You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 8


__ADS_3

Kaylo menunjukkan almari milik Angel yang sudah di siapkannya. Dengan langkah gontai, Angel langsung membuka almari miliknya. Ketika pintu almari dibuka, Angel kaget. Pantas saja dia di minta untuk membuang semua barangnya.


Kamar milik Kaylo, terdiri dari tiga ruangan. Kamar ganti, kamar mandi dan juga kamar tidur. Angel sudah tidak kaget lagi melihat kamar Kaylo yang sangat mewah itu. Mengingat Kaylo yang sangat kaya, pasti sudah hal biasa bagi Kaylo.


"Tuan, apa anda tidak berlebihan? Baju-baju siapa ini? Ini bukan untuk saya kan?"


"Ha Ha Ha, untukmu. Tapi, kau harus menggantinya nanti dengan menambah kontrak kerja denganku. Almari itu, akan di pindah besok di ruangan ganti ku."


Angel terpesona melihat Kaylo yang tengah tertawa. Dia memang tampan. Jika saja mulutnya tak sepedas sambal. Pasti, Angel sangat menyukai pria di depannya.


Kaylo yang tengah di tatap menjadi salah tingkah. Ini pertama kalinya dia tertawa setelah insiden itu.


"Kau terpesona atas ketampanan ku kan? Lihat, air liurmu menetes."


Tanpa sadar, Angel mengelap sudut bibirnya. Angel pun kaget karena di bodohi oleh pria itu. Kutu kupret itu menyebalkan. Baru saja dia di puji sudah merusak suasana hati. Angel pun meralat semua perkataannya yang dia batinkan tadi. Tiba-tiba, suara perut Angel berbunyi keras minta di isi. Bunyi perut Angel sampai terdengar oleh Kaylo.


"Ha Ha Ha, kau lapar."


Oh Astaga, malunya.... Batin Angel sampai menundukkan kepala.


"Baiklah, kita isi perutmu terlebih dahulu. Lagi pula, pekerjaanmu masih banyak. Aku tak mau kau pingsan saat bekerja. Kau pasti akan merepotkanku."


Mereka pun turun menuju ruang makan yang sudah di tata berbagai jenis makanan. Anton dan Ali pun sudah menunggu sang majikan. Para pekerja Kaylo tak tahu jika majikannya akan membawa seseorang.


Anton menatap majikannya dengan keheranan. Ali pun juga. Mereka melihat seseorang yang sedang berjalan menuju ruang makan. Tanpa berkedip, mereka terus memandang Angel. Melihat hal itu, Kaylo geram. Walaupun Angel hanya memakai pakaian sederhana yang tentunya murah, tapi dia tetap kelihatan cantik. Kealamian wajahnya membuat kaum adam ingin melahapnya secara terang-terangan.


Karena merasa di tatap, Angel pun menundukkan wajahnya. Dia sebenarnya malu, karena dia hanya seorang perempuan sendiri. Apa dirinya jelek sampai di tatap seperti itu?


"Masih berani menatapnya? Akan ku congkel mata kalian jika kalian tetap seperti itu! Kaylo menatap tajam Anton dan Ali.


Mereka pun segera mengalihkan pandangannya.


"Maaf tuan," ucap mereka bersamaan.


"Aku tidak akan memberi tahu kalian secara detail. Yang jelas mulai saat ini, Angel akan menjadi Asistenku. Dia akan melayani kebutuhanku. Dan kalian jangan berani mendekatinya atau mengajak bicara padanya."

__ADS_1


Astaga! Itu artinya Angel tak bisa komunikasi selain dengan kutu kupret pemaksa itu. Otoriter sekali dia. Angel hanya menggeleng-gelengkan kepala. Sebenarnya, dia kurang setuju. Yang benar saja.


Mereka pun duduk menikmati makanannya. Angel yang melihat banyak makanan begitu senang. Dia lupa semua kekesalannya, hanya dengan makanan enak di depannya. Tanpa pikir panjang, Angel segera mengambil berbagai jenis hidangan untuk mengenyangkan perutnya.


Melihat itu, Kaylo hanya geleng-geleng dan tersenyum. Anton dan ali yang melihat tuannya tersenyum pun kaget. Selama bekerja dengan tuannya, mereka tidak pernah melihat tuannya tersenyum seperti itu.


"Ternyata, kau seekor **** juga rupanya. Badanmu kecil, tapi porsi makanmu segunung."


Angel yang mendengar pernyataan Kaylo pun jengkel. Tadi dia dikatai kelinci, sekarang ****. Halo! Namanya itu Angel. Bukan kelinci atau ****.


