
Pasangan suami istri itu sedang duduk menikmati indahnya menara Eiffel. Angel tak segan-segan mengaggumi keindahan menara terasebut. Kaylo memperhatikan setiap perubahan ekspresi istrinya. Hatinya melembut. Pikiran nya sangat damai. Momen ini akan dia simpan di dalam ingatan nya.
Kaylo merapat kan tubuhnya ke tubuh Angel. Angel pun menoleh kearah Kaylo. Dia tersenyum. Senyum yang memancarkan kebahagian. Angel kembali menatap Menara Eiffel sambil bersender di bahu Kaylo
"Apa kau sangat menikmatinya baby?" tanya Kaylo.
"Hem...Karena sangat indah. Walaupun aku di sini sudah 3 tahun. Jujur aku tak pernah datang dan melihat langsung Menara Eiffel."
Kaylo mengelus surai hitam milik Angel. Dia sangat senang. Dia berharap senyum Angel tidak akan pernah pudar.
"Baby... Kau tahu. Aku sangat menginginkan mu?" Kaylo berbisik .
Angel sangat malu mendengar perkataan Kaylo. Sebenarnya dia sudah bebas. Mereka bisa melakukan penyatuan malam ini. Memikirkan hal itu membuat Angel malu. Wajah nya bahkan sudah bersemu merah.
"Apa kau mendengarkan ku? Kenapa hanya diam saja?:
Angel segera menutup kedua tangan nya rapat-rapat. Dia tak ingin melihat wajah suaminya. Sedangkan Kaylo merasa keheranan. Kenapa Angel bersikap malu seperti itu? Kaylo gemas sendiri melihat Angel. Dia berdiri dan berpindah tempat menghadap Angel. Mereka saling berhadapan.
"Baby.. Apa yang membuat mu malu? Buka wajahmu jangan kau tutupi!" perintah Kaylo.
Angel hanya menggeleng. Dia belum siap bertatap muka dengan Kaylo
"Sebenarnya aku sudah bebas." Uucap lirih Angel.
"Apa aku tidak salah dengar Baby?" Kaylo memastikan perkataan Angel. "Kalau begitu kita bisa melakukan nya malam ini." imbuh Kaylo.
Angel hanya diam. Dia langsung pergi meninggalkan Kaylo Jujur dia sangat malu sekali. Apa lagi Kaylo membicarakan hal itu di tempat yang terbuka.
Kaylo kaget melihat Angel pergi begitu saja. Apa dia salah bicara lagi? Sepertinya tidak! Tapi, ada apa dengan Angel?
"Baby... Kau mau kemana?" Tlteriak Kaylo sambil berlari mengikuti istrinya.
Angel sudah berada di kamar mandi. Dia masih memikirkan kejadian tadi. Tiba-tiba pintu kamar mandi di ketuk.
"Baby..Kenapa lama sekali? Keluarlah.!" perintah Kaylo.
Angel mondar mandir sambil menggigit jari kukunya. Dia tidak ingin bertemu Kaylo dulu.
"Baby... Ayo buka pintu nya! Atau pintu ini aku dobrak."
Angel semakin gelisah mendengar perkataan Kaylo
"Apa yang harus aku lakukan. Dasar kau bodoh Angel. Seharusnya kau tak memberitahunya dulu. Hais....Pasti dia akan melahap ku malam ini. Jujur aku belum siap. Takut sakit." gumam Angel.
__ADS_1
Angel perlahan membuka pintu kamar mandi. Dia kaget melihat suaminya bersender di pintu kamar mandi. Dia segera menutup pintunya, namun dihalangi oleh suaminya.
"Baby... Katakan kepadaku. Apa aku berbuat salah. Please jangan seperti ini!" Kaylo menatap istrinya.
"Kau tak salah. Hanya saja, aku.. Em itu. Aku... Malu." cicit Angel.
Oh Tuhan! Angel sungguh imut. Ternyata dia malu. Kenapa mesti malu? Lagi pula mereka sudah menikah.
Kaylo menggeret lengan Angel. Dia melihat wajah Angel yang merah seperti kepiting rebus. Dengan sigap Kaylo menggendong Angel ala bridal style.
Angel memekik kaget. Dia bersembunyi di dada bidang milik Kaylo. Kaylo menaruh lembut tubuh Angel si atas ranjang. Dia menatap Angel yang sedang menunduk dengan penuh senyuman.
"Tatap aku baby!" perintah Kaylo.
Angel masih tetap menunduk. Dia belum siap bertatap muka dengan Kaylo. Tiba-tiba tangan Kaylo mengangkat dagu Angel. Namun Angel malah menutup rapat kedua mata nya.
Kaylo sungguh ingin sekali melahap Angel malam ini. Tingkah malu Angel membuat hasrat Kaylo menggebu. Di mata Kaylo, Angel seperti kelinci imut yang menggemaskan.
Cup
Kaylo mencium lembut bibir manis milik Angel. Angel tanpa sadar membuka kedua matanya.
Kedua pasangan suami istri itu saling menatap. Rasa cinta, hasrat untuk memiliki sepenuhnya terpancar pada kedua pasang mata mereka. Tak bisa di pungkiri bahwa mereka sangat ingin menyatukan cinta mereka malam ini.
