
Kaylo berjalan gontai menuju ruangannya. Walaupun tadi pagi dia sudah bisa tidur dengan Angel. Tapi dirinya masih sangat mengantuk.
Cklik
Kaylo membuka pintu ruangannya. Di sana sudah ada Kris dan Max. Max menatap Kaylo. Ingin rasanya Max tertawa melihat penampilan Kaylo.
"Lihat Kris! Kay sangat lucu." Max berucap sambil menyenggol bahu Kris.
"Hus...Diamlah Max! Jangan mengajakku bergosib." Kris berbisik sambil membaca berkas.
Kaylo mendengus kesal. Dia menatap Max tajam. Ingin rasanya dia melempar Max ke antartika.
"Jangan mengolokku." Kaylo berjalan melewati Kris dan Max.
"Ha...Ha..Ha..Kau seperti panda yang berjalan Kay." Max mengejek Kaylo sambil memegangi perutnya yang sakit.
Kris menyenggol bahu Max, agar Max berhenti menertawakan Kaylo. Namun Max acuh dan masih saja tertawa.
"Apa kau tak bisa diam Max?" Kris berbisik ke arah telinga Max.
Kaylo geram melihat tingkah Max yang mengejeknya. Dia melempar Max dengan buku tebal yang ada di meja kerjanya.
Bug
Buku itu mengenai kepala Max. Max terhuyung kebelakang. Ada benjolan di pelipis Max.
"Astaga..! Apa yang kau lakukan? Sakit sekali." Max mengambil ponselnya dan melihat wajahnya di kamera. "Oh....Tidak! Wajah tampanku...! Kay kau harus bertanggung jawab.
Kaylo hanya acuh kepada Max. Dia duduk dengan santai dan menatap Max dengan pandangan tajam. Kaylo beralih menatap Kris. Kris hanya diam membeku. Karena tatapan intimidasi Kaylo sangat menusuk dan mampu membuat orang yang ditatap bergidik ngeri.
"Proyek baru yang ada di kota A, kau saja yang mengurusnya Kris."
Max melotot kaget mendengar perkataan Kaylo. Jika proyek yang ada ditangannya berpindah tangan. Maka Ayah Max akan membuangnya lagi ke Jepang.
"Kay, kau tak bisa mengambil keputusan sepihak. Kalau aku gagal menjalankan proyek ini. Dady pasti akan membuangku ke Jepang lagi. Apa kau tega melihat sahabatmu ini di buang?" Max berucap sambil memelas agar Kaylo mengurungkan niatnya.
"Itu hukumanmu, karena kau mengejekku Max."
"Aku hanya bercanda." Max membela diri agar selamat dari murka sang ayah.
Kaylo hanya membuat Max jera. Dengan sedikit gertakan pasti Max tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"Oke! Kali ini kau selamat. Tapi awas nanti."
"Terimakasih Kay. Aku janji tidak akan mengulanginya." Max tersenyum dan mulai kembali bekerja.
__ADS_1
Kris sangat heran dengan Kaylo. Kaylo kalau dilihat dari luar sangat dingin dan tegas. Tapi sebenarnya hatinya lembut dan penyanyang.
"Apa ini sosok Kaylo yang sesungguhnya? Rumor itu memang palsu." Kris membatin dan menatap Kaylo yang sedang berkutat dengan berkasnya.
Sejak kejadian itu, Max tak lagi mengejek Kaylo. Kris semakin dekat dengan kedua pria beda sifat itu. Setiap hari mereka selalu berkumpul. Angel kadang datang membawa makanan.
Hubungan Karina dan Kris semakin dekat. Mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Kini tinggal Max yang belum mendapatkan pasangan idealnya.
Pernikahan Angel dan Kaylo sudah berumur sebulan. Mereka merayakan acara satu bulan pernikahan dengan makan-makan di apartemen milik Kaylo. Kaylo hanya mengundang Max dan Kris. Sedangkan Angel hanya mengundang Karina.
"Kau sengaja membuat acara ini agar aku tersiksa." Max berucap sambil menaruh dagunya diatas meja makan.
Max sangat iri melihat kedekatan kedua pasang sejoli itu. Sedangkan dia hanya sendirian. Sungguh nasib Max sangat malang.
"Nikmati hari mu Max." Kaylo sedikit mengejek Max dan memamerkan kemesraannya kepada Max.
Max hanya mendengus kesal. Dia juga ingin seperti Kaylo dan Kris. Tapi kapan? Semua wanita yang mendekatinya saja tak tulus. Batin Max berteriak keras. Ingin rasanya Max pergi dari acara ini. Tiba-tiba Angel menangis. Semua orang yang ada di sana kaget melihat Angel menangis.
