
Malam telah berganti pagi. Burung berkicauan menyahut satu sama lain. Mereka berkomunikasi untuk menyambut mentari. Warna cerah dari ufuk timur mulai nampak. Dengan cahayanya yang terang menerobos masuk lewat jendela. Kedua pasang suami itu mulai terusik dan membuka kedua bola matanya perlahan. Senyum cerah menghiasi keduanya.
"Selamat pagi, Sayang," sapa Kaylo.
Senyum yang menghiasi wajah Angel perlahan menghilang. "Kau keterlaluan. Badanku lemas tak bertenaga," ucap Angel sambil mengerucutkan bibirnya.
Kaylo mengacak rambut Angel. "Itu hukuman ternikmat, Sayang."
"Mesum." Angel membalikkan badan membelakangi Kaylo.
"Aku jadi ingin memakanmu lagi," ucap Kaylo sambil memeluk Angel dari belakang.
Kaylo sangat senang karena tadi malam Angel sangat bergairah. Ia bahkan melakukannya dengan penuh semangat. Bahkan, mereka melakukannya dengan berbagai gaya.
"Aku tak menyangka. Kau pandai jika berada di atas."
Blus
Wajah Angel merah merona karena ucapan Kaylo terlalu vulgar. Untuk menutupi rasa malu yang tak tertahan, ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Astaga… aku malu. Bagaimana bisa aku melakukan hal itu? Binal sekali, batin Angel sambil menggigit kukunya.
Kaylo hanya tersenyum melihat tingkah Angel tang lucu di matanya. "Apa kau malu?"
Angel tak merespon sama sekali. Kaylo kemudian masuk kedalam selimutnya. "Tak usah malu. Aku sangat puas tadi malam," bisik Kaylo di telinga Angel.
Angel membuka selimutnya dan langsung duduk. "Jangan melihatku!" ucap Angel
Kaylo mendekati Angel, "Kenapa? Aku sudah melihat semua. Bahkan sampai kau-."
"Berhenti!" teriak Angel. "Jika kau melanjutkan lagi, akan tahu sendiri akhibatnya," imbuhnya sambil mengeluarkan aura hitam pekat.
Kaylo menelan gugup salivanya. Sungguh Angel seperti singa betina yang siap melahap mangsanya.
"Kak, ada Max yang sedang menunggu di bawah," ucap Juna sambil membuka pintu tiba-tiba.
Keduanya langsung menoleh menatap Juna. Rasa canggung mulai masuk di dalam tubuhnya. "Maaf, jika aku mengganggu kalian," ucap Juna sambil menutup pintunya.
"Aku tidak salah dengar," ucap Angel sambil membalikkan badan. "Max datang," imbuhnya dengan semangat.
Gawat
Batin Kaylo khawatir mengenai Max. "Sayang, kau tidak akan melakukannya, kan…?"
Angel tersenyum lembut. "Melakukan apa?" Kau mandi sana? Aku akan bersiap?" Angel langsung berdiri menuju kamar mandi. Sedangkan Kaylo berlari keluar kamar untuk menemui Max.
Kaylo berlari menuruni tangga dengan telanjang dada. Ia menghampiri Max dan langsung menarik tangannya. "Pulanglah…!"
Max menatap heran Kaylo. "Kenapa aku harus pulang? Kris dan Karina akan datang hari ini. Lagi pula, ini weekend," ucap Max melepas tangan Kaylo.
"Pulang sekarang. Atau kau habis." Kaylo menarik tangan Max lagi.
"Jangan seperti anak kecil, Kay. Mandi sana!" perintah Max sambil mengibaskan tangannya.
Sialan. Sepertinya aku harus memberitahu dia, batin Kaylo.
"Komedi putar. Kau akan kesana."
Deg
"Kau bercanda? Kenapa aku ke sana? Mandi sana!"
Kaylo menepuk jidatnya. Apakah Max tidak paham mengenai perkataannya? Ia padahal sudah memberitahu kode untuknya.
Tak lama kemudian, suara sepatu menuruni tangga. Kedua pria itu menoleh ke atas dan terbengong. Angel terlihat sangat cantik. Dengan gaun putih polos selutut membuat aura kecantikannya keluar. Wajah yang bersinar bercahaya mampu membuat para kaum adam meleleh terkagum seketika.
"Kenapa Angel semakin cantik saja," gumam Max tanpa sadar.
"Kau benar. Dia semakin mempesona," jawab Kaylo.
__ADS_1
Kaylo langsung melotot ke arah Max yang tengah menatap Angel tanpa berkedip. "Tutup matamu, Max!" teriak Kaylo. "Atau mau ku congk*l," imbuhnya sambil menahan emosinya kuat.
Max tersenyum canggung dan menatap Kaylo. "Maafkan aku. Mandi sana!"
Kaylo pergi meninggalkan Max dengan emosi yang meluap. Ia kemudian menghampiri Juna yang tengah asik melihat televisi di ruang keluarga. "Temani Angel. Jangan biarkan Max melihatnya," perintah Kaylo.
Juna mengangguk dan langsung bangkit menuju ruang tamu. Ia senang karena Kaylo percaya padanya untuk menjaga Angel.
Tiga puluh menit berlalu, Kris, Karina, Juna, Angel dan Max sudah berada di ruang makan menunggu Kaylo.
"Kalian sudah lama menungguku?" ucap Kaylo tanpa bersalah.
"Sangat lama," gerutu Kris.
Kaylo duduk tersenyum dan menatap Angel. "Sayang, suapi aku."
"Makan sendiri," jawab Angel ketus. Ia sangat kesal karena Kaylo sangat lama. Rencananya akan tertunda kalau mengulur waktu seperti itu.
