You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 27


__ADS_3

Setelah usai pesta, dua sejoli yang sedang duduk di bangku taman itu sedang menatap gemerlapnya langit. Angel duduk bersender di bahu Kaylo. Mereka sangat menikmati momen ini.


"Lihat... bintangnya banyak sekali." Angel mendongak keatas, Angel menunjuk bintang yang bersinar.


"Iya, kau ibarat bintang itu, Baby."


"Maksudnya."


"Kau selalu menjadi bintang di hati ku, dan tak akan tergantikan."


"Kau merayuku."


"Hei... aku tidak merayumu, itu kenyataan. Hidup ku jadi lebih berwarna semenjak kau datang baby." Sambil mencubit hidung Angel gemas.


"Au ... sakit."


"Ha... Ha... karena kau menggemaskan."


"Jangan mencubit hidungku se enaknya, ini sangat sakit, lihat hidung ku merah." Angel menghadap ke arah Kaylo.


"Ha...ha.. hanya sedikit saja." Kaylo menoleh ke arah Angel.


"Kau benar-benar, mau ku hajar ha!" Mulai memukul dada bidang Kaylo.


Kaylo yang di pukul oleh Angel hanya diam. Dia malah tersenyum. Tiba-tiba, Kaylo memegang tangan Angel dan menciumnya. Angel yang mendapat perlakuan itu hanya diam mematung. Karena tak ada reaksi. Kaylo mencium Angel, kali ini bukan ciuman biasa tapi lumata*.


Kaylo memegang dagu Angel, kemudian menciumnya. Tangan Kaylo turun ke arah pinggang Angel dan mengajak Angel berdiri.


Kaylo mengabsen setiap bibir Angel. Lumata* demi lumata* tak ada yang terlewatan. Bunyi ciuman mendominasi keheningan taman itu. Angel mengikuti permainan Kaylo. Merasa Angel membalasnya, Kaylo semakin gencar meluma* bibir Angel. Dia meresapi manisnya rasa vanila bibir Angel.


Shit... di bawah sana bereaksi, aku harus menghentikannya.


Kaylo akhirnya melepaskan ciuma* nya kepada Angel. Jika di lanjutkan dia tak kuasa untuk menahan gejolak birahi yang sudah sampai di ubun-ubun.


"Hah...hah... kau... kau... mau membunuhku." Angel menghirup udara sebesar-besarnya dan bermuka merah.


"Hei... bernapaslah, Baby."


Kaylo yang melihat Angel dengan muka merahnya semakin bernapsu. Jujur, dia sangat tak tahan melihatny seperti itu. Angel seperti menggoda dirinya. Karena tak tahan Kaylo meluma* bibir warna pink milik Angel lagi.


Lumata* kedua yang mereka lakukan berangsur sangat lama, keduanya seperti di mabuk birahi. Angel sudah mulai terbiasa mengimbangi permainan Kaylo. Tangan Kaylo mulai meraba-raba kedua benda kenyal milik Angel. Namun sebelum meraba kegiatan mereka sudah di hentikan.


"Jangan harap aku merestui hubunganmu dengan keponakanku, Beltran," ujar Baitu.


Baitu mengawasi kegiatan Angel dan Kaylo dari jauh. Merasa Kaylo mulai kehilangan kendali dia bertindak.


Sontak keduanya membeku. Skakmat ketahuan. Kaylo memasang wajah coolnya untuk menetralkan kegugupannya.


"Om... di sini," sapa Angel.


"Tentu saja, aku selalu mengawasi kegiatan kalian dari jauh."


"Dasar penguntit," gumam Kaylo.


"Dan kau Angel, pulanglah bersama Sandra. Kalian tak akan bertemu sampai pernikahan Leo."


"Apa?" teriak mereka berdua.

__ADS_1


"Sandra, cepat bawa Angel!" teriak Baitu.


Sandra yang tak jauh berada di sana langsung menghampiri Angel dan menggandeng tangannya. Angel hanya pasrah lemas tak berdaya. Dia akan berpisah beberapa hari dengan Kaylo. Sama halnya dengan Kaylo dia sangat frustasi mengusap rambutnya kasar.


"Seharusnya kau memperhitungkan semua tindakanmu, Beltran."


"Apa salahnya? aku hanya menciumnya," bela Kaylo.


"Kau pikir aku tak tahu. Kau akan bertindak lebih. Jika saja aku tak datang, mungkin kau sudah membopong Angel kekamar. Lihat... itumu pasti sakit sekali. Ha...Ha...."


"Sialan, kau mengejekku." Kaylo berbalik badan menahan malu.


"Ingat Beltran. Sebelum kau sah dengan Angel, kau di larang menyentuhnya," teriak Baitu.


