You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 24


__ADS_3

Seseorang yang memanggil Ivanka adalah Dion. Karena merasa di panggil, akhirnya Ivanka menoleh.


"Hai sayang, kemarilah! Kau pasti terkejut siapa ini?" Ivanka melambaikan tangan.


"Memangnya siapa?" tanya Dion.


Angel hanya diam. Dia tidak peduli dengan kegiatan Ivanka.


"Aku yakin kau akan senang bergabung dengan kita." Ivanka berdiri dan menarik tangan Dion untuk duduk di sampingnya.


Angel, batin Dion.


"Kau masih ingatkan dengan Angel, Sayang?" tanya Ivanka sambil bergelayut manja.


Angel hanya menatap Ivanka yang sedang menunjukkan kemesraannya dengan Dion. Angel tahu, bahwa Ivanka sengaja melakukan itu untuk membuatnya cemburu. Karena dulu, Angel sempat menyukai Dion. Angel di bully besar-besaran oleh Ivanka lantaran dirinya menyukai Dion.


Melihat reaksi Angel yang tidak merespon, membuat dirinya geram.


"Sayang, Angel akan mentraktir kita. Lihat, makanannya sudah datang." Ivanka menyunggingkan bibirnya.


Angel semakin tidak peduli. Baginya berurusan dengan Ivanka hanya buang-buang tenaga.


"Angel, lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Dion menatap Angel.


"Baik," jawab Angel dengan nada dingin.


"Oh iya, kau sekarang berubah." Dion tersenyum.


Ivanka yang melihat itu sangatlah kesal. Dion sepertinya tertarik dengan Angel.


"Tentu saja berubah. Dia punya sugar dady."


Dion yang mendengar itu kaget. Sugar dady, bukankah Angel adalah gadis yang polos. Kalau benar dia punya sugar dady, pasti dia mau melakukankannya jika di beri uang. Mendengar hal itu, Dion semakin berhasrat menatap lapar Angel. Kalau di lihat Angel sangatlah cantik. Walaupun tubuhnya tidak begitu tinggi, tapi semua pas sesuai tubuhnya. Tidak rugi kalau dia membayar mahal servis ranjangnya jika Angel minta bayaran lebih.


Angel yang merasa di tatap pun balas menatap tajam.


Ingin rasanya aku congkel matanya. Menyesal dulu aku menyukainya. Dasar maniak ****, batin Angel.


Angel sangat jijik dengan Dion. Dia pernah memergoki Dion berhubungan badan dengan Ivanka di toilet sekolahan.


Sepertinya, Angel masih menyukaiku, batin Dion.


Ivanka yang merasa di acuhkan sangat jengkel.


"Sayang, sebaiknya kita pergi. Aku jijik dengan gadis sugar dady ini."


Boom


Ivanka memang keterlaluan, batin Angel sampai mengepalkan tangannya.


Angel tidak tahan dihina oleh Ivanka. Akhirnya dia menampar Ivanka.


Plak


"Apa yang kau lakukan? Kau mau merusak wajah ku, dasar bitc*." Ivanka melayangkan tangannya namun di tepis kasar oleh Angel.


"Jangan pikir aku hanya diam jika kau tindas. Bukankah kau yang bitc*," jawab Angel.


Dion yang melihat itu hanya diam. Angel ternyata sudah berubah. Dulu dia hanya diam ketika sedang di bully oleh Ivanka.

__ADS_1


Semua orang yang ada di restoran saling berbisik membicarakan mereka.


Sial, batin Ivanka


Dirinya sangatlah malu. Seorang modeling terkenal di tampar oleh seorang gadis miskin rendahan.


"Lepas. Aku akan cari perhitungan denganmu. Ayo sayang kita pergi!" Ivanka menggeret lengan Dion.


Dion sebenarnya juga sangat malu. Pasti media sosial akan memberitakan semua kejadian hari ini.


"Awas kau, Angel." Ivanka berteriak.


Angel hanya mengedikkan bahunya acuh. Semua orang yang melihat itu kembali ke aktivitas masing-masing.


"Dasar! Buang-buang makanan. Belum di makan sudah di tinggal," gumam Angel.


Namun, tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.


"Suprise," bisik Kaylo.


Angel kaget Dia melihat kalung yang berada di lehernya dengan inisial KA. Angel menangis haru.


"Cup, Don't Cry Baby." Kaylo mencium dan mengusap pipi Angel.


"Kaylo." Angel memukul bahu Kaylo.