Kaylo diam dan menatap tajam semua orang yang ada di sana. Ia makan dengan perasaan jengkel. Tak ada yang berani berkata. Makan pagi yang seharusnya hangat menjadi dingin karena penolakan Angel.
Setelah selesai makan, Angel berdiri dan mendekat ke arah Max. Kaylo mengerutkan dahi karena lupa mengenai permasalahan kemarin. Ia kemudian memberi kode kepada Max agar pergi segera.
Max tak sadar dan hanya diam di tempat duduk dan memilih menikmati minumnya.
"Max," sapa Angel sambil duduk di sampingnya.
Max meletakkan cangkir itu, "Ada apa?"
Dengan gerakan cepat, Angel membius Max. Semua orang yang ada di sana melotot kaget. Bahkan, Karina sampai berdiri.
"Angel, apa yang kau lakukan?" tanya Karina.
Kaylo menepuk jidatnya, "Dia akan balas dendam."
Angel tersenyum devil, "Tentu, bawa dia ke mobil, Kris."
Angel menatap Karina tajam, "Ini urusanku."
Glup
Karina menelan ludahnya kasar dan memilih mundur. Wanita yang ada di depannya seperti bukan Angel.
Dia orang lain, menyeramkan sekali…
"Kris!" teriak Angel.
Kris terkesiap dan langsung berdiri. "Maaf, aku harus pergi karena ada tamu," ucapnya sambil menyeret tangan Karina.
Jujur saja, Kris tak mau terlibat terlalu dalam dengan masalah Angel. Ia memilih mencari aman.
"Menyebalkkan," gumam Angel sambil menatap kepergian mereka.
"Juna," panggil Angel.
Juna hanya diam dan menatap Kaylo mencari bantuan. Kaylo menghela nafas panjang dan berdiri menghampiri Angel.
"Sayang… lepaskan Max. Jangan kau bawa dia ke komedi putar," bujuk Kaylo.sambil memeluknya.
Angel cemberut, "Tapi, dia membuatku jengkel."
Kaylo mencium lembut pipi Angel, "Kau bisa menghukumnya dengan cara lain."
Angel berpikir keras dan akhirnya menganguk setuju. Ia kemudian melepas pelukan Kaylo dan berjalan menuju kamar.
Tak lama kemudian, Angel membawa peralatan Make up miliknya. Kaylo dan Juna hanya melongo melihat aksi Angel.
"Ini hukumannya," ucap Angel sambil melancarkan Aksinya. Ia tersenyum puas melihat hasil karyannya di wajah Max. Rasa senang itu, membuat Kaylo dan Juna ikut tersenyum.
"Wah … karyamu bagus sekali, Kak!" puji Juna.
__ADS_1
"Foto dia," perintah Angel dengan semangat.
Juna melakukan apa yang di perintahkan Angel sambil berkata, "Sebentar lagi, aku akan pulang."
Deg
Kaylo menatap Juna, "Kau akan kemana?"
Juna tersenyum, "Aku memutuskan untuk kembali."
Angel melongo, "Bukankah masih lama? Kenapa secepat itu."
"Sudah tidak ada waktu. Aku pergi sekarang," ucap Juna sambil berbalik arah.
Kaylo langsung berjalan cepat dan menghadang Juna. "Bodoh," ucapnya sambil memeluk Juan.
Juna meneteskan air mata," Akhirnya, Kak Kay memelukku."
Kebahagian terbesar Juna adalah saat Kaylo memeluknya seperti ini. Ia sangat berterimakasih kepada Angel karena sudah membantunya.
"Terimakasih," ucap Juna.
Angel terharu dan memeluk mereka berdua dengan erat. Ia sangat senang melihat kedekatan mereka.
"Lepaskan…! Sesak," ucap Juna.
Kaylo dan Angel langsung melepaskan pelukkan mereka.
"Aku sudah pamit dengan Mom and Dad. Jaga kesehatan kalian."
"Aku akan mengantarmu," tawar Kaylo.
Juna menggeleng karena tak ingin merepotkan Kaylo. "Terimakasih. Aku tak ingin merepotkanmu, Kak."
Juna menggeleng, "Kau adikku."
Deg
Juna langsung meneteskan mata mendengar kalau dirinya diakui oleh Kaylo. "Aku bahagia. Jagalah Kak Angel baik - baik. Jangan mengantarku. Aku takut tak rela pergi," ucap Juna sambil pergi.
"Maafkan aku," teriak Kaylo tiba - tiba.
Juna melambaikan tangan, "Aku tak membencimu. Jangan minta maaf!"
Ada rasa penyesalan di hati Kaylo ketika mendengar perkataan Juna. Selama ini, ia selalu membencinya. Namun, berbeda dengan Juna.
Angel mendekat ke arah Kaylo, "Sayang, kau hebat."
Kaylo tersenyum dan memeluk Angel. "Berikan aku jatah lagi."
"Mesum," ucap Angel tersipu malu.
Setelah kepergian Juna, Max sadar dan langsung berdiri. Ia melihat seluruh tubuhnya dan. Bahkan merabanya.
Max bernafas lega karena tak ada yang kurang dari tubuhnya. Ia menatap kedua sejoli yang tengah berpelukan itu.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Max menatap tajam keduanya.
Angel melepas pelukan Kaylo, "Melakukan apa?"
"Membiusku?"
Angel mendekat, "Pulanglah, Max. Aku mau berduan dengan Kaylo. Kau mau menontonnya.
Max membuang muka, "Cih, aku pergi."
Angel tertawa keras dan berteriak, "Cuci dulu mukamu sebelum pulang."
Max langsung lari ke kamar mandi dan berteriak keras. Ia sangat marah kepada Angel karena wajahnya penuh dengan coretan. Pria itu pun pergi dengan amarah yang kuat.
__ADS_1