
3 Tahun kemudian
Kaylo masih setia di ruangan kerjanya. Sejak Angel pergi dia berusaha bangkit dan mulai terapi untuk menghilangkan phobia nya. Namun hanya mimpi buruk yang dapat hilang. Rasa jijik bila bersentuhan dengan wanita masih melekat pada dirinya. Tak jarang para gadis mendekatinya, namun Kaylo tetap tak bergeming sedikit pun. Bahkan Vara tetap gencar mendekatinya. Padahal berbagai penolakan dia dapatkan.
Selama ini Baitu hanya mengawasi gerak gerik Vara dari jauh. Dia sengaja membuat musuhnya di atas awan. Baitu tahu siapa sebenarnya Vara. Sesudah kejadian itu, dia mendapat informasi mengenai Vara. Ternyata Vara adalah gadis penjaja sek* di sebuah club terkenal. Dia sengaja mencari informasi tentang Kaylo.
Vara berharap banyak pada Kaylo untuk menikahinya, karena Vara tak mau hidup miskin dan terus bekerja di club itu. Dengan bantuan salah satu pelanggannya Vara berhasil menemukan Kaylo. Bahkan dia juga mengejarnya ke Jakarta.
"Kau selalu bekerja tanpa henti."
"Diamlah jangan buat aku pusing dengan keluhanmu."
Siapa yang berada di ruangan dengan Kaylo?Dia adalah Max. Max di minta ayahnya pulang ke Indonesia. Ayah Max mendapatkan kerja sama menarik dengan Maheswari tapi dengan syarat dia harus memulangkan putranya ke Indonesia guna menjadi mata-mata untuk Angel. Angel selalu mendapat informasi mendetail mengenai Kaylo selama dia berada di Paris.
"Kau tahu Max, aku sangat merindukannya. Kapan dia akan kembali?"
"Hari ini." Max menutup mulut keceplosan.
"Kau tidak bercanda, hah!"
"Aku cuma bercanda saja, hehehe."
"Jangan buat ku jantungan."
Namun tiba-tiba Vara datang membawa makanan. Dia menghampiri Kaylo.
"Aku membawa makanan untukmu Kay...Makanlah."
"Cih... jalan* mulai menggoda."
Vara melirik Max tajam. Dia heran dari awal bertemu kenapa Max tak suka padanya.
"Aku tidak lapar, pergilah."
"Tapi ini makanan kesukaanmu, aku suapi."
"Menyingkirlah Vara." Kaylo berdiri dan meninggalkan Vara dan Max
"Sialan." gumam lirih Vara.
Sudah 3 tahun dia berusaha keras, namun tak ada hasilnya. Kesabarannya sudah mulai habis. Dia harus menggunakan cara terakhir yang dia susun untuk melakukannya. Ya cara itu. Dengan cara itu pasti dia bisa mendapatkan Kaylo.
__ADS_1
"Mau menggunakan cara kotor, huh."
Vara kaget, bagaimana Max bisa menebak isi pikiran Vara?
"Lihatlah!" Max menunjukkan foto Vara yang sedang membeli obat perangsang.
Vara sangat kaget, kenapa Max bisa mendapatkan foto itu. Bukan kah pembeli di sana elegal dan tak ada orang yang bisa masuk kecuali orang yang berkedudukan tinggi.
"Dari mana kau mendapatkan foto itu?"
"Kau tak perlu tahu, tapi sebelum rencanamu itu berjalan kupastikan aku lebih dulu menghentikannya." ancam Max.
Vara sangatlah kesal. Rencananya yang di susun telah gagal sebelum di jalankan. Dia harus memikirkan cara lain untuk mendapatkan Kaylo.
----------
Bandara Indonesia
Dua orang berjalan dengan penuh mempesona. Semua orang kagum melihatnya. Mereka seperti pasangan kekasih. Mereka adalah Angel dan Brama.