Kaylo yang mendengar itu hanya bergumam tak jelas, dia akhirnya pergi meninggalkan Baitu. Dia harus mandi dengan air dingin untuk menidurkan adiknya.


----------


DI KAMAR DION DAN IVANKA


Ivanka yang telah meminum obat perangsang mulai menunjukkan reaksinya. Dia sunggu kepanasan. Wajahnya memerah. Ivanka membuka semua bajunya. Kini dia telanjan* bula*. Ivanka merebahkan dirinya diatas kasur. Dia mulai menggeliat-geliat tak karuan.


Brak


Suara pintu di buka dengan kasar. Sama halnya dengan Dion juga merasa kepanasan. Karena melihat Vanka yang telah telanjang bulat. Kabut gairahnya bertambah membakar dirinya. Tanpa pikir panjang dia melepas semua bajunya. Kini semuanya sama-sama tidak memakai baju.


Karena Ivanka masih setengah sadar, dia memanggil Dion.


"Dion, tolong... aku sungguh tidak tahan."


Tanpa sadar, mereka melakukan beberapa kali. Ivanka sampai tak berdaya di buatnya. Mereka limbung di bawah selimut dan tertidur. Mereka tidak sadar jika ada yang mengawasi keduanya.


"Nikmati hari kalian yang penuh warna malam ini. Karena malam ini adalah malam terakhir kalian bersenang-senang," gumam seseorang.


-------


VILA MAHESWARI


Angel sedang berdiri di balkon dan menatap langit. Beberapa hari kedepan dia tak akan bertemu dengan Kaylo.


"Sungguh menyebalkan," gumam Angel


Tiba-tiba Baitu masuk.


"Hei, sedang apa di situ? Kemarilah!"


" Tidak mau."


"Padahal aku mau memberikan sesuatu untukmu. Lebih baik ponsel ini aku berikan kepada Sandra. Di dalamnya sudah ada nomornya si Beltran sialan itu," bujuk Baitu


"Benarkah...." Angel menoleh ke arah Baitu.


Baitu duduk di sofa dan membuka ponsel baru yang akan di berikan oleh Angel. Tanpa pikir panjang, Angel langsung merebut ponsel itu.


"Terimakasi, Om." Angel duduk di samping Baitu.


" Kau akan menghubunginya sekarang."

__ADS_1


"Tentu saja, lebih baik Om keluar."


"Haiss... kau mengusir Ommu, Sayang."


"Aku tak mau hal privasiku di ganggu, Om."


Karena tak mau mengganggu, akhirnya Baitu pergi keluar kamar.


"Ingat. Jangan tidur malam-malam."


Angel hanya mengangguk. Setelah Baitu keluar, di langsung menghubungi Kaylo lewat VC. Karena dulu ponselnya jadul jadi dia tak bisa VC. Bisanya cuma sms dan telepon.


"Ayo angkat." Menunggu dengan gelisah.


Akhirnya diangkat juga.


"Aaaa... kenapa kau tidak memakai baju?" Angekl menaruh ponselnya di meja dengan muka memerah.


Baby, kau kah itu? Aku baru saja mandi. Tunggu aku akan memakai baju."


Tak berapa lama kemudian Kaylo memakai baju.


"Hai, Baby... aku sudah selesai."


"Lain kali jangan telanjang dada."


"Maafkan aku. Aku pikir kau Max. Karena Max sering kali mengganti nomor ponselnya."


"Huf... aku bukan Max."


"Baby, kau dapat ponsel baru."


"Iya, Om Baitu yang memberikanku, katanya untuk menghubungi mu."


"Sepertinya Maheswari mencari muka di depan Angel," gumam Kaylo lirih agar tak di dengar Angel.


"Dengar. Selama kita berpisah, kau jangan macam-macam," ancam Angel.


"Wohoo... kau mulai mengancamku, Baby."


"Aku tidak mengancam mu, tapi mengingatkanmu." Angel menguap.


"Sepertinya kau mengantuk, tidurlah, Baby. I love you."


"I love you to." Angel mengucek mata tanda kantuk tiba.


Kaylo menutup VC dari Angel. Dia sangatlah bahagia. Walaupun dia tidak dapat bertemu Angel beberapa hari kedepan. Dia masih bisa berhubungan dengan Angel melalui Ponsel.


"Sedang bahagia, Boy."


"Iya, Dad." Kaylo tersenyum


"Tidurlah, besuk kita harus ke Vila Maheswari."


Kaylo yang mendengar itu sangatlah gembira. Dia masuk ke kamarnya sambil bersiul-siul.


"Dasar bucin," gumam Frans

__ADS_1


__ADS_2