Karena kesal, Angel makan dengan lahab. Agar segera menghabiskan makanannya. Dia tidak tahan dengan ocehan kutu kupret itu.


Setelah selesai, Angel bergegas pergi dengan membawa piring ke dapur. Kaylo yang melihat itu hanya mendengus kesal. Ketaksopanan Angel harus di benahi.


Melihat Angel pergi terburu-buru, Kaylo pun menghentikannya.


"Mau kemana kau? Taruh piringmu lagi diatas meja. Itu tugas Anton."


Mau tak mau, Angel berbalik. Dia sebenarnya ingin melempar piring ke wajah Kaylo. Angel menaruh piringnya perlahan.


Kaylo pun di buat melongo. Dia di permainkan kelinci polosnya.


Dengan seribu langkah pasti, Angel segera masuk ke kamar Kaylo. Dia mengomel tidak jelas dan mengumpat Kaylo di kamar mandi.


"Yang benar saja, kutu kupret menyebalkan itu memang suka menyiksaku. Aku harus balas dendam malam ini. Aku tak mau di tindas. Kesal sekali. Ingin kupukul dia. Ku jadikan adonan kue," ucap Angel sambil menghentak- hentakkan kakinya di lantai.


"Kalau di lihat kamar mandinya bagus juga. Tapi kenapa harus satu kamar sih? Pokoknya, harus pindah kamar."


"Pindah kamar? Jangan mimpi," ucap Kaylo sambil bersandar di depan pintu kamar mandi.


"Astaga, mengagetkanku saja. Seperti hantu."


"Apa kau bilang? Hantu?"


"Tidak tuan. Saya salah bicara. Bukan hantu. Tapi hati," ucap Angel sambil menutup mulutnya dengan tangan.

__ADS_1


Kaylo pun mendekati Angel yang sedang berdiri di depan kaca kamar mandi.


"Kau mau ku hukum lagi. Rupanya, kau sangat suka hukumanku." Kaylo menyeringai.


Tidak, Angel tak mau di hukum seperti itu. Bibirnya sudah tak suci. Dan dia tak mau bibirnya jadi tak suci lagi. Dobel shit. Dia harus lari.


Tanpa pikir panjang lagi, Angel lari meninggalkan Kaylo. Kaylo yang di tinggal hanya tersenyum. Hari ini, Kaylo senang. Dia mendapatkan cahaya hidupnya yang sudah mati sejak 20 tahun lalu. Tanpa sadar, hatinya mulai menghangat.


Kini, Angel sudah duduk di sofa. Dia mengotak atik ponsel miliknya. Sebenarnya, dia ingin menghubungi Karina. Tapi, dia tunda terlebih dahulu. Mengingat hari sudah malam, pasti Karina tidur. Angel sudah menyiapkan diri untuk tidur di sofa. Kaylo yang baru saja keluar kamar mandi pun mengeryitkan dahinya. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang


"Halo."


"Bawa sofa di kamarku keluar sekarang juga."


Tut


Angel bingung di buatnya. Sofa yang akan dia gunakan untuk tidur akan di bawa keluar. Big no! Lalu dia tidur dimana? Kegelisahannya semakin menjadi ketika ada seseorang mengetok pintu kamar.


Tok


Tok


"Permisi tuan."


Reflek Angel berdiri. Oh tidak sofanya, gagal semua rencana yang dia susun untuk membuat Kaylo tidak betah terhadapnya. Sebenarnya, Angel berencana untuk pura-pura tidur dan mengorok keras. Jika dia harus tidur seranjang dengan kutu kupret itu, yang ada malah dia yang di kerjai. Pasti dia akan melakukan hal-hal yang tidak di inginkan ketika Angel tidur. Bayangkan saja. Saat Angel sadar, Kaylo berani menciumnya. Bagaimana kalau saat dia tidak sadar? Ini tidak benar. Angel pun bergidik ngeri.


Sofa itu pun dibawa keluar oleh Anton dan Ali. Angel hanya melihatnya saja. Dia tak bisa mencegah sofa itu di bawa oleh mereka.


"Kemari!" titah Kaylo.


Angel menggelengkan kepalanya.


"Kau membantahku."


Dengan berat hati, Angel menghampiri Kaylo yang sedang duduk di pinggiran kasur king size nya.

__ADS_1


"Dengar, aku tak mendengar lagi penolakan darimu. Baik dari bicara atau pun tindakkanmu."


__ADS_2