"Max..hiks..hiks ..Dia tak suka acara ini sayang." Angel mengadu kepada Kaylo dengan menangis.
Kaylo sangat heran melihat tingkah Angel. Beberapa hari ini, Angel memang sedikit aneh. Sifat dan sikapnya sering berubah-ubah secara mendadak.
"Baby... Max menikmati acara kita. Benarkan Max?"
Max hanya mengangguk. Dia berbohong agar selamat.
Kaylo hanya bisa diam. Batinnya berteriak keras. Dia bingung kenapa Angel mudah menangis.
"Oke sayang...Maafkan aku. Sekarang tatap aku. Apa yang kau inginkan? Supaya kau mau memaafkanku."
Angel kembali menatap Kaylo. Matanya berbinar. Dia sangat ingin makanan itu. Makanan yang sangat lezat tiada tara. Angel sempat membayangkan makan sambil menonton acara televisi.
"Aku ingin gado-gado. Dua bungkus." Angel berucap secara lantang.
Semua orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arah Angel. Bukankah banyak makanan di meja? Kenapa dia ingin makan gado-gado?
Kaylo tersenyum dengan sangat terpaksa. Dia tak tahu gado-gado itu makanan seperti apa. Mendengar kata gado-gado saja baru kali ini. Apalagi memakannya.
"Sebaiknya kita pulang. Sepertinya kalian butuh waktu berdua." Kris berdiri dari kursinya. Dia tak mau mengganggu momen pasangan romantis itu.
Karina dan Max ikut berdiri. Angel hanya diam. Lagi pula kehadiran mereka mengganggu ketenangannya. Tunggu....! Kenapa sifatnya jadi jelek seperti ini.
"Ada yang salah denganku. Setan yang mengganggu, pergilah! Angel kau harus membuang pikiran jahatmu." Angel membatin sambil mengibaskan tangannya.
"Terimakasih atas undangannya. Kami pamit dulu. Dan kau Angel jaga kesehatanmu." Karina berucap sambil tersenyum ke arah Angel.
__ADS_1
Kaylo menghela napas kasar. Sekarang tinggal dia dan Angel saja yang ada di ruangan itu.
"Ayo beli gado-gado."
"Sayang...! Biar Kevin yang beli."
Angel mengangguk tanda setuju.
Kaylo mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kevin.
"Halo."
........
"Beli gado-gado 2 bungkus. Waktumu 15 menit Kev."
Tut
Angel sangat senang mendengar perkataan Kaylo. Sebentar lagi dia akan makan gado-gado.
Sesuai perintah, Kevin datang membawa dua bungkus gado-gado. Angel sangat tidak sabar menunggu. Dia langsung merebut gado-gado itu. Dan membawanya ke ruang keluarga. Angel juga membawa piring berserta sendoknya.
Kaylo menghampiri Angel. Dia melihat gerak gerik Angel. Kemudian dia duduk di samping Angel.
Angel membuka bungkusan itu dan menyalakan TV. Kaylo kaget melihat isi bungkusan itu. Makanan lembek menjijikkan dan tentunya tak sehat.
"Sayang! Kau yakin akan makan itu?
Angel menoleh, kemudian mengangguk. Dengan lahap dia makan gado-gado yang ada di piringnya sampai habis.
"Sayang...Jangan makan itu lagi. Lihatlah! Pasti tidak higenis. Kalau aku tahu gado-gado itu wujudnya seperti ini. Aku tak akan membelikanmu gado-gado."
Angel menaruh piringnya dengan kasar. Dia sakit hati dengan perkataan Kaylo. Kaylo seperti tak menghargai makanan.
Kaylo kaget melihat perubahan wajah Angel. Apa dia salah bicara? Kenapa Angel jadi seperti ini?.
"Kau menyebalkan. Makan satu bungkus gado-gado itu sampai habis. Itu hukuman mu karena tak menghargai makanan." ucap Angel dengan penuh emosi.
Kaylo menelan ludahnya kasar. Dia tak pernah makan-makanan seperti ini. Ingin rasanya Kaylo lari bersembunyi, agar dia batal makan gado-gado itu.
"Tunggu apa lagi?" sentak Angel kepada Kaylo.
Kaylo langsung membuka bungkusan itu. Dia ingin muntah mencium bau gado-gado tersebut. Dengan sangat terpaksa Kaylo makan gado-gado itu. Satu suap seperti neraka bagi Kaylo. Dia tidak bisa menelan makannya. Dia hanya bisa mengunyah saja. Perutnya seperti menolak makanan itu.
Kaylo sungguh tak tahan, dia lari menuju kamar mandi dan memuntahkan makanan itu.
__ADS_1
Angel kaget melihat Kaylo yang sedang muntah-muntah. Sepertinya, dia keterlaluan kepada Kaylo.