Angel menikmati setiap sentuhan Kaylo Dengan gerakan perlahan Kaylo membuka baju milik Angel. Dia menelan saliva nya kasar. Tubuh Angel sangatlah indah.
Kaylo menatap lembut Angelm Dia melumat bibir Angel penuh hasrat. Angel terbawa oleh ciuman suaminya. Tanpa sadar dia mendesah. Kaylo yang mendengar desahan Angel semakin berhasrat. Tangan Kaylo mulai meraba-raba bagian dada Angel. Dia mulai gencar menelusuri bagian dada Angel yang sangat pas di tangan Kaylo.
Tidak hanya itu, Kaylo mulai meraba-raba bagian sensitif milik Angel. Desahan dan ciuman menggema di ruangan itu. Tanpa mereka sadari kedua nya sama-sama tidak memakai sehelai benang sedikit pun. Keduanya menatap sendu. Angel mengangguk tanda setuju. Kaylo pun tersenyum manis. Lagi pula yang dibawah sana sudah siap mencari kehangatan milik istrinya.
"Jika sakit, katakanlah padaku." ucap Kaylo.
Angel mengangguk tanda mengiyakan. Kaylo pun memulai penyatuan mereka. Angel meneteskan air mata dan memegang erat lengan Kaylo. Kaylo tidak tega melihat Angel kesakitan. Dia kemudian menghentikan aktivitasnya.
"Aku akan berhenti, sepertinya kau kesakitan."
Angel menggeleng tanda tak setuju. Lagi pula dia ingin jadi istri sepenuhnya Kaylo. Dia tak akan berhenti begitu saja. Tak lama kemudian Angel mulai terbiasa. Rasa sakit yang dia terima tadi berubah menjadi rasa nikmat. Suara desahan pun menggema di seluruh kamar hotel yang mereka tempati. Kamar itu menjadi saksi biksu penyatuan cinta mereka.
-------
Hari sudah siang, kedua pasangan suami istri itu masih tertidur pulas di atas ranjang. Keduanya tadi malam bertempur habis-habisan sampai menjelang pagi. Entah berapa kali Kaylo melakukan penyatuan nya dengan Angel.
Kaylo membuka mata nya perlahan. Dia tersenyum melihat Angel yang sedang tidur. Tadi malam merupakan malam yang sangat indah dan tak terlupakan bagi Kaylo.
__ADS_1
kaylo menuju kamar mandi. Dia ingin membersihkan diri sebelum Angel bangun. Namun sebelum itu, Kaylo meminta petugas hotel untuk mengirim makanan ke kamarnya.
Angel mulai membuka matanya perlahan. Dia langsung duduk dan melihat ke seluruh penjuru kamar. Dia merasa lega, Kaylo tidak ada di sekitarnya.
Angel masih duduk diatas ranjang. Dia mengingat kejadian tadi malam. Tiba-tiba wajahnya bersemu merah.
"Astaga... Mau ditaruh di mana muka ku nanti. Kenapa aku tadi malam mengeluarkan suara menjijikkan itu. Aku tak bisa berhadapan dengan Kaylo." Angel mengacak rambutnya tanda frustasi.
Kaylo yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandinya. Dia melihat Angel mengacak rambutnya pun keheranan. Ada apa dengan Angel?
"Apa kau baik-baik saja baby?"
Angel kaget mendengar suara Kaylo. Dia memutuskan untuk meringkuk dalam selimut.
Kaylo menghampiri Angel.
"Hei... Kenapa kau menutupi seluruh badanmu?" tanya Kaylo.
"Pergilah sana! Aku tak mau melihatmu." ucap Angel.
"Jangan bilang kau malu." tebak Kaylo.
"Pergilah! Aku akan mandi."
"Baiklah.. Aku akan pergi." Kaylo berjalan sedikit menjauh.
Kaylo tidak benar-benar meninggalkan Angel sendirian. Angel merasa Kaylo sudah tidak ada, maka dia memberanikan diri untuk membuka selimutnya. Angel langsung turun namun tiba-tiba dia jatuh.
"Au... Sakit sekali." Angel meringis.
Kaylo dengan sigap menggendong Angel. Dia membawa Angel ke dalam kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan? Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri.
"Bukan kah kau merasa kesakitan baby? Jadi, aku akan memanjakan mu hari ini." ucap Kaylo.
"Tidak perlu, lagi pula aku kan menyuruhmu pergi." Angel membuang muka.
Kaylo membuka paksa selimut milik istrinya. Angel memekik kaget. Banyak tanda kepemilikan memenuhi tubuh Angel. Angel sangat malu.
"Kenapa kau membuka selimutnya?" tanya Angel.
"Apa kau malu? Aku sudah melihat semuanya. Bahkan juga merasakan nya. Menurut lah! Aku akan memandikan mu." Kaylo menaruh istrinya di dalam bathub yang berisi air hangat.
__ADS_1
Kaylo memandikan Angel dengan penuh kesabaran. Setiap inci tubuh Angel dia bersihkan. Angel hanya bisa menikmatinya. Tanpa sadar dia mendesah. Kaylo yang mendengar desahan Angel, hasratnya muncul. Sebenarnya dia sudah menahan nya dari tadi. Tapi dia urungkan. Karena dia tahu Angel masih kesakitan. Mereka pun mengulangi kejadian tadi malam.