh dari kantor Kaylo. Mereka langsung bergegas masuk. Kris melihat Kaylo dari kejahuan. Dia sangat lega. Tapi, kenapa dengan Angel juga?
Kris semakin gelisah. Kalau Angel ikut, pasti dia akan berbuat sesuatu yang membuat masalah Kris jadi tambah runyam.
Rony melihat kedatangan Angel dan Kaylo. Dia langsung berdiri dan tersenyum. Keduanya pun menghampiri mereka.
"Sudah sekitar satu bulan tidak bertemu. Bagaimana kabar anda dan istri anda?" tanya Rony sambil mengulurkan tangan ke arah Kaylo.
Kaylo menyambut tangan Rony. Namun, Angel langsung memukul tangan Kaylo.
__ADS_1
Plak
Kaylo meringis kesakitan. Sedangkan Rony tersenyum canggung dan kembali duduk.
Angel duduk dengan sangat kasar. Amarahnya memuncak ketika dia melihat Rony di depan matanya. Angel tahu, kalau Rony lah yang telah mengirim foto itu. Meski Kris juga ikut bersalah. Tapi, yang paling salah adalah lelaki tua tak tahu diri di depan matanya ini.
"Aku tak mau berlama-lama disini. Jadi, langsung saja.
Perkataan Angel membuat suasana jadi hening penuh canggung. Rony menatap Kris penuh tanda tanya. Sedangkan Kris menatap Kaylo yang sedang memgelus tangannya.
"Sepertinya, akan ada perang besar. Kenapa Kay membawa Angel ?" batin Kris.
Angel menyerahkan berkas itu kepada Rony. Rony dengan sedikit rasa canggung menerima berkas itu. Dia membuka berkas tersebut. Matanya melotot melihat semua berkas yang berisi tentang Karina.
"Anda mau merusak hubungan mereka. Oho! Jangan harap. Aku yang akan maju terlebih dahulu."
Rony menatap Angel penuh amarah. Angel berani mencampuri urusan pribadinya.
"Saya menghargai anda. Tapi, anda berlaku seperti ini terhadap saya, Nona."
Angel tersenyum dan melipat tangannya. Dia juga menatap tajam Rony kembali. Kaylo dan Kris bergidik ngeri. Mereka saling tatap menatap dan tak mau berbicara.
"Jika anda bersikeras, dalam waktu kurang dari 24 jam, aku pastikan anda akan bangkrut."
Deg
Rony melotot kaget. Angel berani mengancamnya. Itu berarti, Angel mengibarkan bendera perang.
"Om Baitu pasti akan menuruti semua keinginanku. Benarkan sayang…" ucap Angel sambil menoleh ke arah Kaylo.
Kaylo hanya mengangguk saja. Dia tak mau menolak keinginan Angel.
"Maheswari adalah keluarga yang paling di segani di negara ini. Anda pasti tahu itu."
Rony menghela napas halus. Sepertinya, dia harus merestui hubungan Kris degan Karina.
"Saya akan merestui hubungan mereka," ucap Rony sambil berdiri. "Saya pamit dulu, silahkan menikmati hidangannya."
Rony pergi begitu saja. Dia tak mau memikirkan kenginan Kris. Sepertinya, Kris sangat bahagia bersama Karina.
Kris langsung berdiri. Dia menari di tempat. Semua orang yang ada di sana tertawa.
Sedangkan Angel, dia makan dengan lahab. Dia sangat lapar sekali. Kaylo pun tersenyum melihat Angek yang sedang makan.
"Sayang, pelan-pelan saja."
Angel mengangguk. Dia kemudian menatap Kris yang tengah tersenyum senang.
"Kau harus mentraktirku."
"Oke! Makan semua yang kau inginkan."
Mata Angel berbinar. Dia langsung memanggil pelayan untu pesan makanan.
Kris menatap dompetnya yang kosong. Uangnya habis seketika.
Ha Ha Ha
Tawa Angel menggema di seluruh area parkir.
"Itu hukumanmu. Kau pantas mendapatkannya," ucap Angel.
__ADS_1
Tiba-tiba, ada seorang wanita yang menghampiri Kris dan bergelayut manja padanya. Angel langsung mendorong wanita itu.
"Kris, dia mendorongku."
Kris hanya diam. Dia tak mau membela wanita tersebut.
Kaylo keluar restoran. Dari kejauhan, dia melihat Angel menatap tajam wanita yang duduk di tanah. Kaylo langsung menghampiri Angel dan Kris.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" tanya Kaylo kepada Angel.
Semua orang menoleh kearah Kaylo. Wanita itu terpana melihat ketampanan Kaylo. Dia langsung berdiri dan memasang wajah manis. Kaylo menatap wanita itu dengan tajam. Dia sangat jijik melihat pakaian wanita itu.
"Sepertinya, matamu itu perlu di lepas dari tempatnya."
Wanita itu hanya diam. Dia semakin terkesima mendengar suara Kaylo yang begitu serak dan seksi di matanya.
"Kau buta! Pergi dari sini!" teriak Kaylo.
Wanita itu terperajat kaget. Teriakan Kaylo membuat dirinya malu seketika. Karena semua orang yang ada di area parkir melihat kearahnya.
"Anda sangat tampan, tuan. Datanglah ke taman dekat restoran ini. Aku selalu ada di sana. Aku menunggu anda," ucap wanita itu sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Wanita ini, tidak peka," gumam Angel.
Angel hanya acuh saja. Dia memilih naik mobil. Dia tak mau memguras energinya lagi untuk berdebat dengan wanita tak jelas itu.
"Ah! Nikmatnya hidup. Mending nonton opera dari jauh aja. Suamiku, berjuanglah…."
Kaylo melirik Angel yang sedang masuk mobil. Dia bernapas lega, Angel sangat percaya padanya.
Kaylo menatap tajam Kris. Kris langsung menghampiri wanita itu. Dia memegang lengan wanita itu dengan kuat.
"Pergi dari sini!"
Wanita itu meringis kesakitan. Sedangkan Kaylo hanya acuh saja.
"Tuan, Kris menyakitiku," ucapnya sambil menghampiri Kaylo.
Kaylo langsung mendorong wanita itu sampai tersungkur.
"Dasar jalang! Kau membuatku jijik!" teriak Kaylo.
Semua orang langsung menghampiri sumber suara. Mereka menatap wanita yang jatuh itu. Semua orang berbisik. Mereka kenal betul dengan Kaylo. Wanita itu melotot kaget, karena dia berurusan dengan orang yang salah. Dia langsung pergi dari tempat itu.
"Pergi! Ini bukan pasar!"
Teriakan Kaylo membuat semua orang lari dari tempat itu. Sedangkan Kris menghampiri Kaylo yang sedang dalam mode marah.
"Jangan marah lagi. Ingat, anakmu pasti melihat kejadian barusan.
Kaylo langsung tersenyum. Dia menatap Kris dan menetralkan amarahnya.
"Aku sampai lupa, kalau aku akan jadi ayah."
"Kau cepat sekali berubah."
"Hei, ini demi calon anakku. Kau tahu, mereka kembar," ucap Kaylo sambil merangkul leher Kris dengan kuat
"Hentikan! Aku tak bisa bernapas," ucap Kris sambil merentangkan tangan kanannya.
Ha Ha Ha
__ADS_1
Kaylo tertawa melihat tingkah Kris yang membuatnya lucu. Dia kemudian masuk mobil.