Brama Saint adalah teman dekat Angel selama di Paris. Dia adalah pengawal pribadi Angel. Brama seorang yatim piatu. Dia di tolong oleh Baitu. Karena hutang budi Brama mengabdikan diri seumur hidup kepada Baitu. Brama adalah pria yang sangat tampan. Tak kalah tampan dengan Kaylo. Cuma bedanya tubuhnya mungil. Tapi dia sangat gesit. Seni bela dirinya sangat handal. Walaupun bertubuh mungil, badannya juga berotot.
Penampilan Angel sangatlah berubah. Dia lebih mengikuti perkembangan jaman. Dia memakai kaos ketat, celana diatas lutut, sweter yang di talikan di pinggangnya, sepatu snaker dan juga kaca mata hitam yang bertengger manis di matanya.
Bi adalah nama panggilan Brama dari Angel. Angel kesulitan memanggil Brama. Akhirnya dia memanggil Brama dengan Bi.
"Baik princes."
Mereka bergegas menuju Kafe Karina. Sampai di Kafe Karina. Angel langsung menghampiri Karina
"Ya tuhan Angel, aku sangat merindukanmu."
"Aku juga."
"Dengar kau tau, Kaylo setiap hari datang kemari, sebentar lagi dia pasti akan datang."
"Aku tahu itu." Angel melepaskan kalung dan masukkan ke dalam tas.
"Gadis tak tahu malu itu selalu menempelinya."
"Iya, aku tahu semuannya."
__ADS_1
"Duduklah di depan, kau pelangganku, dia siapa?"
"Dia Bi."
"Brama." Brama mengulurkan tangan.
"Karina." Karina menerima uluran tangan.
"Ayo Bi, kita duduk. Kita mulai drama kita, ha..ha..ha."
"Ada yang salah dengan Angel, tak hanya penampilannya yang berubah. Tapi juga sifatnya, kok aku jadi merinding ya." Karina bergidik ngeri.
Angel dan Brama duduk di meja dekat jendela. Sejenak dia mengingat masa lalunya dengan Kaylo.
------
Ruang Kerja Kaylo
Kaylo yang sedang berdiskusi dengan salah satu kolega bisnisnya mendapatkan pesan dari Karina. Dia membuka pesan itu dan melihat isi pesannya. Di sana ada foto seseorang yang telah lama dia rindukan. Kaylo mengamati foto demi foto yang telah dikirim oleh Karina. Sudah sangat lama dia tak melihat Angel. Tunggu ada yang salah dengan foto ini. Bukankah ini tempat Karina. Dan siapa laki-laki yang bersama dengan Angel. Tiba-tiba saja Kaylo berdiri.
"Mohon maaf tuan Tayler, kita undur dulu meeting kali ini. Saya harus menemui calon istri saya."
Mendengar hal inu Joni Tayler pun tersenyum, sepertinya kekasih Kaylo sudah pulang. Joni ikut senang. Mengingat apa yang dialami Kaylo waktu terpuruk. Joni tau semua mengenai Kaylo.
"Kerjalah dia nak, buktikan cintamu." Sambil menepuk bahu memberi semangat.
"Terimakasih tuan." Kaylo berlari menuju pintu.
Semua karyawan bingung melihat bosnya berlarian tak jelas. Apa yang sebenarnya tejadi. Dan satu lagi mereka melihat bosnya tersenyum.
Vara tak sengaja melihat Kaylo berlari. Dia segera memanggil Kaylo, namun Kaylo tak menjawabnya.
"Kemana dia pergi? Aku harus mengejarnya." gumam Vara.
--------
Angel tertawa melihat tingkah konyol Bi. Bi selalu dapat menghiburnya. Mereka benar-benar seperti sepasang kekasih.
Kaylo telah sampai di kafe milik Karina, dia melihat Angel sedang tertawa. Hatinya menghangat. Dia langsung saja memanggil Angel.
"Angel." teriak Kaylo.
__ADS_1
Kaylo sangat senang melihat Angel. Dia tanpa sadar berteriak mamanggil nama Angel. Semua orang menoleh kearah sumber suara. Mereka kaget seorang Kaylo Fendaz Beltran berteriak memanggil nama seorang wanita. Padahal rumor mengatakan kalau Kaylo seorang Gay.