You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 54 S2


__ADS_3

Kaylo sudah sampai di tempat tujuan. Dia melihat mobil yang dipakai oleh Stevara untuk menculik Angel. Dengan langkah pasti, Kaylo langsung masuk ke gudang tersebut.


Stevara menaruh kasar tubuh Angel yang pingsan di tanah. Dia meraba wajah Angel dengan sangat kasar. 


"Aku akan menyayat wajahmu. Agar, Kaylo tak menyukaimu. Setelah itu, aku akan menusuk perutmu," ucap Stevara sambil mengeluarkan pisaunya dan tertawa keras.


Kaylo mendengar suara tawa Stevara. Dia langsung menghampiri sumber suara tersebut. Dari kejauhan, dia melihat pintu yang sedikit terbuka. Di dalam ruangan itu ada Stevara yang sedang mengarahkan pisau ke wajah Angel. 


Brak


Kaylo langsung membuka kasar pintu. Steva kaget dan menghentikan aktivitasnya. Stevara tersenyum menatap Kaylo. Kaylo langsung lari dan menendang tubuh Stevara sampai menatap beberapa kardus yang ada disana.


"Kau sungguh kasar, sayang," ucap Stevara.


Kaylo hanya diam. Dia menatap Angel yang sedang pingsan. Dia langsung jongkok dan memeriksa tubuh Angel. Angel perlahan membuka matanya. Dia melihat wajah Kaylo yang khawatir dan panik.


"Syukurlah, kau sudah sadar," ucap Kaylo sambil memeluk Angel.


Angel mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat itu. Dia masih bingung, kenapa dirinya bisa ada di tempat seperti ini?


"Rupanya, kau sudah bangun, Angel," ucap Stevara sambil berdiri.


"Kalau saja om mu tak membuat hidup ku jadi seperti ini. Pasti, aku bisa menikah dengan Kaylo. Kaulah perusak hidupku Angel. Aku akan mengeluarkan paksa anak yang ada di dalam perutmu."


Angel kaget. Kenapa om nya bisa terlibat? Mengenai calon anaknya, tidak? Dia tak akan membiarkan anak yang dikandungnya mati sebelum dilahirkan.


"Kenapa kau lakukan ini? Apa salahku?" tanya Angel.


"Salahmu adalah kau menikah dengan Kaylo. Dan om mu itu mengurungku. Bahkan menyiksaku dengan sangat kejam. Walaupun fisikku tak sakit. Tapi jiwa ku sangat sakit Angel. Kau tahu. Setiap malam aku selalu bermimpi buruk. Seperti orang gila. Ha..Ha..Ha," tawa Stevara yang menggema.


Kaylo menatap Stevara penuh kebencian.


"Aku tak akan membiarkanmu melakukan itu pada istriku, " ucap lantang Kaylo.


"Jika aku tak mendapat kan mu, maka kau harus mati di tangan ku Kaylo." Steva menuju Kaylo dan mengarahkan pisau ke arah Kaylo


Dor


Tiba-tiba suara tembakan menggema. Pisau yang di pegang Stevara terlepas. Tangan Stevara tertembak. Tapi Stevara berusaha mengambil pisau itu dengan tangan kirinya. Dia tak akan menyerah. Polisi tak ada pilihan lain selain menembak Stevara lagi.


Dor


Seketika Stevara ambruk bersimbah darah. Angel menangis histeris. Kaylo menenangkan Angel.


"Untung kami tak terlambat," ucap salah satu polisi itu.


"Kalian tak apa-apa," tanya Baitu.


Angel menatap tajam Baitu. Dia sangat marah kepada om nya.


"Kenapa om melakukan ini?" tanya Angel.

__ADS_1


Baitu menatap sendu Angel.


"Tolong lihat dia, apakah masih hidup atau tidak," perintah Baitu.


Salah satu polisi menghampiri tubuh Stevara. Stevara sudah tak bernyawa. Tembakan pas mengenai dada kirinya. Polisi itu menatap ke arah Baitu dan menggelengkan kepala nya.


Angel menangis sejadi-jadi nya. Stevara meninggal itu salah nya. Angel menyalahkan dirinya sendiri.


"Tenang sayang, ini bukan salahmu."


"Ini semua karena ku sayang. Kalau saja om tidak melakukan itu, pasti Stevara masih hidup," ucap Angel sambil menatap Baitu.


Baitu juga menatap Angel dengan tatapan sendu.


"Angel benci om, om pergi dari sini?" teriak Angel.