"Ha Ha Ha. Baby, kau sudah memesan makanan. Wow banyak sekali. Kau bisa mengabiskan semuannya?" Kaylo menggeser kursi di depan Angel


"Ehem... tadi ada orang gila perusak suasana hatiku."


"Siapa? Aku akan menghajarnya."


"Kapan kau akan memanggilku dengan mesra? aku ingin mendengarnya," pinta Kaylo.


"Jangan harap."


"Kau malu padaku. Ayolah Baby... panggil aku dengan sebutan Sayang." Kaylo menggoda Angel.


Angel hanya mendelik dengan tatapan tajam. Bisa-bisanya Kaylo menggoda Angel. Karena melihat tatapan tajam Angel, Kaylo memutuskan duduk di samping Angel. Angel hanya acuh tidak menghiraukan tindak menghiraukan Kaylo.


"Kau marah. Jangan marah, oke!"


Angel menoleh ke arah Kaylo dan membisikkan sesuatu di telinga Kaylo.


"Sayang," ucap Angel dengan nada serak dan seksi.


Kaylo yang mendengar hal itu kaget seketika. Bola matanya membesar. Jantungnya berpacu cepat seperti kuda lari. Nafasnya memburu. Kaylo membeku seperti kehilangan kesadaran.


Angel memanggil manggil Kaylo. Namun, Kaylo tidak bergerak sama sekali. Karena jengkel, Angel berteriak di dekat telinga Kaylo.


"Sayang!" teriak Angel.


Kaylo langsung saja berdiri dan menutup sebelah telinganya.


"Ha Ha Ha . Kau kenapa dipanggil tak menyahut?"


"Gendang telingaku bisa pecah, Baby. Kau berteriak sangat keras." Kaylo duduk kembali.


"Salah sendiri di panggil tidak menyahut. Aku memanggilmu beberapa kali tapi tak ada tanggapan."

__ADS_1


"Maaf kan aku. Aku hanya terkejut. Kau menuruti keinginanku. Coba, panggil aku Sayang lagi."


"Sayang," panggil Angel dengan malu-malu.


"Oh... aku sangat bahagia, Baby." Kaylo memeluk Angel.


"Ayo kita makan! Aku sudah lapar."


Mereka makan dengan lahap. Tanpa mereka sadari, ada yang mengintai mereka dari kejahuan.


"Aku akan membalasnya, Angel. Kau sudah membuatku malu hari ini." Menyeringai dan memfoto Angel


Ivankalah yang melakukan itu. Dia ingin membalas sakit hatinya melalui foto itu. Ivanka tidak tahu bahwa laki-laki yang di foto adalah Kaylo Fendaz Beltran.


---------


Ivanka masuk ke kamar yang akan dia tempati selama beberapa hari kedepan. Dia merebahkan dirinya di kasur. Dion yang melihat Ivanka pun menghampirinya.


"Dari mana saja kau?" ucap Dion dingin.


"Jangan campuri urusan pribadiku."


"Cih... ja*l*ng seperti dirimu tak pantas mengatur diriku."


"Apa kau tak pernah mencintaiku sedikitpun, Dion?"


"Jangan mimpi! Hubungan kita sama-sama menguntungkan."


"Kau tahu. Aku baru saja melihat Angel bersama seorang pria."


"Aku tak percaya."


"Apa kau pikir aku tak mengerti jalan pikiranmu?"


"Maksudmu?"


"Aku akan membantumu mendapatkan Angel."


"Omong kosong!"


"Ha Ha Ha. Dengar Dion, aku sudah lelah denganmu Lagi pula, kau tak mencintaiku."


"Kau bisa pergi dari sini jika kau lelah."


Ivanka mengepalkan tangannya. Semua yang dia lalui bersama Dion tidak berarti apa-apa bagi Dion.


Ini semua gara-gara Angel. Andai dia tak ada pasti semua baik-baik saja.


"Dengar Vanka! Aku punya tawaran menarik untukmu." Dion mendekati Ivanka.


"Apa itu?"


"Aku akan melejitkan karirmu lebih tinggi. Asal kau membantuku mendapatkan Angel."


Ivanka sangat senang. Baginya, karir adalah nomor satu.


Persetan dengan Dion. Aku tak peduli. Yang penting aku bisa balas dendam dan melejitkan karirku.


Tanpa pikir panjang lagi, Ivanka mengangguk tanda setuju. Dion persenyum penuh kemenangan. Sebentar lagi, dia akan mendapatkan Angel dan bermain-main dengannya. Setelah puas, dia akan membuangnya.

__ADS_1


__ADS_2