You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 60 S2


__ADS_3

Angel meninggalkan Max dengan penuh emosi. Ia menghampiri Kaylo yang tengah bercanda dengan Juna. "Sayang, apakah sudah selesai," ucap Angel dengan sedikit nada kesal. Kaylo menoleh dan menatap Angel. "Sepertinya kau merasa kesal. Apa yang terjadi, Sayang," tanya Kaylo selembut mungkin. 


Angel duduk dengan kasar. Wajahnya merah padam. Mata melotot. Tangan mengepal kuat. Emosinya sudah ada di ubun-ubun siap untuk meledak. "Max menjengkelkan," ucap Angel sambil mendengus kesal. "Pokoknya, dia harus membayar semua kekesalanku hari ini," imbuh Angel penuh penekanan sambil tersenyum devil.


Juna dan Kaylo menatap Angel dengan heran. Di depan mereka, Angel seperti singa besar yang siap menerkam siapa saja. Aura hitam keluar dari dalam tubuhnya. Siapapun yang melihat itu, pasti langsung kabur terbirit-birit.  Mereka menelan kasar salivanya ngeri. 


Astaga… kenapa istriku jadi seperti ini Menyeramkan sekali! Aku sampai merinding.


Kak Angel seperti singa yang sedang meraung marah mencari mangsa. Apakah Kak Kaylo tidak menyadarinya? Kata Mom, Kak Angel sangat lembut. 


Mereka berdua saling memandang satu sama lain. Juna menggerakkan kepala supaya Kaylo menetralkan suasana. Namun, Kaylo malah menggeleng. Mau tidak mau, Juna harus mencari cara agar meredam kemarahan Angel. Ia berfikir keras sampai timbul ide yang sangat ampuh. 


Juna menatap ke arah Angel dengan lembut. "Kak, bagaimana kalau kita ke wahana saja?" ajak Juna dengan penuh semangat. Angel menoleh dan menatap tajam Juna. "Kau sendiri saja," ucapnya dingin. Juna tidak kehabisan akal. "Aku dengar, Kak Max takut dengan komedi putar," ucap Juna penuh keyakinan. 


Angel tersenyum mendengar perkataan itu. Sedangkan Kaylo menatap tajam ke arah Juna yang tengah membocorkan rahasia besar Max. Kaylo mendekati Juna dan berbisik. "Apa kau gila. Kenapa kau memberitahunya? Max bisa mati bunuh diri," ucap Kaylo sepelan mungkin. Juna menoleh ke arah Kaylo. " Aku tak punya pilihan lain, Kak. Setelah ini, pasti amarahnya akan reda."


Kaylo menarik tubuhnya dengan kasar dan menatap Juna tanpa henti sambil melirik Angel yang sudah merubah ekspresi wajahnya jadi ceria. Ada sedikit rasa lega di hati Kaylo. Meski harus mengorbankan rahasia Max. Kaylo mendekati Angel. "Sayang, kau jangan merencanakan sesuatu pada Max," ucap Kaylo lembut. 


Angel menoleh dan berkata, "Siapa bilang aku merencanakan sesuatu? Aku akan bersenang-senang dengannya," ucap Angel bahagia.


Kaylo sangat lega mendengar hal itu. Ia langsung memeluk erat tubuh Angel. "Kita pulang dan makan malam di rumah," bujuk Kaylo.


Angel langsung mengangguk dan melepas pelukan Kaylo. "Juna, ayo pulang," ucap Angel sambil berdiri dan menarik lengan Juna. 


Kaylo mendengus kesal menatap kepergian mereka. Ia jengkel kepada Angel karena telah mengacuhkan dirinya. Max menghampiri Kaylo. "Kalian mau pergi kemana? Aku lapar… ayo ke Mansionmu!" ajak Max sambil mendahului Kaylo. 


Namun, tiba-tiba ia berhenti. Karena Kaylo menarik paksa lengannya. "Kau makanlah di rumahmu. Dan sedikit menjauhlah dari Angel. Sepertinya, dia sangat jengkel terhadapmu," ucap Kaylo memberi peringatan. 


Max langsung menelan salivanya kasar dan membayangkan Angel yang tengah tersenyum devil kepadanya. Ia kemudian menggelengkan kepala. "Aku akan pulang sekarang. Sampai jumpa Kaylo…," ucap Max sambil pergi. 


Semoga, Angel melupakan kemarahannya terhadap Max.


Kaylo berjalan keluar taman. Ia tidak melihat mobil Juna di parkiran. Ada rasa kesal yang bersarang di hatinya. Kenapa ditinggal seorang diri? Dengan langkah kasar, ia menghampiri mobilnya dan masuk begitu saja. "Aku harus memberi pelajaran pada mereka," gumam Kaylo sambil menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


Kaylo menyetor dengan cepat agar sampai di Mansion. Dalam waktu singkat, ia sudah sampai di tempat tujuan. Dari kejauhan, dirinya mendengar gelak tawa semua orang. 


