You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 51 S2


__ADS_3

Kaylo mengacak rambutnya frustasi. Tadi malam Angel tidur dengan Karina di kamar tamu. Sedangkan dia tidur sendirian. Ini semua karena Kris. Kaylo menatap Kris yang sedang memeriksa berkas.


Sedangkan Max menatap Kaylo yang sedang menatap Kris.


"Apa kau tidak akan kerja Kay? Dari tadi kau menatap Kris saja. Ini sudah hampir siang."


Kaylo mendengus kesal. Dia tak ingin malamnya terganggu dengan adanya Karina.


"Kris....Apa kau tidak frustasi? Kekasihmu sedang marah padamu."


"Bukankah kau bilang akan membantuku menyelesaikan masalahku. So...Aku tenang."


"Sial....Kau jangan mengandalkanku saja. Kita harus memikirkan ini bersama."


Max hanya diam mendengarkan percakapan Kaylo dan Kris. Max tak tahu arah pembicaraan mereka.


"Jangan membuatku pusing. Kalian berdua berbicara sesuatu yang tidak di mengerti oleh ku." sela Max


Kaylo dan Kris menoleh ke arah Max. Mereka ter


senyum penuh arti. Sedangkan Max bergidik ngeri.


"Apa yang kalian pikirkan?"


Kaylo dan Kris menghampiri Max. Mereka berdua menghimpit Max bersamaan.


"Sumpah aku bingung."


"Dengar Max. Kau mau menolong kamikan?" tanya Kaylo.


Max langsung berdiri. Dia tak mau terlibat hal aneh dengan Kaylo dan Kris. Kris menyeret tangan Max untuk duduk kembali. Kris kemudian menyerahkan foto seorang gadis pada Max.


"Dia salah satu want night stand ku. Kau bisa berkencan dengannya." ucap Kris.


Max mengangkat sebelah alisnya. Dia menatap Kris penuh selidik.


"Kalian menyembunyikan sesuatu dariku kan?"


Kaylo menepuk bahu Max. Dia menatap Kris. Kris pun mengangguk. Kaylo kemudian menceritakan semua masalah Kris kepada Max. Max mendengar cerita Kaylo dengan cermat. Dia kemudian mengangguk tanda mengerti.


"Aku harus jujur pada kalian. Aku tak lagi melakukan cinta satu malam."


Kaylo dan Kris melongo. Dia tak menyangka Max bisa berubah. Padahal Max terkenal sebagai pecinta wanita. Max tak mau terlibat dengan wanita lagi. Keputusan ini dia buat semenjak keinginan menikahnya muncul. Dia ingin punya keluarga yang bahagia. Punya anak yang banyak. Maka dari itu, Max berhenti melakukan cinta satu malam.


"Bertemulah dengan ayahmu Kris. Berjuangkan cintamu untuk Karina. Kau jangan menambah masalah dengan settingan."


Kaylo menatap Max. Apa yang di katakan Max memang benar. Sepertinya mempertemukan keduanya adalah hal yang tepat.


Kaylo mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kevin.


"Halo Kev, cari tahu masa lalu Karina. Sore nanti kau berkasnya harus sudah ditanganku."

__ADS_1


tut


Max menatap Kaylo. Dia menggelengkan kepala.


"Sifat bosy mu itu harus di hilangkan."


Kaylo menatap Max penuh kesal. Dia kemudian menatap Kris.


"Diamlah Max! Dan kau Kris. Aku sudah sedikit membantumu. Selanjutnya terserah padamu."


Kris langsung berdiri. Dia memberikan semua berkasnya kepada Max.


"Aku tak mau mengerjakan ini."


"Kau harus mengerjakannya." ucap Kris kepada Max. "Hari ini aku akan pergi ke kantor papa. Kita ketemu di restoran jepang Kay." Kris langsung pergi meninggalka. mereka berdua.


Max tak menyukai hal ini. Pekerjaannya menjadi tambah banyak. Dia tak rela di jadikan tumbal oleh kedua pria itu. Hidupnya sangat sengsara.


Tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam ruangan itu. Max kaget dan langsung berdiri.


"Duduklah...Kenapa berdiri begitu? Aku bukan hantu. Jangan kaget."


Kaylo menoleh ke arah suara. Dia tersenyum menatap orang itu. Kaylo menghampirinya.


"Hai uncle. Bagaimana kabarmu?" ucap Kaylo sambil memeluk Dylan.


"Aku selalu seperti ini Kay...Kau berubah. Jadi banyak tersenyum. Aura mu juga berbeda." ucap Dylan sambil duduk di depan Max.


"Dad tidak merencanakan sesuatu kan?"


Dylan memukul kepala Max. Dia sangat kesal. Niatnya datang adalah murni rindu terhadap Max.


