You Are My Angel

You Are My Angel
Epilog


__ADS_3

Ada kehidupan, pasti ada kematian. Setiap manusia mempunyai takdir masing - masing. Cinta yang dalam membuat kita terpuruk adalah hal biasa. Apalagi, ketika cinta itu terkubur tanpa sisa. Entah apa yang membuat pria seperti Kaylo begitu mencintai sosok Angel.


Mungkin karena wanita yang telah melahirkan kedua buah hatinya sebagai penyelamat dan penerangan dalam hidupnya.


lelaki itu berjanji akan menjalani hidup tanpa Angel lalu membesarkan kedua anaknya dengan kasih sayang yang penuh.


Sosok Angel tidak akan terganti meski dirinya di beri ribuan wanita sekalipun. Hatinya tidak akan berpaling meski banyak wanita yang mengejarnya di luar sana.


Tidak seperti biasa, lelaki berdarah Jerman itu sedang melamun seusai pulang dari makam Angel. Lima tahun kepergian istrinya membuat hati dingin Kaylo kembali berkobar.


Jika diperbolehkan, Kaylo ingin ikut bersama dengan Angel. Sungguh ia tidak kuasa jika harus hidup sendirian. Tapi niatnya diurungkan, sebab masih ada hal yang menjadi tanggung jawabnya saat ini.


"Dad," panggil Keysara lembut. Gadis cilik dingin itu tak pernah menyapa Kaylo. Mungkin, ia merasakan kepedihan yang sama dengan ayahnya.


Kaylo menoleh mencoba tersenyum kepada buah hatinya. "Iya.., membutuhkan sesuatu."


Keysara menggeleng lalu duduk di pangkuan Kaylo hingga sedikit tersentak akan tindakan putrinya.


"Aku yang akan menjadi penerang hidup Daddy. Jangan Khawatir, aku dan Kellano akan membuat Daddy bahagia."


Ada rasa haru yang timbul di hati Kaylo. Putrinya sungguh sangat dewasa.


"Dad, jangan mempersulit diri. Mom tidak akan bahagia kalau Daddy seperti ini terus."

__ADS_1


Sudut mata Kaylo berair namun tidak meneteskan airnya. Ia menanggapi perkataan Keysara dengan senyuman. Tangan mungil gadis itu pun menyentuh untuk menyeka mata yang tengah berair.


"Jangan menangis lagi. Tersenyumlah...."


Gadis itu tahu betul. Selama ini, sang ayah selalu menangis setiap mengingat Angel. Diam - diam, ia dan Kellano selalu memperhatikannya.


"Daddy tidak menangis. Hanya terkena debu," elaknya.


"Daddy selalu saja berdalih," ucap Kellano tiba - tiba dengan senyumannya yang cerah.


kedua orang itu langsung menoleh seketika. Keysara hanya mendengus kesal. "Perusak suasana," cibirnya.


Kellano mengedikkan bahu acuh. "Setidaknya, aku pembawa ceria. Bukan seperti es batu," sindirnya.


"Kemarilah," perintah Kaylo.


Dengan cepat, Kellan datang lalu merangkul leher Kaylo dari belakang. Kemudian mengecup singkat pipi sang ayah.


"Tak tahu malu," ejek Keysara.


"Bilang saja iri," balas Kellano sambil menjulurkan lidah.


Kaylo hanya tersenyum simpul sambil mengelus rambut Keysara dan Kellano secara bergantian.

__ADS_1


"Kalian adalah harta Daddy yang sangat berharga. Jangan saling menyakiti. Mengerti...."


Keduanya mengangguk menuruti perintah Kaylo. Mereka kemudian bercanda gurau sesekali mengejek satu sama lain. Semua itu tidak lepas dari pandangan sosok halus yang tengah berada di dekat air mancur. Sejenak, Keysara berhenti menatap sosok yang tengah tersenyum kepadanya.


Gadis itu melambaikan tangan lalu mengecup dari jauh. Ia tahu sosok betul siapa sosok itu. Sedangkan Kaylo hanya menatap kearah Keysara.


"Mungkinkah dia melihat Angel," ucap Kaylo lirih.


Sedari kecil, tingkah Keysara sedikit aneh. Ia selalu tersenyum seperti itu sambil menatap ke arah objek yang tidak ada orangnya. Bahkan, kadang gadis itu juga tertawa.


Karena merasa khawatir, Kaylo menghampirinya dengan sedikit berlari.


"Keysara!!" teriak Kaylo.


Keysara menoleh lalu tersenyum ke arah Kaylo. Langkah lelaki itu berhenti saat melihat sosok Angel di balik tubuh putrinya. Ia hanya menatap menahan kerinduan yang mendalam. Sosok itu melayang kemudian menghilang di udara.


Dia, Angel sudah kembali ke surga. Dengan meninggalkan Kaylo beserta kedua anaknya.


Sementara Kaylo masih tertegun sedikit tidak percaya atas apa yang di lihatnya. Namun, ia tersenyum lebar dan berjalan pelan menghampiri Keysara lalu memeluknya.


"Terimakasih, Sayang. Daddy berjanji akan menjadi ayah terbaik."


Kellano pun ikut bahagia dan memeluk mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2