"Sayang, jangan berkata seperti itu. Maheswari adalah keluargamu."


"PERGI!" teriak Angel lagi.


Baitu tak bisa berkata apa-apa. Dia langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Urus jenazah nya. Aku akan pergi," perintah Baitu.


Angel menatap kepergian Baitu. Kaylo menghela nafas kasar. Sepertinya, dia harus menceritakan semuanya pada Angel. Agar, Angel tidak marah pada Baitu.


Meski Baitu kadang menjengkelkan. Dia sejatinya adalah pria baik. Bahkan, dia sangat menyayangi Angel. 


"Tutup matamu. Jangan melihatnya," bisik Kaylo.


Angel langsung menutup mata dan memeluk erat leher Kaylo. Dia berusaha melupakan kejadian hari ini. 


Kevin dan Max menunggu Kaylo dengan cemas. Mereka menunggu di luar karena banyak polisi yang ada di sana. Mereka melihat Baitu keluar dari gudang itu dengan wajah yang menyeramkan.


"Astaga, dia terlihat menakutkan," ucap Max tanpa sadar.


"Tutup mulut anda, jika dia mendengarnya. Kau pasti akan habis."


Max langsung bergidik ngeri saat mendengar perkataan Kevin.


"Kenapa Angel bisa mempunyai saudara seperti dia?"


Mulut Max masih saja membicarakan Baitu. Kevin hanya diam saja. Dia tak mau memperingati Max lagi. 


Kaylo keluar dari gudang dengan perasaan lega. Angel dan calon anaknya sudah selamat. Kevin yang melihat Kaylo keluar langsung menghampirinya.


"Bos!" teriak Kevin.


Kaylo tersenyum ke arah Kevin. 


"Kita pulang, kenapa Max masih di sana? Dia seperti orang gila, bicara sendiri tak jelas."

__ADS_1


"Tuan Max membicarakan Tuan Baitu, bos."


Angel langsung menatap tajam Kevin. Dia sangat kesal karena Kevin membicarakan Baitu.


"Turunkan aku," ucap Angel dengan nada dingin.


Dengan sangat terpaksa, Kaylo menurunkan Angel dari gendongannya. Angel langsung masuk pergi meninggalkan mereka berdua. Dia memilih untuk istirahat di dalam mobil.


"Jangan membicarakan Maheswari dulu, Kev."


"Maaf bos, saya tidak tahu. Anda dan nyonya baik-baik saja. Syukurlah, Tuan Baitu bertindak sangat cepat."


"Dia memang tangkas dalam bertindak. Kita hampiri Max."


Kevin mengangguk. Dia mengikuti Kaylo dari belakang. Kaylo menepuk bahu Max. Max kaget dibuatnya. 


"Astaga, jantungku masih di tempat," ucap Max sambil mengelus dadanya.


"Jangan bicara sendiri. Banyak orang yang melihatmu, Max. Kau di kira orang gila," ucap Kaylo.


Max langsung memeluk erat Kaylo. Dia sangat senang Kaylo selamat dari Stevara.


"Lepaskan pelukanmu, Max."


Max melepaskan pelukannya. Dia menatap Kaylo dengan senyuman yang lebar. 


"Bawa mobilmu. Aku akan pulang."


Max hanya mengangguk. Dia tak mau mengusik Kaylo. Karena Max tahu, Kaylo pasti sangat lelah.


Kaylo membuka pintu mobil. Dia melihat Angel yang sedang bersandar di kursi mobil.


"Kau marah?" tanya Kaylo.


Angel hanya diam. Sedangkan Kevin yang berada di depan merasa bersalah.


"Kev, jalankan mobilnya."


Kevin langsung melaksanakan perintah Kaylo. Dia melajukan mobilnya dengan perlahan.


"Jangan seperti ini, sayang. Baitu adalah saudaramu satu-satunya."


Angel hanya diam tak menjawab perkataan Kaylo.


"Dia baru saja kehilangan seseorang. Apa kau masih ingat? Gadis yang aku ceritakan waktu kita di Paris."


Angel langsung menatap Kaylo dengan tatapan kaget. Dia tak tahu kalau Baitu baru kehilangan gadis itu.


"Namanya Skylova. Dia ditabrak seseorang sewaktu bersama Baitu."


"Kenapa kau tak memberitahuku?"

__ADS_1


Kaylo menunduk. Semua ini memang salahnya. Dia tak jujur dengan Angel. Angel meneteskan air mata. Hari ini, dia sangat keterlaluan pada Baitu.


__ADS_2