Kaylo mendengus kesal dan melewati mereka. Angel langsung berdiri. "Sayang!" teriak Angel. 


Kaylo berhenti dan menoleh, "Jangan memanggilku sayang." 


Deg


Angel langsung lemas seketika. Apakah Kaylo marah padanya? Hari ini, ia memang sedikit keterlaluan. Tanpa disadari, air matanya menetes. Dirinya langsung duduk tak bertenaga. Kaylo tak merespon sedikit pun. Bahkan, ia meninggalkan Angel sendirian. 


Jenifer menghampiri Angel, "Mungkin dia lelah, Angel."


Angel menggeleng, "Hari ini, aku keterlaluan, Mom."


"Kak, siapa bilang keterlaluan?" Kakak melakukan demi kita semua," sela Juna.


Mungkin, bagi mereka apa yang dilakukan Angel adalah hal terbaik. Namun, bagi Kaylo adalah hal yang mengesalkan. Urusannya dengan Junna sudah selesai. Akan tetapi, cara Angel yang membuat pria itu tak menyukainya. 


Kaylo sengaja memberi pelajaran pada Angel agar kedepannya tidak menyembunyikan hal sepenting ini. Apalagi, tingkah Angel yang semakin aneh setiap harinya. Ia tahu kalau hormon kehamilan mempengaruhi kepribadiannya. Tapi, hal ini di luar batas kewajaran. 


Rasa bersalah bersarang di hatinya. Baru kali ini, ia melakukan tindakan seperti ini. "Sial…! Seharusnya, aku tak berkata seperti itu. Dia lagi hamil. Wajar kalau mudah berubah."


Kaylo kalut dalam pikirannya. Sampai tak sadar, Jenifer masuk ke dalam. "Salahkan Mom. Jangan salahkan Angel," ucap Jenifer tiba-tiba.


Kaylo langsung duduk, "Kalian bekerja sama." 


Jenifer menghela nafas kasar, "Kay, Mom tahu kalau salah. Besok, Juna akan kembali ke Australia. Dia akan menetap di sana."


Kaylo melotot kaget, "Bohong."


Jenifer duduk di samping Kaylo, "Dengar, Mom yang minta tolong pada Angel. Dia tak salah. Mom yang salah telah mengabaikanmu selama ini. Untuk itu, maafkan Mom."


Jenifer memegang tangan Kaylo menatapnya sendu. "Kau mau memaafkan Mom," ucapnya sambil memeluk Kaylo.

__ADS_1


Kaylo hanya diam tak berkata apapun. Hatinya sudah memaafkan Jenifer. Tapi, kenapa ada yang janggal? 


"Katakan padaku, Mom. Juna anakmu, kan?" 


Plak


Jenifer memukul kepala Kaylo, "Apa kau gila? Dia sepupumu. Aku bersalah karena memberi kasih sayang padanya lebih. Tapi, aku menyesal setelah kau pindah ke apartemen."


Kaylo mengelus kepalanya dan tersenyum, "Jadi, Mom adalah ibuku satu-satunya."


"Dasar anak nakal. Tentu saja," ucap Jenifer sambil tersenyum. "Temui Angel, dia di kamar sebelah," imbuhnya.


Kaylo langsung bangkit dan menuju kamar sebelah. Dia akan minta maaf pada Angel. Tanpa permisi, ia masuk begitu saja. Ia kaget melihat Angel yang tengah tel*jng b*lat untuk berganti pakaian. 


Kaylo menelan ludahnya kasar. Meski hamil, Angel terlihat tambah seksi. Dengan perlahan, dirinya menghampiri dan memeluknya dari belakang. "Sayang, kau menggoda," ucap Kaylo serak seperti menahan sesuatu.


Angel memekik kaget, "Kenapa kau masuk? Lepas, aku mau berganti pakaian."


Kaylo bersemirik, "Malam ini, kau milikku."


Deg


Tidak akan


Batin Angel sambil berusaha melepas diri. Ia masih kesal karena Kaylo mengacuhkannya tadi. Sedangkan pria itu semakin erat memeluk tubuhnya. 


"Kau tak akan bisa kabur," bisik Kaylo dengan lembut.


Kaylo menciumi tengkuk leher Angel dengan lembut. Ia meraba-raba tubuhnya sampai kebagian daerah sensitifnya. Angel tak bisa menolak. Prinsipnya goyah. Bahkan, dirinya terlena oleh sentuhannya. 


Mereka akhirnya berhasrat untuk melakukan penyatuan. Bunyi desahan menggema di seluruh ruangan. Berkali-kali, Kaylo menengok si kembar yang ada di dalam perut Angel. 


Angel sudah sangat lelah, "Sudah berapa kali? Berhentilah….!

__ADS_1


Kaylo masih meneruskan aksinya. "Hukumanmu," ucapnya sambil merangsang Angel kembali. 


__ADS_2