"Hilangkan pikiran negatifmu itu Max."


Max mengelus kepalanya yang telah di pukul oleh Dylan. Dia meringis kesakitan. Pukulan Dylan sangat kuat sekali.


"Bagaimana kinerja Max? Apa dia serius dalam pelerjaannya Kay?"


Kaylo tersenyum. Dia menceritakan semua aktivitas Max bersamanya. Dylan sangat senang mendengar perubahan Max.


Sementara itu, Angel masih asik dengan berbagai makanan yang ada di mejanya. Hari ini dia pergi ke kafe milik Karin. Sepanjang hari, Angel cuma makan saja. Dia malas mengerjakan sesuatu. Tiba-tiba saja rasa mual melanda perutnya. Angel langsung lari ke kamar mandi. Dia mengeluarkan semua isi perutnya.


Karina langsung lari menuju arah Angel. Dia mengelus punggung Angel. Angel kemudian berdiri di papah oleh Karina.


"Lebih baik kau istirahat saja. Aku tak mau suamimu marah padaku nanti."


Angel mengangguk. Dia langsung pergi ke ruang istirahat milik Karina. Angel berbaring di ranjang. Dia melihat langit atap.


"Aku rindu aroma tubuh Kaylo." gumam Angel lirih.


Angel langsung bangkit. Dia mengambil tasnya. Dia keluar dari kamar pribadi Karina.

__ADS_1


"Aku pergi dulu." ucap Angel sambil pergi menuju mobilnya.


Karina meneriaki Angel. Angel hanya acuh dan naik mobil begitu saja. Dia rindu dengan Kaylo. Dia haru bertemu Kaylo. Tak lama kemudian Angel sampai di kantor Kaylo. Semua orang yang ada disana menatap kagum ke arah Angel. Semenjak hamil, aura kecantikan Angel semakin bertambah. Dengan langakah cepat. Dia menuju ke ruangan Kaylo.


Brak


Max berjingkat kaget. Sedangkan Kaylo langsung berdiri. Angel langsung menghampiri Kaylo dan mencium bibir singkat Kaylo.


Kaylo melotot karena di cium oleh Angel secara tiba-tiba. Sedangkan Max membuang mukanya. Max tak mau melihat kemesraan dua pasangan itu.


"Kalian membuat mataku ternodai."


"Makanya cepat menikah." ejek Angel kepada Max.


Max jengkel mendengar perkataan Angel. Dia langsung pergi begitu saja.


"Kau mengusir Max dengan cara kasar sayang."


"Hus....Aku rindu padamu." bisik Angel sambil membuka kancing baju Kaylo.


Kaylo tersenyum. Dia tahu arah pembicaraan Angel. Lagi pula dia juga rindu Angel.


"Aku mau kau menengok si kembar dengan pelan sayang." suara Angel yang serak dan menggoda membuat Kaylo makin berhasrat.


Tanpa pikir panjang Kaylo langsung melancarkan aksinya. Dia menggendong Angel menuju kamar pribadinya. Angel hanya pasrah saja. Mereka melakukan penyatuan beberapa kali di ruangan itu. Bunyi desahan menggema di seluruh ruangan.


Kaylo ambruk di tubuh Angel. Dia menyangga tubuhnya dengan kedua tangan Kaylo. Mereka berdua mengatur napas bersamaan.


Kaylo berpindah tempat di samping kanan tubuh Angel. Aroma percintaan masih melekat di tubuhnya. Semenjak hamil gairah Angel semakin meningkat. Kaylo senang melihat perubahan Angel.


Angel sangat lelah. Dia kemudian memutuskan untuk tidur sejenak. Sedangkan Kaylo beranjak dari tidurnya dan menuju kamar mandi.


Setelah mandi, Kaylo menghampiri Angel dan mencium keningnya.


"Mimipi yang indah sayang."


Kaylo keluar kamar dengan tubuh yang segar. Dia menatap Max yang sedang melihat acara televisi.


"Kau lama sekali. Aku sampai jamuran."


"Aku rindu padanya. Tentu saja lama." ucap Kaylo sambil berjalan menuju meja kebesarannya.


"Aku pesan makanan. Sebentar lagi datang. Ini sudah sore. Dan kau melewati jam makan siangmu."


Kaylo menatap heran Max. Sejak kapan Max perhatian padanya. Sepertinya Max memang sudah berubah


"Aku melakukan ini karena kau berbicara baik tentang diriku kepada dad."


Kaylo meralat pujiannya terhadap Max. Dia mendengus kesal.


"Dasar menyebalkan." gumam Kaylo lirih tanpa di dengar oleh Max

__ADS_1


__ADS_2